Gambar Sampul Bahasa Indonesia · a_Pelajaran 4
Bahasa Indonesia · a_Pelajaran 4
Maryanto, Anik, dkk

24/08/2021 12:25:44

SMA 11 K-13

Lihat Katalog Lainnya
Halaman

ii

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Hak Cipta © 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dilindungi Undang-Undang

MILIK NEGARA

TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer

: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

implementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di

bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam

tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang

senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan

dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan

kualitas buku ini.

Katalog Dalam Ter

bitan (KDT)

Indonesia. Kementerian Pendidik

an dan Kebudayaan.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik/K

ementerian Pendidikan dan

Kebudayaan. -- Jak

arta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013.

x, 134 hlm. : ilus. ; 25 cm.

Untuk SMA/MAK Kelas XI Semester 2

ISBN 978-602-282-099-4 (jilid lengkap)

ISBN 978-602-282-102-1 (jilid 2b)

1. Bahasa Indonesia — Ekspresi Diri dan Ak

ademik

I. Judul

II. Kementerian Pendidik

an dan Kebudayaan

410

Kontributor Naskah

:

Maryanto, Ani

k Muslikah Indriastuti, Dessy Wahyuni, dan Nur Hayati

Penelaah

:

M. Abdullah dan Hasanuddin W.S.

P

enyelia Penerbitan

:

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud

Cetakan K

e-1, 2014

Disusun dengan huruf Minion Pro, 11 pt

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

iii

Kata Pengantar

Kurikulum 2013 menyadari peran penting bahasa sebagai wahana untuk mengekspresikan

peras

aan dan pemikiran secara estetis dan logis. Pada satu saat, bahasa tidak dituntut dapat

mengekspresikan sesuatu dengan efisien karena ingin menyampaikannya dengan indah sehingga

mampu menggugah perasaan penerimanya. Pada saat yang lain, bahasa dituntut efisen dalam

menyampaikan gagasan secara objektif dan logis supaya dapat dicerna dengan mudah oleh

penerimanya. Dua pendekatan mengekspresikan dua dimensi diri, perasaan dan pemikiran,

melalui bahasa perlu diberikan berimbang.

Sejal

an dengan peran di atas, pembelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang Pendidikan

Menengah Kelas XI yang disajikan dalam buku ini disusun dengan berbasis teks, baik lisan

maupun tulis, dengan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai wahana untuk mengekspresikan

perasaan dan pemikiran. Didalamnya dijelaskan berbagai cara penyajian perasaan dan pemikiran

dalam berbagai macam jenis teks. Pemahaman terhadap jenis, kaidah dan konteks suatu teks

ditekankan sehingga memudahkan peserta didik menangkap makna yang terkandung dalam

suatu teks maupun menyajikan perasaan dan pemikiran dalam bentuk teks yang sesuai sehingga

tujuan penyampaiannya tercapai, apakah untuk menggugah perasaan ataukah untuk memberikan

pemahaman.

Seba

gai bagian dari Kurikulum 2013 yang menekankan pentingnya keseimbangan

kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, kemampuan berbahasa yang dituntut tersebut

dibentuk melalui pembelajaran berkelanjutan: dimulai dengan meningkatkan pengetahuan

tentang jenis, kaidah dan konteks suatu teks, dilanjutkan dengan keterampilan menyajikan suatu

teks tulis dan lisan baik terencana maupun spontan, dan bermuara pada pembentukan sikap

kesantunan dan kejelian berbahasa serta sikap penghargaan terhadap Bahasa Indonesia sebagai

warisan budaya bangsa.

Buku ini m

enjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan peserta didik untuk mencapai

kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum

2013, peserta didik diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia

dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan daya

serap peserta didik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini sangat penting. Guru dapat

memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan

yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Impl

ementasi terbatas pada tahun ajaran 2013/2014 telah mendapat tanggapan yang sangat

positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut digunakan semaksimal mungkn

dalam menyiapkan buku untik implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2014/2015 dan

seterusnya. Walaupun demikian, sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuaka dan terus

dilakukan perbaikan untuk penyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca

memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi

berikutnya. Atas kontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita

dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan

generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

Jakarta, Januari 2014

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Mohammad Nuh

iv

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Bahasa

I

ndonesia

P

enghela dan

P

embawa

I

lmu

P

engetahuan.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

v

Prawacana

Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran

Bahasa Indonesia Berbasis Teks

Pendekatan teks dan sains terpadu sangat sangat apik dalam pembelajaran bahasa

Indonesia setelah Kurikulum 2013 menetapkan kebijakan menguatkan kedudukan dan

fungsi bahasa Indonesia dalam pendidikan sekolah se¬bagai penghela dan pembawa

ilmu pengetahuan. Dalam kerangka Kurikulum 2013, kekuatan bahasa Indonesia

dirancang pengembangan dan pembinaannya di sekolah melalui proses pembelajaran

berbasis teks. Dengan berbasis teks, bahasa Indonesia diajarkan bukan sebagai

pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang mengemban fungsi sosial dan tujuan

tertentu untuk menjadi sumber aktualisasi diri dan mengembangkan kegiatan ilmiah

atau saintifik.

