Gambar Sampul PRAKARYA · Bab VIII Wirausaha Pengolahan Makanan Fungsional
PRAKARYA · Bab VIII Wirausaha Pengolahan Makanan Fungsional
Hendriana Werdhaningsih, Wawat Naswati, Desta Wirnas, Rinrin Jamriati

24/08/2021 16:24:52

SMA 12 K-13 revisi 2018

Lihat Katalog Lainnya
Halaman

254

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Prakarya dan Kewirausahaan

255

PENGOLAHAN

256

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Peta

Materi

Prakarya dan Kewirausahaan

257

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

• Menghayati

bahwa begitu besar keanekaragaman makanan yang mempunyai

manfaat lebih (makanan fungsional) di daerah-daerah, di seluruh Indonesia,

dimana masing-masing mempunyai ciri dan cita rasa dan manfaat yang berbeda.

• Menghayati perilaku

jujur, percaya diri, dan mandiri serta sikap bekerja sama,

gotong royong, bertoleransi, disiplin, bertanggung jawab, kreatif, dan inovatif dalam

membuat analisis kebutuhan adanya teknologi pengolahan yang baik dan tepat

untuk setiap makanan fungsional, yang siap untuk dijadikan pilihan dalam wirausaha.

Mendesain dan membuat

produk makanan fungsional masing-masing,

meliputi: model/teknik pengolahan, kemasan dan pelabelan, perhitungan

biaya, media promosi, sistem penjualan yang digunakan.

• Mempresentasikan:

-

Peluang dan perencanaan usaha sesuai pilihan makanan khas daerah

yang dipilihnya dengan dilandasi kejujuran dan semangat berwirausaha.

-

Pengembangan bisnis, meliputi teknik pengolahan, kemasan, promosi

dan pemasaran, sesuai dengan produk yang dipilihnya.

• Menyajikan

simulasi

wirausaha pengolahan makanan fungsional ber

dasarkan

analisis pengelolaan sumber daya yang ada di lingkungan daerah sekitarnya.

BAB VIII

Wirausaha Pengolahan Makanan

Fungsional

Tujuan Pembelajaran

258

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Indonesia sudah sejak dulu dikenal sebagai negara agraris, yang kaya akan Sumber

Daya Alam (SDA). Setiap daerah di Indonesia, mempunyai SDA yang berlimpah dan

khas. Kekayaan SDA ini salah satunya adalah sumber untuk memenuhi kebutuhan

akan makanan dan minuman bagi manusia.

Makanan dan minuman pada dasarnya dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan

gizi bagi konsumennya, tetapi sejak zaman nenek moyang kita dahulu, beberapa

diantara makanan dan minuman itu diyakini mempunyai dampak kesehatan bagi

penggunanya, yang biasanya masyarakat umum menyebutnya sebagai makanan

tradisional.

Makanan tradisional adalah makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi

oleh masyarakat tertentu, dengan citarasa

khas yang diterima oleh masyarakat

tersebut. Bagi masyarakat Indonesia, umumn

ya amat diyakini khasiat aneka

makanan tradisional, seperti tempe, bawang putih, madu, kunyit, jahe, kencur,

temu lawak, asam jawa, sambiloto, daun beluntas, daun salam, cincau, dan aneka

herbal lainnya.

Setiap daerah di Indonesia, mempunyai makanan dan minuman yang khas, yang

sebagian diantaranya diyakini nenek

moyang kita mempunyai dampak kesehatan

bagi penggunanya, yang lebih dikenal dengan makanan tradisional. Sejalan

dengan perkembangan ilmu dan teknologi makanan, makanan atau minuman

yang mempunyai dampak kesehatan ini disebut makanan fungsional.

Defi

nisi makanan fungsional menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan

RI (BPOM RI), yaitu: makanan fungsional adalah makanan yang secara alamiah

maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang

berdasarkan kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi-fungsi fi

siologis

tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan serta dikonsumsi sebagaimana

layaknya makanan atau minuman yang mempunyai karakteristik sensoris berupa

penampakan, warna, tekstur dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen.

Pola makan orang Indonesia saat ini, khususnya kaum urban dan sub-urban,

cenderung berlebihan lemak, garam dan karbohidrat, tapi rendah serat, vitamin

dan mineral, seperti yang ada pada kandungan makanan jenis cepat saji (

fast food

).

Sebagian masyarakat kita masih rela sistem pencernaannya diisi oleh berbagai

jenis makanan yang kurang sehat alias

junk food

itu. Sementara itu, makanan

tradisional Indonesia justru sering dilecehkan. Sampai kini sebagian orang kota

menganggap tempe, misalnya, sebagai makanan marginal. Padahal dengan

komponen fi

tokimia yang dikandung tempe cukup tinggi, tempe potensial diolah

tidak saja sebagai makanan fungsional tetapi juga sebagai obat.

Hipocrates, yang banyak dianggap sebagai Bapak Ilmu Kedokteran dunia pernah

mengatakan “

Let your food be your medicine and medicine be your food.

” Hipocrates

menyatakan bahwa bila kita menerapkan pola makan sehat, maka apa yang kita

makan dapat menunjang kesehatan tubuh, sekaligus menepis berbagai macam

penyakit. Jenis makanan yang dapat berfungsi sebagai sumber gizi bagi tubuh

manusia sekaligus menepis berbagai macam penyakit tersebut sering disebut

sebagai makanan fungsional (

functional food

), atau sebagian pakar menyebut

smart food

, sebagai lawan kata dari

junk food

.

Prakarya dan Kewirausahaan

259

Sebenarnya mengonsumsi makanan tidak lagi semata mempertimbangkan

kelezatan dan penampilannya saja, tetapi juga yang terpenting adalah nilai gizi

dan pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh. Masyarakat modern yang peduli

kesehatan, menuntut makanannya setelah berfungsi sebagai pemasok zat-zat gizi

dan cita rasa pemuas mulut, harus berfungsi menjaga kesehatan dan kebugaran.

Bahkan dituntut mampu menyembuhkan suatu penyakit. Ini berarti bahwa

makanan harus bersifat fungsional.

Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya

hidup sehat, tuntutan konsumen terhadap bahan makanan juga bergeser. Bahan

makanan yang kini banyak diminati konsumen bukan saja yang mempunyai

komposisi gizi yang baik serta penampakan dan cita rasanya menarik, tetapi juga

harus memiliki fungsi fi

siologis tertentu bagi tubuh, seperti dapat menurunkan

tekanan darah, kadar kolesterol, dan kadar gula darah, serta meningkatkan

penyerapan kalsium. Sehingga permintaan akan makanan fungsional dipastikan

akan terus meningkat.

Bangsa Indonesia yang berlimpah SDA, dan bany

ak diantaranya yang mempunyai

manfaat kesehatan, tentu menjadi modal yang cukup besar untuk mengembangkan

makanan fungsional. Berbagai makanan tradisional yang mempunyai manfaat

kesehatan yang ada saat ini, bisa diberikan sentuhan teknologi pengolahan dan/

atau pengemasan yang baik, untuk dapat menghasilkan makanan fungsional yang

bernilai jual tinggi. Hal ini tentu menjadi peluang para wirausahawan dan calon

wirausahawan untuk menjadikan makanan fungsional sebagai pilihan bisnisnya.

A. Perencanaan Usaha Pengolahan Makanan

Fungsional

Industri makanan adalah industri yang terkait dengan ketersediaan makanan

dan minuman, untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi manusia.

Sedangkan industri kesehatan adalah industri terkait ketersediaan obat-

obatan, untuk mencegah, menyembuhkan, dan memulihkan dari penyakit.

Produk kesehatan ada yang masuk pada area industri makanan dan ada juga

yang masuk pada area industri kesehatan. Makanan fungsional termasuk

pada kategori industri makanan, sedangkan suplemen kesehatan masuk

pada kategori industri kesehatan.

Makanan fungsional masuk pada kategori industri makanan, tetapi di BPOM

masuk pada kategori Pangan Khusus (PK). Hal ini sebab makanan fungsional

mempunyai efek dan/atau klaim khusus. Perizinannya pun agak berbeda

dengan makanan biasa, dan termasuk pada kategori

high risk

(beresiko

tinggi), sehingga saat inspeksi ke tempat produksi, BPOM akan memastikan

bahwa line produksi dan hal lainnya sesuai dengan aturan Cara Pengolahan

Makanan yang Baik (CPPB).

260

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Makanan fungsional dibedakan dari suplemen makanan atau obat

berdasarkan penampakan dan pengaruhnya terhadap kesehatan. Bila fungsi

obat terhadap penyakit bersifat kuratif, maka makanan fungsional lebih

bersifat pencegahan terhadap penyakit. Berbagai jenis makanan fungsional

telah beredar di pasaran, mulai dari produk susu probiotik tradisional seperti

yoghurt dan kefi

r, sampai produk susu rendah lemak siap dikonsumsi yang

mengandung serat larut. Juga produk yang mengandung ekstrak serat

yang bersifat larut yang berfungsi menurunkan kolesterol dan mencegah

obesitas. Untuk minuman, telah tersedia berbagai minuman yang berkhasiat

menyehatkan tubuh yang mengandung komponen aktif rempah-rempah,

seperti kunyit asam, minuman sari jahe, sari temu lawak, beras kencur, serbat,

dan bandrek.

Sumber: Dokumen Kemdikbud

Gambar. 8.1

Produk Kesehatan Khas Daerah terdiri atas Makanan Fungsional dan Suplemen Kesehatan

Sumber: hanjuang.com, http://www.hanjuang.com/, http://infomanfaat.com/

Gambar. 8.2

Minuman Kesehatan (1) Banderk, (2) Kunyit Asem

Prakarya dan Kewirausahaan

261

Walaupun mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan manusia, makanan

fungsional tidak dikategorikan pada obat, sehingga bentuknya tidak

berbentuk tablet, kapsul atau serbuk obat. Makanan fungsional tetap

berbentuk makanan, maupun minuman, tanpa ada dosis penggunaannya.

Bila obat berfungsi untuk mengobati suatu penyakit, maka makanan

fungsional lebih berfungsi pada pencegahan, penurunan, dan/atau

perlambatan terhadap suatu penyakit.

Jadi, pada makanan fungsional tidak boleh disebutkan untuk mengobati.

Industri makanan di Indonesia, semakin hari semakin banyak yang melirik

industri makanan fungsional, baik untuk dijadikan makanan maupun

minuman. Hal ini tentu terkait dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Di bawah ini beberapa contoh makanan fungsional, baik makanan maupun

minuman, selengkapnya pada Tabel 1.

Tabel 1. Contoh makanan fungsional

Makanan Fungsional

Makanan Minuman

Bekatul Yoghurt

Beras Analog

Bandrek

Tauco Sekoteng

Tempe Lidah Buaya

Pala Minuman Cincau

Indonesia memiliki keragaman hayati

yang sebagian diolah secara tradisional

menjadi jamu atau obat-obatan tradisional, dan saat ini sebagian mulai

dikembangkan menjadi makanan fungsional.

