Gambar Sampul Geografi · Bab 6 Negara Maju dan Berkembang
Geografi · Bab 6 Negara Maju dan Berkembang
DanangEndarto

24/08/2021 15:28:36

SMA 12 K-13

Lihat Katalog Lainnya
Halaman

NEGARA MAJU DAN

NEGARA BERKEMBANG

BAB VI

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini Anda diharapkan mampu untuk menganalisis wilayah dan

perwilayahan negara maju dan berkembang.

Adapun hal-hal yang akan Anda pelajari sehubungan dengan tujuan pembelajaran tersebut

adalah:

1. pengertian negara maju dan negara berkembang,

2. ciri-ciri negara maju dan negara berkembang,

3. wilayah negara maju dan negara berkembang, dan

4.

usaha pengembangan wilayah negara maju dan negara berkembang.

uatu negara memiliki luas wilayah dengan berbagai macam ketampakan

alam yang berupa daerah pegunungan, daerah aliran sungai, atau fenomena-

fenomena lainnya. Dalam suatu negara terdapat berbagai macam kegiatan yang

mendukung keberadaan negara tersebut. Salah satu kegiatan yang utama dalam

suatu negara adalah perekonomiannya. Kegiatan perekonomian dari suatu

negara memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan apakah negara tersebut

termasuk dalam kategori negara maju atau negara berkembang. Dalam bab ini

akan dibahas lebih lanjut tentang negara maju dan negara berkembang.

S

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

146

Geografi SMA/MA Kelas XII

M

O T I V A S

I

Pada bab ini Anda akan diberikan pemahaman tentang ciri-ciri suatu negara maju dan

berkembang, potensi yang dimilikinya dan bagaimana pengembangannya, sehingga suatu

negara mencapai strata tertentu. Indonesia, negara kita yang kita cintai, masih tergolong

negara berkembang, oleh sebab itu merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama

Anda sebagai generasi penerus, untuk mengisi pembangunan ini agar bangsa kita menjadi

negara yang maju dan setara dengan negara-negara maju lainnya.

Mari kita belajar!

Negara Maju

dan Negara

Berkembang

Peta Konsep

x

Pengertian dan

Indikator Negara Maju

dan Berkembang

x

Pengertian Negara Maju

dan Negara Berkembang

x

Indikator Negara Maju dan

Negara Berkembang

x

Ciri-Ciri Negara

Maju dan Negara

Berkembang

x

Ciri-Ciri Negara Maju

x

Ciri-Ciri Negara

Berkembang

x

Wilayah Negara Maju

dan Negara

Berkembang

x

Usaha Pengembangan

Wilayah Negara Maju

dan Negara

Berkembang

Kata Kunci :

1. Negara maju

4. Ciri-ciri negara berkembang

2. Negara berkembang

5. Wilayah

3. Ciri-ciri negara maju

6. Pengembangan wilayah

Mempelajari tentang

Meliputi

Meliputi

Negara Maju dan Negara Berkembang

147

A. Pengertian dan Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang

Pengelompokan negara-negara di dunia ada berbagai cara, misalnya

berdasarkan politik yang berlaku di suatu negara, mayoritas bangsa yang ada,

atas dasar pengikut agama, atau berdasarkan kemajuan perekonomiannya. Salah

satu yang sering digunakan dalam pengelompokan negara adalah berdasarkan

tingkat kemajuan perekonomian dan teknologinya. Berdasarkan per-

ekonomiannya pengelompokan negara dibedakan menjadi negara pertama,

kedua, dan ketiga. Kelompok negara pertama dan kedua adalah negara-negara

maju, kaya, atau

developed

. Kelompok negara ketiga adalah negara-negara

sedang berkembang yang juga disejajarkan dengan negara miskin,

backword,

atau

underdeveloped

.

a. Negara Maju

Negara maju adalah negara-negara industri yang sudah berhasil dalam

pembangunan di segala bidang. T

ermasuk kelompok negara maju antara lain

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat (negara-negara kapitalis).

b. Negara Berkembang

Negara berkembang atau negara ketiga adalah negara yang baru saja

merdeka dari penjajahan negara maju, dan dicirikan dengan pelaksanaan

pembangunan yang sedang giat-giatnya. Kelompok negara berkembang adalah

kelompok negara-negara yang meliputi negara-negara di Amerika Latin, Afrika

dan Asia kecuali Jepang, Singapura, dan Korea.

2. Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

Indikator-indikator yang digunakan untuk membedakan antara negara maju

dengan negara berkembang adalah sebagai berikut.

a. Pendapatan Per kapita

Pendapatan perkapita

(income per capita)

penduduk dari setiap negara

selalu mengalami perubahan, dan biasanya bergerak naik. Tingginya pendapatan

per kapita mencerminkan tingkat kemakmuran dan kemajuan dari suatu negara.

b. Jumlah Tenaga Kerja

Negara-negara berkembang pada umumnya merupakan negara-negara

agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Kegiatan

pertanian pada umumnya menyerap banyak tenaga kerja, karena di samping

metode pertaniannya masih tradisional, lapangan kerja di luar pertanian juga

tidak banyak tersedia, sedangkan di negara maju lapangan kerja yang ada

biasanya lebih terbuka dan beragam.

148

Geografi SMA/MA Kelas XII

B

ERPIKIR

K

RITIS

c. Penggunaan Sumber Tenaga Mesin dan Listrik

Penggunaan mesin dan listrik berhubungan dengan kemajuan teknologi

suatu negara dan juga pendapatan per kapita dari penduduk. Semakin tinggi

teknologi dan pendapatan perkapita penduduk di suatu negara, berarti semakin

tinggi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan sebagai sumber tenaga.

d. Angka Harapan Hidup

(Life Expectancy)

Pencapaian tingginya angka harapan hidup sangat berhubungan dengan

ketersediaan fasilitas kesehatan, sedangkan kemampuan untuk menyediakan

fasilitas tersebut berhubungan dengan tingkat kemajuan ekonomi yang dicapai.

Di beberapa negara maju angka harapan hidup penduduk mencapai 60 tahun

ke atas, tetapi di negara-negara berkembang angka harapan hidup penduduknya

sebagian besar masih berada di bawah 60 tahun.

e. Mata Pencaharian dan Penggunaan Lahan

Negara-negara maju sebagian besar penduduknya bekerja di bidang

perindustrian. Industri yang berkembang tersebut merupakan industri berat

seperti galangan kapal, pembuatan pesawat terbang, dan peleburan besi baja.

Negara-negara berkembang sebagian besar penduduknya masih mengandalkan

bidang pertanian. Pada umumnya lahan pertanian masih tersedia sangat luas.

Salah satu contoh negara berkembang adalah India merupakan negara agraris,

dan hampir 70% penduduk India bekerja sebagai petani.

f. Indeks Statistik Negara (Indeks Teknologi dan Indeks Demografi)

Indeks teknologi meliputi GNP

(Gross National Product)

, produksi energi,

konsumsi industrialisasi, transportasi, dan perdagangan. Indeks demografi

meliputi jumlah penduduk, tingkat kelahiran dan kematian, kepadatan penduduk,

dan tingkat pertumbuhan penduduk.

Carilah buku-buku di perpustakaan yang membahas tentang negara maju

dan negara berkembang. Carilah perbedaan struktur mata pencaharian

antara negara berkembang dengan negara maju. Catatlah hasil pekerjaan

Anda pada sehelai kertas, hasilnya serahkan kepada bapak atau ibu guru

untuk dinilai.

B. Ciri-Ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

Berdasarkan tingkat pendapatan per kapita, dan tinggi rendahnya kualitas

penduduk, dapat dilihat perbedaan yang mencolok antara negara maju dan

negara berkembang. Berikut adalah ciri-ciri negara maju dan negara

berkembang.

Negara Maju dan Negara Berkembang

149

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

1. Ciri-Ciri Negara Maju

Negara maju adalah negara yang kehidu-

pannya bercorak industri yang mempunyai ciri-

ciri sebagai berikut.

a. Pendapatan rata-rata per kapita penduduk

pada umumya tinggi.

b. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata

tinggi.

c. Angka harapan hidup penduduk rata-rata tinggi.

d. Angka pertumbuhan penduduk per tahun relatif kecil.

e. Angka kematian penduduk per tahun relatif kecil.

f. Kehidupannya bercorak ekonomi pasar.

g. Lapangan kerjanya luas dan beragam.

h. Kegiatan ekonomi sebagian besar di sektor industri, begitu juga dengan

komoditi ekspornya.

i. Mayoritas penduduknya tinggal di kota.

j. Tingkat kesehatan penduduknya relatif tinggi.

2. Ciri-Ciri Negara Berkembang

Ciri-ciri umum dari negara berkembang antara lain sebagai berikut.

a. Pendapatan rata-rata per kapita penduduk pada umumya rendah.

b. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata rendah.

c. Angka harapan hidup penduduk rata-rata rendah.

d. Angka pertumbuhan penduduk per tahun cukup tinggi.

e. Angka kematian penduduk per tahun relatif tinggi.

f. Mata pencaharian penduduk umumnya bercorak agraris.

g. Lapangan kerjanya sempit.

h. Komoditi ekspor berupa bahan mentah bukan bahan olahan.

i. Mayoritas penduduknya tinggal di pedesaan.

j. Tingkat kesehatan penduduknya rendah.

k. Angka pengangguran penduduk tinggi.

Carilah artikel dari berbagai media masa tentang kondisi ekonomi di negara-

negara berkembang. Menurut Anda mengapa di negara berkembang

perkembangan ekonominya berjalan lambat tidak seperti di negara-negara

maju? Tulislah pendapat Anda pada selembar kertas dan serahkan kepada

bapak atau ibu guru untuk dinilai.

Pengelompokan suatu negara

menjadi negara maju dan berkem-

bang umumnya didasarkan pada

sektor ekonomi dan teknologi.

GeoPrinsip

150

Geografi SMA/MA Kelas XII

C. Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang

Negara-negara di dunia dilihat dari kemampuan ekonominya, dibagi

menjadi dua kelompok, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara-

negara di Eropa dan negara-negara di Amerika Utara sebagian besar merupakan

kelompok negara-negara maju. Negara-negara yang termasuk dalam kelompok

negara berkembang sebagian besar adalah negara di Asia, Afrika, dan Amerika

Latin. Berikut beberapa contoh negara maju dan negara berkembang yang akan

dipelajari dalam bab ini.

1. Negara-Negara Maju

a. Amerika Serikat

1) Kondisi Fisik

Amerika Serikat terletak di Benua Amerika, dengan ibu kota negara

Washington DC. Negara federal ini terdiri atas 48 negara bagian yang

berdampingan dan 2 negara bagian yang terpisah, yaitu Alaska dan Hawaii.

Luas wilayahnya adalah 9.371.829 km

2

. Batas-batas wilayah Amerika Serikat

adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Kanada.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Meksiko dan Meksiko.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Atlantik.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Pasifik.

Gambar 6.1

Peta negara Amerika Serikat

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

151

Secara geografis, terdapat berbagai variasi di wilayah Amerika Serikat. Nega-

ra bagian Alaska yang terpisah dan terletak di kawasan paling utara memiliki ciri-

ciri geografis tersendiri dan berbeda dengan 48 negara bagian lainnya. Alaska

adalah wilayah negara bagian Amerika Serikat yang terluas, yang berbatasan

dengan Rusia di Selat Bering.

Wilayah negara bagian Amerika Serikat yang berdampingan terbagi atas

enam bagian, yakni Pegunungan Pantai Pasifik, Pegunungan Rocky Mountains,

Wilayah antarpegunungan

(Intermontane Region)

, Dataran Pantai Atlantik, Pe-

gunungan Appalachia, dan Dataran Rendah Pedalaman.

a) Pegunungan Pantai Pasifik, kawasan ini terletak di sebelah barat meliputi

Pegunungan Cascade, Pegunungan Sierra Nevada, dan rangkaian pegu-

nungan sepanjang pantai Pasifik dari Washington hingga California. Pegu-

nungan Cascade terletak di antara dataran rendah Selat Puget dan Plato

Columbia. Pegunungan Sierra Nevada merupakan daerah pariwisata kare-

na pemandangannya yang indah.

b) Pegunungan Rocky Mountains, kawasan ini merupakan sistem pegunungan

terbesar di Amerika Utara, meluas dari Pegunungan Brooks di Alaska Utara

sampai Pegunungan Sangre de Cristo di New Mexico Utara.

c) Wilayah antarpegunungan, kawasan ini terletak di sebelah barat Pegunungan

Rocky Mountains, merupakan wilayah paling kering di Amerika Serikat

dan penghuninya sangat sedikit. Wilayah yang terletak antara Pegunungan

Rocky Mountains dan Pegunungan pantai Pasifik ini merupakan daerah gurun,

plato, dan cekungan-cekungan. Wilayah ini terbagi tiga, yaitu Great Basin,

Plato Colorado, dan Plato Columbia. Great Basin berupa gurun dengan danau

terbesarnya, yaitu Danau Great Salt.

d) Dataran Pantai Atlantik, kawasan

ini merupakan dataran rendah

yang mencakup pesisir Teluk

Mexico. Teluk terbesar di kawasan

ini terletak di Pantai Atlantik, yak-

ni Teluk Chesapeake di ujung Su-

ngai Susquehanna. Dataran pesi-

sir Teluk Mexico dilalui Sungai

Missisippi, sungai ini membentuk

delta besar ketika memasuki Te-

luk Mexico. Daerah sekitar delta

merupakan tanah aluvial yang

subur.

Gambar 6.2

Peta pesisir Teluk Mexico.

Sumber: Atlas Indonesia dan Dunia, 2004

152

Geografi SMA/MA Kelas XII

e) Pegunungan Appalachia, kawasan ini melajur dari Pegunungan Adirondack

ke arah barat daya hingga Alabama. Sebagian besar gunung-gunung tidak

begitu tinggi sehingga bisa dibangun jaringan jalan raya.

f) Dataran Daerah Pedalaman, kawasan ini terbentang mulai dari Plato

Allegheny di sebelah timur sampai kaki Pegunungan Rocky Mountains di

sebelah barat. Kawasan ini terbagi dua, yaitu dataran rendah tengah dan

Great Plains. Wilayah Great Plains yang terdapat di bagian barat merupakan

daerah yang subur.

2) Kondisi Sosial

Penduduk Amerika Serikat pada tahun 2002 berjumlah 291 juta jiwa, dengan

rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 1%. Jumlah penduduk di Amerika Serikat

tersebut menempati urutan ke 3 di dunia.

3) Kondisi Ekonomi

Data dari UNDP mengenai GDP (

Gross Domestic Product

), Amerika Serikat

menduduki peringkat ke-4 dari 177 negara di dunia dengan nilai 35.750 US$.

Sekitar 17% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagai negara

industri paling maju di dunia, hampir 80% dari seluruh hasil produksinya

diperoleh dari sektor industri. Lokasi industri berat berada di Pittsburgh,

Pennsylvania, dan Ohio.

4) Kondisi Budaya

Penduduk pribumi pertama Amerika Serikat adalah orang Indian. Negara

bagian Alaska memiliki komposisi etnis yang berbeda dengan negara-negara

bagian lainnya. Penduduk Alaska terdiri atas orang Eskimo, Indian, dan Aleut

yang tergolong penduduk pribumi. Sekarang ini penduduk yang mendominasi

di Amerika Serikat adalah penduduk kulit putih yang dulunya adalah imigran

dari Eropa.

Bentuk kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat sudah terjalin dengan

baik. Tetapi setelah peristiwa hancurnya gedung WTC (

World Trade Center

)

tahun 2001 yang berkaitan dengan aksi terorisme, hubungan Indonesia dengan

Amerika Serikat agak merenggang. Contoh bentuk kerja sama Indonesia dengan

Amerika Serikat antara lain:

a) adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Amerika Serikat,

b) hubungan perdagangan, di mana banyak perusahaan Amerika Serikat yang

menanamkan modalnya di Indonesia,

c) Amerika Serikat ikut berperan membantu ASEAN (Indonesia adalah salah

satu anggota ASEAN),

d) adanya pertukaran pelajar dan mahasiswa antardua negara, dan

e) Amerika Serikat merupakan negara investor ke-3 untuk Indonesia setelah

Jepang dan Hongkong, khususnya di bidang industri.

Negara Maju dan Negara Berkembang

153

A

YO

M

ENELITI

1. Carilah data-data negara maju sebagai berikut:

Inggris (Eropa), Korea Selatan (Asia), dan Kanada (Amerika) dengan

memenuhi aspek-aspek yang ditentukan pada tabel di bawah ini.

2. Carilah sumber dari pustaka-pustaka pengetahuan populer, internet,

ensiklopedi, atau penelitian para ahli.

3. Bandingkan ketiga negara tersebut, dan tariklah sebuah kesimpulan/

ulasan secukupnya.

4. Kerjakan secara berkelompok 3–4 orang tiap kelompok.

5. Presentasikan hasilnya di depan kelas dan mintalah tanggapan dari

bapak atau ibu guru.

Keadaan Negara-Negara di Dunia

No

1. Letak/posisi negara

2. Kondisi fisik

3. Komoditi ekspor/

impor

4. Kondisi sosial

5. Kondisi ekonomi

6. Kondisi budaya

7. Kependudukan

8. Stabilitas politik

9 dst ...

Ulasan

....

....

....

....

....

....

....

....

....

Kanada

(Amerika)

Korea Selatan

(Asia)

Inggris

(Eropa)

Topik

Negara

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

154

Geografi SMA/MA Kelas XII

b. Belanda

1) Kondisi Fisik

Dilihat dari keadaan alamnya, Belanda terletak pada dataran rendah Eropa.

Wilayahnya sempit dan sebagian daerahnya berada di bawah permukaan air

laut. Sebagian wilayahnya merupakan hasil

pengeringan laut yang dibendung, oleh kare-

na itu sering disebut “

Netherlands

” yang be-

rarti tanah rendah. Hampir seperlima dari

Negara Belanda terdiri atas air dan dua perli-

manya terletak di bawah permukaan laut

(depresi kontinental). Secara astronomis, Be-

landa berada pada posisi 50

°

LU – 53

°

LU

dan 3

°

BT – 7

°

B

T. Ibu kota Belanda adalah

Amsterdam, dengan luas wilayahnya adalah

41.160 km

2

. Batas-batas wilayah Belanda ada-

lah sebagai berikut:

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut

Utara.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Belgia.

Di Belanda terdapat polder yaitu

tanah yang berada di bawah per-

mukaan air laut, setelah airnya

dipompa keluar kemudian tanah-

nya dikeringkan sebagai lahan

pertanian. Dampak yang timbul

dari adanya polder adalah peruba-

han besar dalam pertanian, urba-

nisasi berlangsung dengan cepat,

naiknya kekayaan dan mobilitas

penduduk, meningkatnya per-

mintaan untuk daerah rekreasi,

dan meningkatnya kebutuhan

akan pengelolaan lingkungan.