Sebagai sumber aktualisasi diri, bahasa Indonesia yang diajarkan dengan berbasis

teks—baik lisan maupun tulis—menguatkan jatidiri peserta didik untuk bersikap

spiritual menerima, menghargai, dan menghayati keberadaan bahasa kebangsaan

Indonesia yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat yang sama,

penguatan jatidiri itu memantapkan sikap sosial peserta didik untuk berakhlak mulia

serta bertanggung jawab atas keberadaan bahasa Indonesia sebagai identitas diri negara

kesatuan Republik Indonesia. Melalui pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, di

kalangan peserta didik, tumbuh sikap tangg jawab, setia, dan bangga aka keberadaan

bahasa Indonesia di tengah lingkungan pergaulan dunia global.

Sementara itu, sebagai sumber pengembangan kegiatan ilmiah atau saintifik,

proses pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis teks tersebut ditempuh melalui

tahapan kegiatan peserta didik yang bersistem, yaitu tahap pembangunan konteks dan

pemodelan teks, kerja sama membangun teks, serta kerja mandiri menciptakan teks

yang sesuai dengan teks model. Semua tahapan pembelajaran teks itu, selain terarah

dan terukur, juga dilakukan secara terkendali oleh pendidik atau pembelajar melalui

kegiatan evaluasi/penilaian autentik terhadap proses dan hasil pembelajaran.

Tanpa adanya data yang diperoleh oleh peserta didik, proses pembelajaran bahasa

Indonesia itu tidak akan menghasilkan teks yang diciptakan secara bersama-sama atau

mandiri. Untuk menghasilkan teks yang diharapkan, kegiatan belajar haruslah berawal

dengan pengamatan terhadap gejala alam atau sosial yang menjadi objek pembelajaran

teks dan berlajut dengan tahap mempersoalkan atau mempertanyakan keberadaan gejala

yang diamati tersebut. Kemudian, pengumpulan informasi/data mengenai gejala itu

diteruskan dengan analisis keterhubungan antarfakta sehingga gejala atau fenomena

yang dipelajari itu dapat disajikan dan dilaporkan dalam bentuk teks yang sesuai dengan

tujuan komunikasi berbahasa Indonesia.

Proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, sebagaimana harapan

Kurikulum 2013, bermaksud mengembangkan dan membina pribadi peserta didik

agar memiliki kemampuan berpikir empiris dan kritis serta tindakan yang produktif

dan kreatif dalam ranah komunikasi berbahasa Indonesia.

vi

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Buku ini didedikasikan kepada

segenap anak bangsa.

Kedaulatan bahasa

I

ndonesia

merupakan penopang

N

egara

K

esatuan

R

epublik

I

ndonesia.

Masa depan bahasa

I

ndonesia

ada di pundak generasi muda.

Martabat bahasa

I

ndonesia

merupakan harga diri bangsa.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

vii

Daftar Isi

Kata Pengantar

....................................................................................................................................

iii

Prawaca

na

.............................................................................................................................................

v

Daftar

Isi

............................................................................................................................................

vii

Daft

ar Gambar

....................................................................................................................................

ix

Daft

ar BAGAN.................................................................................................................................... ix

PELAJARAN 4

MENJELASKAN SEBAB DAN AKIBAT PERISTIWA ALAM DAN SOSIAL

....................

1

Keg

iatan 1

Pemb

angunan Konteks dan Pemodelan Teks Eksplanasi

....................................................

2

Tugas 1 M

emahami Struktur Teks Eksplanasi

.................................................................................

3

Tugas 2

Memah

ami Kaidah Kebahasaan dalam Teks “Siklus Hidrologi”

.................................

10

Tugas 3

Memba

ndingkan Teks “Siklus Hidrologi” dengan Teks “Banjir”

.................................

14

Keg

iatan 2

Kerja S

ama Membangun Teks Eksplanasi

..........................................................................

24

Tugas 1

Mengan

alisis Isi Teks Eksplanasi

......................................................................................