Peranan dari makanan fungsional bagi tubuh semata-mata bertumpu kepada

komponen gizi dan non gizi yang terkandung didalamnya. Komponen-

komponen tersebut umumnya berupa komponen aktif yang keberadaannya

dalam makanan bisa terjadi secara alami, akibat penambahan dari luar, atau

karena proses pengolahan (akibat reaksi-reaksi kimia tertentu atau aktivitas

mikroorganisme).

Makanan fungsional tidak sama dengan

food supplement

atau obat.

Makanan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, dapat dinikmati

sebagaimana makanan pada umumnya, serta lezat dan bergizi.

262

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Dengan semakin berkembangnya industri makanan fungsional, maka

setiap negara membuat aturan yang

semakin ketat terhadap perizinan

dan pengawasannya. Jepang merupakan negara yang paling tegas dalam

memberi batasan mengenai makanan fungsional, paling maju dalam

perkembangan industrinya. Para ilmuwan Jepang menekankan pada tiga

fungsi dasar makanan fungsional, yaitu : (i)

Sensory

(warna dan penampilannya

yang menarik dan cita rasanya yang enak), (ii)

Nutritional

(bernilai gizi tinggi),

dan (iii)

Physiological

(memberikan pengaruh fi

siologis yang menguntungkan

bagi tubuh).

Beberapa fungsi fi

siologis yang diharapkan didapatkan dari makanan

fungsional, antara lain adalah : (i) Pencegahan dari timbulnya penyakit, (ii)

Meningkatnya daya tahan tubuh, (iii) Regulasi kondisi ritme fi

sik tubuh, (iv)

Memperlambat proses penuaan, dan (v) Menyehatkan kembali (

recovery

).

Fungsi makanan yang utama bagi manusia adalah untuk memenuhi

kebutuhan zat-zat gizi tubuh, sesuai dengan jenis kelamin, usia, aktivitas

fi

sik, dan bobot tubuh. Fungsi makanan yang demikian dikenal dengan

istilah fungsi primer (

primary function

). Selain memiliki fungsi primer, bahan

makanan sebaiknya juga memenuhi fungsi sekunder (

secondary function

),

yaitu memiliki penampakan dan cita rasa yang baik. Sebab, bagaimanapun

tingginya kandungan gizi suatu bahan makanan, akan ditolak oleh konsumen

bila penampakan dan cita rasanya tidak menarik dan memenuhi selera

konsumennya. Itulah sebabnya kemasan dan cita rasa menjadi faktor penting

dalam menentukan apakah suatu bahan makanan akan diterima atau tidak

oleh masyarakat konsumen.

Seiring dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya

hidup sehat, maka tuntutan konsumen terhadap bahan makanan juga kian

bergeser. Bahan makanan yang kini mulai banyak diminati konsumen bukan

saja yang mempunyai komposisi gizi yang baik serta penampakan dan cita

rasa yang menarik, tetapi juga harus memiliki fungsi fi

siologis tertentu bagi

tubuh. Fungsi yang demikian dikenal sebagai fungsi tertier

(tertiary function

).

Makanan fungsional ini banyak terlahir di hampir setiap daerah di Indonesia,

yang sebenarnya sudah dirintis oleh nenek moyang kita sejak dahulu kala.

Hanya perlu sentuhan teknologi produksi dan pengemasan yang baik, maka

dipastikan makanan fungsional Indonesia akan semakin maju dan dikenal

bukan hanya di nusantara, tetapi juga di belahan dunia lainnya.

Makanan fungsional bisa menjadi produk andalan, bagi perkembangan

dunia makanan di Indonesia. Banyak bahan dan produk makanan fungsional

Indonesia yang hanya bisa tumbuh dan dibuat di Indonesia, tidak bisa

ditemukan di negara lain. Hal ini tentu bukan hanya harus menjadi kebanggan

kita, tetapi adalah tanggung jawab bersama untuk mengembangkannya.

Menjadikan makanan fungsional sebagai pilihan bisnis, adalah pilihan yang

sangat rasional dan bijak.

Prakarya dan Kewirausahaan

263

Langkah pengembangan pengolahan produk makanan fungsional khas

daerah diawali dengan pencarian ide, pengembangan ide, perancangan

produk (

product development

), perancangan proses produksi, perancangan

pengemasan (

packaging development

) dan perancangan pemasaran (

market

research

). Perancangan dilanjutkan dengan perencanaan Sumber Daya

Manusia (SDM) dan perencanaan keuangan.

Pencarian ide tentunya didasarkan pada Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di

sekitar tempat tinggal masing-masing, karena kemudahan bahan baku akan

sangat mempengaruhi pada proses produksi, serta pada biaya produksi.

Setelah penentuan ide, kemudian dilakukan pengembangan produk sampai

mendapatkan formulasi produk yang baik dan dapat diterima oleh konsumen.

Pengembangan produk juga erat kaitannya dengan pengembangan kemasan,

karena produk yang baik tanpa kemasan yang baik akan kurang mempunyai

nilai jual. Kemasan juga sangat mempengaruhi mutu dan keawetan produk,

sehingga perlu dilakukan pemilihan kemasan yang tepat. Setelah didapatkan

formula yang baik dan kemasan yang tepat, maka selanjutnya dibuat strategi

pemasarannya, target pasarnya serta posisi produk di pasaran. Strategi

pemasaran yang kurang tepat akan berdampak pada kurang diterimanya

produk di pasaran.

Selanjutnya semua langkah pengembangan pengolahan produk makanan

fungsional khas daerah ini selengkapnya dituangkan pada satu proposal

bisnis (

Business Plan

), lengkap dengan kebutuhan SDM dan perhitungan

keuangannya, yang meliputi juga penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan

Harga Jual (HJ), serta

Break Even Point

(BEP), yaitu penentuan jumlah produksi

minimal, dimana pada jumlah itu perusahaan tidak mengalami untung

maupun rugi.

Tugas 1

Indonesia memiliki kekayaan hayati y

ang diantaranya dapat dimanfaatkan

sebagai bahan baku Makanan Fungsional. Diskusikan dengan temanmu,

produk

khas daerahmu atau daerah lain di Indonesia yang dapat dikategorikan

pada Makanan Fungsional

. Tuliskan dan gambarkan informasi tentang

produk khas daerah pilihan kelompokmu tersebut (deskripsi produk, bahan

baku, cara pengolahan, dll). Presentasikan tugas ini di depan kelas. Perhatikan

presentasi kelompok lainnya, catat hal-hal

penting yang akan memperkaya

pengetahuanmu tentang makanan fungsional.

264

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

B. Sistem Pengolahan Makanan Fungsional

Teknik pengolahan produk bergantung dari bahan baku dan produk akhir yang

akan dibuat. Pada dasarnya, teknik yang digunakan untuk pengolahan produk

makanan fungsional hampir sama dengan teknologi untuk pengolahan pada

umumnya. Secara garis besar, prinsip pengolahan terbagi menjadi lima, yaitu:

Pengolahan makanan dengan penggunaan panas

Pengolahan makanan dengan suhu rendah

Pengolahan makanan dengan fermentasi

Pengolahan makanan dengan bahan tambahan kimiawi

Pengolahan makanan dengan pengeringan

Sumber: Dokumen Kemendikbud

Gambar 8.3

Skema Pengembangan Ide Produk Kesehatan Khas Daerah

Prakarya dan Kewirausahaan

265

Penggunaan prinsip pengolahan tersebut sangat tergantung pada bahan

baku yang digunakan dan bentuk produk jadi yang ingin dihasilkan. Proses

pengolahan harus tepat agar tidak merusak atau menghilangkan kandungan

bahan pentingnya.

Produk makanan fungsional khas daerah dapat dibagi atas produk jadi

dan produk setengah jadi. Produk jadi adalah produk makanan fungsional

yang dapat langsung dikonsumsi, sedangkan produk setengah jadi adalah

produk yang menjadi bahan baku dari industri makanan fungsional lainnya

yang menghasilkan produk jadi. Pada Gambar 8.4 tergambar klasifi

kasi dari

makanan fungsional.

Indonesia adalah negara yang terdiri a

tas beragam suku dan budaya, yang

tersebar di ribuan pulau yang terhampar dari Sabang sampai Merauke.

Kekayaan alamnya menjadikan potensi makanannya juga luar biasa melimpah,

termasuk makanan fungsional.

Hampir setiap daerah mempunyai potensi makanan fungsional yang sangat

beragam, misalnya Jawa Barat dengan produk makanan fungsional khasnya

bandrek dan sekoteng, Jawa Timur dengan produk makanan fungsional

khasnya brem, Sumatera Barat dengan produk makanan fungsional khasnya

dadih.

Produk makanan fungsional khas daerah merupakan identitas daerah tersebut,

dan dapat menjadi pembeda dengan daerah lainnya. Produk makanan

fungsional khas daerah dapat berupa produk jadi atau setengah jadi, pada

umumnya mengolah bahan-bahan yang berasal dari daerah tersebut. Setiap

daerah di Indonesia dapat memiliki tanaman atau fauna khas untuk diolah

menjadi produk makanan fungsional khas daerah. Produk khas daerah bisa

juga serupa antara satu daerah dengan daer

ah lainnya, karena potensi bahan

baku yang serupa.

Sumber: Dokumen Kemendikbud

Gambar 8.4

Bagan Klasifi

kasi Produk Kesehatan Makanan Fungsional

266

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Tanaman rempah dan obat mempunyai potensi besar sebagai sumber

makanan dan minuman fungsional seiring dengan makin tingginya kesadaran

masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Keberadaan makanan

fungsional tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat atau konsumen, tetapi

juga bagi pemerintah maupun industri makanan. Bagi konsumen, makanan

fungsional bermanfaat untuk mencegah penyakit, meningkatkan imunitas,

memperlambat proses penuaan, serta meningkatkan penampilan fi

sik.

Bagi industri makanan, makanan fungsional akan memberikan kesempatan

yang tidak terbatas untuk secara inovatif memformulasikan produk-produk

yang mempunyai nilai tambah bagi masyarak

at. Selanjutnya bagi pemerintah,

adanya makanan fungsional akan menurunkan biaya untuk pemeliharaan

kesehatan masyarakat.

Ada tiga alasan yang mendukung peningkatan minat terhadap makanan

fungsional, yaitu tingginya biaya

pemeliharaan kesehatan, per

aturan yang

mendukung, dan penemuan-penemuan ilmiah.

Cerahnya prospek makanan fungsional berbasis tanaman rempah dan obat

juga ditunjang dengan semakin majunya penelitian dan pengembangan

eksplorasi komponen bioaktif dalam tanaman rempah dan obat. Selain itu,

kemajuan teknologi pengolahan makanan telah mampu menghasilkan

produk-produk makanan dan minuman yang secara organoleptik disukai

konsumen serta mengandung komponen-komponen yang berguna bagi

kesehatan.