InfoGeo

Gambar 6.3

Peta Negara Belanda

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

155

c) Sebelah barat berbatasan dengan

Laut Utara.

d) Sebelah timur berbatasan de-

ngan Jerman.

2) Kondisi Sosial

Daerah paling padat penduduk-

nya di Belanda adalah Kawasan Rand-

stad yang terdiri atas Holland Utara,

Holland Selatan, dan Utrecht. Lebih

dari 46% penduduknya menghuni

kawasan Amsterdam, Haarlem, Den

Haag, Rotterdam, dan Utrecht. Pada

tahun 2002, penduduk Belanda ber-

jumlah 16,1 juta jiwa dengan rata-rata

pertumbuhan penduduk 0,6% per tahun. Angka harapan hidup di Belanda

telah mencapai angka 78,3 tahun, tetapi 10,5% dari jumlah penduduk dewa-

sanya tidak mempunyai keterampilan membaca dan menulis.

3) Kondisi Ekonomi

Dari data UNDP, pada tahun 1990-2000 jumlah penduduk Belanda yang

hidup di bawah garis kemiskinan sekitar 7,3% dan jumlah tenaga kerja yang

ada masih menganggur 0,8%. Pendapatan per kapita pada tahun 2002

mencapai 29,100 US$, dengan rata-rata pertumbuhan tahunannya sekitar

2,2%.

Negara Belanda perekonomiannya didukung oleh beberapa bidang antara

lain bidang industri, pertanian, dan perdagangan. Pengembangan pertanian

yang sangat menonjol di Belanda adalah pertanian intensif. Pengembangan

pertanian intensif didorong oleh:

a) tanah yang subur, iklimnya baik, dan persediaan air cukup,

b) bahan makanan mudah dipasarkan, dan

c) murahnya bahan makanan ternak.

Daerah peternakan penting adalah daerah Randstad, merupakan daerah

padang rumput sebagai sumber utama makanan ternak, tetapi hanya dapat

digunakan pada akhir bulan April sampai November. Usaha peternakan terutama

ditujukan untuk produksi susu, mentega, dan keju. Tempat pembuatan keju

yang terkenal adalah Edam dan Gouda.

Ada dua jalur daerah industri di Belanda, yaitu Zone Amsterdam – Laut

Utara dan Zone Rotterdam – Europort. Sumber tenaga industri Belanda adalah

minyak bumi yang kebanyakan diimpor, karena hanya sedikit yang dihasilkan

dari negara Belanda. Untuk memenuhi sumber tenaga yang semakin meningkat

digunakan gas alam yang didapat dari sumber gas alam di wilayah Gronigen (di

utara) yang dialirkan melalui pipa-pipa.

Gambar 6.4

Kincir angin merupakan ciri khas Negara

Belanda.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

156

Geografi SMA/MA Kelas XII

4) Kondisi Budaya

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Belanda dari rumpun Jerman. Dalam

bidang kebudayaan, Belanda termasuk negara yang maju dalam bidang IPTEK

dan kesenian. Belanda memiliki ahli-ahli dalam bidang filsafat, seni lukis, musik,

sastra, sains, dan ekonomi. Indonesia dan Belanda mempunyai hubungan

bersejarah sehingga terjadi hubungan yang erat, baik diplomatik, sosial, budaya,

ekonomi, maupun IPTEK. Contoh bentuk kerja sama Indonesia dengan Belanda

antara lain:

a) pertukaran kesenian antardua negara,

b) kerja sama di bidang ekspor impor,

c) investasi modal dalam bidang pertambangan, peternakan, perindustrian,

pelayaran, dan penerbangan,

d) pertukaran pelajar dan mahasiswa serta para cendekiawan,dan

e) kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan wilayah Indonesia.

c. Jerman

Gambar 6.5

Peta Negara Jerman

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

157

1) Kondisi Fisik

Dilihat dari fisiografisnya wilayah Jerman dibagi menjadi tiga kawasan,

sebagai berikut.

a) Dataran rendah utara yang luas dan pantai utara yang penuh dengan

endapan lumpur dari Sungai Ems, Weser, dan Elbe.

b) Bagian tengah berupa dataran tinggi yang terdiri atas plato-plato. Tanah

tinggi tengah yang dialiri oleh Sungai Rhein.

c) Di bagian selatan terdapat Pegunungan Alpen yang mencapai puncak

tertingginya.

Luas wilayah negara Jerman adalah 357.050 km

2

. Batas-batas wilayah

Jerman adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Baltik dan Denmark.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Swiss dan Austria.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Polandia dan Republik Ceko.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Prancis, Belgia, Belanda, dan Laut Utara.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk negara Jerman pada tahun 2002 adalah 82,4 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 0,2% per tahun. Data dari UNDP

angka harapan hidup di Jerman pada tahun 2002 telah mencapai 78,2 tahun.

Jerman mempunyai beberapa daerah yang penduduknya sangat padat dan

tersebar di sepanjang sungai Rhein, Ruhr Hanover, kota pelabuhan Hamburg,

Bremen, daerah sekitar Nurnberg, dan Munchen. Daerah yang penduduknya

jarang terletak di Pegunungan Alpen.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita negara

Jerman adalah 27,100 US$. Pada

tahun 1990 sampai tahun 2000,

sekitar 8,3% dari penduduk Jerman

hidup di bawah garis kemiskinan.

Jumlah tenaga kerja yang masih

menganggur 4,1% dari keseluruhan

tenaga kerjanya.

Di Jerman, sektor pertanian memegang peranan penting. Daerah pertanian

di Jerman antara lain terdapat di daerah-daerah sebagai berikut.

a) Pegunungan Alpen dan daerah Bavaria Utara menghasilkan padi.

b) Luneberg Heide menghasilkan kentang.

c) Lembah Sungai Rhein, Sungai Mosil, Hellborn bagian utara, dan Stuttgart

adalah penghasil anggur.

Daerah peternakan utama terdapat di sepanjang perbatasan Belanda melalui

Sungai Elbe sampai ke Schleswig-Holstein dan di kaki Pegunungan Alpen.

Jerman merupakan negara industri di Eropa dan menghasilkan berbagai produk

industri dunia.

Gambar 6.6

Gedung Reichstag di Berlin.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

158

Geografi SMA/MA Kelas XII

4) Kondisi Budaya

Bahasa resmi adalah bahasa Jerman, yang merupakan rumpun bahasa Indo-

Eropa. Pemerintah menangani masalah pendidikan dan menetapkan usia 6

sampai 16 tahun merupakan usia wajib belajar. Jerman dan Indonesia menjalin

kerja sama di beberapa bidang. Contoh bentuk kerja sama Jerman dan Indonesia,

antara lain:

a) adanya hubungan hubungan diplomatik antara kedua negara dan

b) di bidang perdagangan adanya kerja sama ekspor impor.

d. Jepang

1) Kondisi Fisik

Jepang terdiri atas empat pulau utama, sebuah kepulauan besar dan banyak

pulau kecil. Sebagian besar daratannya berada di empat pulau utama, yaitu

pulau Hokaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Garis pantai yang panjang dan

berlekuk-lekuk, dengan pelabuhan-pelabuhan alamnya serta perairan yang

terlindung sangat menguntungkan Jepang sebagai negara maritim. Luas negara

Jepang adalah 370.370 km

2

. Batas-batas negara Jepang adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhotsk.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Samudara Pasifik.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Laut Jepang dan Selat Korea.

Gambar 6.7

Peta Negara Jepang

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

159

Di Kepulauan Jepang terdapat

sekitar 192 gunung api aktif dan

20% dari seluruh permukaan wilayah

di negeri ini tertutup oleh endapan

vulkanis. Gempa bumi sering terja-

di di negara Jepang, setiap tahun

bisa mencapai ribuan kali. Jepang

adalah negara yang kekurangan data-

ran rendah, hanya sekitar 13% dari

seluruh wilayah daratannya yang da-

pat dibudidayakan. Curah hujan di

Jepang umumnya tinggi, terutama

di wilayah yang berupa kepulauan.

2) Kondisi Sosial

Pada tahun 2002, jumlah penduduk mencapai 127,5 juta jiwa dengan

rata-rata pertumbuhan penduduk 0,5% per tahun. Angka harapan hidup di

negara ini menduduki peringkat pertama pada tahun 2002 yaitu mencapai

81,5 tahun. Penduduk Jepang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan

mencapai angka 11,8% pada tahun 1990-2000, sedangkan penduduk yang

masih menganggur mencapai 1,7% dari jumlah usia kerjanya.

3) Kondisi Ekonomi

Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang masuk dalam kategori

negara maju, dan bisa disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Kecanggihan teknologi yang dimiliki Jepang merupakan salah satu cirinya

sebagai negara maju.

Pendapatan per kapita negara Jepang mencapai 26,940 US$. Hasil utama

pertanian di Jepang adalah bahan pangan, hampir keseluruhan tanah pertanian

ditanami tanaman pangan. Sekitar tiga perempat hasilnya adalah bahan pangan,

terutama padi.

Land reform

menjadi dasar penting dalam perekonomian Jepang.

Adanya bibit unggul yang tahan beku juga memungkinkan tanaman pangan

ditanam pada ketinggian 900 m, sehingga keadaan cuaca yang merugikan

jarang memengaruhi hasil panen padi.

Hutan di negara Jepang mencakup sekitar 67% dari seluruh wilayah daratan,

namun hanya sekitar 27% hutan yang diusahakan secara komersial. Hal ini

disebabkan sebagian besar hutan di Jepang berada di daerah pegunungan yang

tidak terjangkau. Selain hasil hutan, Jepang juga memanfaatkan hasil laut yaitu

ikan. Di Jepang, ikan merupakan sumber protein utama. Tangkapan ikan ini

berasal dari arus dingin

Oyashiwo

dan arus panas

Kuroshiwo

, kedua arus ini

bertemu di Teluk Unubo (Honshu).

Gambar 6.8

Gunung Fuji dengan puncak salju

fenomena alam yang sangat terkenal di negara Jepang.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

160

Geografi SMA/MA Kelas XII

T

ANGGAP

F

ENOMENA

4) Kondisi Budaya

Agama menjadi sumber inspirasi bagi kesenian Jepang. Agama dan

keyakinan utama di Jepang adalah Buddha, Shinto, dan Khong Hu Chu. Seni

merangkai bunga

(Ikebana)

dan bonsai adalah salah satu ciri khas dari negara

Jepang. Di Jepang juga terdapat kebudayaan pesta perjamuan minum teh yang

disebut dengan istilah

Chanoyu

, dan terdapat seni sandiwara boneka yang

disebut dengan istilah

Joluri

. Selain itu di Jepang terdapat seni beladiri judo

dan karate yang merupakan budaya asli dari negara ini. Wajib belajar dikenakan

pada anak usia 6-15 tahun dan pendidikan diberikan secara cuma-cuma.

Jepang dan Indonesia mempunyai hubungan diplomatik yang diterapkan

dalam bentuk kerja sama antara lain:

1) kerja sama di bidang ekspor impor. Jepang merupakan negara tujuan ekspor

utama Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang adalah minyak bumi mentah,

gas alam cair, aluminium, bijih logam, besi, timah, tembaga, kayu lapis,

dan kopi,

2) Jepang menjadi negara investor utama bagi Indonesia terutama di bidang

industri otomotif dan elektronik, dan

3) Jepang merupakan negara donatur bagi Indonesia.

1. Negara-negara maju sekitar tahun 1900-an membentuk G-8, yaitu

organisasi dengan anggota 8 negara maju di dunia!

a. Sebutkan anggota G-8!

b. Apa latar belakang dan tujuan dari G-8!

2. Kerjakan di buku tugas Anda, beri ulasan menurut pendapat Anda!

3. Kumpulkan pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

2. Negara-Negara Berkembang

a. Indonesia

1) Kondisi Fisik

Indonesia secara astronomis terletak antara 6

°

LU – 11

°

LS dan 95

°

BT –

141

°

B

T. Kepulauan Indonesia seluruhnya terletak di daerah tropis dan bagian

dari iklim musim Indo-Australia yang berciri temperatur tinggi, udaranya basah,

dan curah hujan yang tinggi. Indonesia merupakan daerah iklim musim yang

paling kontras di dunia, hal ini karena pengaruh dari Benua Asia dan Australia

(Angin Muson Barat dan Muson Timur). Pada bagian tenggara kepulauan

Indonesia, iklimnya lebih kering, hal ini karena pengaruh angin anti siklon dingin

dari Australia, karena itu di Nusa Tenggara Timur banyak dijumpai daerah sabana.

Negara Maju dan Negara Berkembang

161

Batas-batas negara Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Filipina, dan

Samudra Pasifik.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Australia, Timor Leste, dan Samudra

Hindia.

c) Sebelah barat berbatasan dengan Laut Andaman dan Samudra Hindia.

d) Sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Di wilayah Indonesia terdapat 3 Sistem pegunungan, sebagai berikut.

a) Sistem Pegunungan Sirkum Mediterania

Sistem ini memanjang dari Pegunungan Atlas (Afrika Utara) yang

bersambung dengan Pegunungan Alpen (Eropa Selatan) dan Pegunungan

Himalaya (Asia). Pegunungan tersebut berbelok ke selatan dan berangkai dengan

pegunungan-pegunungan lipatan di Kepulauan Indonesia. Kelanjutan jalur

pegunungan Sirkum Mediterania di Indonesia terbagi, sebagai berikut.

(1) Busur Luar

Jalur pegunungan busur luar bersifat nonvulkanik, artinya tidak

menampakkan sifat-sifat kegunungapian, tetapi hanya rangkaian

pegunungan lipatan. Jalur pegunungan ini sebagian berada di bawah laut.

Busur luar berpangkal di Pulau Simelue, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai,

Pulau Enggano kemudian sebagian tenggelam (berada di bawah laut)

sepanjang bagian selatan Pulau Jawa dan muncul kembali di atas permukaan

bumi di Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Pulau Babar, Kepulauan

Kai, Pulau Seram, dan berakhir di Pulau Buru.

Gambar 6.9

Peta Negara Indonesia

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

162

Geografi SMA/MA Kelas XII

(2) Busur Dalam

Jalur pegunungan busur dalam bersifat vulkanis, artinya selain

merupakan rangkaian pegunungan lipatan, juga merupakan ketampakan

dari kegunungapian. Busur dalam membujur sepanjang Bukit Barisan di

Pulau Sumatra, pegunungan yang ada di seluruh Pulau Jawa, Pulau Bali,

Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Solor, Pulau Wetar,

Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Saparua.

b) Sistem Pegunungan Sirkum Pasifik

Sirkum ini dimulai dari pegunungan Andes (Amerika Selatan) bersambung

dengan Pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di Amerika Utara, kemudian

berbelok ke Kepulauan Jepang dan bersambung dengan pegunungan di

Kepulauan Filipina. Pada akhirnya jalur pegunungan ini bercabang dua di wilayah

Indonesia, yaitu sebagai berikut.

(1) Cabang I dimulai dari Pulau Luzon bersambung dengan pegunungan di

Kalimantan melalui Pulau Palawan dan Pulau Sulu.

(2) Cabang II dimulai dari Pulau Luzon, Pulau Samar, dan Pulau Mindanau

bersambung ke Kepulauan Sangihe dan berakhir di Sulawesi.

c) Sistem Pegunungan Sirkum Australia

Terbentang sepanjang sumbu sentral Irian selanjutnya ke Australia bagian

timur terus ke Selandia Baru. Letak Indonesia secara tektonik merupakan daerah

tumbukan antarlempeng (lempeng Asia vs lempeng Samudra Hindia, lempeng

Asia vs lempeng Samudra Pasifik, lempeng Asia vs lempeng Filipina, serta

lempeng Australia vs lempeng Pasifik), yang berakibat:

(1) Indonesia terletak di busur luar nonvulaknik dan busur dalam vulkanik.

(2) Indonesia kaya akan pegunungan dan komplek gunung berapi di sepanjang

Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi (terutama bagian utara),

Kepulauan Maluku, dan di wilayah Papua.

(3) Persebaran laut dangkal, paparan, serta laut dalam (palung) yang tidak merata.

(4) Sering terjadi gempa bumi.

(5) Persebaran sumber daya alam yang tidak merata, Indonesia bagian barat

didominasi minyak dan gas bumi, batu bara, dan sedikit mineral, sedangkan

Indonesia bagian timur kaya akan mineral, sedikit batubara, minyak, dan

gas bumi.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2002 mencapai 217.1 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai angka 1,8% per tahun.

Angka harapan hidup mencapai 66,6 tahun. Tingkat pendidikan dari penduduk

yang melek huruf (mampu membaca dan menulis) sekitar 87.9%, dengan rasio

penduduk yang pernah masuk SD dan SMP masing-masing menunjukkan angka

92% dan 47%. Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan pada

tahun 1990-2001 sekitar 27,1%.

Negara Maju dan Negara Berkembang

163

3) Kondisi Ekonomi

Pada tahun 2002, pendapatan per kapita

negara Indonesia mencapai 3.230 US$, dengan

rata-rata pertumbuhan GDP 2,1%. Mata

pencaharian penduduk sebagian besar di bidang

pertanian (agraris), dan sebagian besar pendu-

duknya tinggal di wilayah pedesaan.

4) Kondisi Budaya

Penduduk Indonesia terdiri atas berbagai

suku, dengan bahasa, agama, dan adat yang

beranekaragam. Keanekaragaman alam,

penduduk, dan budaya merupakan ciri dan

kekuatan bangsa Indonesia. Dengan semboyan

“Bineka Tunggal Ika”, artinya berbeda-beda

tetapi tetap satu, mencerminkan bahwa

perbedaan etnis tidak perlu dipertentangkan

karena akan merusak persatuan dan kesatuan

bangsa.

b. India

Gambar 6.10

Monumen Nasional

(Monas) di Jakarta.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Gambar 6.11

Peta Negara India

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

164

Geografi SMA/MA Kelas XII

1) Kondisi Fisik

Luas wilayah negara India yang berupa semenanjung ini adalah 3.316.500

km

2

. Secara astronomis India terletak pada 8

°

LU – 37

°

LU dan 18

°

BT –

97

°

BT.

Batas-batas Negara India adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Nepal, Bhutan, dan Cina.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Sri Lanka dan Samudra Hindia.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Bangladesh, Myanmar, dan Teluk

Benggala.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan dan Laut Arab.