24

Tugas 2

Menge

valuasi Teks Eksplanasi

..........................................................................................

33

Tugas 3

Mengin

terpretasi Makna Teks Eksplanasi

.......................................................................

37

Keg

iatan 3

Kerja M

andiri Membangun Teks Eksplanasi

......................................................................

43

Tugas 1

Mempr

oduksi Teks Eksplanasi

.........................................................................................

43

Tugas 2

Menca

ri Contoh Teks Eksplanasi

....................................................................................

45

Tugas 3

Mengabs

traksi Teks Eksplanasi

........................................................................................

45

Tugas 4

Mengo

nversi Teks Eksplanasi

........................................................................................

48

Tugas 5

Menyunt

ing Teks Teman Masing-masing

.......................................................................

49

PELA

JARAN 5

MENGULAS SECARA KRITIS FILM DAN DRAMA

.......................................................

50

Keg

iatan 1

Pemb

angunan Konteks dan Pemodelan Teks Ulasan

.........................................................

50

Tugas 1

Memah

ami Struktur Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

.............................

56

Tugas 2

Memah

ami Kaidah Kebahasaan dalam Teks “Dongeng Utopia

Masyara

kat Borjuis”

..........................................................................................................

63

Tugas 3

Mengin

terpretasi Makna Teks “Dongeng Utopia Masyarakat Borjuis”

......................

76

Diunduh dari BSE.Mahoni.com

viii

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Kegiatan 2

Kerja S

ama Membangun Teks Ulasan

................................................................................

79

Tugas 1

Menge

valuasi Teks “Belajar Ikhlas dari ‘Hafalan Shalat Delisa’”

..................................

79

Tugas 2 M

embandingkan Teks “Gara-Gara Kemben, Film ‘Gending Sriwijaya’

Dipro

tes Budayawan”, dan Teks “’Mengapa Kau Culik Anak Kami?’ Pertanyaan

Itu Be

lum Terjawab”

...........................................................................................................

83

Tugas 3

Menge

valuasi dan Menyunting Teks “Guyonan Bersama Teater Gandrik

‘Gund

ala Gawat’”

................................................................................................................

92

Tugas 4

Mengin

terpretasikan Makna Teks “Teater Gandrik Ubah Kisah Pahlawan

Super J

adi Kritik Sosial”

....................................................................................................

97

Keg

iatan 3

Kerja M

andiri Membangun Teks Ulasan

..........................................................................

100

Tugas 1

Mengabs

traksi Teks “’Negeri 5 Menara’: Mimpi Beda, Rasa Sama”

..........................

100

Tugas 2

Mengo

nversi Teks “Menunggu Godot”

........................................................................

104

Tugas 3

Mempr

oduksi Teks Ulasan

.............................................................................................

110

PELA

JARAN 6

...................................................................................................................

113

Men

ggunakan Teks Sebagai Media Adaptasi Sosial

.........................................................

113

Keg

iatan1

Pemod

elan Berbagai Jenis Teks dalam Satu Tema

...........................................................

114

Tugas 1

Memba

ndingkan Struktur Teks Cerita Ulang dengan Teks Eksplanasi

....................

114

Tugas 2

Mengub

ah Teks Cerita Ulang Menjadi Teks Cerita Pendek

.......................................

118

Tugas 3

Menggun

akan Pantun dalam Kehidupan Sehari-hari

.................................................

126

Keg

iatan 2

Kerja S

ama Membangun Berbagai Jenis Teks dalam Satu Tema

....................................

129

Tugas 1

Mengh

adapi Teks Eksplanasi dari Dua Sisi

...................................................................

129

Tugas 2

Memec

ahkan Persoalan dalam Teks Eksplanasi

..........................................................

136

Keg

iatan 3

Kerja M

andiri Membangun Berbagai Jenis Teks dalam Satu Tema

...............................

139

Tugas 1

Menemu

kan Teks Eksplanasi dalam Fenomena Sosial Budaya

.................................

139

Tugas 2

Memanfaa

tkan Informasi dari Gambar

.........................................................................

140

Tugas 3

Mempra

ktikkan Eksplanasi dalam Menceritakan Kejadian Alam

............................

143

Daft

ar Pustaka.................................................................................................................................. 147

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

ix

Daftar Gambar

Gambar 4.1 Alam pegunungan dan persawahan

............................................................................

2

Gamba

r 4.2 Siklus hidrologi

..............................................................................................................

3

Gamb

ar 4.3 Banjir lahar....................................................................................................................

14

Gamba

r 4.4 Banjir di sungai

...........................................................................................................