Pada buku ini akan disajikan contoh pengolahan produk makanan fungsional

yang menggunakan prinsip pengolahan kombinasi antara penggunaan

panas dan fermentasi, yaitu pengolahan yoghurt.

Pada produk yoghurt, pengolahan yang dilakukan terdiri atas beberapa

bagian, yaitu sebagai berikut:

Sterilisasi botol

Isi dandang dengan air secukupnya, pasang penyekat, kemudian didihkan.

Setelah mendidih, masukkan botol dalam posisi mulut di bawah, sehingga

uap air panas dapat masuk ke dalamnya, biarkan 10-15 menit.

Angkat botol, tutup, tiriskan dalam posisi mulut di bawah di tempat yang

bersih.

Pasteurisasi susu

Masukkan susu cair dalam panci.

Tambah air dalam dandang sehingga dapat merendam sebagian panci

yang berisi susu.

Masukkan panci berisi susu ke dalam dandang, aduk-aduk sampai timbul

gelembung-gelembung kecil (bila diukur dengan termometer suhu

sekitar 80°C), kecilkan api kompor.

Prakarya dan Kewirausahaan

267

Masukkan gula dan susu bubuk ke dalam panci lain, lalu larutkan dengan

sebagian susu panas, aduk sampai larut, kemudian masukkan/campur ke

dalam susu panas.

Saring adonan, masukkan kembali ke dalam panci.

Aduk-aduk sebentar, kemudian matikan kompor; kemudian panci berisi

adonan ditutup.

Dinginkan adonan dengan cara merendam panci dalam air dingin, tunggu

sampai hangat-hangat kuku (apabila diukur dengan termometer suhunya

sekitar 40°C)

Siapkan yoghurt plain sebanyak 1 cup kecil es krim (isi sekitar 100 ml),

campur yoghurt plain ke dalam adonan susu, aduk rata.

Masukkan campuran ke dalam botol-bot

ol gelas, tutup rapat-rapat.

Fermentasi/inkubasi susu

Fermentasi/inkubasikan campuran pada suhu kamar (di tempat yang

aman dan teduh) selama 2 hari atau masukkan dalam inkubator selama

6-24 jam.

Yoghurt pasta siap dikonsumsi tawar atau dicampur dengan sirop/madu

atau irisan buah-buahan.

Bisa dimasukkan dalam cup es krim atau wadah plastik kecil, dinginkan/

simpan di dalam kulkas atau bekukan dalam freezer.

Cara pembuatan inkubator

Inkubator kotak kardus: tutup kardus dipasangi lampu 5 watt sebanyak

2 buah, masukkan botol-botol ke dalam kotak kardus, tutup kardus,

nyalakan lampu hingga suhu di dalam kardus menjadi hangat.

Inkubator kotak stirofoam/kotak busa putih: isi kotak dengan air hangat,

rendam botol di dalam air hangat; tutup kotak, sehingga suhu di dalamnya

hangat.

Catatan:

Apabila diinginkan yoghurt cair/minuman yoghurt: tanpa penambahan

susu bubuk (hanya susu cair).

• Apabila diinginkan yoghurt bercita rasa: tambahkan fl

avour (aroma)

setelah adonan selesai dipasteurisasi (sebelum memasukkan yoghurt

plain).

Apabila menginginkan yoghurt berasa manis, tambahkan gula, sirup atau

madu setelah yoghurt jadi (setelah proses inkubasi/fermentasi selesai)

268

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Produk makanan fungsional khas daerah memiliki tantangan maupun potensi

untuk pengembangannya. Beberapa tantangan yang dimiliki produk makanan

fungsional daerah diantaranya produk y

ang kurang awet, ketersediaan bahan

yang tidak standar kualitasnya, dan tidak kontinu secara kuantitas (jumlah),

proses pengolahan yang kurang higienis, pr

oduk yang kurang bervariasi atau

pemasaran yang sulit.

Tantangan tersebut dapat dicarikan solusinya melalui ide dan upaya kreatif

dalam pengembangan proses pengolahan, pengemasan dan pemasaran

serta promosi. Upaya-upaya tersebut adalah inovasi yang dapat dilakukan

wirausahawan di bidang pengolahan produk kesehatan khas daerah.

Tugas 2

Membuat Daftar dan Deskripsi

Produk Makanan Fungsional

Selain produk makanan fungsional yang sudah menjadi pilihanmu pada

Tugas 1, tentu masih banyak produk makanan fungsional lainnya, termasuk

yang dipresentasikan kelompok lainnya. Buatlah tugas di bawah ini :

Carilah informasi melalui pengamatan, wa

wancara maupun dari literatur

tentang beragam produk makanan fungsional di daerahmu. Tuliskan

menjadi sebuah daftar seperti contoh tabel di bawah ini.

Identifi

kasi Produk Makanan Fungsional Khas Daerah

Nama Daerah :

No.

Nama Produk

Makanan Fungsional

Makanan/ Minuman

Bahan Hewani/

Nabati

1.

Tauco

Makanan

Bahan Nabati:

Kedelai

2.

3.

4.

5.

6.

dst

Prakarya dan Kewirausahaan

269

C. Perhitungan Harga Jual Makanan Fungsional

Perhitungan biaya produksi makanan fungsional khas daerah, pada dasarnya

sama dengan cara perhitungan biaya produksi lainnya. Biaya yang harus

dihitung adalah biaya investasi, biaya tetap (listrik, air, penyusutan alat/

gedung, dll), serta biaya tidak tetap (bahan baku, tenaga kerja dan

overhead

).

Bahan baku dapat terdiri dari bahan baku utama dan bahan baku tambahan,

serta bahan kemasan.

Peluang usaha makanan fungsional yang cukup menggiurkan, tentu harus

ditindak lanjuti dengan membuat perencanaan wirausaha yang baik.

Tugas 3

Tantangan Produk Makanan Fungsional

Carilah informasi melalui pengamatan, wa

wancara maupun dari literatur

tentang produk makanan fungsional khas daerahmu atau daerah lain di

nusantara.

Diskusikan dengan teman tentang asal daerah, jenis produk makanan

fungsional, serta tantangan yang ada saat ini.

Tuliskan data dalam bentuk tabel seperti contoh di bawah ini.

• Buat presentasi yang informatif dan menarik dengan memanfaatkan

paparan tulisan dan gambar.

Tantangan Produk Makanan Fungsional Khas Daerah

Nama Daerah :

No.

Nama Produk

Makanan Fungsional

Makanan/

Minuman

Tantangan

1.

Kunyit Asem

Minuman

- Kurang awet

- Kemasan kurang menarik

- Terdapat endapan

2.

3.

4.

5.

dst

270

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Wirausaha pada dasarnya adalah kegiatan pengelolaan sumber daya usaha

dikenal dengan istilah 6M, yakni

Man

(manusia),

Money

(uang),

Material

(bahan),

Machine (

peralatan),

Method

(cara kerja) dan

Market

(pasar).

Perencanaan pengelolaan sumber daya tersebut dituangkan ke dalam sebuah

proposal usaha.

Proposal usaha ini harus berisi informasi dan rencana pelaksanaan usaha.

Proposal usaha biasanya dibuat oleh wirausahawan untuk menawarkan

ide usahanya kepada pihak lain untuk kerja sama dalam hal permodalan

usaha. Ide dan informasi yang disampaikan pada proposal harus jelas dan

detail agar calon pemodal atau rekanan usaha dapat memahami ide dan

rencana yang ditawarkan. Informasi yang jelas juga dapat menghindarkan

dari kesalah pahaman tentang ide dan rencana usaha yang ditawarkan.

Proposal juga sebaiknya dibuat menarik untuk dibaca. Desain sampul muka

proposal berperan penting dalam memberikan informasi awal dari hal yang

akan ditawarkan. Sampul muka yang baik akan membuat calon pemodal dan

rekanan tertarik untuk membaca proposal tersebut.

Tahap awal berwirausaha diperlukan suatu Perencanaan Wirausaha atau

Business Plan

. Perencanaan Wirausaha berisi tahapan yang harus dilakukan

dalam menjalankan suatu usaha. Dalam mempersiapkan pendirian usaha,

seorang calon wirausaha akan lebih baik membuat perencanaan terlebih

dahulu. Mengapa calon wirausaha harus membuat perencanaan usaha?

Oleh karena, perencanaan usaha merupakan alat yang paling ampuh untuk

menentukan prioritas,mengukur kemampuan, mengukur keberhasilan, dan

kegagalan usaha.

Perencanaan pendirian usaha akan memberikan uraian tentang langkah-

langkah apa saja yang harus diambil, agar sesuai sasaran, baik berupa target,

petunjuk pelaksanaan, jadwal waktu, strategi, taktik, program biaya, dan

kebijaksanaan. Perencanaan pendirian usaha yang dibuat secara tertulis

merupakan perangkat yang tepat untuk mengendalikan usaha agar fokus

pelaksanaan usahanya tidak menyimpang.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan saat akan mendirikan usaha, yaitu

mencakup seperti akan dijelaskan berikut ini. Pada kesempatan ini akan coba

dibuat tahapan pengembangan wirausaha yang dilakukan untuk membuat

usaha yoghurt dalam kemasan cup mangkok.

1. Pemilihan Jenis Usaha

Pemilihan jenis usaha yang tepat, akan sangat menentukan tingkat

keberhasilan usaha itu di kemudian hari. Sebaiknya dipilih jenis usaha

yang kita kuasai dan kita sukai, tetapi jika tidak bisa keduanya, maka

pilihlah yang sekiranya dikuasai atau disukai. Karena memilih usaha yang

benar-benar kita tidak pahami akan sangat berat menjalankannya, dan

apalagi jika sudah tidak dikuasai juga tidak disukai.

Prakarya dan Kewirausahaan

271

2. Nama dan Lokasi Perusahaan

Sebelum memulai usaha, tentu harus memberikan nama untuk usaha

yang akan dikembangkan. Jika ingin bentuk usaha berbadan hukum

bisa dalam bentuk CV, FIRMA, Koperasi atau PT. Mari ambil contoh dalam

pengembangan usaha Yoghurt, perusahaan ini diberi nama CV. Maju

Sukses Bersama, dengan pendiri perusahaan terdiri dari tiga orang.

Lokasi usaha sebaiknya ditentukan di daerah yang dekat dengan sumber

bahan baku, tidak jauh dari lokasi rumah para pengelola, dan tidak

terlalu jauh juga dari jangkauan pasar yang akan dituju. Tahap awal bisa

menggunakan salah satu ruangan di rumah atau menyewa rumah sekitar

tempat tinggal. Hal ini dimaksudkan untuk menekan biaya operasioanal,

karena di tahap awal pengeluaran harus bisa ditekan, agar semua bisa

berjalan dengan baik.