Berdasarkan bentang alamnya India dapat dibagi atas tiga daerah, yaitu

daerah pegunungan Himalaya, dataran rendah Gangga, dan semenanjung

bagian selatan.

a) Daerah Pegunungan Himalaya

Terdiri atas deretan pegunungan dengan dataran tinggi dan lembah besar,

di antaranya Dataran Tinggi Kashmir dan Lembah Kulu.

b) Dataran Rendah Gangga

Daerah ini terbentuk oleh Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai

Brahmana. Daerah ini merupakan daerah aluvial dengan permukaan sangat

datar. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah pertanian yang terpenting

di India karena dasar lembah ini merupakan akumulasi pasir dan tanah liat, dan

merupakan daerah subur.

c) Semenanjung Bagian Selatan

Daerah ini umumnya terdiri atas perbukitan dan pegunungan. Tanaman

terpenting di daerah ini adalah gandum dan kapas. Di bagian timur terdapat

dataran tinggi yang banyak mengandung mineral. Daerah di bagian barat Dekan

merupakan plato tanah hitam banyak ditanami sorgum dan kapas. Pantai barat

merupakan jalur dataran rendah dan jalur lereng tebing yang sempit.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk India pada tahun 2002 mencapai 1.049,5 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 1,9% per tahun. Angka harapan hidup

di negara ini mencapai 63,7 tahun.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita negara India pada tahun 2002 mencapai angka

2,670 US$. Perekonomian India bertumpu pada pertanian, dan hampir tiga

perempat wilayah pertanian ditanami tanaman pangan, salah satunya yaitu padi.

Ladang gandum meliputi sepertiga lahan pertanian India. Dalam bidang industri

India memiliki dua kelompok industri utama, yaitu industri tradisional (kerajinan)

dan industri besar. Produk dari kerajinan ini adalah

khadi,

yaitu sejenis pakaian

yang ditenun dengan teknik tradisional.

Negara Maju dan Negara Berkembang

165

B

ERPIKIR

K

RITIS

4) Kondisi Budaya

Penduduk India tergolong

dalam ras

Kaukasoid

dan biasanya

disebut orang

Arya

. Dalam hal ba-

hasa, India mengenal lebih dari 850

bahasa, namun yang digunakan se-

bagai bahasa resmi adalah Bahasa

Hindi

. India merupakan negara yang

kaya dengan peninggalan-pening-

galan budaya masa lalu, serta memi-

liki beberapa kota suci. Contohnya

adalah Taj Mahal di Agra, India bagi-

an utara yang dibangun pada abad

XVII, dan merupakan bangunan megah sekaligus makam dari istri kaisar Syah

Jeihan yang bernama Muntaz Mahal. Penduduk di Negara India juga mengera-

matkan lembu dan Sungai Gangga dalam tradisi kehidupannya.

Negara berkembang berusaha untuk mengembangkan diri menjadi negara

maju, di antaranya dengan melakukan industrialisasi.

Menurut pendapat Anda, selain industrialisasi, usaha-usaha lain seperti apa

yang dapat dilaksanakan oleh negara berkembang agar bisa menjadi negara

maju? Tulislah pendapat Anda pada buku tugas dan serahkan kepada guru!

c. Afrika Selatan

1) Kondisi fisik

Afrika Selatan mempunyai wilayah seluas 1.123.226 km

2

, yang sebagian

besar merupakan plato dengan ketinggian 900–1.200 m di atas permukaan

laut. Di ujung selatan terdapat Pegunungan Cape yang membentang ke utara

dan ke timur dari Cape Town dan membentuk suatu garis pantai yang berlekuk.

Letak astronomis Afrika Selatan adalah 23

°

LS – 35

°

LS dan 18

°

BT–

33

°

BT. Batas-batasnya adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Namibia, Botswana, dan Zimbabwe.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Mozambik, Swaziland dan Samudra

Hindia.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik.

Gambar 6.12

Taj Mahal merupakan peninggalan

sejarah yang sangat terkenal dari India.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

166

Geografi SMA/MA Kelas XII

Afrika Selatan beriklim sedang karena hampir seluruh daratannya terletak

di zona sedang dan dekat dengan laut. Pada waktu musim panas, di kawasan

plato tidak terlalu panas karena letaknya yang tinggi. Kekeringan menjadi

ancaman bagi negara ini, karena hampir separuh dari wilayah Afrika Selatan

menerima curah hujan kurang dari 380 mm per tahun, dan tingkat penguapan

udaranya cukup tinggi.

2) Kondisi Sosial

Tahun 2002 penduduk Afrika Selatan berjumlah sekitar 44,8 juta jiwa,

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 2% per tahun. Angka harapan

hidup di negara ini mencapai 48,8 tahun. Penduduk yang berusia di atas 15

tahun yang mempunyai kepandaian membaca dan menulis sekitar 86%.

3) Kondisi Ekonomi

Pada tahun 2002 pendapatan

per kapita Afrika Selatan sebesar

2,299 US$. Secara agrikultur, Afri-

ka Selatan termasuk miskin karena

hanya sekitar 12% dari luas daratan

yang bisa digunakan sebagai lahan

pertanian menetap, dan 65% dipa-

kai sebagai tempat penggembalaan

ternak.

Afrika Selatan merupakan salah

satu kawasan yang mempunyai sum-

ber bahan tambang terkaya di dunia,

Gambar 6.14

Johannesburg, Ibu kota negara Afrika

Selatan.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Gambar 6.13

Peta Negara Afrika Selatan.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

167

B

ERPIKIR

K

RITIS

meliputi logam mulia seperti emas dan platina, logam dasar dan bahan-bahan

nonlogam. Afrika Selatan memperoleh devisa dari ekspor hasil pertambangan,

pertanian, dan peternakan. Ekspor utamanya adalah emas dan logam lainnya,

mesin, anggur, tekstil, serta ikan. Impor utamanya adalah gandum dan ken-

daraan.

1. Carilah data-data negara-negara berkembang sebagai berikut.

Vietnam (Asia), Sudan (Afrika), Argentina (Amerika Selatan) dengan

memenuhi aspek-aspek yang ditentukan pada tabel di bawah ini.

2. Carilah sumber dari pustaka-pustaka pengetahuan populer, internet,

ensiklopedi, atau penelitian para ahli.

3. Bandingkan ketiga negara tadi dan tariklah sebuah kesimpulan/ulasan

secukupnya.

4. Kerjakan secara berkelompok 3 – 4 orang tiap kelompok.

5. Presentasikan secara berkelompok di depan kelas dan mintalah

tanggapan dari kelompok lain.

6. Tulislah hasilnya pada buku tugas dan kumpulkan kepada bapak atau

ibu guru untuk dinilai.

No

1. Letak/posisi negara

2. Kondisi fisik

3. Komoditi ekspor/

impor

4. Kondisi sosial

5. Kondisi ekonomi

6. Kondisi budaya

7. Kependudukan

8. Stabilitas politik

9 dst ...

Ulasan

....

....

....

....

....

....

....

....

....

Argentina

(Amerika Selatan)

Sudan

(Afrika)

Vietnam

(Asia)

Topik

Negara

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

168

Geografi SMA/MA Kelas XII

d. Mesir

1) Kondisi Fisik

Daratan Mesir dibagi menjadi lima kawasan utama, yaitu Lembah Nil, Delta

Nil, Gurun Barat, Gurun T

imur, dan Semenanjung Sinai. Letak astronomis

Mesir adalah 22

°

LU – 31

°

LU dan 25

°

BT – 36

°

BT. Batas-batas wilayahnya

adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Sudan.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Libya.

a) Lembah Nil

Merupakan kawasan yang membentang sepanjang 1.300 km

2

dari

perbatasan Sudan sampai Laut Tengah dengan dasar yang datar, sempit, serta

berkelok-kelok.

b) Delta Nil

Suatu kawasan aluvial yang berbentuk segitiga, membentang dari Kairo

sampai Laut tengah, dan dari Iskandariyah (Alexandria) ke Port Said di timur.

Kawasan ini merupakan lahan pertanian yang sangat subur.

c) Gurun Barat atau Gurun Libya

Kawasan ini meliputi daerah seluas 674.000 km

2

(75% dari seluruh Mesir).

Gurun Barat terpisah dari Gurun Timur oleh Lembah Nil. Kawasan ini berbentuk

plato gersang dari batu-batuan sedimenter, terutama batu kapur.

Gambar 6.15

Peta Negara Mesir

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

169

B

ERPIKIR

K

RITIS

d) Gurun Timur atau Gurun Arab

Kawasan ini membentang ke arah timur dari Lembah Nil sampai Laut

Merah. Di sebelah timur, sejajar dengan pantai terdapat Pegunungan Laut Merah.

Puncak tertinggi dari pegunungan yang ada disebut Jabal Shayib.

e) Semenanjung Sinai

Kawasan ini merupakan plato dari Gurun Timur serta Delta Nil yang

dipisahkan oleh Terusan Suez, dan berbentuk segitiga. Pegunungan Sinai terdiri

atas kumpulan puncak-puncak tajam serta punggung-punggung gunung dan

dua pertiga bagian dari semenanjung utara merupakan suatu plato dari batu

kapur. Puncak tertinggi disebut Jabal Khaterina.

Curah hujan yang rendah, udara kering, bentang suhu harian, dan musiman

yang besar merupakan ciri-ciri umum iklim di Mesir. Di Mesir terdapat dua

musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas berlangsung pada

bulan Mei sampai September, sedangkan musim dingin berlangsung dari bulan

November sampai Maret. Hujan terjadi pada musim dingin, dengan tingkat

curah hujan semakin surut secara tajam ke arah selatan Mesir. Di daerah pesisir

Laut Merah hampir tak pernah turun hujan.

2) Kondisi Sosial

Penduduk Mesir pada tahun 2002 ber-

jumlah 70,5 juta jiwa, dengan pertumbuhan

penduduk 2,2% per tahun. Angka harapan

hidup mencapai 68,6 tahun. 55,6% dari

jumlah penduduk yang berusia di atas 15

tahun mempunyai kepandaian membaca dan

menulis.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita Negara Mesir

pada tahun 2002 adalah 3,810 US$, dengan

rata-rata pertumbuhan sejak tahun 1990-2002 sekitar 2,5%. Sekitar 97% dari

daratan Mesir berupa gurun, tetapi adanya Sungai Nil di Mesir berperan besar

dalam pengembangan sektor pertanian. Ladang-ladang minyak di Mesir terdapat

dilepas Pantai Barat Sinai, Teluk Suez, Depresi Qattara, dan El Alamien.

1. Bukalah atlas Anda, carilah peta negara Amerika Serikat. Tentukan

letak kota-kota industri yang ada di negara tersebut.

2. Carilah peta negara Indonesia, tentukan kota-kota mana saja yang

terletak di garis khatulistiwa? Tulislah hasilnya di buku tugas dan

serahkan kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Gambar 6.16

Patung Spinx dan Piramida

di Mesir merupakan salah satu keajaiban di

dunia.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

170

Geografi SMA/MA Kelas XII

D. Usaha Pengembangan Wilayah Negara Maju

dan Negara Berkembang

Di negara-negara maju pelaksanaan pembangunan berbasis pada sumber

daya manusia. Pembangunan berbasis sumber daya manusia mempunyai

beberapa asumsi, antara lain:

1. pengusaha dapat memaksimalkan keuntungan,

2. tingkat upah sama dengan tingkat produksi marginal,

3. selama suplai tenaga kerja tak terbatas, besarnya upah tidak akan berubah,

dan

4. terdapat sektor ekonomi subsistem dan kapitalis.

Proses pembangunan berbasis sumber daya manusia akan terus berlangsung

sebagai akibat penanaman kembali keuntungan yang diciptakan oleh sektor

kapitalis. Kegiatan

reinvestasi

ini akan menciptakan kesempatan kerja baru

dan pembangunan ekonomi akan terjadi. Keuntungan yang lebih besar akan

diinvestasikan lagi, sehingga kesempatan kerja lebih banyak tercipta.

Pembangunan di sektor kapitalis akan menyerap banyak tenaga kerja. Negara

yang menerapkan model pembangunan ini antara lain Korea dan Jepang. Ahli

ekonomi Mark mengidentifikasi kapitalisme sebagai

“Mode of Production”

yang

benar-benar baru, berbeda, dan jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan

semua

“mode of production”

pada masa pra industri.

Model perencanaan pembangunan di negara-negara berkembang salah

satunya adalah model kuantitatif atau agregatif, yang menekankan peranan

tabungan dan investasi sebagai unsur penentu dalam pembangunan. Model

tersebut berkaitan dengan keseluruhan ekonomi negara. Dalam model ini

diasumsikan bahwa kurangnya tabungan dan investasi merupakan penghambat

utama dalam pembangunan. Apabila sumber-sumber dalam negeri di negara

berkembang sudah tidak mencukupi, maka akan mendapat bantuan dari luar

negeri (dari negara maju) agar tingkat pertumbuhan di negara berkembang dapat

tercapai.

Dalam perumusan strategi pembangunan di negara berkembang, sejumlah

kondisi dasar harus benar-benar dipertimbangkan. Di negara yang sedang

berkembang biasanya sangat bergantung pada sektor pertanian untuk mencukupi

kebutuhan sendiri. Keuangan yang terbatas dan sumber-sumber alam yang belum

dikembangkan dengan baik, menyebabkan sulitnya untuk dapat merumuskan

rencana multisektoral yang kompleks di negara-negara berkembang.

Sebagai contoh adalah pengembangan wilayah pembangunan di India.

Perencanaan pembangunan di India diprioritaskan pada permasalahan adanya

tekanan demografis, kekurangan makanan, kemiskinan, dan sikap masyarakat

yang masih tradisional. Pemerintah India berusaha untuk mengadakan

perubahan ekonomi secara besar-besaran, dengan cara menggabungkan

program-program ekonomi sosialis dengan pengawasan negara dan

pembangunan oleh sektor swasta. Perencanaan pembangunan yang demikian

Negara Maju dan Negara Berkembang

171

B

ERPIKIR

K

RITIS

R

EFLEKSI

bertujuan untuk mengubah India dari negara agraris tradisional yang miskin

menjadi negara modern, dengan mengubah struktur ekonomi dan sosialnya.

Rencana pembangunan juga memberikan prioritas utama dalam hal perbaikan

infrastruktur yang meliputi jalan raya, jalan biasa, jaringan listrik, dan fasilitas

pendidikan.

Sebaliknya di negara-negara maju dengan industri perdagangan dan

perekonomian yang berkembang baik, dapat diharapkan untuk memulai

perubahan pada industrialisasi dengan mengembangkan keterampilan-

keterampilan serta sumber-sumber yang diperlukan untuk realisasinya.

Buatlah kelompok diskusi yang terdiri 4 atau 5 orang. Diskusikan kelebihan

dan kekurangan model perencanaan pembangunan agregatif atau kuantitatif

di negara berkembang. Catatlah hasil diskusi tersebut dan serahkan kepada

bapak atau ibu guru untuk dinilai.

Diharapkan setelah membaca dan memahami bab ini, Anda mengerti dan

paham tentang:

1) Konsep dan pengertian negara maju dan berkembang.

2) Indikator dan ciri negara maju dan berkembang.

3) Wilayah negara maju dan berkembang.

4) Usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pengembangan wilayah

negara maju dan negara bekembang.

Bila Anda masih belum jelas, bacalah sekali lagi atau Anda dapat

menanyakan kepada bapak atau ibu guru.

172

Geografi SMA/MA Kelas XII

R

ANGKUMAN

1. Berdasarkan perekonomiannya pengelompokan negara dibedakan

menjadi negara pertama, kedua, dan ketiga. Kelompok negara pertama

dan kedua adalah negara-negara maju, kaya, atau

developed

. Kelompok

negara ketiga adalah negara-negara sedang berkembang yang juga

disejajarkan dengan negara miskin,

backword,

atau

underdeveloped

.

2 Negara maju adalah negara-negara industri yang sudah berhasil dalam

pembangunan di segala bidang.

3. Negara berkembang adalah negara yang baru saja merdeka dari

penjajahan negara maju, dan dicirikan dengan pelaksanaan

pembangunan yang sedang giat-giatnya.

4. Indikator-indikator yang digunakan untuk membedakan antara negara

maju dengan negara berkembang adalah pendapatan perkapita per

tahun, jumlah tenaga kerja, penggunaan sumber tenaga mesin dan

listrik, angka harapan hidup

(life expectancy)

, struktur mata pencaharian

penduduk dan penggunaan lahan, dan indeks statistik negara (indeks

teknologi dan indeks demografi).

5. Ciri-ciri negara maju adalah pendapatan rata-rata per kapita penduduk

pada umumya tinggi, tingkat pendidikan penduduk rata-rata tinggi,

angka harapan hidup penduduk rata-rata tinggi, angka pertumbuhan

penduduk per tahun relatif kecil, angka kematian penduduk per tahun

relatif kecil, kehidupannya bercorak ekonomi pasar, lapangan kerjanya

luas dan beragam, kegiatan ekonomi sebagian besar di sektor industri,

begitu juga dengan komoditi ekspornya, mayoritas penduduknya tinggal

di kota, dan tingkat kesehatan penduduknya relatif tinggi.

6. Ciri-ciri umum dari negara berkembang adalah pendapatan rata-rata

per kapita penduduk pada umumya rendah, tingkat pendidikan

penduduk rata-rata rendah, angka harapan hidup penduduk rata-rata

rendah, angka pertumbuhan penduduk per tahun cukup tinggi, angka

kematian penduduk per tahun relatif tinggi, mata pencaharian penduduk

umumnya bercorak agraris, lapangan kerjanya sempit, komoditi ekspor

berupa bahan mentah bukan bahan olahan, mayoritas penduduknya

tinggal di pedesaan, tingkat kesehatan penduduknya rendah, dan angka

pengangguran penduduk tinggi.

7. Termasuk kelompok negara-negara maju diantaranya Amerika Serikat,

Belanda, Jerman, dan Jepang. Termasuk kelompok negara-negara

berkembang diantaranya Indonesia, India, Afrika Selatan, dan Mesir.

8. Di negara maju pelaksanaan pembangunan berbasis pada sumber daya

manusia, dengan berdasarkan beberapa asumsi antara lain pengusaha

dapat memaksimalkan keuntungan, tingkat upah sama dengan tingkat

Negara Maju dan Negara Berkembang

173

produksi marginal selama suplay tenaga kerja tak terbatas besarnya

upah tidak akan berubah, dan terdapatnya sektor ekonomi subsisten

dan kapitalis.

9. Model perencanaan pembangunan di negara-negara berkembang salah

satunya adalah model kuantitatif atau agregatif yang menekankan

peranan tabungan dan investasi sebagai unsur penentu dalam

pembangunan.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

Kerjakan di buku tugas Anda!