14

Gamb

ar 4.5 Kekeringan pada masa tanam ............................................................................

.......

21

Gamb

ar 4.6 Kekeringan pada masa panen ............................................................................

.......

21

Gamb

ar 4.7 Longsor

..........................................................................................................................

24

Gamb

ar 4.8 Longsor

..........................................................................................................................

24

Gamb

ar 4.9 Erosi

...............................................................................................................................

31

Gamb

ar 4.10 Warga berebut air bersih

...........................................................................................

33

Gamb

ar 4.11 Permukiman tergenang lumpur .............................................................................. 37

Gambar 4.12 Lumpur Lapindo.

.......................................................................................................

37

Gamb

ar 5.1 Poster film “Rumah Tanpa Jendela”........................................................................... 52

Gambar 5.2 Adegan drama

..............................................................................................................

92

Gamb

ar 5.3 Salah satu adegan dalam film “Negeri 5 Menara”

.................................................

101

Gamb

ar 5.4 Pementasan “Menunggu Godot”

.............................................................................

104

Gamb

ar 6.1 Pesawat N-250

............................................................................................................

115

Gamb

ar 6.3 Lelah

............................................................................................................................

140

Daftar Bagan

Bagan 4.1 Atmosfir

............................................................................................................................

52

Bagan 4.1 S

tuktur teks eksplanasi

....................................................................................................

92

Baga

n 5.1 Stuktur teks ulasan

.......................................................................................................

561

x

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

1

Pelajaran 4

MENJELASKAN SEBAB DAN AKIBAT

PERISTIWA ALAM DAN SOSIAL

Pada pelajaran ini kalian diajak belajar memahami teks eksplanasi. Teks eksplanasi

berisi penjelasan tentang keadaan sesuatu sebagai akibat dari sesuatu yang lain yang

telah terjadi sebelumnya dan menyebabkan sesuatu yang lain lagi akan terjadi kemudian.

Pembelajaran teks eksplanasi terdiri atas tiga kegiatan. Kegiatan 1 adalah pembangunan

konteks dan pemodelan teks eksplanasi. Pada kegiatan ini kalian diajak bersikap arif

dengan menyelami ranah pelajaran tentang teks eksplanasi. Kegiatan ini terdiri atas

tiga tugas, yakni memahami struktur teks, memahami kaidah kebahasaan dalam teks,

dan membandingkan teks.

Kegiatan 2 adalah kerja sama membangun teks eksplanasi. Pada kegiatan ini kalian

diajak merekonstruksi nilai-nilai sosial, tujuan sosial, tahapan, dan ciri kebahasaan

dalam bentuk teks eksplanasi. Teks eksplanasi dibangun secara bersama-sama dalam

kelompok dengan bimbingan guru. Kegiatan ini berisi strategi belajar agar peserta didik

mampu membangun teks secara mandiri. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga tugas, yaitu

menganalisis isi teks, mengevaluasi teks, dan menginterpretasi makna teks.

Kegiatan 3 adalah kerja mandiri membangun teks eksplanasi. Membangun teks

secara mandiri ini merupakan puncak dari seluruh kegiatan membangun teks dengan

segala isinya. Kegiatan ini terdiri atas tiga tugas: memproduksi teks, menyunting teks,

serta mengabstraksi dan mengonversi teks.

Teks eksplanasi mempunyai fungsi sosial untuk menjelaskan proses terjadinya

sesuatu menurut prinsip sebab-akibat. Teks eksplanasi berkaitan erat dengan peristiwa

alam dan peristiwa sosial. Air merupakan salah satu bentuk peristiwa alam yang dapat

kita lihat dan kita amati. Siklus air bisa menyebabkan rentetan peristiwa alam seperti

hujan, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Terlalu banyaknya pasokan air atau terlalu

sedikitnya pasokan air bagi kebutuhan manusia juga bisa mengakibatkan masalah

sosial.

Pada pelajaran ini, kalian akan mempelajari teks eksplanasi yang membahas

peristiwa alam, yakni hujan, banjir, kekeringan, dan peristiwa sosial yang terjadi akibat

peristiwa alam itu.

2

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Kegiatan 1

Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks

Eksplanasi

Sumber:

dok. Kemdikbud

Gambar. 4.1 Alam pegunungan dan persawahan

Semua m

akhluk hidup di bumi membutuhkan air. Manusia, tumbuhan, dan hewan

membutuhkan air agar bisa hidup. Tanaman akan tumbuh subur jika mendapatkan

cukup air. Air merupakan sumber daya yang terbarukan dan dinamis. Sumber utama

air yang berupa hujan akan selalu datang sesuai dengan waktu atau musimnya sepanjang

tahun. Wilayah Indonesia yang mempunyai musim hujan dan musim kemarau sepanjang

tahun, jumlah air yang berada di suatu wilayah bergantung pada kedua musim tersebut.