3. Perizinan Usaha

Perizinan adalah hal yang wajib dimiliki, jika kita akan melakukan

wirausaha. Ijin usaha yang disiapkan, antara lain NPWP (Nomor Pokok

Wajib Pajak) dari kantor pajak, akta notaris dari kantor notaris, SIUP/

TDP dari Dinas Perindustrian Kota/Kabupaten dan Ijin MD dari Badan

Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta pendaftaran merek pada

Departemen Kehakiman.

4. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber Daya Manusia (SDM) adalah termasuk bagian hal penting yang

harus sangat diperhatikan. Karena salah satu faktor keberhasilan suatu

usaha, adalah ketepatan dalam memilih SDM nya. Dalam bagian ini harus

dapat ditentukan jumlah SDM yang diperlukan. Contoh keperluan SDM

yang diperlukan untuk usaha wirausaha pengolahan yoghurt, yaitu :

a. Tiga orang pendiri, yang mempunyai tugas masing-masing sebagai:

(i) Penanggung jawab produksi, (ii) Penanggungjawab pemasaran,

dan (iii) Penanggungjawab administrasi dan keuangan.

b. Enam orang karyawan, yaitu 3 (tiga) orang untuk bagian produksi, 2

(dua) orang untuk bagian pemasaran dan

1 (satu) orang untuk bagian

administrasi.

272

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

5. Aspek Produksi

Pada bagian ini diuraikan semua aspek terkait produksi yang meliputi

peralatan yang diperlukan, bahan baku, bahan kemasan, bahan

tambahan makanan dan teknologi proses pengolahannya. Di bawah

akan dipaparkan contoh aspek produksi usaha yoghurt.

Pada Tabel 2 dapat dilihat perala

tan yang diperlukan untuk memproduksi

yoghurt sebanyak 500 cup per hari.

Tabel 2. Peralatan yang dibutuhkan untuk produksi yoghurt 500 cup/hari

No. Jenis Alat

Spesifi

kasi

Jumlah

1.

Cup sealer

manual

Manual, dengan diameter ukuran

seal

82 dan

92 mm

1

2.

Lemari Pendingin

Berkapasitas 50 liter

1

3.

Cool Box

Berkapasitas 100 cup

5

4.

Mixer

Terbuat dari bahan

food grade

1

5. Panci

Stainless Steel

Terbuat dari SS 304

4

6.

Kompor

Dilengkapi dengan regulator bertekanan

2

7.

Literan

Ukuran 1000 ml

2

8.

Timbangan Digital

1

9.

pH Meter

Hand pH meter

1

10. Refraktometer

Hand Refraktometer 0-28

0

Brix 1

11. Alat lainnya

Sendok, pinset dan alat bantu lainnya

1 pkt

Bahan baku, bahan tambahan makanan (BTP) dan kemasan yang

dibutuhkan dalam pembuatan yoghurt dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Bahan Baku, BTP dan Kemasan Yoghurt

No. Bahan baku

Spesifi

kasi

1.

Susu cair

Segar dan tidak rusak

2.

Gula pasir

Double refi

ne

3.

Susu bubuk

Baik, aroma normal

4.

Yoghurt plain

Baud an warna normal

5. fl

avor

Food grade

6. Pewarna

Food Grade

7. Penstabil

Food Grade

8.

Cup

Gunakan yang tahan suhu di atas pemanasan 85

0

C.

9.

Tutup Cup

Gunakan yang tahan suhu di atas pemanasan 85

0

C.

Prakarya dan Kewirausahaan

273

10. Karton

Double Corrugated Cartoon

11. Sedotan

Plastik

food grade

12.

Lakban Plastik

Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk produksi yoghurt 500 cup perhari

dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usaha.

Jumlah Tenaga Kerja

Produksi

Pemasaran dan Administrasi

Pria Wanita Pria Wanita

1 2 2 1

6. Aspek Keuangan

Diasumsikan dalam satu kali proses produksi akan diproduksi 500 cup

yoghurt, masing-masing berisi 120 ml yoghurt.

Perhitungan biaya produksi meliputi biaya investasi, biaya tetap dan tidak

tetap (variabel) untuk yoghurt disajikan berikut ini, hal ini untuk menjadi

bahan pembelajaran jika akan membuat perencanaan kewirausahaan

jenis produk lainnya.

a. Investasi Alat dan Mesin

Investasi alat dan mesin, yaitu pembelian perlengkapan alat dan

mesin produksi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Alat dan

mesin produksi yang dibeli harus sesuai dengan kapasitas produksi,

dan hal teknis lainnya, seperti ketersediaan daya listrik, dan lainnya.

Pada proses produksi yoghurt, alat dan mesin yang dibutuhkan pada

Tabel 5.

274

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Tabel 5. Investasi alat dan mesin yoghurt

No.

Jenis Alat

Jumlah

@(dalam ribu Rp)

∑ (dalam ribu Rp)

1.

Cup sealer

manual

1 1.200 1.200

2. Lemari Pendingin

1

3.000

3.000

3. Cool Box

5

350

1.750

4. Mixer

1

500

500

5. Panci

Stainless Steel

4

300

1.200

6. Kompor

2

600

1.200

7. Literan

5

20

100

8.

Timbangan 1

200

200

9. pH Meter

1

400

400

10. Refraktometer

1

1.500

1.500

11.

Alat lainnya

1 pkt

1.000

1.000

Jumlah (Rp)

12.050

Biaya Penyusutan/bulan

= total investasi/ umur alat

=(5.040/60 bulan)

200,833

b. Biaya Tidak tetap (Variabel)

Biaya tidak tetap adalah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan

jumlah produksi, jadi sifatnya tidak tetap, bisa berubah sesuai jumlah

produksinya.

Biaya tidak tetap ini, biasanya meliputi biaya bahan baku, bahan

pembantu dan bahan kemasan. Pada proses produksi yoghurt,

kebutuhan bahan baku pada Tabel 6.

Tabel 6. Biaya Tidak Tetap Yoghurt

No.

Bahan baku

Jumlah

@ (ribu Rp) per Kg/lt

Harga (ribu Rp)

1.

Susu cair

30 liter

4,5

150

2.

Gula pasir

3 kg

11

33

3.

Susu bubuk

2 kg

30

60

4.

Yoghurt plain

300 ml

100

30

5. fl

avour

50 ml

200

50

6. Air

30 liter

-

-

7.

Penstabil 100 gram

80

8

Prakarya dan Kewirausahaan

275

8. Cup

525

0,15

78,75

9. Tutup Cup

525

0,03

15,75

10. Karton

22

2

44

11. Sedotan

525

0,01

5,25

12. Lakban

2

12

24

Jumlah per satu kali produksi (Rp)

498,75

Jumlah per bulan (Rp)

9.975

c. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan yang jumlahnya tetap

setiap bulannya, berapa pun jumlah produksinya. Biaya tetap meliputi

biaya tenaga kerja, listrik/air, gas, penyusutan alat, dan lainnya. Pada

produksi yoghurt biaya tetap yang dibutuhkan tersaji pada Tabel 7.

Tabel 7. Biaya Tetap Yoghurt

Items

Jumlah (dalam ribu Rp)

Tenaga kerja tetap (6 orang x Rp 750.000)

4.500

Listrik/air 2.000

Gas

1.200

Penyusutan alat

200,83

Biaya lainnya

100

Total biaya per bulan

8.000,83

Total biaya per hari

400,04

d. Total Biaya

Total biaya adalah jumlah keseluruhan biaya tidak tetap dan biaya

tetap. Pada proses produksi yoghurt, total biaya yang dibutuhkan

adalah :

Total biaya = Biaya variabel + Biaya tetap

= Rp 498.750 + Rp 400.040

= Rp 898.790

276

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

e. Harga Pokok Produksi (HPP)

Harga Pokok Produksi (HPP) adalah harga pokok dari suatu produk,

dimana jika dijual dengan harga tersebut, maka produsen tidak

untung dan juga tidak rugi. HPP ditentukan untuk bisa menentukan

harga jual, dimana harga jual adalah HPP ditambah margin

keuntungan yang akan diambil. Untuk produk yoghurt ini HPP nya

adalah : Total Biaya / Jumlah produksi.

Rp 898.790,- / 500 = Rp. 1.797,58,-

f. Harga Jual

Harga jual adalah harga yang harus dibayarkan pembeli untuk

mendapatkan produk tersebut. Harga jual bisa ditentukan dengan

mempertimbangkan HPP dan juga produk pesaing. Harga jual ini

meliputi harga dari pabrik dan harga konsumen. Harga dari pabrik

tentu lebih murah, karena saluran distribusi (agen, toko, counter, dll)

tentu juga harus mendapatkan keuntungan.

Pada produk yoghurt dalam kemasan cup ini, melihat HPP nya yaitu

Rp 1.797,58 dan produk pesaing dengan volume yang relatif sama

dijual berkisar Rp 3.000,- sampai Rp 4.000,-, maka ditetapkan harga

jual dari pabrik adalah Rp 2.500,- (pada Tabel 8), dengan harapan di

tingkat konsumen harganya adalah Rp 3.000,- sampai Rp 3.500,-.

Tabel 8. Harga jual yoghurt

No.

Satuan

Harga satuan (dalam ribu Rp)

1.

Cup 120 ml

2,5

2.

Karton isi 24 cup

60

g. Penerimaan Kotor

Penerimaan kotor adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan

oleh perusahaan, sebelum dipotong total biaya. Pada produksi

yoghurt ini, jumlah penerimaan kotor pada Tabel 9.

Tabel 9. Penerimaan kotor yoghurt

Jenis Kemasan

Jumlah (cup)

Satuan (dalam ribu Rp)

Total (dalam ribu Rp)

Cup 120 ml

500

2,5

1.250

Total (Rp)

1.250

Prakarya dan Kewirausahaan

277

h. Pendapatan Bersih (Laba)

Pendapatan bersih adalah jumlah penerimaan uang yang didapatkan

oleh perusahaan, setelah dipotong total biaya. Pada produksi yoghurt

ini, jumlah penerimaan bersih adalah :

Pendapatan Bersih = Penerimaan kotor–Total biaya

= Rp 2.500.000 – Rp 898.790

= Rp 1.601.210

Jadi, perkiraan pendapatan untuk sa

tu kali produksi, yaitu sebanyak

500 mangkok yoghurt, akan mendapatkan laba/keuntungan sebesar

Rp 1.601.210,- (satu juta enam ratus ribu seribu dua ratus sepuluh

rupiah).

D. Penentuan Media Promosi Makanan Fungsional

Kegiatan promosi produk makanan fungsional terutama bertujuan untuk

memperkenalkan fungsi dan keunggulan dari produk tersebut. Pengenalan

produk dapat dilakukan dengan melakukan presentasi produk kepada pasar

sasaran. Produk makanan fungsional dipromosikan sesuai dengan target

pasarnya, baik yang bertujuan pada perorangan maupun industri makanan

fungsional.

Faktor sanitasi

hygiene

merupakan hal yang sangat penting bagi

produk makanan fungsional, maka promosi dapat dilakukan dengan

Tugas 4

Proposal Usaha

Buatlah kelompok kecil, satu kelompok sekitar 3-5 orang.