1. Gunung tertinggi di Negara Jepang adalah ....

a. Gunung Kuyu

b. Gunung Taisetsu

c. Gunung Kinki

d. Gunung Fuji

e. Gunung Kenya

2. Berdasarkan letak lintangnya Jepang bagian selatan beriklim ....

a. subtropiks

b. tropis

c. sedang

d. dingin

e. gugur

3. Faktor utama yang menjadi pendukung majunya sektor industri di

Negara Jepang adalah ....

a. sumber energi dan sumber daya manusia tinggi

b. melimpahnya bahan baku dan sumber energi

c. banyaknya jumlah penduduk dan bahan mentah

d. besarnya modal dan jumlah penduduk

e. jumlah kelahiran yang rendah

U

JI

K

OMPETENSI

174

Geografi SMA/MA Kelas XII

4. Sungai Gangga di Negara India bermuara ke ....

a. Teluk Cambay

b. Teluk Benggala

c. Laut Arab

d. Laut Andaman

e. Laut Arafuru

5. Penduduk asli Negara India adalah ....

a. Arya

b. Dravida

c. Brahmaputra

d. Gurkha

e. Pygmee

6. Antara Negara India dan Sri Lanka dibatasi oleh ....

a. Pantai Coromandel

b. Sungai Godavari

c. Teluk Benggala

d. Selat Palk

e. Teluk Benggala

7. India merupakan negara penghasil kapas terbesar di dunia setelah

negara ....

a. Arab

b. Amerika Serikat

c. Mesir

d. Nigeria

e. Australia

8. Kategori sebagai negara maju dapat dilihat dari idikator ....

a. keberhasilan pembangunan

b. angka pertumbuhan penduduk yang cepat

c. penduduknya padat

d. tingginya angka pertumbuhan penduduk

e. angka tenaga kerja yang tinggi

9. Berikut adalah pengertian negara berkembang yaitu ....

a. negara yang sedang terpuruk pembangunannya

b. negara yang lambat pembangunannya

c. negara yang pembangunannya setahap demi setahap

d. negara yang sedang giat membangun

e. negara yang tidak melaksanakan pembangunan

Negara Maju dan Negara Berkembang

175

10. Masalah-masalah kependudukan yang dialami negara-negara

berkembang antara lain ....

a. pendapatan penduduk tinggi

b. tingkat pengangguran rendah

c. banyaknya jumlah penduduk miskin

d. rendahnya angka pertumbuhan penduduk

e. rendahnya angka kematian penduduk

11. Di bawah ini adalah contoh negara maju,

kecuali

....

a. Kanada

b. Jerman

c. Jepang

d. India

e. Australia

12. Negara-negara maju di Benua Asia terutama terletak di kawasan ....

a. Asia Selatan dan Asia Utara

b. Asia Timur dan Asia Tenggara

c. Asia Barat dan Asia Tengah

d. Asia Selatan dan Asia Timur

e. Asia Tenggara dan Asia Barat

13. Bukan merupakan ciri-ciri negara maju adalah ....

a. angka kematian rendah

b. angka harapan hidup rendah

c. sebagian kecil penduduk tinggal di desa

d. angka pertumbuhan penduduk rendah

e. pendapatan per kapita penduduk tinggi

14. Kendala utama yang dihadapi petani Mesir di lembah sungai Nil

adalah ....

a. meluapnya air sungai Nil

b. menumpuknya air sungai

c. datangnya angin Khamsin

d. iklim yang tidak menentu

e. hujan tiada henti

15. Hasil pertanian utama Mesir selama musim panas antara lain ....

a. gandum dan padi

b. kapas dan padi

c. buncis dan bawang

d. semanggi dan sayuran

e. kurma dan buah-buahan

176

Geografi SMA/MA Kelas XII

B. Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Jelaskan faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi Negara

Jepang!

2. Jelaskan ciri-ciri geografis Negara Indonesia!

3. Sebutkan faktor pendukung industri di Belanda!

4. Jelaskan batas-batas geografis Negara Afrika Selatan!

5. Sebutkan pembagian wilayah Mesir menurut keadaan alamnya!

6. Sebutkan hasil industri berat dari Negara Amerika Serikat !

7. Sebutkan faktor-faktor pendorong kemajuan industri Negara Jerman!

8. Jelaskan kondisi fisiografis Negara India secara sederhana!

9. Jelaskan upaya yang harus di tempuh oleh negara berkembang untuk

menjadi negara maju!

10. Sebutkan ciri-ciri negara maju dan negara berkembang!

Latihan Ulangan Akhir Tahun

177

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

Kerjakan di buku tugas Anda!

1. Daerah pedesaan mempunyai peranan penting bagi daerah perkotaan,

yaitu ....

a. desa swasembada

b.

subtance farming

c.

hinterland

d.

face to face

e. cadangan devisa

2. Orang yang mengemukakan model interaksi dalam geografi pertama

kali adalah ....

a. Christaller

b. Newton

c. Perroux

d. Kansky

e. Reilly

3. Pola permukiman penduduk yang menyebar ditentukan oleh ....

a. penuh air tanah yang dalam

b. daerah yang datar

c. penduduk yang padat

d. tidak dihubungkan oleh sungai

e. bentuk topografi kasar dengan air tanah dangkal

4. Menurut tingkat fasilitas yang ada, perkembangan kota dapat dari

adanya fasilitas-fasilitas seperti di bawah ini,

kecuali

....

a. pelayanan

b. pemimpin yang kharismatik

c. pembuatan pasar

d. perkantoran

e. perumahan

5. Ciri-ciri kehidupan pedesaan adalah sebagai berikut,

kecuali

....

a. masyarakat desa merupakan suatu paguyuban

b. desa dan masyarakat desa dapat berhubungan erat dengan

lingkungan

c. masyarakat desa merupakan unsur individualistis

d. struktur ekonomi agraris

e. proses sosial berjalan lambat

L

ATIHAN

U

LANGAN

A

KHIR

T

AHUN

178

Geografi SMA/MA Kelas XII

6. Gejala-gejala yang muncul akibat dari adanya interaksi desa kota adalah

sebagai berikut,

kecuali

....

a. terjadi proses modernisasi teknologi pertanian

b. munculnya gaya hidup kekotaan di pedesaan

c. terjadi proses urbanisasi

d. adanya lapangan kerja yang beragam di kota

e. munculnya

slum area

7. Kota besar mempunyai ciri-ciri antara lain ....

a. tempat olahraga

b. tempat parkir

c. sarana penginapan dan jalur jalan yang rusak

d. tidak ditemukan pertokoan

e. lapangan untuk kegiatan perdagangan

8. Mayoritas penggunaan lahan di perkotaan adalah ....

a. perkantoran

b. industri

c. pertambangan

d. perdagangan

e. permukiman

9. Contoh potensi ekonomi yang terdapat di perkotaan adalah ....

a. rumah sakit dan bioskop

b. organisasi pemuda dan organisasi profesi

c. pasar, bank, dan toko

d. kantor dan sekolah

e. transportasi dan sekolah

10. Ciri-ciri kehidupan modern orang-orang perkotaan adalah ....

a. tanpa berpedoman dan segala kegiatan berjalan

b. terbuka terhadap penemuan ilmu pembaruan

c. mempunyai tindakan yang kurang teratur

d. selalu memegang adat istiadat

e. memaksakan kehendak kepada orang lain

11. Kota merupakan contoh dari bentuk wilayah ....

a. homogen

d. nodal

b. fungsional

e. perencanaan

c. administrasi

12. Jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk suplai barang disebut

....

a.

central Place

d.

range

b. jangkauan

e.

threshold

c. pasar optimal

Latihan Ulangan Akhir Tahun

179

13. Teori tempat sentral yang dikemukakan Christaller didasarkan untuk

menjawab pertanyaan tentang....

a. ambang, besar kota, jangkauan

b. jangkauan,

threshold

,

range

c. banyaknya kota, besar kota, persebaran kota

d. jangkauan, ambang,

range

e. banyaknya kota,

range

, persebaran

14. Bukan merupakan ciri-ciri suatu wilayah perencanaan adalah .

...

a. masyarakatnya mempunyai kesadaran terhadap permasalahan

yang dihadapi daerahnya

b. memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan

sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia

c. menggunakan salah satu model perencanaan

d. memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan

e. investasi di bidang ekonomi relatif kecil

15. Suatu unit dari geografi yang dibatasi oleh parameter tertentu dan

bagian-bagiannya tergantung secara internal

disebut ....

a. wilayah nodal

d. wilayah/region

b. wilayah administrasi

e. wilayah fungsional

c. wilayah perencanaan

16. Suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat

sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan bagi daerah

sekitarnya, disebut ....

a. kota

d. wilayah homogen

b. pusat pertumbuhan

e. zona komuter

c. wilayah nodal

17. Upaya secara sadar memanfaatkan lingkungan dalam usaha memenuhi

kebutuhan hidup manusia adalah pengertian dari ....

a. analisis program

d. pelaksanaan program

b. perencanaan program

e. pemanfaatan sumber daya alam

c. pembangunan

18. Pembangunan yang baik, terencana, dan terarah seharusnya

memerhatikan hal-hal sebagai berikut,

kecuali

....

a. melestarikan fungsi dan kemampuan ekosisitem pendukungnya,

baik secara langsung maupun tidak langsung

b. memanfaatkan sumber daya alam secara optimal tanpa

mengenyampingkan kelestariannya

c. saling bersaing antardaerah dala pelaksanaan pembangunan

d. meningkatkan dan melestarikan kemampuan dan fungsi ekosistem

e. menggunakan prosedur dan tata cara dalam penggunaan dan

pengelolaan kemampuan ekosistem

180

Geografi SMA/MA Kelas XII

19. Provinsi Sumatra Barat dan Riau termasuk dalam wilayah pem-

bangunan ....

a. pembangunan utama B, wilayah pembangunan IV

b. pembangunan utama B, wilayah pembangunan VI

c. pembangunan utama A, wilayah pembangunan II

d. pembangunan utama C, wilayah pembangunan V

e. pembangunan utama A, wilayah pembangunan III

20. Tujuan pembangunan dapat dicapai dengan memerhatikan berbagai

permasalahan sebagai berikut,

kecuali

....

a. pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitas sumber daya

manusia

b. eksploitasi sumber daya alam yang sebesar-besarnya

c. pengendalian ekosisitem dan jenis spesies sebagai sumber daya

bagi pembangunan

d. pengembangan industri

e. mengantisipasi krisis energi sebagai penopang utama industrialisasi

21. Untuk dapat dikategorikan sebagai negara maju dapat dilihat dari ....

a. jumlah penduduk padat

b. pertumbuhan penduduk cepat

c. angka pertumbuhan penduduk tinggi

d. keberhasilan pembangunan

e. angka tenaga kerja yang tinggi

22. Di bawah ini adalah contoh negara maju,

kecuali

....

a. Kanada

b. Jerman

c. Jepang

d. India

e. Australia

23. Berikut adalah pengertian negara berkembang yaitu ....

a. negara yang sedang terpuruk pembangunannya

b. negara yang lambat pembangunannya

c. negara yang pembangunannya setahap demi setahap

d. negara yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan

e. negara yang tidak melaksanakan pembangunan

24. Masalah-masalah kependudukan yang dialami negara-negara

berkembang antara lain ....

a. pendapatan penduduk yng relatif tinggi

b. tingkat pengangguran yang rendah

c. banyaknya jumlah penduduk miskin

d. rendahnya angka pertumbuhan penduduk

e. rendahnya angka kematian penduduk

Latihan Ulangan Akhir Tahun

181

25. Negara Belanda memperluas kawasannya dengan menutup air laut,

cara tersebut dikenal dengan sistem ....

a. pengerukan

b. penimbunan laut

c. polderisasi

d. standarisasi

e. industrialisasi

26. Berikut yang bukan sebagai acuan utama untuk menentukan negara

maju atau negara berkembang adalah ....

a. tingkat pendapatan penduduk

b. kegiatan ekonomi utama penduduk

c. tingkat usia penduduk

d. tingkat kematian bayi

e. pendapatan per kapita penduduk

27. Negara-negara maju di Benua Asia terutama terletak di kawasan ....

a. Asia Selatan dan Asia Utara

b. Asia Timur dan Asia Tenggara

c. Asia Barat dan Asia Tengah

d. Asia Selatan dan Asia Timur

e. Asia Tenggara dan Asia Barat

28. Sumber daya alam di negara-negara berkembang belum diolah secara

maksimal, karena ....

a. untuk menghemat sumber daya alam agar tidak cepat habis

b. tidak memerlukan sumber daya dalam jumlah yang banyak

c. kurangnya modal, alat-alat modern, dan tenaga ahli

d. kebutuhan negara sudah terpenuhi dari sektor pertanian

e. masih belum diperlukan oleh negara berkembang

29. Berikut ini adalah komoditas ekspor negara-negara berkembang,

kecuali

....

a. hasil perkebunan

b. hasil pertanian

c. hasil pertambangan

d. hasil industri

e. hasil perikanan

30. Bukan merupakan ciri-ciri negara maju adalah ....

a. sebagian kecil penduduk tinggal di desa

b. angka kematian rendah

c. angka harapan hidup rendah

d. angka pertumbuhan penduduk rendah

e. pendapatan per kapita penduduk tinggi

182

Geografi SMA/MA Kelas XII

B. Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan perbedaan ciri-ciri fisik pedesaan dan perkotaan!

2. Jelaskan 3 pola permukiman!

3. Jelaskan dampak negatif interaksi wilayah bagi desa!

4. Jumlah penduduk kota A adalah 50.000 orang, penduduk kota B

adalah 40.000 orang. Jarak dari kota A ke kota B adalah 30 km.

Berapakah kekuatan interaksi kedua kota tersebut?

5. Jelaskan mengapa

slum

area

yang ada di kota-kota banyak menimbulkan

masalah!

6. Mengapa perencanaan pembangunan yang ada di Indonesia harus

dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah?

7. Jelaskan teori pusat pertumbuhan dari Losch!

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan wilayah nodal!

9. Jelaskan menurut pendapat Anda apa manfaat dari pelaksanaan

pembangunan berkelanjutan!

10. Apa yang dimaksud dengan pusat pertumbuhan?

11. Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pembangunan

di negara-negara maju!

12. Sebutkan ciri-ciri negara berkembang di bidang ekonomi dan sosial!

13. Mengapa di negara–negara berkembang industrialisasi sulit untuk maju!

14. Jepang adalah negara di kawasan Asia yang teknologinya bisa

menyaingi teknologi dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika

Serikat, mengapa hal itu bisa terjadi, jelaskan menurut pendapat Anda!

15. Sebutkan langkah-langkah yang harus ditempuh negara-negara

berkembang untuk menjadi negara maju!

Glosarium

183

Daftar Pustaka

Arief, Arifin. 1994.

Hutan Hakikat dan Pengaruhnya terhadap Lingkungan

. Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia.

Bintarto, R. Dan Surastopo. 1982.

Metode analisa Geografi

. Jakarta: LP3ES

Bintarto, R. 1983.

Interaksi Desa Kota

. Jakarta: Ghalia.

___________ 1989.

Interaksi Desa-Kota dan Permasalahannya

. Jakarta: Ghalia.

Budiharsono, Sugeng. 1987.

Teknik Analisa Pembangunan Wilayah Pesisir dan

Lautan

. Jakarta: Pradnya Paramita.

Chambers, Robert. 1987.

Pembangunan Desa Mulai Dari Belakang

. Jakarta: LP3ES.

Charter Denny, Agtrisari Irma. 2003.

Desain dan Aplikasi Gographics Information

System

. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Daldjoeni, N. 1986.

Pokok-Pokok Geografi Manusia

. Bandung: Alumni.

___________ 1983.

Pengantar Geografi Untuk Mahasiswa Dan Guru

. Bandung:

Alumni.

___________ 1992.

Geografi Baru, Organisasi Keruangan Dalam Teori dan Praktek

.

Bandung: Alumni.

___________ 1998.

Geografi Desa Kota

. Bandung: Alumni.

Djamari. 1986.

Geografi Regional Dunia

. Jakarta: UT Press.

Djodjo. Dkk. 1987.

Geografi Regional Indonesia

. Jakarta: Karunika.

Harmanto, Gatot dan Soemaatmadja Moch Sodikin. 2001.

Bimbingan Pemantapan

Geografi

. Bandung: Yrama Widya.

Hohnholz, Jurgen. 1986.

Geografi Pedesaan Masalah Pengembangan Pangan

.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Howard, John A. 1996.

Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Hutan (Teori dan

Aplikasi)

. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

http://www.i.putra.com.my/devdtl.dfm?id=104

Indonesia.http:/www. Tropicalisland.de/html/

Khakhim, Nurul. 1998.

Petunjuk Praktikum Kartografi Dasar

. Yogyakarta: Fakultas

Geografi UGM.

Marbun. 1982.

Kamus Geografi

. Jakarta: CV Ghalia Indonesia.

Daftar Pustaka

184

Geografi SMA/MA Kelas XII

Marbun, BN. 1988.

Proses Pembangunan Desa

. Jakarta: Erlangga.

Moesa, Soekarman. 2002.

Ilmu Lingkungan:”Ekosistem, Manusia, dan

Pembangunan Berwawasan Lingkungan

. Banda Aceh: Syah Kuala University

Press.

Pamudji, S. 1985.

Pembangunan Perkotaan di Indonesia

. Jakarta: PT Bina Aksara.

Prahasta, Edy. 2005.

Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar.

Bandung:

Informatika

Prihartini, Inna. 2000.

BPK Pengantar Filsafat Geografi

. Surakarta: UNS Press.

Prihandito, Aryono. 1988.

Proyeksi Peta

. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Saraswati, Endang. 1979.

Kartografi Dasar

. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Sinaga, Maruli. 1995.

Pengetahuan Peta

. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Soelaeman, Indrawan. 1996.

Seminar Strategi Pengembangan Wilayah Dalam

Mencapai Pembangunan Berkelanjutan

. Yogyakarta: Fakultas Geografi

UGM.

Subagio. 2002.

Pengetahuan Peta

. Bandung: Penerbit ITB.

Sutanto. 1986.

Penginderaan Jauh Jilid I

. Yogyakarta: Gadjah Mada University

Press.

Suharto, Paul. 1989.

Majalah Survey dan Pemetaan Vol 7 no 1 Desember Sistem

Informasi

Gografi

, Apa, Mengapa

,

Bagaimana

. Bogor: Ditjen.

Sunu, Pramudya. 2001.

Melindungi Lingkungan dengan Menerapkan ISO 14001

.

Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.