Pada waktu musim hujan, beberapa wilayah kadang-kadang mengalami bencana banjir

dan longsor. Sebaliknya, pada waktu musim kemarau beberapa wilayah juga mengalami

bencana kekeringan. Hujan, banjir, longsor, dan kekeringan merupakan peristiwa alam

yang bisa menyebabkan terjadinya peristiwa sosial. Ketika banjir melanda suatu kawasan,

penduduk yang tinggal di kawasan tersebut seringkali enggan meninggalkan rumah

mereka karena mereka khawatir kehilangan harta benda. Begitu juga ketika kekeringan

melanda suatu kawasan, orang cenderung mudah terpancing gesekan negatif yang dapat

menimbulkan konflik sosial.

Pada keg

iatan ini kalian diajak mencermati teks eksplanasi dengan topik yang

berkaitan dengan peristiwa alam dan peristiwa sosial. Beberapa teks disajikan serta

dianalisis menurut struktur teks dan ciri kebahasaannya.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

3

Tugas 1

Memahami Struktur Teks Eksplanasi

Pada tugas ini kalian diajak untuk memahami struktur teks eksplanasi dengan

menguak konteks peristiwa alam pada proses terjadinya hujan. Jawablah pertanyaan

berikut sebelum kalian membaca teks ”Siklus Hidrologi”.

1)

Hujan adalah salah satu peristiwa alam, coba kalian sebutkan peristiwa alam lain!

2)

Kalian pernah bermain air hujan, bukan? Hujan tidak datang begitu saja, coba

kalia

n jelaskan mengapa hujan bisa terjadi?

3)

Air huj

an dapat menyuburkan tanah, coba kalian sebutkan manfaat lain hujan bagi

alam!

4)

Di daerah

yang memiliki curah hujan tinggi, tanaman tumbuh subur dan pertanian

menghasilkan banyak produk pertanian. Apa saja produk pertanian yang mudah

kalian temukan di pasar tradisional?

5)

Di daerah yan

g memiliki curah hujan rendah, lahan pertanian mengandalkan hujan

sebagai sumber pengairan. Penduduk pun sering kesulitan mencari sumber mata

air bersih bagi kebutuhan sehari-hari. Sebutkan kesulitan yang sering dihadapi

masyarakat yang tinggal di daerah dengan curah hujan rendah?

Berikut ini disajikan teks eksplanasi “Siklus Hidrologi” yang menjadi model dalam

pembelajaran ini. Bacalah dan pahami teks tersebut dengan teliti.

Siklus Hidrologi

Sumber:

http://ga.water.usgs.gov/edu/watercyclebahasahi.html

Gambar. 4.2 Siklus hidrologi

4

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan “siklus

hidrologi”. Siklus hidrologi adalah sirkulasi

air

yang tidak pernah berhenti dari

atmosfer ke bumi dan kembali ke

atmosfer melalui evaporasi, kondensasi

, dan

presipitasi

.

Akib

at panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi gas/

uap dalam proses evaporasi. Evaporasi bisa terjadi melalui air (sungai, embung,

reservoir

, waduk, dan air laut) dan tanaman. Tanaman menyerap air melalui akar.

Energi panas matahari menyebabkan air di dalam tanaman keluar dengan wujud

uap. Proses pengambilan air oleh akar tanaman dan penguapan dari dalam tanaman

disebut transpirasi.

Karen

a perbedaan temperatur di atmosfer, uap berubah menjadi air. Temperatur

yang berada di bawah titik beku (

freezing point

) mengakibatkan kristal es terbentuk.

Butir-butir air terjadi karena tetesan air kecil (

tiny droplet

) yang timbul akibat

kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa oleh gerakan udara.

Adanya gravitasi menyebabkan butir-butir air itu turun ke bumi, yang disebut

dengan hujan atau presipitasi. Jika temperatur udara turun sampai di bawah 0º

Celcius, butiran air akan berubah menjadi salju.

Ketika s

ampai ke bumi, air hujan mengalir dan bergerak dari daerah yang

tinggi ke daerah yang rendah. Aliran air ini disebut aliran permukaan tanah karena

bergerak di atas muka tanah. Aliran ini akan memasuki daerah tangkapan atau

daerah aliran menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau atau waduk. Dalam

sistem sungai aliran mengalir mulai dari sistem sungai kecil ke sistem sungai yang

besar dan akhirnya menuju mulut sungai atau sering disebut

estuar y,

yaitu tempat

bertemunya sungai dengan laut.