Buatlah proposal bisnis lengkap dengan perhitungan harga pokok dan

harga jual, untuk Usaha Produk Makanan Fungsional Khas Daerah yang

kamu pilih.

Susun proposal dengan baik, buat desain sampul muka proposal yang

informatif dan menarik.

Presentasikan proposal kelompok kalian di depan kelas, dan mintalah

kelompok lain untuk memberikan komentar, masukan dan kritik yang

sifatnya untuk perbaikan proposal tersebut.

278

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

menginformasikan proses produksi yang baik melalui gambar maupun

paparan. Produk makanan fungsional yang mempunyai target pasar untuk

para ibu dapat dipresentasikan dalam keg

iatan-kegiatan yang dihadiri para

ibu. Selain presentasi, produk juga dapat dipromosikan melalui pameran,

poster, brosur, media sosial, iklan media cetak atau elektronik, dan lainnya

(selengkapnya pada Tabel 9).

Tabel 9. Media promosi produk makanan fungsional

Media

Tujuan

Iklan

Media Cetak

Memberi informasi utama dan daya tarik

melalui teks, gambar diam, gambar bergerak

dan suara

Radio

TV

Brosur

Memberi informasi detail melalui teks dan

gambar

Poster

Kegiatan

Pameran

Memperlihatkan contoh produk

Presentasi

Menjelaskan lebih detail tentang produk

Tugas 5

Perancangan Pameran dan Demo Produk

Rencanakan pameran dan demonstrasi produk makanan fungsional yang

kalian buat.

• Rancang sebuah

stand

pameran untuk produk makanan fungsional yang

akan dibuat.

Stand

akan terdiri dari:

-Tempat meletakkan produk atau

display

-Poster yang berisi informasi tentang produk

-Dekorasi lain sesuai tema produk

-dan lain-lain (sesuai kreatifi

tas kelompok)

Buatlah semenarik dan seinformatif mungkin.

• Rancang sebuah presentasi dan demonstrasi produk yang menarik.

Presentasi dapat berupa demonstrasi

tunggal atau drama singkat.

Buatlah penghitungan biaya untuk seluruh kegiatan promosi yang akan

direncanakan.

Prakarya dan Kewirausahaan

279

E. Pemasaran Produk Sistem Konsinyasi untuk

Makanan Fungsional Khas Daerah

Startegi pemasaran yang akan dijalankan dalam usaha produk makanan

fungsional nantinya adalah dengan mempertimbangkan beberapa aspek

penting diantaranya adalah :

a. Area Pemasaran

b. Segmen Pemasaran

c. Metode Pemasaran

Metode pemasaran yang bisa dijalankan dalam rangka mengenalkan

produk makanan fungsional pada konsumennya adalah :

Melakukan kerja sama dengan toko-toko kecil dan mini market.

Pemasangan banner yang menarik di depan toko.

Pasang iklan di media radio dan media internet.

• Menjaga standar mutu produk serta menjaga kepercayaan dan

pelayanan yang ramah pada konsumen.

Memberikan kartu pelanggan bagi yang sering membeli

memberikan

harga khusus.

Menyebarkan brosur dan stiker usaha.

Pemasaran produk UMKM memang penuh tantangan. Semua pemasar

sangat berharap jika produknya bisa dijual tunai, yaitu langsung dibayarkan.

Tetapi tentu sangat sulit, karena saluran distribusi (agen, warung, toko, dll)

belum meyakini produknya akan laku. Sehingga untuk produk UMKM sistem

pemasaran yang disarankan adalah sistem konsinyasi.

Sistem konsinyasi adalah sistem kerja sama pemasaran, dimana pemilik

barang (produsen) menitipkan produknya pada pemilik warung/toko/outlet

(pemasar), dengan tidak langsung dibayar, tetapi akan dibayar pada periode

waktu tertentu sesuai dengan produk yang laku terjual.

Sistem konsinyasi ini tidak rumit, produsen hanya perlu mencari warung/toko/

outlet yang bersedia menerima produknya, dengan membuat kesepakatan

kerja sama dengan maksud menitipkan barang dagangan kita di warung

atau toko tersebut, jika sudah sepakat, kita hanya perlu memasok barang

dagangannya, menunggu beberapa hari, dan kembali untuk mengambil

bayaran dan mengganti barang dagangan yang sudah lama, periode

penitipan ini disepakati kedua belah pihak, biasanya rata-rata seminggu.

Sistem bisnis ini adalah sistem bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak,

bagi produsen yang menitipkan barang dagangannya, maka dia hanya perlu

menitipkannya saja dan pihak warung/toko/outlet yang akan memasarkan

produknya, sedangkan bagi pemilik warung/toko/outlet, mereka untung

280

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

karena bisa menjual barang dagangan tanpa modal dan mendapatkan hasil

keuntungan dari hasil penjualannya tersebut, kalaupun barang rusak atau

tidak laku, tidak menjadi tanggung jawab pemiliki warung/toko/outlet.

Walaupun sistem ini terlihat mudah dan menguntungkan, tetapi tetap harus

berhati-hati saat menjalankannya, jangan

lupa membuat catatan barang yang

dititipkan, karena banyak pemilik warung/toko/outlet yang kadang lupa atau

nakal dalam menghitung barang dagangan titipan, jadi mencegah hal-hal

yang tidak diinginkan terlebih dahulu. Selain itu, terkadang juga ada pemiliki

toko yang pelit, menunda-nunda pembayaran barang titipan, padahal

barang tersebut sudah laku terjual. Jika kita menemukan pemilik toko seperti

ini, alangkah baiknya segera kita tinggalkan kerja samanya karena akan

merugikan kita.

Pemilihan warung/toko/outlet juga sebaiknya lihat kondisi fi

siknya, jika tidak

permanen sebaiknya tidak dititipkan, khawatir warung/toko/outlet tersebut

menghilang atau kabur.

Pengaturan target pasar juga harus dibuat, bisa dengan membagi per-

daerah dan per hari, misalnya kalau melakukan penitipan barang dagangan

setiap satu minggu sekali, dilakukan pemilihan tujuh wilayah untuk tujuh

hari dalam seminggu. Begitupun dalam penentuan jumlah warung/toko/

wilayah, ditetapkan berdasarkan kapasitas produksi dan target penjualan

setiap warung/toko/outlet. Misalnya, dalam satu hari kita ingin mengunjungi

10 toko, maka paling tidak kita memiliki 70 toko langganan agar usaha kita

berjalan terus setiap hari.

Sistem ini hanya sedikit berat pada tahap awal saja, karena jika sistem sudah

terbentuk, maka hanya tinggal membina saja. Penambahan jangkauan

dilakukan lagi jika ada peningkatan kapasitas produksi.

Tugas 6

Distribusi Produk

Buatlah kuesioner yang berisi minimal lima pertanyaan, terkait distribusi

produk.

Berikan kuesioner tersebut minimal tiga pelaku usaha mikro atau kecil.

• Buatlah analisis menurut pemikiran kamu terhadap hasil kuesioner

tersebut.

Apakah sistem konsinyasi banyak digunakan atau tidak untuk produk

makanan fungsional khas daerah.

Buat analisis tersebut dalam bentuk laporan, menggunakan kertas A4,

huruf

times new roman

, ukuran huruf 12 dan spasi 1,5.

Prakarya dan Kewirausahaan

281

Daftar Pustaka

Ardiansyah. 2006.

Bekatul untuk Menurunkan Hipertensi dan Hiperlipidemia

.

Artikel Iptek.

Assauri. 1990.

Manajemen Pemasaran : Dasar, Konsep dan Strategi

. Jakarta:

Rajawali Pers.

Azima, Fauzan., Hasbullah, dan Is Yulaini. 1999.

Penentuan Batas

Kadaluwarsa Dadih Susu Kedelai

. Jurnal Andalas No. 29 Tahun XI 1999

(135, 136).

Budijanto, S. 2010.

Stabilisasi Bekatul dengan Teknologi No dye Extrusion

.

Laporan hasil Penelitian KKP3T. Kementrian pertanian-LPPM IPB.

Budijanto, S. dan Muaris, H. 2012.

40

Resep

Kreatif Olahan Beras Analog

.

Jakarta: Penerbit Gramedia.

Burhanuddi, R. 1999.

Kajian Tentang Daya Saing Pedagang Eceran Kecil

.

Jakarta : Badan Litbang Koperasi dan PKM RI.

Champagne ET, Hron RJ, Abraham G. 1992.

Utilizing Ethanol to Produce

Stabilized Brown Rice Product

. JAOCS. 69 (3) : 205 -208.

Damardjati DS, Santosa BA, Munarso J. 1990. Laporan Akhir.

Studi

Kelayakan dan Rekomendasi Teknologi Pabrik Pengolahan Bekatul

.

Subang: Balai penelitian tanaman pangan Sukamandi.

Hardiman, Intarina. 2014.

Sehat Alami dengan Herbal

. Bogor: Pusat Studi

Biofarmaka LPPM IPB & Gagas Ulung.

Haryadi, P. (ed). 2000.

Dasar-dasar Teori dan Praktek Proses Termal

. Bogor

Pusat Studi Pangan dan Gizi, IPB.

Kasmudjo. 2014.

Produk Ekstraktif Tumbuhan : Potensi dan Prospek

.

Yogyakarta: Cakrawala Media.

Mulyadi Nitisusastro, Dr., H. 2010

Kewirausahaan dan Manajemen Usaha

Kecil

. Jakarta: Alvabeta,CV.

Pasaribu, H Ali Musa. 2011.

Kewirausahaan Berbasis Agrobisnis

. Yogyakarta:

Andi.

282

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Prasetyo Hadi dan Widodo Sapto, 2009,

Programable Logic Control (PLC).

Bandung: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan

Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri.

Setyaningrum, Hesti Dwi dan Cahyo Saparinto. 2013.

Jahe

. Jakarta:

Penebar Swadaya.

Silab, 2002.

Nutriskin Hydrolyzed Rice Protein Analysis Data

. Unpublished

data submitted to CTFA, June 20 p. 11.

Soedirman, Suma’mur. 2014.

Kesehatan Kerja dalam Perspektif Hiperkes &

Keselamatan Kerja

. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sunarlim, Roswita. 2009.

Potensi Lactobacillus, spAsal dari Dadih Sebagai

Starter Pada Pembuatan Susu Fermentasi Khas Indonesia

. Buletin

Teknologi Pascapanen Pertanian, Vol. 5 2009 (72).

Tambunan, T. 2012.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia

. Jakarta :

Penerbit LP3ES.

Widyani, R. dan Suciaty, T. 2008.

Prinsip Pengawetan Pangan

. Cirebon:

Penerbit Swagati Press.

Wijaya, C.H. dan Mulyono, N. 2013.

Bahan Tambahan Pangan Pengawet

.