Daftar Gambar

185

Gambar 1.1 (a) Gambar penggunaan garis kontur sederhana pada peta

topografi, (b) Gambar penggunaan garis kontur pada daerah

yang lebih rumit............................................................... 5

Gambar 1.2 Salah satu contoh peta tematik adalah peta penggunaan lahan.. 6

Gambar 1.3 Unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah peta.................. 8

Gambar 1.4 Petunjuk

arah mata angin.................................................. 9

Gambar 1.5 Contoh garis li

ntang dan garis bujur................................... 9

Gambar 1.6 Contoh penggunaan simbol (titik, garis, dan luas)................ 11

Gambar 1.7 Contoh peta dengan penggunaan simbolnya ...................... 12

Gambar 1.8 Planimeter....................................................................... 18

Gambar 1.9 Pantograph...................................................................... 21

Gambar 1.10 Map O-Graph.................................................................. 22

Gambar 1.11 Gambar peta lokasi industri Kec. Jaten Karanganyar............ 25

Gambar 1.12 Peta lokasi per

tanian daerah

Sleman .................................. 26

Gambar 1.13 Penggambaran peta melalui proyeksi................................. 27

Gambar 1.14 Penggambaran peta melalui proyeks

i azimutal.................... 28

Gambar 1.15 Penggambaran peta

melalui proyeksi kerucut...................... 28

Gambar 1.16 Penggambaran peta melalui proyeksi silinder...................... 28

Gambar 2.1 Foto udara daerah

Sidoarjo, Jawa Timur............................ 35

Gambar 2.2 Diagram kerja s

ensor sistem aktif....................................... 36

Gambar 2.3 Diagram kerja s

ensor sistem pasif...................................... 36

Gambar 2.4 Skema sistem pengindraan

jauh ........................................ 37

Gambar 2.5 Pengindraan jauh

dengan sistem aktif................................. 39

Gambar 2.6 Foto udara pankromatik hitam p

utih.................................. 41

Gambar 2.7 Perbandingan foto udara warna asli dan inframerah berwarna... 42

Gambar 2.8 Perbedaan foto vertikal (A), foto agak condong (B) dan foto

sangat condong (C) .......................................................... 43

Gambar 2.9 Pengambilan gambar dengan foto jamak............................ 44

Gambar 2.10 Perbandingan citra radar dan citra landsat........................... 45

Gambar 2.11 Contoh citra SPOT Kota Jakarta (tahun1990 dan 1992).... 46

Gambar 2.12 Stereoskop lensa (a) Stereoskop cermin (b)......................... 48

Gambar 2.13 Stereoskop mikroskopik.................................................... 48

Gambar 2.14 Skema unsur-unsur

interpretasi peta .................................. 50

Gambar 2.15 Foto udara bentang budaya perumahan

.............................. 51

Gambar 2.16 Bentuk liputan foto

udara daerah persawahan..................... 54

Gambar 2.17 Bentuk liputan foto udara daerah bencana........................... 55

Gambar 3.1 Subsistem SIG................................................................. 65

Gambar 3.2 Model dunia nyata dalam SIG............................................ 67

Gambar 3.3 Proses pemodelan

dunia nyata dalam SIG .......................... 67

Daftar Gambar

186

Geografi SMA/MA Kelas XII

Gambar 3.4 Komponen-komponen

SIG............................................... 68

Gambar 3.5 Permukaan bumi dan layer pada model data raster.............. 69

Gambar 3.6 Struktur model data raster ................................................. 69

Gambar 3.7 Contoh tampilan data raster .............................................. 70

Gambar 3.8 Tampilan data model vektor.............................................. 71

Gambar 3.9 Permukaan bumi dan layer pada model data vektor............. 71

Gambar 3.10 Model data raster d

an vektor pada dunia nyata .................... 72

Gambar 3.11 Sistem manajem

en basis data SIG ..................................... 73

Gambar 3.12 Peta hasil S

IG................................................................... 75

Gambar 3.13 Tabel hasil SIG................................................................. 76

Gambar 3.14 Peta kepadatan penduduk has

il SIG ................................... 77

Gambar 3.15 Contoh peta

macam tanah has

il SIG.................................. 78

Gambar 3.16 Ketampakan peta dan proses digitasi pada R2V.................. 80

Gambar 3.17 Tampilan awal program Arc View..................................... 81

Gambar 3.18 Tampilan hasil digitasi dan pelabelan Arc View................... 81

Gambar 3.19 Tampilan

peta overlay....................................................... 82

Gambar 3.20 Tampilan

peta layout....................................................... 82

Gambar 3.21 Tampilan peta tiga dimensi............................................... 83

Gambar 4.1 Gotong royong salah satu ciri kehidupan masyarakat desa.... 95

Gambar 4.2 Pola desa yang

rumahnya mengel

ompok............................ 96

Gambar 4.3 Pola desa di sepanj

ang sungai/jalan raya............................ 96

Gambar 4.4 Pola desa yang rumahnya tersebar tidak mengelompok dalam

satu tempat...................................................................... 96

Gambar 4.5 Bentuk fisik rumah di daerah pedesaan............................... 97

Gambar 4.6 Lahan pertanian merupakan potensi fisik dari desa.............. 97

Gambar 4.7 Aparatur desa adalah potensi nonfisik yang dimiliki desa ..... 98

Gambar 4.8 Industri rumah tangga....................................................... 99

Gambar 4.9 Permukiman nelay

an di tepi pantai.................................... 99

Gambar 4.10 Desa yang sudah maju mempunyai infrastruktur jalan yang

baik................................................................................. 100

Gambar 4.11 Gedung-gedung bertingkat merupakan ciri fisik dari kota..... 101

Gambar 4.12 Contoh potensi politik yang ada di kota adalah polisi........... 102

Gambar 4.13 Munculnya kawasan pabrik ciri dari klasifikasi kota tahap

juvenil ............................................................................. 102

Gambar 4.14 Teori konsentris................................................................ 105

Gambar 4.15 Teori sektoral................................................................... 106

Gambar 4.16 Teori

inti ganda................................................................ 106

Gambar 4.17 Permukiman kumuh di kota akibat negatif dari interaksi

desa kota......................................................................... 107

Gambar 4.18 Lalu lintas zona komut

er.................................................... 108

Gambar 4.19 Skema

komplementaritas regional......................................

109

Gambar 4.20 Skema

interventing opportunity.........................................

109

Gambar 4.21 Skema kemudahan pemindahan dala

m ruang..................... 110

Gambar 4.22 Konektivitas wilayah rendah (a) konektivitas wilayah tinggi (b)... 113

Daftar Gambar

187

Gambar 5.1 Ketampakan fisik wilayah kota dan desa ............................. 123

Gambar 5.2 Peta pembagian daerah waktu di Indonesia......................... 124

Gambar 5.3 Contoh wilayah homogen berupa wilayah pertanian yang

hanya memiliki satu parameter yang hampir sama berupa

tanaman p adi................................................................... 127

Gambar 5.4 Wilayah sabana atau padang rumput yaitu dengan satu jenis

homogenitas berupa

tanaman rumput................................ 127

Gambar 5.5 Wilayah kota dengan jaringan jalan yang mempunyai kaitan

fungsional dengan wilayah sekitarnya. ................................ 128

Gambar 5.6 Kota dengan berbagai permasalahannya merupakan bentuk

dari wilayah

perencanaan.................................................. 128

Gambar 5.7 Peta wilay

ah administ

rasi.................................................. 129

Gambar 5.8 Sebuah kota dengan segala fasilitas yang dimiliki berperan

sebagai pusat pertumbuhan .............................................. 129

Gambar 5.9 Perkembangan wilayah pasaran heksagonal serta hirarki

tempat tinggal.................................................................. 131

Gambar 5.10 Tahap pembentukan wilayah pasaran berpola heksagonal.... 131

Gambar 5.11 Ambang dan jangkauan suatu kegiatan tempat pusat........... 132

Gambar 5.12 Unit wilayah penjualan ambang dan

jangkauan ................... 133

Gambar 5.13 Ekuilibrium dari dua tempat pusat..................................... 133

Gambar 5.14 Perbedaan pokok masing-masing prinsip optimal............... 134

Gambar 5.15 Kota yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan di desa.. 135

Gambar 5.16 Pusat pertumbuhan dalam wilayah pe

mbangunan............... 139

Gambar 6.1 Peta negara

Amerika Serikat.............................................. 150

Gambar 6.2 Peta pesisir Teluk Mexico.................................................. 151

Gambar 6.3 Peta Negara Belanda......................................................... 154

Gambar 6.4 Kincir angin merupakan ciri khas Negara Belanda............... 155

Gambar 6.5 Peta Negara Jerman......................................................... 156

Gambar 6.6 Gedung Reic

hstag di Berlin............................................... 157

Gambar 6.7 Peta Negara Jepang.......................................................... 158

Gambar 6.8 Gunung Fuji dengan puncak salju fenomena alam yang

sangat terkenal di

Negara Jepang....................................... 159

Gambar 6.9 Peta Negara Ind

onesia...................................................... 161

Gambar 6.10 Monumen Nasional (Monas) di J

akarta............................... 163

Gambar 6.11 Peta Negara India............................................................. 163

Gambar 6.12 Taj Mahal merupakan peninggalan sejarah yang sangat

terkenal dari

India............................................................. 165

Gambar 6.13 Peta Negar

a Afrika Sel

atan................................................ 166

Gambar 6.14 Johannesburg, Ibu kota

Negara Afrika Selatan..................... 166

Gambar 6.15 Peta Negara Mesir............................................................ 168

Gambar 6.16 Patung Spinx dan Piramida di Mesir merupakan salah satu

keajaiban di dunia............................................................. 169

188

Geografi SMA/MA Kelas XII

Tabel 1.1 Penggunaan Huruf-Huruf untuk Penulisan

Geografi.............. 14

Tabel 2.1 Perbedaan Citra Foto dan Citra N

onfoto .............................. 46

Tabel 5.1 Tahap-Tahap Pembangunan Nasional dan Kebijaksanaan

Regional ........................................................................... 137

Daftar Tabel

Glosarium

189

Alam semesta

:

Suatu ruangan yang

maha besar, di mana didalamnya

terjadi segala peristiwa alam yang

dapat diungkapkan manusia, mau-

pun yang belum dapat diungkapkan

manusia.

Ambang

: Jumlah penduduk yang

diperlukan untuk kelancaran dan ke-

sinambungan suplai barang.

Asosiasi

: Keterkaitan antara objek yang

satu dengan objek lainnya.

Basic map

/ Peta induk

: Peta yang

dihasilkan dari survei langsung di

lapangan.

Bentuk

: Pengenalan objek pada citra

berdasarkan bentuknya.

Border

: Garis tepi yang terletak di bagi-

an tepi peta dan ujung-ujung tiap

garis bertemu dengan ujung garis

yang berdekatan.

Ciri spasial

: Ciri yang berkaitan de

ngan ruang, yang meliputi bentuk,

ukuran, tekstur, pola, situs, bayang-

an, dan asosiasi.

Ciri spektral

: Ciri yang dihasilkan oleh

tenaga elektromagnetik dengan ben-

da yang dinyatakan dengan rona dan

warna.

Ciri temporal

: Ciri yang terkait de-

ngan umur dan waktu benda pada

saat perekaman.

Citra foto

: Gambaran suatu objek yang

dibuat dari pesawat udara dengan

kamera udara sebagai alat pemotret.

Citra nonfoto

: Gambaran suatu objek

yang diambil dari satelit dengan

menggunakan sensor.

City

: Pusat-pusat ekonomi di perkotaan;

pusat kota atau inti kota.

Derived map

: Peta turunan yaitu peta

yang dibuat berdasarkan pada acuan

peta yang sudah ada, sehingga tidak

memerlukan survei langsung ke

lapangan.

Desa

: Suatu wilayah yang ditempati

oleh sejumlah penduduk sebagai satu

kesatuan masyarakat hukum yang

mempunya organisasi pemerintahan

terendah langsung di bawah camat

dan berhak menyelenggarakan ru-

mah tangganya sendiri dalam ikatan

Negara Kesatuan Republik Indone-

sia.

Desa agraris

: Desa yang mayoritas

penduduknya hidup dari sektor

agraris atau pertanian.

Desa swadaya

: Desa yang masyarakat-

nya telah mampu memenuhi kebu-

tuhannya sendiri.

Desa swakarsa

: Desa yang ma-

syarakatnya sudah lebih maju diban-

dingkan dengan desa swadaya.

Desa swasembada

: Desa yang sudah

mampu mengembangkan semua

potensi yang ada secara optimal.

Desa tradisional

: Desa yang kehidu-

pan masyarakatnya masih sangat ter-

gantung pada alam sekitarnya.

Glosarium

190

Geografi SMA/MA Kelas XII

Deteksi

: Usaha penyadapan data se-

cara global, baik yang tampak mau-

pun yang tidak tampak.

Digitasi

: Proses pengubahan data

geografi menjadi data vektor.

Foto jamak

: Beberapa foto yang dibuat

pada saat yang sama dan menggam-

barkan daerah liputan yang sama.

Foto Ortokromatik

: Foto yang dibuat

dengan menggunakan spektrum tam-

pak dari saluran biru hingga sebagi-

an hijau (0,4 – 0,56 mikrometer).

Foto pankromatrik

: Foto yang meng-

gunakan seluruh spektrum tampak

mata mulai dari warna merah hing-

ga ungu.

Foto tunggal

: Foto yang dibuat deng-

an kamera tunggal. Tiap daerah lipu-

tan foto hanya tergambar satu lem-

bar foto.

Foto udara

: Foto yang dibuat dari pe-

sawat/balon udara.

Foto satelit

atau

foto orbital

: Foto

yang dibuat dari satelit.

Foto Ultraviolet

: Foto yang dibuat de-

ngan menggunakan spektrum ultra-

violet dekat dengan panjang gelom-

bang 0,29 mikrometer.

Hamburan

: Pantulan ke segala arah

yang disebabkan oleh benda-benda

yang permukaannya kasar dan ben-

tuknya tak menentu, atau oleh ben-

da-benda kecil lainnya yang bersera-

kan.

High oblique photograph

: Foto yang

cakrawalanya tidak tergambar.

Identifikasi

: Kegiatan untuk menge-

nali objek yang tergambar pada citra

yang dikenali berdasarkan ciri yang

terekam oleh sensor dengan alat ste-

reoskop.

Intermontane Region

: Wilayah Antar-

pegunungan.

Jangkauan

: Jarak yang perlu ditem-

puh seseorang untuk mendapatkan

barang kebutuhanya.

Jendela atmosfer

: Bagian dari spek-

trum elektromagnetik yang mampu

menembus atmosfer dan sampai ke

permukaan bumi.

Legenda

: Keterangan mengenai sim-

bol-simbol yang terdapat di dalam

peta.

Lettering

: Semua tulisan yang bermak-

na yang terdapat pada peta.

Multi topic region

: Penetapan wilayah

di dasarkan pada beberapa faktor

geografi.

Negara berkembang

: Negara yang

baru saja merdeka dari penjajahan

oleh negara maju, dan dicirikan de-

ngan pelaksanaan pembangunan

yang sedang giat-giatnya.

Negara maju

: Negara-negara industri

yang sudah berhasil dalam pembang-

unan di segala bidang.

Oblique photograph

: Foto yang

dibuat dengan sumbu kamera

menyudut terhadap garis tegak lurus

ke permukaan bumi.

Orientasi

: Arah penunjuk mata angin.

Orto photograph

: Foto yang dibuat

dengan sumbu kamera tegak lurus

terhadap permukaan bumi.

Pembangunan

: Upaya secara sadar

memanfaatkan lingkungan dalam

usaha memenuhi kebutuhan hidup

manusia.

Pengindraan jauh

: Ilmu dan seni un-

tuk memperoleh informasi tentang

objek, daerah, atau gejala dengan jalan

Glosarium

191

menganalisis data yang diperoleh

dengan menggunakan alat tanpa kon-

tak langsung terhadap objek, atau ge-

jala yang dikaji.

Penyiaman

: Proses pengubahan data

geografi menjadi data raster.

Peta

: Gambaran dari permukaan bumi

yang digambar pada bidang datar,

yang diperkecil dengan skala terten-

tu dan dilengkapi simbol sebagai pen-

jelas.

Peta chorografi

: Peta yang menggam-

barkan seluruh atau sebagian permu-

kaan bumi yang bersifat umum dan

biasanya berskala sedang.

Peta tematik

: Peta yang menggambar-

kan informasi dengan tema tertentu/

khusus.

Peta topografi

: Peta yang menggam-

barkan permukaan bumi lengkap de-

ngan reliefnya.

Pola atau

susunan keruangan

: Ciri

yang menandai banyaknya objek bua-

tan manusia dan beberapa objek ala-

miah.

Polder

: Tanah yang berada di bawah per-

mukaan air laut dan setelah airnya di-

pompa keluar kemudian tanahnya

dikeringkan sebagai lahan pertanian.

Pusat pertumbuhan

: Suatu wilayah

atau kawasan yang pertumbuhannya

sangat pesat, sehingga dapat dijadi-

kan sebagai pusat pembangunan bagi

daerah sekitarnya.

Rona

: Tingkat gelap cerahnya objek

pada citra.

Rural

: Pedesaan.

Rural urban fringe

: Suatu jalur dae-

rah yang terletak antara daerah kota

dengan daerah desa yang ditandai

dengan penggunaan tanah campu-

ran.

Sensor aktif

: Suatu alat yang dilengkapi

dengan pemancar dan alat pene-rima

pantulan gelombang.

Sensor fotografik

: Sensor yang beru-

pa kamera dengan menggunakan

film sebagai detektornya yang be-

kerja pada spetrum tampak.

Sensor pasif

: Sensor yang hanya

dilengkapi dengan alat penerima

berupa pantulan gelombang elek-

tromegnetik.

SIG

: Sejenis perangkat lunak yang da-

pat digunakan untuk pemasukan, pe-

nyimpanan, manipulasi, menampil-

kan dan menghasilkan informasi

geografi beserta atribut-atributnya.

Sub urban

: Daerah yang letaknya de-

kat dengan pusat kota atau inti kota.

Sub urban fringe

: Daerah yang me-

lingkari suburban dan merupakan

daerah peralihan antara kota dan

desa.

Single topic region

: Penetapan re-

gion atau wilayah hanya didasarkan

pada salah satu aspek geografi.

Situs

: Letak suatu objek terhadap ob-

jek lain di sekitarnya.

Tabulasi

: Proses pemasukan data

atribut melalui pembuatan tabel.

Tekstur

: Frekuensi perubahan rona

pada citra.

Total region

: Penetapan wilayah di

dasarkan pada banyak faktor me-

nyangkut lingkuangan alam, lingkung-

an biotik, maupun manusia.

Town

: Kumpulan dari daerah-daerah

kota yang mempunyai sifat-sifat

khusus.

Ukuran

: Ciri objek berupa jarak, luas,

tinggi lereng, dan volume.

192

Geografi SMA/MA Kelas XII

Urban fringe

: Semua daerah batas luar

kota yang mempunyai sifat-sifat mi-

rip kota, kecuali inti kota.

Wilayah

: Suatu unit dari geografi yang

dibatasi oleh parameter tertentu dan

bagian-bagiannya tergantung secara

internal.

Wilayah administrasi

: Wilayah yang

mendasarkan pada kepentingan ad-

ministrasi pemerintahan dengan ba-

tas yang telah ditentukan seperti

kabupaten, desa, dan lain sebagaiya.

Wilayah homogen

: Wilayah yang me-

miliki satu parameter dengan sifat

atau ciri yang hampir sama.

Wilayah nodal

: Wilayah yang secara

fungsional memikili sifat saling ke-

tergantungan antara daerah pusat

dengan daerah di sekitarnya.

Wilayah perencanaan

: Wilayah yang

menggambarkan kesatuan-kesatuan

keputusan ekonomi.