(Diolah dari berbagai sumber).

Setelah membaca teks eksplanasi “Siklus Hidrologi” itu, coba kalian jawab

pertanyaan berikut.

1)

Jumla

h air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang dinamakan

siklus

hidrologi.

Siklus hidrologi adalah sirkulasi

air

yang tidak pernah berhenti dari

atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui evaporasi, kondensasi

, dan

presipitasi

. Jelaskan apa yang dimaksud dengan evaporasi, kondensasi, dan

presipitasi itu?

2)

Huja

n merupakan bagian dari siklus hidrologi. Jelaskan penyebab terjadinya hujan.

Mari kita uraikan teks eksplanasi yang berjudul “Siklus Hidrologi” tersebut menurut

struktur teksnya. Struktur teks itu merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun.

Kalian dapat mengamati bahwa teks eksplanasi disusun dengan struktur teks pernyataan

umum (pembukaan) diikuti oleh urutan sebab-akibat.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

5

Tahap pernyataan umum merupakan pembuka tentang hal yang akan dijelaskan.

Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa sirkulasi

air

dari atmosfer ke bumi dan

kembali ke atmosfer dapat dijelaskan melalui proses evaporasi, kondensasi

, dan

presipitasi

. Kriteria tersebut digunakan untuk menjabarkan lebih lanjut tentang

bagaimana sirkulasi air di bumi terjadi. Amatilah bagan berikut yang menjelaskan

secara singkat bangunan teks eksplanasi yang berjudul “Siklus Hidrologi”.

atmosfir

laut

evaporasi

(air berubah

menjadi uap)

kondensasi

(uap berubah menjadi

butir-butir air)

mengalir ke sungai,

danau, dan laut

mengakibatkan

presipitasi

butir-butir air

terbawa oleh

angin

melalui air

melalui

tanaman

gravitasi

Bagan 4.1 Atsmosfir

Dari

bagan tersebut dapat kalian cermati bahwa siklus hidrologi terjadi karena

rentetan peristiwa yang satu mengakibatkan terjadinya peristiwa lain.

3)

Perha

tikan tabel yang memperlihatkan hubungan antara struktur teks “Siklus

Hidrologi” dan peristiwa yang terjadi berikut ini! Apakah kalimat yang ditebalkan

itu merupakan unsur struktur teks yang terdiri atas pernyataan umum dan urutan

sebab-akibat?

No.

Struktur

Te k s

Peristiwa

1.

Pernyataan

Umum

Jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang

dinamakan

siklus hidrologi

.

Siklus hidrologi adalah sirkulasi

air

yang tidak pernah berhenti dari atmosfer

ke bumi dan

kembali ke atmosfer

melalui evaporasi, kondensasi

, dan

presipitasi.

6

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

2.

Urutan

Sebab-

Akibat

Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah

wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.

Evaporasi bisa

terjadi melalui air (sungai, embung,

reservoir

, waduk, dan air

laut) dan tanaman. Tanaman menyerap air melalui akar. Energi

panas matahari menyebabkan air di dalam tanaman keluar

dengan wujud uap. Proses pengambilan air oleh akar tanaman

dan penguapan dari dalam tanaman disebut transpirasi.

3.

Urutan

Sebab-Akibat

Karena perbedaan temperatur di atmosfer, uap berubah

menjadi air.

Temperatur yang berada di bawah titik beku (

freezing

point

) mengakibatkan kristal-kristal es terbentuk.

Butir-butir air

terjadi karena tetesan air kecil (

tiny droplet

) yang timbul akibat

kondensasi berbenturan dengan tetesan air lainnya dan terbawa

oleh gerakan udara. Adanya gravitasi menyebabkan butir-butir

air itu turun ke bumi dan disebut dengan hujan atau presipitasi.

Bila temperatur udara turun sampai di bawah 0º Celcius, butiran

air akan berubah menjadi salju.

4.

Urutan

Sebab-Akibat

Ketika sampai ke bumi, air hujan mengalir dan bergerak dari

daerah yang tinggi ke daerah yang rendah.

Aliran air ini disebut

aliran permukaan tanah karena bergerak di atas muka tanah.

Aliran ini akan memasuki daerah tangkapan atau daerah aliran

menuju ke sistem jaringan sungai, sistem danau, atau waduk.

Dalam sistem sungai aliran mengalir mulai dari sistem sungai

kecil ke sistem sungai yang besar dan akhirnya menuju mulut

sungai atau sering disebut

estuar y,

yaitu tempat bertemunya

sungai dengan laut.