Bogor: IPB Press.

Yuyun dan Gunarsa, D. 2011.

Cerdas Mengemas Produk Makanan dan

Minuman

. Bogor: Agro Media Pustaka.

http://www.artikelkebidanan.com/otonomi-bidan-dalam-

pelayanannkebidanan-250.html

(diunduh tanggal 27 Desember 2015)

http://keuanganlsm.com/jasa-yang-diberikan-oleh-profesi-auditor-

lndependen/

(diunduh tanggal 27 Desember 2015)

Prakarya dan Kewirausahaan

283

Glosarium

analisa

: kajian yang dilaksanakan

terhadap sebuah bahasa guna

memperdalamnya

BPOM

: Badan Pengawas Obat dan

Makanan

BTP

: Bahan Tambahan Pangan, yaitu

bahan tambahan yang ditambahkan

pada pangan, tapi bukan merupakan

bahan baku, dengan tujuan untuk

memperbaiki mutu bahan pangan

tersebut

Business Plan

: Perencanaan bisnis,

yaitu perencanaan yang dilakukan

sebelum melakukan bisnis, baik

perencanaan investasi, produksi,

pemasaran dan lainnya

Break Even Point

: Disebut juga titik

impas, yaitu jumlah dimana seluruh

biaya modal yang telah dikeluarkan

bisa kembali, tanpa mengalami

kerugian, tetapi juga belum

menghasilkan keuntungan

Car Free Day

: Hari dimana di wilayah

tersebut dilarang menggunakan

kendaraan bermotor

CPPB

: Cara Pengolahan Pangan yang

Baik

eksplorasi

: pencarian

enterpreneur

: wirausahawan

Fastfood

: Makanan cepat saji,

biasanya sudah disiapkan terlebih

dahulu, sehingga saat pesan

penyajiannya cepat, biasanya

nutrisinya kurang seimbang

Filling sealing machine

: Mesin

pengisian cairan/padatan ke dalam

kemasan cup/botol

Flavour

: Penguat rasa/aroma

Hewani

: Berasal dari hewan, seperti

dari sapi, ayam, ikan, dan lainnya

HPP

: Harga Pokok Produksi

Hot fi

lling

: Pengisian dalam kondisi

panas

Iradiasi

: Iradiasi merupakan salah

satu jenis pengolahan bahan makanan

yang menerapkan gelombang

elektromagnetik, dengan tujuan

mengurangi kehilangan akibat

kerusakan dan pembusukan, serta

membasmi mikroba dan organisme

lain yang menimbulkan penyakit

terbawa makanan

Junk food

: Istilah yang

mendeskripsikan makanan yang tidak

sehat atau memiliki sedikit kandungan

nutrisi, tetapi mengandung jumlah

lemak yang besar

Makanan fungsional

: Makanan yang

secara alamiah maupun telah melalui

proses, mengandung satu atau lebih

senyawa yang berdasarkan kajian-

kajian ilmiah dianggap mempunyai

fungsi-fungsi fi

siologis tertentu yang

bermanfaat bagi kesehatan, serta

dikonsumsi sebagaimana layaknya

makanan atau minuman yang

mempunyai karakteristik sensoris

berupa penampakan, warna, tekstur,

dan cita rasa yang dapat diterima oleh

konsumen.

284

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Malnutrisi

: Kekurangan gizi

MD

: Izin produksi untuk produksi

pangan dalam negeri, yang

dikeluarkan oleh BPOM

mikro

: kecil

ML

: Izin produksi untuk produksi

pangan dari luar negeri, yang

dikeluarkan oleh BPOM

Modifi

kasi

: Cara merubah bentuk

suatu produk/barang, agar tidak

monoton dan mempunyai mutu yang

lebih baik

Nabati

: Berasal dari tumbuh-

tumbuhan

Over cooking

: Waktu masak yang

terlalu lama (kelebihan)

Overhead

: Biaya pengeluaran

yang diperlukan untuk operasional

perusahaan

Over supply

: Kelebihan suplai, hasil

panen jauh lebih banyak dibandingkan

kebutuhan

Pasteurisasi

: Pemanasan dengan suhu

70-80°C, selama 15-30 menit

pemetaan

: metode memaksimalkan

potensi pikiran manusia dengan

menggunakan otak kanan dan kirinya

secara bersamaan secara simultan

problem solving

: pemecahan masalah

P-IRT

: Ijin produksi untuk industri

rumah tangga dan/atau industri kecil-

menengah, yang dikeluarkan oleh

Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten

Ready to Eat

(RTE)

: Bahan pangan

yang sudah siap untuk dimakan

(dikonsumsi), tanpa harus melewati

proses penyajian/pemasakan terlebih

dahulu

refl

eksi

: pemantulan

Refraktometer

: Alat pengukur kadar

gula

self management

: pengendalian diri

SDA

: Sumber Daya Alam

SDM

: Sumber Daya Manusia

SIUP

: Surat Izin Usaha Perdagangan,

yang dikeluarkan oleh Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Kota/

Kabupaten

Social Network

: Jaringan komunikasi

melalui media internet, seperti

facebook, twitter, dan lainnya

SNI

: Standar Nasional Indonesia

Sterilisasi

: Pemanasan dengan suhu

diatas 100°C, selama 5-10 detik

survey

: pemeriksaan dan penelitian

secara komprehensif

TDI

: Tanda Daftar Industri, yang

dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian

dan Perdagangan Kota/Kabupaten

TDP

: Tanda Daftar Perusahaan, yang

dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian

dan Perdagangan Kota/Kabupaten

UMKM

: Usaha Mikro, Kecil dan

Menengah

umpan

balik

: mekanisme

pengaturan terhadap suatu sistem

fi

sik yang dilakukan sedemikian rupa,

sehingga mekanisme ini berusaha

untuk mempertahankan keadaan

tertentu dari sistem yang kembalikan,

Wellcome Drink

: Minuman pembuka,

yang biasa diberikan saat kita baru

datang pada sebuah penginapan/hotel

Prakarya dan Kewirausahaan

285

Profi

l Penulis

Nama Lengkap : Desta Wirnas, S.TP

Telp. Kantor/HP : 02518629353 / 081315519287

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : -

Alamat Kantor : Kampus IPB, Jl Raya Darmaga, Bogor,

16880 Jawa Barat

Bidang Keahlian: Pertanian / Pemuliaan

Tanaman

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2010 – 2016: Dosen Fakultas Pertanian, IPB

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Program studi: Pemuliaan Tanaman/IPB/2003/2007

2.

S2: Program studi : Pemuliaan Tanaman/IPB/1996/1999

3.

S1: Fakultas Pertanian/Jurusan Budi Daya Pertanian/Program Studi Ilmu dan

Teknologi Benih/IPB/1990/1995

ORANG BIJAK

BAYAR PAJAK

286

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Hendriana Werdhaningsih, M.Ds,

Telp. Kantor/HP : 0818627690

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : Hendriana Werdhaningsih

Alamat Kantor : Program Studi Desain Produk Industri

Fakultas Ilmu Rekayasa Universitas

Paramadina

Jalan Gatot Subroto kav. 97,

Mampang, Jakarta Selatan

Bidang Keahlian: Desain Produk

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

2006 - 2016: Staf Pengajar Desain Produk Industri, Fakultas Ilmu Rekayasa,

Universitas Paramadina

2.

2013 - 2016: Instruktur Desain, PPEI, Kementerian Perdagangan

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S2: Program Studi Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi

Bandung (Agustus 2002 – Juni 2005)

2.

S1: Program Studi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut

Teknologi Bandung (Agustus 1992 – Januari 1998)

Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku Siswa & Buku Guru, Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (edisi thn 2013)

2.

Buku Siswa & Buku Guru, Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII (edisi thn 2014)

3.

Buku Siswa & Buku Guru, Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (edisi thn 2016)

4.

Buku Siswa & Buku Guru, Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X (edisi thn 2016)

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Aplikasi Ergonomi dan Pengembangan Desain Furnitur Bambu Vernakular,

Studi Kasus: Sentra Kerajinan Bambu di Kampung Cilaja Muncang, Kabupaten

Bandung, Penelitian Hibah Bersaing DIKTI, 2015-2016

2.

Batik Nusantara untuk Diplomasi Budaya, Paper, 2013

3. Batik

Grows in Number Shrink in Values

, Paper, 2013

4.

Universitas sebagai Model Keempat dari Triple Helix, Paper, 2010

5.

Alat Bawa dalam Budaya Tradisional dan Kontemporer, Paper, 2009

6. Pengaruh

Layout

Ruang Kelas Studio terhadap Kinerja Mahasiswa, Hibah Peneliti

Dosen Muda DIKTI, 2008

Prakarya dan Kewirausahaan

287

Nama Lengkap : Rinrin Jamrianti

Telp. Kantor/HP : 0811110855

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : Rinrin Jamrianti

Alamat Kantor : Universitas Bakrie, Jakarta

Bidang Keahlian: Wirausaha, Dosen, Trainer dan

Konsultan di bidang pangan

(makanan dan minuman)

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

2015-sekarang

: Dosen di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan,

Universitas Bakrie, Jakarta

2.

2009-sekarang

:Direktur PT. SMEES (

Small Medium Enterprise and

Empowerment Services

), Bogor

3.

2009-sekarang

: Dosen di Program Studi Teknik Kemasan, Politeknik Negeri

Media Kreatif (Polimedia), Jakarta

4.

2009-2011

: Dewan Redaksi Majalah Eko Yustisia, Kementrian Lingkungan

Hidup RI, Jakarta

5.

2008-2011

: Komisaris Utama CV. Jaya Abadi Motor, Bogor

6.

2006-2008

: Dosen di Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan,

IPB, Bogor

7.

2006-sekarang

: Owner Tambak Ikan - Jatiluhur, Purwakarta

8.

2006-sekarang

: Owner TFI Café - Bogor

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S2 : Program

Studi Islamic Wealth Management

, Jurusan Ekonomi Syariah, STEI

Tazkia, lulus tahun 2014

2.

S1 : Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, lulus tahun

1998

Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Aplikasi Teknologi Proses Thermal untuk Meningkatkan Mutu, Keamanan dan

Keawetan Asinan Bogor, 2008

2.

Model Saluran Distribusi Produk Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (UMKM),

dalam Konsep Pemasaran Islam, 2014

288

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Wawat Naswati, S.Pd.,M.Eng

Telp. Kantor/HP : (021)5523429 / 081287575676

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : [email protected]

Alamat Kantor : Jalan Veteran Nomor 1A

Kota Tangerang, Propinsi Banten

Bidang Keahlian: Guru Teknik Instalasi Tenaga Listrik

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2005 – 2016: Guru Teknik Ketenagalistrikan di SMKN 4 Tangerang.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S2: Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin, Konsentrasi Teknologi Industri Kecil dan

Menengah, Magister Sistem Teknik/MTS, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

(2007-2009)

2.

S1: Fakultas Teknik, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Negeri Jakarta

(1998-2002)

3.