Glosarium

193

Indeks Subjek dan Pengarang

A

Arc Info

80

Arc View

66, 80, 81,b 85

Aryono 3, 30

Asosiasi 47, 50, 51, 52, 57

Atmosfer 34, 37, 38, 57, 60

B

Bakosurtanal 3, 6, 35, 39, 41, 45, 47

Basic map

4

Bintarto 95, 97, 99, 119

Border

8

Buffering

74, 80, 86

Burgess 104, 105, 106

C

CBD 103, 105

C.D. Harris 106

CGIS 63

Christaller 119, 130, 131, 134, 143, 144

Christman 64

City

107, 118

D

Demers 63, 84

Derived map

4

Deteksi 40, 41, 42, 43, 48, 57, 58, 59

Detektor 35, 36, 38, 39, 46, 59, 60

Digital 4, 37, 39, 58, 59, 60, 68, 74, 75, 84

Digitasi 70, 80, 81, 85

E

E.L. Ullman 106

Ekuidistan 24

Ekuivalen 24

Elektronik 103

Eopolis 104

Erwin 3, 5, 30

Esri 63, 84

F

False color

44

Fenerkundung

35

Foote 64, 84

Formative Phase

103

Fotografik 68

G

Garis Bujur 9

Garis Lintang 9, 29

GDP 152, 163

Gemeinschaft

95, 118

GIS 4, 63

GNP 148

Grid Square

20, 30

H

Hamburan 38, 60

Harris 106

Hexagonal 131, 132, 134

Hierarki 130, 131

High oblique photograph

43

Hindi 161, 162, 164, 165

Hinterland

101, 104, 120, 135, 143

Homer 105

I

ICA 3

Identifikasi 41, 48, 57, 58, 59, 67,

131, 172

Ikebana

162

Income

149

Infantil stage

102

Intermontane region

153

Interventing

108, 109

Issac 110

J

Jendela 38, 60

Juvenil 102

K

Kadaster 6, 27, 29

Kaukasoid 167

Kiefer 35

Klasifikasi 4, 27,41,74, 79, 85, 86,

102, 103

Konektivitas 112, 113

Konsentris 104, 105, 106, 118

Kontur 2, 5, 15, 31

L

Land reform

161

Landsat 45, 46, 53, 54

Layout

79, 81

Legenda 9, 24, 27, 29, 30, 31

Lettering

12, 12, 27

Life expectancy

150, 174

Lillesand 29, 35

Lindgren 35

Losch 136, 143, 146

Indeks Subjek dan Pengarang

194

Geografi SMA/MA Kelas XII

M

Map

4, 22, 23, 30

Map O-Graph 23

Meteorologi 23

Metropolis Stage

104

Modern Phase

103

MOS 46

Multi topic region

124

N

Nekropolis Stage

104

Network

74, 86, 113

NOAA 46

Nodal 128, 141, 142, 144

Nuclear Phase

103

Numerik 32

O

Oblique photograph

43

Oceanografi 34, 57

Orientasi 9, 29, 30

Orto photograph 43

Ortokromatik 40

Overlay

61, 64, 74, 80, 82, 85, 86

P

Pankromatik 34, 40, 41, 42, 44, 51, 59

Pantograph 21, 22, 23, 30

Paparan 125

Perroux 119, 135, 143, 144

Planimeter 18, 30

Polis Stage

104

Purwadhi 64

R

Raster 63, 68, 69, 70, 72, 85, 86

Recognition

49, 59

Regional Complementary

108

Reilly 110, 111, 112, 119, 143

Remote sensing

35, 73

Resolusi 38, 40, 71

Rona 40, 41, 45, 47, 49, 50, 51, 52, 53,

57, 58, 59

Rural

105, 108, 118

Rural urban fringe

105, 108, 118

S

Segregasi 101, 102, 120

Senile Stage

102

Simbol 3, 9, 10, 11, 12, 23, 24, 25, 26, 29,

31, 32

Slum

115, 118

Spasial 7, 33, 34, 35, 38, 40, 47, 57, 58,

60, 61, 64, 65, 69, 70, 71, 72, 73, 74,

78, 79, 84, 85, 86, 93

Spatial Transfer Ability

109

SPOT 46, 47, 53, 54

Stereoskop 35, 49

Suburban 107

Swadaya 100, 117, 119

Swakarsa 100

Swasembada 100, 117, 119

T

Tabulasi 72, 85

Tekstur 47, 50, 51, 52, 53, 57, 58, 59

Teledetection

35

Teleperception

35

Tematik 2, 4, 6, 10, 22, 23, 29, 31, 32, 64

Temporal 38, 47, 57, 58, 60, 66

Topografi 2, 4, 5, 10, 23, 29

Toponimi 13, 29

Total region

124

Town

105

Tradisional 95, 99, 117, 119, 147

True color

44

Tyrannopolis Stage

104

U

Ullman 106

Ultraviolet 40, 59

Urban fringe

105, 107, 108, 118

V

Vektor 63, 70, 71, 72, 85, 86

POLA KERUANGAN DESA DAN KOTA

BAB IV

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini Anda diharapkan mampu untuk menjelaskan tentang pola

persebaran, spasial, hubungan, serta interaksi keruangan antara desa dan kota.

Adapun hal-hal yang akan Anda pelajari sehubungan dengan tujuan pembelajaran tersebut adalah:

1. pengertian desa dan persebarannya,

3. interaksi desa kota, dan

2. pengertian kota dan persebarannya,

4. dampak terjadinya interaksi desa kota.

ilayah permukaan di bumi terdiri atas berbagai macam fenomena atau

ketampakan geografis. Di antara berbagai ketampakan tersebut terdapat

fenomena kehidupan desa dan kota. Pernahkah Anda melihat perbedaan dari

kehidupan di desa dan kota? Selama ini mungkin Anda membedakan desa dan

kota dari kondisinya, di mana desa kondisinya sepi, sejuk, dan tenang, sedangkan

kota ramai, bising, dan macet lalu lintasnya. Desa penuh dengan kesederhanaan,

sedangkan kota penuh dengan berbagai fasilitas dan kemewahan. Berikut akan

dibahas tentang fenomena desa kota dan interaksinya.

W

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

94

Geografi SMA/MA Kelas XII

M

O T I V A S

I

Dengan mempelajari bab ini, pemahaman Anda tentang kondisi pedesaan dan perkotaan

akan semakin lengkap dan terintegrasi, tidak hanya tampilan fisik dari desa kota semata,

tatapi juga interaksinya. Pelajarilah bab ini secara saksama agar Anda memahami kondisi

desa dan kota secara baik! Ayo belajar!

Peta Konsep

Kata Kunci :

1. Desa

4. Pola keruangan desa

7. Ciri-ciri desa

2. Kota

5. Pola keruangan kota

3. Interaksi desa kota

6. Ciri-ciri kota

Pola

Keruangan

Desa Kota

x

Desa

x

Pengertian Desa

x

Ciri-ciri Kehidupan

Desa

x

Unsur-Unsur Desa

x

Potensi Desa

x

Mata Pencaharian

x

Tipe-Tipe Desa

x

Kota

x

Interaksi

Desa Kota

x

Dampak

Interaksi Desa

Kota

x

Desa Agraris

x

Desa Industri

x

Desa Nelayan

x

Gejala-Gejala yang Muncul

x

Zona Interaksi Perkotaan

x

Prinsip Interaksi Desa Kota

x

Faktor-Faktor yang Memengaruhi

Interaksi antarwilayah

x

Teori interaksi

x

Fisik

x

Nonfisik

x

Pengertian Kota

x

Ciri-ciri Kota

x

Unsur-Unsur Kota

x

Potensi Kota

x

Klasifikasi Kota

x

Pola Penggunaan

lahan Kota

Mempelajari tentang

Mempelajari

tentang

Mempelajari

tentang

Terjadinya

Meliputi

Antara lain

Pola Keruangan Desa dan Kota

95

A. Desa

1. Pengertian Desa

Menurut R. Bintarto pengertian desa adalah suatu perwujudan atau kesatuan

geografis yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis, politis,

dan kultural dalam hubungannya dan adanya pengaruh timbal balik dengan

daerah-daerah lain. Dalam arti luas pengertian desa adalah suatu wilayah yang

ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai satu kesatuan masyarakat hukum

yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah camat

dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam Ikatan Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

2. Ciri-Ciri Kehidupan Desa

Beberapa ciri kehidupan di desa antara lain:

a. mempunyai wilayah sendiri,

b. mempunyai sistem masyarakat sendiri,

c. kehidupannya sangat erat dengan lingkungan alam,

d. sifat gotong royong masih tertanam kuat pada warga masyarakat desa,

e. masyarakat desa merupakan suatu paguyuban

(gemeinschaft)

yaitu gaya

hidup berdasarkan ikatan kekeluargaan yang kuat,

f. struktur ekonominya bersifat agraris,

g. jumlah penduduk tidak terlalu banyak dan luas daerah tidak terlalu besar,

h. proses sosial berjalan lambat,

i. kehidupannya bersifat tradisional,

j. tata pemerintahan dipimpin oleh kepala desa yang dipilih oleh rakyatnya,

dan

k. masyarakat desa pada umumnya masih memegang norma-norma agama

secara kuat.

Gambar 4.1

Gotong royong salah satu ciri kehidupan masyarakat desa.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

96

Geografi SMA/MA Kelas XII

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

3. Pola Permukiman Desa

Pola pemukiman di pedesaan dibedakan menjadi 3, yaitu:

a. Pola Mengelompok

(Nucleated

Agricultural

Village Community)

Pola mengelompok dapat terlihat dari rumah-

rumah

penduduk yang terletak menggerombol ber-

dekatan dengan tanah pertanian yang jauh dari pe-

rumahannya.

b. Pola Memanjang/Linear

(Line

Village

Community)

Pola memanjang dapat terlihat dari rumah-

rumah

penduduk membentuk suatu deretan

memanjang yang terletak di kanan dan kiri sungai

atau jalan raya. Tanah pertanian biasanya terletak di

belakang perumahannya.

c. Pola Menyebar

(Open

Country or Tride

Center Community)

Pola menyebar dapat terlihat dari rumah-rumah

penduduk

yang tersebar di daerah pertaniannya.

Antara perumahan yang satu dengan yang lainnya

terdapat jalur lalu lintas untuk keperluan bidang

perdagangan.

1. Pergilah ke desa terdekat (bila wilayah Anda merupakan kawasan

perkotaan), namun jika Anda tinggal di desa pergilah ke balai desa!

2. Lihatlah peta monografi dari desa tersebut. Perhatikan pola persebaran

permukiman yang tampak! Termasuk jenis pola permukiman apakah

yang ada di desa tersebut? Mengapa bisa demikian?

3. Tulislah hasil analisis Anda pada selembar kertas, dan serahkan kepada

bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Gambar 4.2

Pola desa yang rumahnya

mengelompok.

Sumber: Haryana, 2006

Gambar 4.3

Pola desa di sepanjang

sungai/jalan raya.

Sumber: Haryana, 2006

Gambar 4.4

Pola desa yang rumahnya

tersebar tidak mengelompok dalam satu

tempat.

Sumber: Haryana, 2006

Pola Keruangan Desa dan Kota

97

4. Unsur-Unsur Desa

Unsur-unsur yang harus ada dalam suatu desa menurut R. Bintarto dalam

bukunya Pengantar Geografi Desa, adalah sebagai berikut.

a. Penduduk

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami suatu desa kaitannya

dengan

penduduk antara lain jumlah, tingkat kelahiran, tingkat kematian, per-

sebaran penduduk, kepadatan, pertumbuhan, perbandingan jenis kelamin, mata

pencaharian, dan struktur penduduk.

b. Wilayah

Suatu wilayah pedesaan memi-

liki

daerah tersendiri dengan ber-

bagai aspeknya seperti lokasi, luas-

an, bentuk lahan, keadaan tanah,

keadaan tata air, dan sebagainya.

c. Tata Kehidupan

Tata kehidupan berkaitan erat

dengan

adat istiadat, norma-norma

yang berlaku di desa tersebut, peng-

aturan sistem pergaulan warga

masyarakat, dan pola-pola budaya

yang ada di desa tersebut.

5. Potensi Desa

Potensi desa adalah kemampuan atau kekuatan yang dimiliki dan kemu-

ngkinan untuk dikembangkan dalam wilayah otonomi desa.

a. Potensi Fisik

1) Manusia

Manusia

sebagai potensi sum-

ber tenaga kerja di desa. Manusia me-

miliki kemampuan untuk mengolah

apa yang tersedia di alam untuk

memenuhi kebutuhan hidup.

2) Air

Di pedesaan, air yang tersedia

di alam digunakan untuk memenuhi

kebutuhan hidup sehari-hari dan

dimanfaatkan untuk irigasi lahan

pertanian dan perikanan.

Gambar 4.6

Lahan pertanian merupakan potensi fisik

dari desa.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

Gambar 4.5

Bentuk fisik rumah di daerah pedesaan.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

98

Geografi SMA/MA Kelas XII

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

3) Iklim dan Angin

Iklim dan angin mempunyai peranan

penting bagi desa agraris karena angin dapat

dimanfaatkan sebagai penggerak kincir angin

untuk pengairan. Iklim berpengaruh terhadap

pola bercocok tanam untuk penyediaan

bahan pangan.

4) Tanah

Tanah berfungsi sebagai sumber potensi

yang sangat penting di pedesaan karena

digunakan sebagai media tumbuhnya

tanaman pertanian. Selai

n itu, di dalam tanah

juga tersimpan sumber mineral dan bahan tambang.

b. Potensi Nonfisik

1) Aparatur desa sebagai sumber kelancaran

jalannya

pemerintahan.

2) Lembaga sosial serta lembaga pendidikan

sebagai potensi positif bagi pembangunan

desa.

3) Masyarakat desa yang hidup berdasarkan

gotong-royong sebagai kekuatan untuk ber-

produksi dan pelaksanaan pembangunan.

1. Buatlah sebuah karangan singkat dengan tema “Tradisi Gotong Royong

dan Semangat Kekeluargaan Karakteristik khas masyarakat Pedesaan”.

Tulislah dalam 2–3 halaman!

2. Kumpulkan pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Ciri masyarakat modern menurut

R. Bintarto adalah sebagai berikut:

x

Berpikiran ke masa depan

dengan tidak mengabaikan

pengalaman masa lampau.

x

Memiliki perencanaan berda-

sarkan orientasi yang rasional.

x

Menerima pengalaman baru

dan terbuka terhadap pene-

muan baru.

x

Memiliki tindakan terencana,

tersusun dan teliti dalam

menyelesaikan masalah.

x

Mempunyai keterbukaan pada

ilmu pengetahuan dan tek-

nologi.

x

Mempunyai rasa penghargaan

terhadap hasil karya orang lain.

x

Berpegang pada segala sesuatu

yang dapat diperhitungkan.

InfoGeo

Gambar 4.7

Aparatur desa adalah potensi nonfisik yang dimiliki

desa.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

Hal-hal yang harus diperhatikan

untuk mengatasi terisolirnya suatu

daerah pedesaan adalah keterse-

diaan fasilitas/infrastruktur se-

perti listrik, jalan raya, fasilitas

kesehatan, dikaitkan dengan ke-

adaan topografi desa, daya jang-

kau penduduk desa ke pusat

perekonomian (dengan melihat

jarak desa ke ibukota kecamatan/

kabupaten).

InfoGeo

Pola Keruangan Desa dan Kota

99

5. Mata Pencaharian

Dilihat dari segi mata pencahariannya, penggolongan desa sebagai berikut.

a. Desa Agraris

Desa agraris adalah desa yang mayoritas penduduknya hidup dari sektor

agraris

atau pertanian. Faktor yang menentukan terbentuknya desa agraris adalah

iklim yang berpengaruh terhadap kesuburan tanah.

b. Desa Industri

Desa industri terbentuk karena

penduduknya

sebagian besar mela-

kukan kegiatan industri kecil, teruta-

ma yang berhubungan dengan ke-

giatan pertanian.

c. Desa Nelayan

Desa nelayan terbentuk di se-

panjang

pantai, penduduknya hidup

dari hasil melaut serta hasil pertanian

budi daya rumput laut.

6. Tipe-tipe Desa Berdasarkan Perkembangan Masyarakatnya

Berdasarkan perkembangan masyarakatnya, desa dibedakan sebagai berikut.

a. Desa Tradisional

Desa tradisional adalah desa yang kehidupan masyarakatnya masih sangat

ter

gantung pada alam sekitarnya. Letak desa ini biasanya agak terisolir yang

didiami oleh suku terasing, penduduknya cenderung tertutup atau kurang

berkomunikasi dengan daerah lain.

Gambar 4.8

Industri rumah tangga

Sumber: Gatra,17 Agustur 2002

Gambar 4.9

Permukiman nelayan di tepi pantai

Sumber: Insight Guides, 2002

100

Geografi SMA/MA Kelas XII

B

ERPIKIR

K

RITIS

b. Desa Swadaya

Desa swadaya adalah desa yang masyarakatnya telah mampu memenuhi

kebutuhannya

sendiri. Penduduknya masih jarang dan kurang berkomunikasi

dengan masyarakat luar, sehingga proses kemajuan yang diperoleh sebagai

hasil interaksi dengan wilayah lainnya berjalan lambat.

c. Desa Swakarya

Desa swakarya adalah desa yang masyarakatnya sudah lebih maju

dibandingkan

dengan desa swadaya. Selain untuk memenuhi kebutuhannya

sendiri, kelebihan produksi yang dihasilkan penduduk sudah mulai dijual ke

daerah lain. Desa swakarya mulai mengadakan kontak atau hubungan dengan

warga daerah lain, walaupun intensitasnya masih sedikit.

d. Desa Swasembada

Desa swasembada adalah desa

yang

sudah mampu mengembangkan

semua potensi yang ada secara optimal.

Masyarakat desa ini sudah mulai meng-

adakan interaksi atau hubungan dengan

masyarakat luar untuk melakukan tukar-

menukar barang dengan wilayah lain.

Hasil dari interaksi tersebut menyebab-

kan masyarakat yang tinggal di desa

swasembada mampu menyerap tek-

nologi baru untuk memanfaatkan sum-

ber daya yang dimiliki, sehingga pro-

ses pembangunan dapat berjalan

dengan baik.

Buatlah kelompok diskusi yang terdiri atas 4 atau 5 orang. Diskusikan

tentang cara-cara meningkatkan potensi desa. Mintalah salah satu teman

Anda untuk membacakan hasil diskusi tersebut di depan kelas untuk

ditanggapi teman dan bapak atau ibu guru!

B. Kota

1. Pengertian Kota

Pengertian kota dalam arti sempit adalah perwujudan geografis yang

ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis sosial, ekonomi, politik dan budaya

yang terdapat di wilayah tersebut.

Gambar 4.10

Desa yang sudah maju mempunyai

infrastruktur jalan yang baik.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

Pola Keruangan Desa dan Kota

101

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian kota

adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan

penduduk yang tinggi dan strata sosial ekonomi yang beragam. Dalam arti

luas, kota dapat juga diartikan sebuah bentang budaya yang ditimbulkan oleh

unsur-unsur alami dan nonalami dengan gejala-gejala aglomerasi yang cukup

besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis

dibandingkan dengan daerah belakangnya

(hinterland).