4)

Perh

atikan paragraf kedua kalimat pertama “Akibat panas matahari, air di permukaan

bumi berubah wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.” Kata

akibat

dalam

kalimat tersebut mengandung hubungan sebab-akibat yang dinyatakan dengan

kategori nomina. Selain

akibat

, hubungan sebab-akibat dengan kategori nomina

yang lain adalah

akibatnya, sebagai akibat, jadi,

dan

hasilnya

. Isilah kolom berikut

dengan hubungan sebab-akibat kategori nomina dalam teks “Siklus Hidrologi”.

Kalimat

Konjungsi

Akibat

panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud

menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.

akibat

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

7

5)

Hubun

gan sebab-akibat juga bisa dinyatakan dengan konjungsi, seperti

sebab

,

karena

, dan

ketika.

Isilah kolom berikut dengan kata-kata yang menunjukkan

hubungan sebab-akibat kategori konjungsi dalam teks “Siklus Hidrologi”.

Kalimat

Konjungsi

K

arena

perbedaan temperatur di atmosfer, uap berubah

menjadi air.

karena

6)

Bacal

ah teks “Siklus Hidrologi” sekali lagi dan amati bahwa hubungan sebab-

akibat juga bisa ditunjukkan dengan kata kategori verba, seperti

menyebabkan,

menimbulkan, mengakibatkan, membuat, menjadikan,

dan

menyumbang

. Isilah

kolom berikut dengan kata-kata yang menunjukkan hubungan sebab-akibat

kategori verba dalam teks “Siklus Hidrologi”.

Kalimat

Konjungsi

Temperatur yang berada di bawah titik beku (

freezing

point

)

mengakibatkan

kristal es terbentuk.

mengakibatkan

8

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

7)

Teks eksplanasi banyak menggunakan kata kerja material dan relasional. Kata

kerj

a material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Kata kerja relasional

menunjukkan hubungan sebab-akibat. Temukan kata kerja material yang

menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa dalam teks “Siklus Hidrologi”,

kemudian isikan ke kolom berikut.

Kalimat

Konjungsi

Akibat panas matahari, air di permukaan bumi

berubah

wujud menjadi gas/uap dalam proses evaporasi.

berubah

8)

Setel

ah kalian menemukan kata kerja material dalam teks “Siklus Hidrologi”,

sekarang tugas kalian adalah menemukan kata kerja relasional yang menunjukkan

hubungan sebab-akibat dalam teks yang sama, kemudian isilah kolom berikut.

Kalimat

Konjungsi

Akibat

panas matahari, air di permukaan bumi berubah

wujud

menjadi

gas/uap dalam proses evaporasi.

akibat, menjadi

9)

Teks eks

planasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan

secara kausal itu benar adanya. Kalimat pertama pada kolom berikut adalah kalimat

yang menunjukkan kebenaran tersebut. Temukan lagi kalimat yang lain pada teks

“Siklus Hidrologi”, lalu isilah kolom berikut.

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

9

No.

Konjungsi

1.

Akibat panas matahari, air di permukaan bumi berubah wujud menjadi

gas/uap dalam proses evaporasi.

2.

3.

4.

5.

6.

Setelah kalian mencermati teks “Siklus Hidrologi” dengan lebih mendalam, tahukah

kalian bahwa pernyataan umum di dalam teks tersebut merupakan gambaran awal

tentang apa yang disampaikan? Kalimat yang ada di dalam pernyataan bersifat umum.

Urutan sebab-akibat merupakan inti tentang apa yang disampaikan.

Amatilah bagan berikut yang menjelaskan secara singkat bangunan teks eksplanasi.

Struktur Teks

Eksplanasi

Pernyataan umum

Urutan Sebab Alam/

Urutan Sebab Sosial

Urutan Akibat Alam/

Urutan Akibat Sosial

Bagan 4.2 Struktur Teks Eksplanasi

10

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Tugas 2

Memahami Kaidah Kebahasaan

dalam Teks “Siklus Hidrologi”

Bahasa Indonesia menyerap unsur dari pel

bagai b

ahasa, baik dari bahasa daerah

maupun bahasa asing. Unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi

dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam

bahasa Indonesia, seperti

titik beku

. Unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia,

tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur

asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia,

seperti

hidrologi.

1)

Isila

h kolom berikut dengan menuliskan maknanya. Kalian bisa mencari makna

dari kata-kata tersebut dalam

Kamus Besar bahasa Indonesia

.

No.