D3: Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro,

IKIP Negeri Semarang/UNNES (1986-1989)

Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI SMA/MA, 2014

2.

Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI SMA/MA, 2014

3.

Buku Siswa Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII SMA/MA, 2014

4.

Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII SMA/MA, 2014

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

Tesis : Penggunaan Spray Aerator pada Proses Isolasi Zat Warna Alami Indigo dari

Tanaman Tom (Indigofera tinctoria Linn), Tahun 2009

Lahir di Banyumas, 02 Oktober 1967. Aktif berinteraksi dalam kegiatan di bidang

pendidikan, budaya dan lingkungan diantaranya : (1)

Regional Leaders Forum

(RLF)

pada Tahun 2008 di Thailand, “AJAFA-21

Activities Toward Global Warming

”, (2)

Regional

Leaders Forum

(RLF) Tahun 2011 di Indonesia (Yogyakarta) kerjasama KAPPIJA-JICA,

“Protecting and Promoting Culture & Cultural Heritage to Enhance Frienship and Mutual

Understanding among the People of ASEAN & International Community

”,(3) Delegasi

Indonesia dalam “

Together One World

” di Belanda Tahun 2013 yang diselenggarakan

oleh

Global Exploration

(GE) kerja sama dengan Yayasan DeTara Indonesia, (4)

Work-

shop

Pendidikan Sistem Ganda Sekolah Vokasi di Jerman Tahun 2014 sebagai apresiasi

fi

nalis Guru SMK Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2013.

Prakarya dan Kewirausahaan

289

Nama Lengkap : Dr. Ana, M.Pd

Telp. Kantor/HP : 06281220280879

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : anasyarief

Alamat Kantor : Dr. Setiabudhi no 227 Bandung

Bidang Keahlian: Tata Boga/Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

Staf dosen Tata Boga PKK FPTK UPI sejak tahunn 1999.

2.

Staf dosen pasca sarjana Program Studi Pendidikan Teknologi Kejuruan.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: SPs/PTK /Pendidikan Teknologi dan Kejuruan /UNY (2006–2011)

2.

S2: SPs/PTK /Pendidikan Teknologi dan Kejuruan /UNY (2002–2004)

3.

S1: FPTK/PKK /Tata Boga /UPI (1991–1997)

Judul Buku dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku non Teks Prakarya dan Kewirausahaan dari tahun (2009– 2011);

2.

Buku Teks Prakarya tahun (2014– 2015).

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1. Penerapan

Self Regulated Learning

Berbasis Internet Untuk Meningkatkan

Kemandirian Belajar Mahasiswa Pada Perkuliahan Pengkajian Teknologi dan

Kejuruan (2012);

2.

Post study pre service practical training program for TVET teacher

(2012);

3.

Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Potensi Daerah Di

Kabupaten Bandung (2012);

4.

Pengembangan produk tugas akhir model Project Based Learning untuk

meningkatkan generic green skill mahasiswa (2013);

5. Pengembangan Model

Refl ective and Collaborative Learning

(RCL) untuk

Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

Melalui Kegiatan

Lesson Study

(2013);

6.

Pengembangan Model Pendidikan

Creative Entrepreneurship

pada SMK Program

Keahlian Tata Busana se Jawa Barat (2013);

7. Efektifi

tas Model Pembelajaran Patisserie Berbasis Proyek untuk Meningkatkan

Generic Green Skill Mahasiswa Vokasional Tata Boga (2014 dan 2015).

Lahir di Bandung, 7 Maret 1972. Menikah dengan Saripudin, M.Pd dosen Politeknik

TDEC Bandung dan dikaruniai 2 anak Dhiya Abdurrahman dan Nida Khofi

yya

N. Saat ini menetap di Bandung. Aktif di organisasi profesi Asosiasi Dosen Guru

Vokasi Indonesia (ADGVI), Asosiasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan,

the Asian

Academic Society for Vocational Education and Training

(AASVET),

the Regional

Cooperation Program to Improve the Training of TVET Personnel in ASEAN Countries

(RECOTVET) Terlibat di berbagai kegiatan di bidang pendidikan, beberapa kali

menjadi narasumber di berbagai seminar tentang pendidikan di Jepang, Malaysia dan

Thailand.

Profi

l Penelaah

290

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Drs. Djoko Adi Widodo, M.T.

Telp. Kantor/HP : 024-8508104/08122541733

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : Djoko Widodo

Alamat Kantor : Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri

Semarang Gedung E11 Lantai 2

Bidang Keahlian: Sistem Tenaga Listrik

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

2011 – 2015: Wakil Dekan 1, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

2.

2015 : Penanggung Jawab Tim Penelaahan dan Penyempurnaan Buku

Peminatan SMK Kerjasama UNNES dengan Direktorat Pembinaan PSMK DIKMEN

KEMENDIKBUD.

3.

2014: Koordinator Tim Penulisan Buku Keahlian SMK kerjasama UNNES dengan

direktorat Pembinaan PSMK DIKMEN KEMENDIKBUD.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S2: Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro UGM Yogyakarta (2000-2003)

2.

S1: FPTK Jurusan Pendidikan Teknik Elektro IKIP Semarang (1979-1983)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku Peminatan SMK Teknik Dasar Instrumentasi.

2.

Buku Peminatan SMK Teknik Kelistrikan dan Elektronika Instrumentasi.

3.

Buku Peminatan SMK Kontrol Refrigerasi dan Tata Udara.

4.

Buku Teks Pelajaran Prakarya Rekayasa Kelas X, Kelas XI, Kelas X.

5.

Buku Non Teks Motor Listrik Arus Searah.

6.

Buku Non Teks Dasar-Dasar Bengkel Elektronik.

7.

Buku Non Teks Instalasi Listrik Penerangan.

8. Insiklopedia Listrik.

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1. Evaluasi Penggunaan

Photovoltaic Solar Home System

Di Wilayah Jawa Tengah

(2015);

2.

Sistem Pemasokan Energi Ramah Lingkungan Di Sepanjang Jalan Tol (2012);

3.

Prototipe Kendaraan Listrik Kampus Konservasi (2013);

Prakarya dan Kewirausahaan

291

Nama Lengkap : Dr. Samsul Hadi, M.Pd., M.T

Telp. Kantor/HP : 0274-586168/ 08122943658

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : -

Alamat Kantor : Pendidikan Teknik Elektro FT UNY

Bidang Keahlian: Pendidikan Teknik Elektro

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

1984 – sekarang : Dosen Pendidikan Teknik Elektro FT UNY .

2.

2007 – sekarang : Dosen Pascasarjana UNY .

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Pascasarjana UNY/Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (2002-2005)

2.

S2: a. Pascasarjana IKIP Jakarta/ Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (1989-1991)

b. Pascasarjana UGM/ Teknik Elektro (1997-1999)

3.

S1: Fakultas Pendidikan Telnologi dan Kejuruan/ Pendidikan Teknik Elektro

(1979-1983)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

Manajemen Sistem Operasi (2010);

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Ragam Penilaian Otentik dan Evaluasi Pembelajaran (2010);

2.

Metode Riset Evaluasi (2011);

3.

Evaluasi Program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) (2011);

4. Pengembangan

Computerized Adaptive Test

Berbasis Web (2013);

5.

Model Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal (Kkm) Berbasis Peserta Didik

(2013);

6.

Pola Kehidupan Akademik Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Jalur

Bidikmisi (2013);

7.

Pengembangan Sistem Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Kompetensi Dasar

Kejuruan Siswa SMK (2014 - 2015).

Lahir di Grobogan, 29 Mei 1960. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap

di Yogyakarta. Aktif di organisasi HEPI (Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia).

Terlibat di berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan penelitian.

292

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Dr. Wahyu Prihatini, M.Si

Telp. Kantor/HP : 0251-8375547 / 08159684030, 082112656610.

E-mail

: [email protected]; [email protected]

Akun Facebook : -

Alamat Kantor : Biologi FMIPA Universitas Pakuan. Jl. Pakuan No.1. Ciheuleut,

Bogor

Bidang Keahlian: Biologi (bidang Zoologi)

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

1988 – SEKARANG: Dosen PNS Kopertis Wil. IV Jabar dan Banten dpk. FMIPA

Universitas Pakuan.

2.

2016: Anggota Juri Nasional Quarry Life Awards Heidellberg Indocement.

3.

2008 – 2012 : Kepala Kantor Penjaminan Mutu Universitas Pakuan.

4.

2006 – 2008 : Kepala Lembaga Pengembangan dan Peningkatan Aktivitas

Instruksional Universitas Pakuan

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Mayor Biosains Hewan, Sekolah Pascasarjana IPB (2008-2013)

2.

S2: Program Studi Biologi, Program Pascasarjana IPB (1995-1999)

3.

S1: Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Padjadjaran (1982-1987)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku Teks Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kelas VII, VIII, dan IX.

2.

Buku Teks Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan kelas X, XI, dan XII.

3.

Buku Teks Pelajaran untuk SMALB kelas X, dan XI.

4.

Buku Non Teks Pelajaran Budi Daya

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Konservasi genetik untuk pengendalian penurunan populasi dan keragaman

Amphibia (2011);

2. Karakteristik

Anadara antiquata

di perairan tercemar logam berat (2011);

3.

Optimalisasi Pemanfaatan Kerang Bulu (

Anadara antiquata

) melalui Uji Depurasi

Logam Berat untuk Keamanan Bahan Pangan (2012 dan 2013);

4.

Bioekologi, Biokinetika, Respon Histologis dan Molekuler

Anadara antiquata

terhadap cemaran merkuri (2013);

5. Eff

ect of Concentration and Body Size on the Bioaccumulation of Mercury in the Ark

Cockles Anadara antiquata

(2013);

6.

Ekobiologi Kerang Bulu

Anadara antiquata

di Perairan Tercemar Logam Berat

(2013);

7.

Kemampuan Bioakumulasi dan Adaptasi Molekuler Kerang Bulu

Anadara

antiquata

terhadap Cemaran Merkuri (2015);

8.

Bioaccumulation and Distribution of 137 Cesium in the Humpback Grouper Fish

(Cromileptes altivelis)

(2015).

Prakarya dan Kewirausahaan

293

Nama Lengkap : Dr. Rozmita Dewi Yuniarti R.S.Pd. M.Si.

Telp. Kantor/HP : 0817617939/081234507939

E-mail : [email protected]/[email protected]

Akun Facebook : Rozmita Dewi Yuniarti

Alamat Kantor : UPI, Jl. Dr. Setiabudi 229 Bandung

Bidang Keahlian: Ekonomi, Akuntansi

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

2006 sd saat ini: Dosen tetap prodi Akuntansi UPI

2.

2012 sd saat ini: Dosen tidak tetap Magister Akuntansi Trisakti

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Fakultas Ekonomi, program studi Akuntansi Unpad 2007-2011

2.

S2: Fakultas Ekonomi, program studi Akuntansi Unpad 2003-2005

3.