2. Ciri-Ciri Kota

Ciri-ciri masyarakat perkotaan antara lain:

a. hubungan sosial bersifat

gesselschaft

/patembayan (hubungan jangka

pendek),

b. kehidupannya bersifat individualistik,

c. masyarakatnya beraneka ragam,

d. pandangan hidup masyarakatnya lebih rasional,

e. norma-norma keagamaan tidak begitu ketat,

f. adanya segregasi keruangan, dan

g. adanya lapangan pekerjaan yang bermacam-macam.

3. Unsur-Unsur Kota

Unsur-unsur perkotaan antara

lain sebagai berikut.

a. Unsur-unsur fisik, antara lain to-

pografi, kesuburan tanah, dan

iklim.

b. Unsur-unsur sosial, yaitu se-

suatu yang dapat menimbulkan

keserasian dan ketenangan

hidup warga kota.

c. Unsur-unsur ekonomi, yaitu fa-

silitas yang dapat memenuhi

kebutuhan pokok penduduk

perkotaan.

d. Unsur-unsur budaya, yaitu seni dan budaya yang dapat memberikan se-

mangat dan gairah hidup penduduk perkotaan.

4. Potensi Kota

Potensi yang dimiliki suatu kota, antara lain sebagai berikut.

a. Potensi sosial, yaitu adanya badan-badan atau yayasan-yayasan sosial, or-

ganisasi pemuda, dan lain-lain.

b. Potensi ekonomi, yaitu adanya pasar-pasar, b

ank-bank, stasiun, dan kom-

pleks pertokoan yang menunjang sistem perekonomian kota.

Gambar 4.11

Gedung-gedung bertingkat merupakan

ciri fisik dari kota

Sumber: Catalogue Calendar.1998

102

Geografi SMA/MA Kelas XII

c. Potensi politik, yaitu adanya apara-

tur kota yang menjalankan tugas-tu-

gasnya baik aparatur sipil maupun

militer.

d. Potensi budaya, yaitu adanya bentuk-

bentuk budaya yang ada antara lain

di bidang pendidikan (gedung

sekolah, kampus), gedung kesenian,

dan kegiatan lain yang menyema-

rakkan kota.

Gambar 4.12

Contoh potensi politik yang ada di kota

adalah polisi.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

5. Klasifikasi Kota

Taylor mengklasifikasikan kota berdasarkan karakteristik dinamika

fungsionalnya, karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.

a. Tahap Awal/Infantil

(The

Infantil Stage)

Pada tahap ini belum terlihat adanya pembagian yang jelas mengenai daerah-

daerah

permukiman dengan daerah-daerah perdagangan. Selain itu juga belum

terlihat adanya perbedaan kawasan permukiman kelas bawah dan kelas atas.

Bangunan-bangunan yang ada masih tidak teratur.

b. Tahap Muda/Juvenil

(The

Juvenil Stage)

Pada tahap ini mulai terlihat adanya

proses-proses

pengelompokan pertoko-

an pada bagian-bagian kota tertentu. Ka-

wasan permukiman kelas menengah ke

atas sudah mulai bermunculan di pinggi-

ran kota dan munculnya kawasan pabrik.

c. Tahap Dewasa

Pada tahap ini mulai terlihat adanya

gejala-gejala

segregasi

fungsi-fungsi

(pemisahan

fungsi-fungsi). Sudah mulai

terlihat adanya perbedaan antara per-

mukiman kelas atas dan kelas bawah.

d. Tahap Ketuaan

(The

Senile Stage)

Pada tahap ini ditandai adanya pertumbuhan yang terhenti

(cessation

of

growth),

kemunduran dari beberapa distrik dan kesejahteraan ekonomi

penduduknya menunjukkan gejala-gejala penurunan. Kondisi-kondisi seperti ini

terlihat di daerah-daerah industri.

Gambar 4.13

Munculnya kawasan pabrik ciri dari

klasifikasi kota tahap juvenil.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

Pola Keruangan Desa dan Kota

103

A

YO

M

ENELITI

Menurut Houston, berdasarkan karakteristik pertumbuhannya, kota dapat

diklasifikasikan menjadi tiga, sebagai berikut.

a. Stadium Pembentukan Inti Kota

(Nuclear

Phase)

Stadium ini merupakan tahap pembentukan CBD (

Central

Business

District

). Pada masa ini baru dirintis pembangunan gedung-gedung utama

sebagai penggerak kegiatan perekonomian.

b. Stadium Formatif

(Formative

Phase)

Tahap ini mulai menunjukkan ciri-ciri yang berbeda dengan tahap pertama

pada

abad 19. Hal ini timbul sebagai akibat adanya revolusi industri yang meledak

di kawasan Eropa Barat. Perkembangan industri pada saat itu mulai meluas

dan perkembangan teknologi juga masuk ke sektor-sektor lain seperti sektor

transportasi, komunikasi, serta perdagangan.

c. Stadium Modern

(Modern

Phase)

Stadium ini mulai terlihat pada abad ke-20 sejalan dengan makin majunya

teknik

elektronika. Makin majunya teknologi transportasi dan komunikasi

mengakibatkan seseorang tidak lagi berpandangan bahwa bertempat tinggal di

dekat tempat kerja merupakan hal yang paling menguntungkan.

Apakah Anda tinggal di kota? Kalau tidak, pergilah ke kota terdekat. Lalu

amatilah, catat, dan isilah daftar pengamatan seperti di bawah ini. Kerjakan

di buku tugas Anda.

1. Buatlah pekerjaan ini secara berkelompok 2–3 orang!

2. Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

No Aspek Pengamatan

Kondisi Realitas

I. Unsur-Unsur Perkotaan

1. Unsur Fisik

2. Unsur Sosial

3. Unsur Ekonomi

4. Unsur Budaya

1. ....

2. ....

3. ....

4. ....

II. Potensi Perkotaan yang Bisa

Dikembangkan

1. Potensi Fisik

2. Potensi Sosial

3. Potensi Ekonomi

4. Potensi Budaya

1. ....

2. ....

3. ....

4. ....

III. Klasifikasi Kota

.....

.....

IV. Kesimpulan/Saran Pengembangan

.....

.....

104

Geografi SMA/MA Kelas XII

Lewis Mumford meninjau pertumbuhan suatu kota melalui enam fase, yaitu

sebagai berikut.

a. Fase Eopolis

(Eopolis

Stage)

Dalam tahap ini dicerminkan oleh adanya kehidupan masyarakat yang

semakin

maju, walaupun kondisi kehidupannya masih didasarkan pada kegiatan

pertanian, pertambangan, dan perikanan.

b. Fase Polis

(Polis

Stage)

Tahap ini ditandai oleh adanya pasar yang cukup besar, sementara itu

beberapa

kegiatan industri yang cukup besar mulai bermunculan di beberapa

bagian kota.

c. Fase Metropolis

(Metr

opolis Stage)

Dalam tahap ini kota sudah mulai bertambah besar. Fungsi-fungsi

perkotaannya

terlihat mendominasi kota-kota kecil lainnya yang berada di sekitar

kota dan daerah-daerah belakangnya

(hinterland)

.

d. Fase Megapolis

(

Megapolis Stage)

Tahap ini ditandai oleh adanya tingkah laku manusia yang hanya berorientasi

pada

materi. Standarisasi produksi lebih diutamakan daripada usaha-usaha

kerajinan tangan.

e. Fase Tiranipolis

(T

yrannopolis Stage)

Pada tahap ini ukuran atau tolok ukur budaya adalah apa yang tampak

secara

fisik (

display

). Masalah uang atau materi dan ketidakacuhan mengenai

segala aspek kehidupan mewarnai tingkah laku penduduknya.

f. Fase Nekropolis

(Nekr

opolis Stage)

Tahap ini disebut sebagai tahap kemunduran dari suatu kota. Hal ini ditandai

dengan

kemunduran pelayanan kota beserta fungsi-fungsinya, dan menunjukkan

gejala-gejala kehancuran yang disebabkan karena adanya peperangan,

kelaparan, dan wabah penyakit yang melanda hebat.

6. Pola Penggunaan Lahan di Kota

Pola penggunaan lahan merupakan bentuk interaksi antara manusia dengan

lingkungan sebagai tempat hidupnya. Perencanaan dalam pemanfaatan

penggunaan lahan harus sesuai dengan kondisi lingkungan baik fisik, sosial,

serta sektor perekonomiannya. Sehubungan dengan hal tersebut, ada beberapa

teori yang mendukungnya, yaitu teori konsentris, teori sektoral, dan teori inti

ganda.

a. Teori Konsentris

Teori ini diperkenalkan olah E.W. Burgess, seorang ahli sosiologi dari

Amerika

pada tahun 1920-an. Burgess berpendapat bahwa pola penggunaan

lahan di perkotaan memperlihatkan zona-zona konsentris atau melingkar. Pada

Pola Keruangan Desa dan Kota

105

pusat zona lingkaran terdapat inti kota, merupakan pusat kegiatan ekonomi

kota. Semakin ke tepi pusat zona, akan terlihat pengurangan kegiatan

ekonominya. Contoh kota dengan pola konsentris adalah Chicago, Adelaide,

Calcuta, dan Amsterdam.

Pembagian zona-zona menurut Burgess adalah sebagai berikut.

1) Zona ini merupakan pusat daerah kegiatan atau

Central Bussines district

(CBD),

wilayah ini merupakan inti atau pusat kota, sering juga disebut

down town. Daerah inti kota ini ditandai dengan adanya gedung-gedung,

pasar, pusat pertokoan, dan fasilitas umum lainnya.

2) Zona transisi, wilayah ini merupakan daerah industri manufaktur dan pabrik-

pabrik.

3) Zona permukiman kelas rendah, wilayah ini merupakan tempat tinggal

kaum buruh dan masyarakat kelas bawah lainnya.

4) Zona permukiman kelas menengah, wilayah ini merupakan tempat tinggal

masyarakat yang berpenghasilan menengah.

5) Zona permukiman kelas atas, wilayah ini ditandai dengan adanya kawasan

perumahan elit dari masyarakat kelas atas.

6) Zona jalur batas desa kota

(rural urban fringe zone),

wilayah ini merupakan

daerah pinggiran kota, dan banyak dijumpai para penglaju yang pada

umumnya tinggal di daerah pinggiran.

b. Teori Sektoral

Teori ini diperkenalkan oleh Homer Hoyt pada tahun 1930. Homer Hoyt

mengemukakan bahwa pola penggunaan lahan kota berkembang berdasarkan

sektor-sektor

lingkaran konsentris. Pola penggunaan lahan yang berbentuk

memanjang pada umumnya terletak di pinggir jalan, sungai, atau pantai. Pada

tanah datar biasanya mempunyai kondisi jalan yang lurus. Contoh kota yang

mempunyai pola sektoral adalah California, Boston, dan San Fransisco.

Gambar 4.14

Teori konsentris

Sumber: Daldjoeni, 1992

Pusat perdagangan

(Central bussiness district)

Kawasan pabrik

Permukiman kelas rendah

Permukiman kelas menengah

Permukiman kelas tinggi

Kawasan perdagangan luar

(Outying business district)

106

Geografi SMA/MA Kelas XII

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

c. Teori Inti Ganda

Teori ini diperkenalkan pertama kali oleh C.D. Harris dan E.L. Ullman

pada

tahun 1945. Teori ini berisi kritik terhadap model yang dikemukakan

oleh Burgess dan Hoyt, yang berpendapat bahwa dalam suatu kota hanya

terdapat satu pusat kegiatan saja, dan selanjutnya dikelilingi oleh jenis

penggunaan lahan lainnya.

Dalam Teori inti ganda dikemukakan bahwa struktur penggunaan lahan di

daerah perkotaan tidak sesederhana seperti yang dikemukakan teori konsentris

dan sektoral. Hal ini disebabkan di dalam suatu wilayah perkotaan terdapat

tempat-tempat tertentu yang berfungsi sebagai inti-inti kota dan pusat pertum-

buhan baru, sehingga dalam suatu wilayah perkotaan terdapat beberapa inti

kota. Tempat-tempat yang dapat berfungsi sebagai inti kota antara lain kom-

plek sekolah dan perguruan tinggi, pelabuhan, atau munculnya kawasan indus-

tri baru.

Buatlah kelompok yang terdiri 2 atau 3 orang. Buatlah kliping tentang

permasalahan-permasalahan yang ada di kota. Berikan pendapat Anda

tentang cara mengatasi permasalahan tersebut. Tulislah pendapat Anda

tersebut di akhir buku kliping dan serahkan kepada bapak atau ibu guru

untuk dinilai!

Gambar 4.15

Teori sektoral

Sumber: Daldjoeni, 1992

Inti kota

Perumahan kelas menengah

Perdagangan besar, industri

kecil, dan kawasan pabrik

Perumahan elit

Perumahan kelas rendah

Perumahan kaum buruh

Mintakat pelaju atau

perumahan luar suburban

Industri ringan di suburban

Gambar 4.16

Teori inti ganda

Perumahan kaum buruh

Mintakat pelaju atau

perumahan luar suburban

Industri ringan di

Industri berat

Gambar 4.16

Teori inti ganda

Sumber: Daldjoeni, 1992

Pola Keruangan Desa dan Kota

107

C. Interaksi Desa Kota

Interaksi merupakan suatu hubungan timbal balik yang saling berpengaruh

antara dua wilayah atau lebih, yang dapat menimbulkan gejala, ketampakan,

ataupun permasalahan baru. Contohnya adalah daerah pedesaan menghasilkan

bahan pangan, terutama padi, sayur-sayuran, serta buah-buahan dan daerah

perkotaan menghasilkan berbagai industri berat seperti peralatan pertanian yang

modern. Daerah pedesaan menjual hasil buminya ke perkotaan dan sebaliknya

daerah perkotaan menjual peralatan pertaniannya ke daerah pedesaan. Kedua

daerah tersebut saling membutuhkan dan saling melengkapi, akibatnya terjadilah

hubungan timbal balik antara kedua daerah tersebut dalam bentuk pergerakan

barang dan manusia.

1. Gejala-Gejala yang Muncul dari Adanya Interaksi Desa Kota

Gejala yang muncul dari adanya

interaksi desa kota adalah sebagai

berikut.

a. Terjadi proses modernisasi per-

tanian di daerah pedesaan dalam

bentuk kemajuan teknologi per-

tanian.

b. Terjadinya gejala urbanisme

atau gaya hidup kekotaan di

daerah pedesaan seperti cara

berpakaian dan cara bergaul. Hal

ini sebagai akibat seringnya pen-

duduk desa berinteraksi dengan

penduduk kota.

c. Terjadinya proses urbanisasi, yaitu perpindahan penduduk dari desa ke

kota untuk mencari pekerjaan.

d. Meningkatnya jumlah pengangguran di daerah kota karena daya tampung

lapangan pekerjaan di perkotaan sangat terbatas.

2. Zona Interaksi Perkotaan

Zona adalah daerah yang membentuk jalur-jalur linear yang teratur dalam

ruang, biasanya mengelilingi pusat daerah kegiatan. Zona interaksi perkotaan

adalah sebagai berikut.

a.

City

adalah pusat kota atau inti kota.

b.

Suburban

adalah daerah yang letaknya dekat dengan pusat kota atau inti

kota.

c.

Suburban fringe

adalah daerah yang melingkari suburban, merupakan daerah

peralihan antara kota dan desa.

Gambar 4.17

Permukiman kumuh di kota akibat

negatif dari interaksi desa kota

Sumber: Tempo, 18-24 Agustus 2003

108

Geografi SMA/MA Kelas XII

d.

Urban fringe

adalah semua daerah batas luar kota yang mempunyai sifat-

sifat mirip kota, kecuali inti kota.

e.

Rural urban fringe

adalah suatu jalur daerah yang terletak antara daerah

kota dengan daerah desa yang ditandai dengan penggunaan tanah

campuran.

f.

Rural

adalah pedesaan.

3. Prinsip-Prinsip Interaksi Desa Kota

Prinsip-prinsip interaksi desa kota adalah sebagai berikut.

a. Adanya hubungan timbal balik antara dua daerah atau lebih, misal interak-

si antara desa dengan kota, antara kota dengan kota, atau antara daerah

industri dengan daerah pemasaran.

b. Terjadinya proses pergerakan, meliputi:

1) pergerakan manusia,

2) pergerakan atau perpindahan gagasan dan informasi, seperti infor-

masi tentang teknologi, keindahan suatu wilayah, bencana alam, serta

3) pergerakan materi atau benda yang disebut transportasi, seperti per-

pindahan hasil pertanian, produk industri, barang tambang, dan lain-

lain.

4. Faktor-Faktor yang Mendasari atau Memengaruhi Interaksi

Antarwilayah

a. Adanya Wilayah-Wilayah yang Saling Melengkapi

(Regional

Complementary)

Wilayah-wilayah yang saling melengkapi adalah terdapatnya wilayah-wilayah

yang

memiliki ketersediaan sumber daya berbeda-beda, dan wilayah-wilayah

tersebut saling melengkapi. Misal, di satu daerah kelebihan atau surplus sumber

daya (barang tambang, hasil hutan, dan pertanian) dan di daerah lain ada yang

kekurangan atau minus bahkan tidak memiliki sumber daya tersebut, padahal

daerah tersebut sangat membutuhkan. Keadaan ini yang menyebabkan kedua

daerah saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhan.

Gambar 4.18

Lalu lintas pergerakan manusia dari adanya

interaksi desa dan kota.

Sumber: Dokumen Haryana, 2006

Pola Keruangan Desa dan Kota

109

b. Adanya Kesempatan untuk Berintervensi

(Interventing

Opportunity)

Kesempatan berintervensi dapat diartikan sebagai suatu kemungkinan

adanya

perantara yang dapat menghambat timbulnya interaksi antarwilayah.

Interventing opportunity

dapat pula diartikan sebagai suatu hal yang dapat

melemahkan pola interaksi antarwilayah sebagai akibat adanya alternatif

pengganti suatu sumber daya yang dibutuhkan suatu daerah.

c. Adanya Kemudahan Pemindahan Dalam Ruang

(Spatial

T

ransfer Ability)

Kemudahan dalam pemindahan barang merupakan faktor yang penting

dalam

proses interaksi. Pemindahan di sini adalah pemindahan manusia, gagasan

dan informasi, serta barang. Faktor ini sangat berhubungan dengan:

1) jarak mutlak dan jarak relatif antarwilayah. Jarak mutlak adalah jarak

sesungguhnya dari dua tempat atau lebih yang ingin kita ketahui interaksinya.

Misalnya jarak antara Kota Solo – Semarang adalah 100 km (mempunyai

Gambar 4.19

Skema

komplementaritas regional.