Istilah

Makna

1.

hidrologi

2.

presipitasi

3.

evaporasi

4.

transpirasi

5.

kondensasi

6.

gravitasi

7.

retensi

8.

temperatur

9.

energi

2)

Isti

lah yang terdapat pada soal nomor 1 merupakan istilah bahasa Indonesia yang

diserap dari bahasa asing. Istilah tersebut diserap dengan mengubah beberapa

huruf di akhir kata. Coba temukan lagi istilah asing yang terdapat pada teks “Siklus

Hidrologi” yang diserap langsung sesuai dengan bahasa aslinya!

Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik

11

No.

Istilah asing

Terjemahan

1.

freezing point

titik beku

2.

3.

4.

5.

3)

Pada tuga

s I kalian telah memahami hubungan sebab-akibat yang ditunjukkan

dengan konjungsi, kata kerja, dan kata benda. Sekarang kalian akan belajar

memahami konjungsi. Coba perhatikan paragraf kedua kalimat ketiga “Ketika

temperatur berada di bawah titik beku (

freezing point

) Kristal es terbentuk.” Kata

ketika

dalam kalimat tersebut mengandung konjungsi sebab-akibat. Setiap bahasa

mempunyai bentuk konjungsi yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada umumnya

berdasarkan peran dan fungsi konjungsi, setiap bahasa mempunyai dua jenis

konjungsi, yaitu konjungsi eksternal dan konjungsi internal.

Konj

ungsi eksternal merupakan konjungsi yang menghubungkan dua peristiwa,

deskripsi benda, atau kualitas di dalam klausa kompleks atau antara dua klausa

simpleks. Konjungsi internal merupakan konjungsi yang menghubungkan argumen

atau ide yang terdapat di antara dua klausa simpleks atau dua kelompok klausa.

Konjungsi eksternal mempunyai empat kategori makna, yaitu penambahan (contoh:

dan, atau

), perbandingan (contoh:

tetapi, sementara

), waktu (contoh:

setelah,

sebelum, sejak, ketika

), dan sebab-akibat (contoh:

sehingga, karena, sebab, jika,

walaupun, meskipun

).

Konj

ungsi internal juga dapat dibagi ke dalam empat kategori makna, yaitu

penambahan (contoh:

selain itu, di samping itu, lebih lanjut

), perbandingan (contoh:

akan tetapi, sebaliknya, sementara itu, di sisi lain

), waktu (contoh:

pertama, kedua

...., kemudian, lalu, berikutnya

), dan sebab-akibat (contoh:

akibatnya, sebagai akibat,

jadi, hasilnya

).

Di dala

m teks penggunaan konjungsi eksternal dan internal sering berhubungan

dengan genre (jenis teks) yang digunakan. Konjungsi internal paling sering

digunakan di dalam genre eskposisi, diskusi, atau eksplorasi. Hal ini terjadi karena

ketiga genre tersebut secara utuh merupakan ekspresi pengungkapan gagasan

dengan argumentasi. Di pihak lain, konjungsi eksternal banyak digunakan pada

genre laporan, deskripsi, eksplanasi, rekon, dan prosedur. Hal ini terjadi karena

kelima genre itu merupakan pengungkapan deksripsi peristiwa dan kualitas.

12

Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK

Semester 2

Setelah memahami penjelasan tentang konjungsi, tugas kalian adalah mencari

cont

oh lain konjungsi dalam teks. Isilah kolom ini setelah kalian menemukan

contoh konjungsi yang digunakan dalam teks “Siklus Hidrologi” tersebut. Beri

tanda silang (X) jika konjungsi eksternal yang dimaksud tidak terdapat dalam teks.

No.

Konjungsi

Eksternal

Contoh

1.

penambahan

2.

perbandingan

3.

waktu

4.

sebab-akibat

No.

Konjungsi

Internal

Contoh

1.

penambahan

2.

perbandingan

3.

waktu

4.

sebab-akibat

4)

Mari

mengupas lebih dalam mengenai hubungan sebab-akibat. Hubungan sebab-

akibat dapat dinyatakan dengan banyak cara, baik dengan konjungsi, kata kerja,

maupun kata benda. Perhatikan contoh berikut.

Hubungan

Sebab-Akibat

Contoh

(a) dengan konjungsi

Butir-butir air

turun ke bumi

karena

gravitasi.

(b) dengan kata kerja

Butir-butir air

turun ke bumi

disebabkan

oleh

gravitasi.

Gravitasi

menyebabkan

butir-butir air

turun ke bumi.

(c) dengan kata benda

Penyebab

butir-butir air

turun ke bumi

adalah gravitasi