S1: FKIP, program studi pendidikan Akuntansi Unpas 1998-2000

4.

D3: Akuntansi UGM 1988-1991

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku teks pengayaan ekonomi akuntansi SMA SMK 2012 sd sekarang

2.

Buku teks Prakarya dan Kewirausahaan SMA 2013 sd sekarang

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1. 2007, Potensi E-learning Melalui Sistem Kuliah On-Line dalam Meningkatkan

Kualitas Pembelajaran di Prodi tata Niaga Jurusan Pendidikan Ekonomi FPEB-UPI

2. 2008, Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Manajemen Keuangan Dengan

Metode Participant Centered Learning ( Penelitian Pada Mahasiswa Program Studi

Tata Niaga UPI)

3.

2009, Pengembangan Ensiklopedi Digital Bidang Bisnis

4.

2009, Analisis kompetensi Individu Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Komitmen

Organisasional dan Implikasinya pada Pencapaian Kinerja Perguruan Tinggi

5. 2009, Integrasi Aspek Pedagogi dan Teknologi dalam Hybrid Learning,

Pengembangan Hybrid – Learning pada Prodi Pendidikan Manajemen Bisnis

6. 2011, Peningkatan Kualitas Pemahaman Materi Ajar Dasar Akuntansi Keuangan

Melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning Dengan Media Kartu Alir

(Flow Chart) (Penelitian pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Manajemen

Bisnis FPEB)

7.

2012, Analisis Faktor-Faktor Yang Dapat Mencegah Fraud di Lingkungan Perguruan

Tinggi Dalam Upaya Menciptakan Good University Governance

8. 2013, Metode Participant Centered Learning Dengan Strategi Pailkem Pada Mata

Kuliah Manajemen Keuangan

9. 2013, Model Audit Internal Sekolah untuk Mengevaluasidan Meningkatkan

Efektifi

tas Risk Management, Pengendalian dan Proses School Governance (Studi

Pada SMK Bersertifi

kasi ISO 9001:2008 di Bandung dan Cimahi)

10. 2013, Edukasi Early warning Fraud untuk BPR

11. 2014, Studi fenomenologis fraud, prevention dan detection

12. 2014, Edukasi Early Warning Fraud Dalam Upaya mewujudkan Akuntabilitas dan

Transparansi Bank Perkreditan Rakyat

13. 2015, Studi fenomenologis fraud, prevention dan detection

14. 2015, Fenomenologi fraud dalam kajian Holistik

15. 2016, Fenomenologi Fraud dalam kajian holistik tahun kedua

294

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Dr. Caecilia Tridjata Suprabanindya

Telp. Kantor/HP : 021-4895124

E-mail : sup[email protected]

Akun Facebook : [email protected]

Alamat Kantor : Gedung F, Kampus A Univ. Negeri Jakarta

Jl.Rawamangun Muka Jakarta Timur

Bidang Keahlian: Seni Rupa dan Kriya

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2010 – 2016 : Dosen di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas

Negeri Jakarta.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Fakultas Seni Rupa dan Desain/Prodi Ilmu Seni dan Desain/Institut Teknologi

Bandung (2010 - 2015)

2.

S2: Fakultas Seni Rupa dan Desain/Prodi Seni Murni/ Institut Teknologi Bandung

(1993 - 1998)

3.

S1: Fakultas Bahasa dan Seni/Jurusan Seni Rupa/Prodi Pendidikan Seni Rupa/IKIP

Jakarta (1982 - 1988)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

1.

Buku Teks Pelajaran Kerajinan SD/MI (2007)

2.

Buku Teks Pelajaran Kerajinan SMP/MTs (2007)

3.

Buku Teks Pelajaran Kerajinan SMA/MA (2007)

4.

Buku Teks Pelajaran Keterampilan Kelas VII, VIII, IX, X, XI, XII (2013)

5.

Buku Teks Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas VII, VIII, IX, X, XI, XII (2014,

2015)

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Penelitian Disertasi (2015) : “Tinjauan Estetik Psikosis pada Karya Lukis

Penyandang Skizofrenia” (Studi Kasus di Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia

2.

Penelitian Kelompok: Pembelajaran Teknik Ikat Celup dalam Upaya

Meningkatkan Kualitas Hidup Lanjut Usia (Suatu Studi Kasus di Sasana Tresna

Werdha, Ria Pembangunan, Cibubur, Jakarta Timur), Jakarta, November, 2007.

Lahir di Jakarta, 30 Juni 1962. Aktif di organisasi profesi APSI (Asosiasi Pendidik Seni

Indonesia). Terlibat di berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan para guru di

bidang pendidikan seni dan budaya di beberapa daerah dan menjadi narasumber

di berbagai forum diskusi serta seminar tentang terapi melalui seni dan menjadi

pembicara pada konferensi nasional. Saat ini penulis bekerja sebagai tenaga pengajar

di Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta. Selain itu

penulis juga terlibat aktif di Yayasan Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia sebagai

pembina dan tutor kegiatan seni rupa. Pengalaman profesional lainnya antara lain

menjadi: Assesor Program D-III dan S1 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi

pada tahun 2008-2009 dan Assesor Sertifi

kasi Guru di Universitas Negeri Jakarta pada

tahun 2008 dan 2009.

Prakarya dan Kewirausahaan

295

Nama Lengkap : Dr. Ir. Latif Sahubawa, M.Si

Telp. Kantor/HP : 0274-551218 / HP. 081392467235, 08170401593

E-mail

: [email protected], [email protected]

Akun Facebook : Latif Sahubawa

Alamat Kantor : Jurusan Ilmu Perikanan, Fak. Pertanian UGM

Jl. Flora No. 01, Kampus UGM Bulaksumur

Bidang Keahlian: Ilmu Perikanan

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

1.

2015 – 2017 : Ketua Tim Proyek Pengelolaan Sumber Daya Ikan Tuna dalam Upaya

Optimalisasi Pemanfaatan & Pengembangan Produk Komersial Menuju Pasar

Bebas MEA. Kerja sama Jurusan Perikanan dan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

2.

2015 – 2016 : Tenaga Ahli Perikanan pada Proyek Ketahanan dan Kedaulatan

Pangan. Puskapenas Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Kerja sama

dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Jakarta.

3.

2013 – 2016 : Tenaga Penelaah Buku Teks Prakarya & Kewirausahaan Tingkat SMP

dan SMA. Puskurkub, Diknas Jakarta.

4.

2014 : Ketua Tim Penyusunan Profi

l Potensi Perikanan & Kelautan Kabupaten

Bantul Berbasis SIG.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Doktor Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada (2013 - 2016)

2.

S2: Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada (1993 - 1995)

3.

S1: Sarjana Perikanan, Universitas Pattimura Ambon (1984 - 1988)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

1.

Prakarya dan Kewirausahaan Bidang Budi Daya Perikanan, Kelas X, XI, XII

(2016)

2.

Prakarya dan Kewirausahaan Bidang Budi Daya Perikanan, Kelas X, XI, XII

(2015)

3.

Prakarya dan Kewirausahaan Bidang Budi Daya Perikanan, Kelas IX & X

(2014)

4.

Prakarya dan Kewirausahaan Bidang Budi Daya Perikanan, KelasVII & VIII

(2013)

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

1.

Inovasi Desain Model Produk Kulit Ikan Pari Komersial dalam Upaya Peningkatan

Nilai Ekonomi dan Kapasitas Produk Usaha Mikro Perkulitan DIY. Hibah PUPT Dikti

Jakarta. (2016)

2.

Teknologi Penyamakan dan Pengolahan Produk Kulit Ikan Komersial. Hibah Buku

Teks Karya UGM, LPPM UGM. (2016)

3.

Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kulit Ikan Kakap menjadi Produk Kulit

Komersial Berbasis Ekspor. Hibah PUPT Dikti Jakarta. (2016)

4.

Inovasi Teknologi Pengolahan Limbah Kulit Ikan Kakap menjadi Produk Kulit

Komersial Berbasis Ekspor. Hibah PUPT Dikti Jakarta. (2015)

296

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Dr. Suci Rahayu, M.Pd

Telp. Kantor/HP : 08158721336

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : -

Alamat Kantor : Kampus A Universitas Negeri Jakarta. Jl.

Rawamangun Muka Raya

Bidang Keahlian: Tata Boga

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2010 – 2016: Dosen di Universitas Negeri Jakarta.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Fakultas/Jurusan/Program studi/Bagian dan nama lembaga

2.

S2: Fakultas PPS UNJ / Pendidikan Anak (2008-2011)

3.

S1: Fakultas Teknik UNJ/ IKK/ Tata Boga (1978-1982)

Judul Buku yang pernah ditelaah (10 Tahun Terakhir):

Kompetensi Pembelajaran

Judul Penelitian dan Tahun Terbit (10 Tahun Terakhir):

Tidak ada.

Lahir di Tegal, 15 Januari 1945. Menikah dan dikaruniai 2 anak. Saat ini menetap

di Jakarta. Aktif di organisasi profesi Guru. Terlibat di berbagai kegiatan di bidang

pendidikan dan bela Negara, beberapa kali menjadi narasumber di berbagai seminar

tentang kedaulatan Negara dan pancasila dan menjadi pembicara pada konferensi

internasional di Uruguay, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Prakarya dan Kewirausahaan

297

KATAKAN

TIDAK PADA

NARKOBA

Nama Lengkap : Dr. Kahfi

ati Khadar, MA

Telp. Kantor/HP : 022 2534095/0811218011

E-mail : kahfi

[email protected]

Akun Facebook : kahfi

ati

Alamat Kantor : jl. Ganesa 10 Bandung

Bidang Keahlian: Kriya/Desain -Tekstil

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2010 – 2016: Dosen Kriya Tekstil, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ITB.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

1.

S3: Fakultas Seni Rupa dan Desain /Program Studi Desain/ITB (2004-2009)

2. S2:

Textile for Future/Comtemporare Textile/Central Saint Martins College of Art/

University of Art London

, United Kingdom (2001-2003)

3.

S1: Fakultas Seni Rupa dan Desain /Desain Tekstil/ Program Studi Desain/ITB

(1994-1998)

298

Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK

Nama Lengkap : Heny Kusumawati, S.Si.,

Telp. Kantor/HP : (0272)322441

E-mail : [email protected]

Akun Facebook : Heny Kusumawati

Alamat Kantor : Jl. Ki Hajar Dewantoro, Klaten

Bidang Keahlian: Penulis, editor

Riwayat pekerjaan/profesi dalam 10 tahun terakhir:

2000 – 2016 : Penulis, editor di PT Intan Pariwara, Klaten.

Riwayat Pendidikan Tinggi dan Tahun Belajar:

S1 : Fakultas MIPA/Matematika/Matematika/Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

(1988 – 2004).

Judul Buku yang pernah di

edit

(10 Tahun Terakhir):

Buku Teks Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XII.

Profi

l Editor

MEMBANGUN

NEGERI

DE NGAN PAJAK