Wilayah B

Surplus sumber daya B

Minus sumber daya A

Minus sumber daya C

Wilayah A

Surplus sumber daya A

Minus sumber daya B

Minus sumber daya C

Wilayah C

Surplus sumber daya C

Minus sumber daya A

Minus sumber daya B

: jalinan interaksi

Gambar 4.20

Skema

interventing opportunity.

Wilayah A

Surplus

sumber daya X

Minus sumber daya Y

Wilayah B

Surplus sumber daya Y

Minus sumber daya X

Wilayah C

Surplus sumber daya X

Surplus sumber daya Y

: jalinan interaksi lemah

Kebutuhan A

disuplai C

Kebutuhan B

disuplai C

110

Geografi SMA/MA Kelas XII

ukuran standart). Jarak relatif adalah jarak yang lebih ditekankan pada berapa

lama waktu yang dibutuhkan untuk mengadakan perpindahan manusia,

barang, dan jasa serta gagasan dan informasi dari suatu tempat ke tempat

lainnya,

2) biaya angkutan atau transportasi yang memindahkan manusia, barang,

gagasan dan informasi dari satu tempat ke tempat lainnya, dan

3) kemudahan dan kelancaran sarana transportasi antarwilayah seperti kondisi

jalan, relief daerah yang dilewati, dan jumlah kendaraan.

5. Teori-Teori Interaksi

Ada beberapa teori interaksi yang dikemukakan para ahli, antara lain sebagai

berikut.

a. Teori Model Gravitasi

Teori ini dikemukakan oleh Issac Newton (1687). Newton mengemukakan

bahwa

dua benda akan memiliki gaya tarik menarik di antara keduanya. Gaya

tarik menarik ini dinamakan gravitasi. Kekuatan tarik-menarik ini besarnya

berbanding lurus dengan hasil kali kedua massa benda dan berbanding terbalik

dengan kuadrat jaraknya.

Rumus:

12

2

12

mm

Gg

(d d )

˜

˜

˜

Keterangan

G : besarnya gaya gravitasi antar dua buah benda (cm/detik

2

)

g : tetapan gravitasi Newton, besarnya 6.167 x 10-8/gram detik

2

m

1

: massa benda 1 (dalam gram)

m

2

: massa benda 2 (dalam gram)

d

1

: jarak benda (dalam cm)

Rumus Newton tersebut diterapkan dalam geografi oleh W.J. Reilly untuk

mengukur kekuatan interaksi keruangan antara 2 wilayah atau lebih. Kekuatan

interaksi antara dua wilayah dapat diukur dengan memerhatikan jumlah

penduduk masing-masing wilayah, serta jarak mutlak antara wilayah-wilayah

tersebut.

Gambar 4.21

Skema kemudahan pemindahan dalam ruang

: jalinan interaksi lemah

Wilayah B

Minus sumber daya X, tetapi

memiliki sumber daya Z sebagai

alternatif pengganti kebutuhan

sumber daya X

Wilayah A

Surplus sumber daya X

Pola Keruangan Desa dan Kota

111

Rumus:

AB

AB

2

AB

PP

Ik

(d )

˜

˜

Keterangan

I

AB

: kekuatan interaksi antara daerah A dengan daerah B

k : nilai konstanta empiris, biasanya angka 1

P

A

: jumlah penduduk daerah A

P

B

: jumlah penduduk daerah B

d

AB

: jarak mutlak yang menghubungkan daerah A dan B

Contoh soal:

Jumlah penduduk kota A adalah 30.000 orang, penduduk kota B adalah 20.000

orang. Jarak dari kota A ke kota B adalah 20 km. Berapakah kekuatan interaksi

kedua kota tersebut?

Jawab:

Diketahui:

P

A

: 40.000 orang

P

B

: 10.000 orang

d

AB

: 20 km

Interaksi antara kota A dan B adalah:

AB

AB

2

AB

PP

I=k

(d )

˜

˜

2

(40.000) (10.000)

1

(20)

˜

˜

400.000.000

400

= 1. 000.000

Jadi kekuatan interaksi kedua kota tersebut adalah 1.000.000 penduduk.

Perbandingan kekuatan interaksi keruangan di beberapa wilayah dengan

menggunakan rumus Reilly dapat diterapkan dengan syarat-syarat sebagai

berikut.

1) Kondisi penduduk dari tiap wilayah yang dibandingkan relatif sama, baik

tingkat sosial ekonomi, pendidikan, mata pencaharian, mobilitas, keadaan

budaya, dan lain-lain.

2) Relief antardaerah yang relatif sama.

3) Keadaan sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan wilayah-

wilayah yang dibandingkan relatif sama.

d

AB

: 60 km

A

B

112

Geografi SMA/MA Kelas XII

b. Teori Titik Henti

Teori ini merupakan modifikasi dari teori gravitasi Reilly. Teori ini berusaha

memberikan

cara dalam memperkirakan lokasi garis batas yang memisahkan

wilayah-wilayah perdagangan dari dua kota yang berbeda ukurannya.

Teori ini juga digunakan untuk memperkirakan penempatan lokasi industri

atau pelayanan-pelayanan sosial antara dua wilayah, sehingga dapat dijangkau

oleh penduduk daerah-daerah tersebut. Inti dari teori titik henti bahwa jarak

titik pisah dari pusat perdagangan yang lebih kecil ukurannya berbanding lurus

dengan jarak antara kedua pusat perdagangan dan berbanding terbalik dengan

satu ditambah akar kuadrat jumlah penduduk dari wilayah yang penduduknya

lebih besar dibagi jumlah penduduk dari wilayah yang sedikit.

Rumus:

AB

AB

d

D

1Pb/Pa



Keterangan

D

AB

: jarak lokasi titik henti yang diukur dari wilayah yang jumlah

penduduknya lebih kecil (dari kota A)

d

AB

: jarak antara kota A dan B

Pa : jumlah penduduk yang lebih kecil (penduduk kota A)

Pb : jumlah penduduk yang lebih besar (penduduk kota B)

d

AB

: jarak mutlak yang menghubungkan daerah A dan B

Contoh soal:

Jumlah penduduk kota A adalah 40.000 orang dan kota B adalah 20.000

orang. Jarak antara kota A dengan kota B adalah 50 km. Tentukan lokasi titik

henti dari kedua kota tersebut!

Jawab:

Diketahui:

d

AB

: 50 km

Pa : 40.000 orang

Pb : 20.000 orang

Jawab

AB

AB

d

D=

1Pb/Pa



50

=

1 40.000/20.000



d

AB

: 50 km

A

B

Pola Keruangan Desa dan Kota

113

50

=

12



50

=

12



= 20,75 km

Jadi, lokasi titik henti kedua kota terletak pada jarak 20,75 km.

c. Teori Grafik

Suatu wilayah dengan wilayah lainnya pada umumnya dihubungkan oleh

jalur

-jalur transportasi, baik jalur transportasi darat, laut, maupun udara sehingga

membentuk pola jaringan tertentu di dalam ruang muka bumi

(spatial network

system)

.

Kompleksitas jaringan merupakan salah satu tanda kekuatan interaksi

antarwilayah. Daerah yang dihubungkan dengan jaringan jalan yang kompleks

berarti memiliki pola interaksi keruangan yang lebih tinggi dibandingkan daerah-

daerah yang dihubungkan dengan jalur transportasi yang berupa garis lurus

saja.

K. J. Kansky mengemukakan rumus tentang indeks konektivitas untuk

mengetahui kekuatan interaksi antarkota dalam suatu wilayah dilihat dari jaringan

jalan.

Rumus:

e

=

v

E

Keterangan

E

: indeks konektivitas

e : jumlah jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota tersebut

v : jumlah kota dalam suatu wilayah

Gambar 4.22

Konektivitas wilayah rendah (a) konektivitas wilayah tinggi (b)

A

B

C

D

A

B

C

D

E

: kota

: jaringan jalan

a

b

114

Geografi SMA/MA Kelas XII

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

Contoh soal:

Berapa kekuatan interaksi antarwilayah dari jaringan jalan?

Jawab:

e

=

v

E

2

=

3

E

=0,67

E

Jadi, kekuatan interaksi antarwilayah dari jaringan jalan adalah 0,67.

Amatilah lingkungan sekitar perbatasan desa–kota. Fenomena apa yang

terjadi dari adanya interaksi desa kota yang Anda temui. Tulislah hasil

pengamatan Anda dalam suatu bentuk tulisan/karangan individual tentang

ciri-ciri, realitas dan dampaknya dalam perkembangan interaksi desa kota.

Rangkumlah pekerjaan Anda dan serahkan kepada bapak atau ibu guru

untuk dinilai!

D. Dampak Terjadinya Interaksi Desa Kota

Kelancaran hubungan antara pedesaan dan perkotaan baik komunikasi,

barang, maupun manusia yang semakin lancar menyebabkan berbagai dampak

positif dan negatif, baik bagi desa maupun kota.

1. Dampak Positif Interaksi bagi Desa

Dampak positif adanya interaksi desa kota bagi desa antara lain sebagai berikut.

a. Tingkat pengetahuan penduduk meningkat, karena masuknya pengetahuan

dari orang-orang kota.

b. Masuknya lembaga pendidikan di pedesaan yang dapat meningkatkan

pengetahuan dan wawasan penduduk desa.

c. Melalui pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang

menghubungkan desa dan kota, wilayah pedesaan akan semakin terbuka.

d. Masuknya teknologi ke pedesaan.

e. Masuknya para ahli ke pedesaan akan bermanfaat bagi pembangunan.

f. Adanya hubungan yang lancar antara desa dan kota yang manfaatnya dapat

dirasakan oleh penduduk desa.

V

1

V

2

V

3

e

1

e

2

Pola Keruangan Desa dan Kota

115

2. Dampak Positif Interaksi bagi Kota

Dampak positif adanya interaksi desa kota bagi kota antara lain sebagai

berikut.

a. Tersedianya tenaga kerja dari desa.

b. Adanya tempat pemasaran hasil teknologi dari kota ke desa, misal peralatan

teknologi pertanian.

c. Desa sebagai mitra pembangunan wilayah perkotaan.

d. Desa sebagai sumber bahan mentah bagi daerah perkotaan.

Dapatkah Anda menyebutkan dampak positif lainnya?

3. Dampak Negatif Interaksi bagi Desa

Dampak negatif adanya interaksi desa kota bagi desa antara lain sebagai

berikut.

a. Lunturnya kehidupan asli di desa karena pengaruh kehidupan masyarakat kota.

b. Semakin berkurangnya penduduk produktif di desa karena mereka lebih

senang mencari pekerjaan di kota.

c. Masuknya budaya kota yang dianggap kurang sesuai dengan kehidupan di

desa.

4. Dampak Negatif Interaksi bagi Kota

Dampak negatif adanya interaksi desa–kota bagi kota yang paling nyata

adalah terjadinya urbanisasi yang tidak terkendali. Hal ini disebabkan banyaknya

penduduk desa yang bermigrasi ke kota untuk mencari pekerjaan dan

penghidupan yang lebih layak. Sebagai akibat dari terjadinya urbanisasi tersebut

kota tidak mampu lagi menampung penduduk, sehingga timbul permasalahan-

permasalahan antara lain sebagai berikut.

a. Meningkatnya tindak kriminalitas atau ke-

jahatan seperti pencurian dan perampok-

an yang dilakukan oleh penduduk kota

yang gagal memperbaiki tingkat kehidu-

pannya.

b. Bertambahnya penduduk kota yang men-

jadi gelandangan, karena mereka tidak

mempunyai tempat tinggal tetap dan ting-

gal di pinggir-pinggir jalan, di teras per-

tokoan, dan di kolong jembatan.

c. Meningkatnya jumlah permukiman ku-

muh

(slump)

berupa gubuk-gubuk liar yang

terletak di bantaran sungai, di sepanjang

rel kereta api, dan sebagainya. Permuki-

man ini biasanya dihuni oleh masyarakat

kota yang sangat miskin.

Ciri-ciri daerah

slump

adalah:

x

Daerah ini merupakan per-

mukiman yang didiami oleh

warga kota yang gagal dalam

bidang ekonomi.

x

Daerah ini merupakan dae-

rah dengan lingkungan yang

tidak sehat.

x

Daerah ini merupakan dae-

rah yang didiami banyak peng-

angguran.

x

Penduduk di daerah ini tingkat

emosinya tidak stabil.

InfoGeo

116

Geografi SMA/MA Kelas XII

B

ERPIKIR

K

RITIS

A

YO

M

ENELITI

1. Pergilah di kawasan perbatasan antara desa dan kota yang dekat dengan

tempat tingal Anda!

2. Amati dan catatlah data-data yang dapat Anda lihat di sana.

Fenomena Kawasan Perbatasan Desa Kota

3. Kerjakan di buku tugas Anda, lakukan pengamatan secara berkelompok

bila

sudah selesai kumpulkan kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Urbanisasi terjadi juga disebabkan karena adanya daya tarik kota, antara lain:

a. potensi sebagai tempat pemasaran produk penduduk desa seperti hasil

pertanian, kerajinan, dan sebagainya;

b. adanya anggapan bahwa tingkat kehidupan sosial budaya di kota lebih tinggi;

c. lapangan pekerjaan di perkotaan lebih beragam;

d. tersedianya fasilitas pendidikan yang lebih lengkap;

e. tersedianya fasilitas kesehatan yang lebih baik dan modern;

f. tersedianya sarana olah raga, taman hiburan, dan tempat-tempat rekreasi;

g. tersedianya pusat-pusat perbelanjaan yang lengkap dan modern.

Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya urbanisasi adalah:

a. penduduk desa yang berusia muda banyak yang merasa tertekan oleh adat

istiadat dan norma daerah setempat yang ketat, sehingga pola hidup di

pedesaan terasa membosankan;

b. kurangnya fasilitas pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya di desa;

c. menyempitnya lapangan pekerjaan di sektor pertanian akibat kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi yang memungkinkan digunakannya mesin-

mesin di bidang pertanian (mekanisasi);

d. bagi penduduk desa yang memiliki keahlian selain bertani, seperti kerajin-

an tangan, makanan khas daerah, dan lain-lain ingin memasarkan produk-

nya ke daerah lain yang lebih luas.

Akhir-akhir ini sering kita lihat dan kita dengar makin maraknya tindak

kriminalitas. Menurut Anda apa penyebab makin maraknya tindak

kriminalitas tersebut? Tulislah pendapat Anda pada sehelai kertas dan

serahkan kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

No Fakta/Realitas Dampak Bagi Desa Dampak Bagi Kota

1. ....

2. ....

3. ....

dst

....

....

....

....

....

....

....

....

....

+ – +

–

....

....

....

Pola Keruangan Desa dan Kota

117

R

ANGKUMAN

R

EFLEKSI

Setelah selasai mempelajari bab ini, diharapkan Anda mengerti tentang:

1. Kondisi kehidupan, unsur-unsur penunjang, potensi, kondisi tata sosial

masyarakat desa, dan masyarakat kota.

2. Teori-teori perkembangan dan zona-zona yang ada pada suatu kota.

3. Dampak terjadinya interaksi desa kota, baik positif ataupun negatif,

bagi desa maupun kota.

Bila Anda belum paham, bacalah sekali lagi atau tanyakan kepada bapak

atau ibu guru sebelum Anda melangkah ke bab selanjutnya.

1. Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk

sebagai satu kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi

pemerintahan terendah langsung di bawah camat dan berhak

menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara

Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pola permukiman di desa yaitu pola mengelompok, pola linear/

memanjang, dan pola menyebar.

3. Potensi desa adalah kemampuan atau kekuatan yang dimiliki dan

kemungkinan untuk dikembangkan dalam wilayah otonomi desa.

4. Unsur-unsur desa antara lain penduduk, wilayah, dan tata kehidupannya.

5. Dilihat dari segi mata pencahariannya, desa digolongkan menjadi tiga,

yaitu desa agraris, desa industri, dan desa nelayan.

6. Tipe-tipe desa berdasarkan perkembangan masyarakatnya yaitu desa

tradisional, desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada.

7. Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai

dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang

beragam, atau dapat juga diartikan sebuah bentang budaya yang

ditimbulkan oleh unsur-unsur alami dan nonalami dengan gejala-gejala

aglomerasi yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat

heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya.

8. Pola penggunaan lahan di kota berdasarkan tiga teori keruangan kota,

yaitu teori konsentris, teori sektoral, dan teori inti ganda.

9. Interaksi merupakan suatu hubungan timbal balik yang saling

berpengaruh antara dua wilayah atau lebih, yang dapat menimbulkan

gejala, ketampakan, ataupun permasalahan baru.

118

Geografi SMA/MA Kelas XII

10. Zona interaksi perkotaan terdiri atas

city,

suburban,

suburban fringe,

urban fringe, rural urban fringe,

dan

rural

.

11. Faktor-faktor yang mendasari atau memengaruhi interaksi antarwilayah,

antara lain adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi, adanya kesempa-

tan untuk berintervensi, dan adanya kemudahan pemindahan dalam ruang.

12. Teori-teori interaksi antara lain teori model gravitasi, teori titik henti,

dan teori grafik.

13. Terjadinya interaksi desa kota mengakibatkan berbagai dampak, baik

dampak positif maupun dampak negatif bagi desa dan kota.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

Kerjakan di buku tugas Anda!

1. Unsur-unsur desa dilihat dari pola keruangannya antara lain .…

a. dusun, tata kehidupan, norma

b. daerah, penduduk, tata kehidupan

c. daerah, dusun, tata kehidupan

d. daerah, penduduk, dusun

e. penduduk, tata kehidupan, norma

2. Ciri-ciri masyarakat pedesaan adalah sebagai berikut,

kecuali .…

a. sifat gotong-royong kuat

b. bersifat individualis dan rasional

c. hidup dari sektor pertanian dan perkebunan

d. norma agama sangat kuat

e. sistem kekerabatan bersifat

gemeinschaft

3. Daerah pedesaan mempunyai peranan penting bagi kehidupan

perkotaan,

kecuali .…

a. tersedianya tenaga kerja dari desa

b. sebagai tempat pemasaran hasil teknologi dari kota ke desa

c. desa sebagai mitra pembangunan wilayah perkotaan

d. desa sebagai sumber bahan mentah bagi daerah perkotaan

e. cadangan devisa

4. Gejala-gejala yang muncul akibat dari adanya interaksi desa kota adalah

sebagai berikut,

kecuali

….

a. terjadi proses modernisasi teknologi pertanian

b. munculnya gaya hidup kekotaan di pedesaan

c. terjadi proses urbanisasi

d. adanya lapangan kerja yang beragam di kota

e. munculnya

slump area

U

JI

K

OMPETENSI

Pola Keruangan Desa dan Kota

119

5. Tipe desa yang kehidupan masyarakatnya masih sangat tergantung

pada alam sekitarnya adalah ….

a. desa tradisional

d. desa swadaya

b. desa swasembada

e. desa modern

c. desa swakarya

6. Ahli yang mengemukakan teori interaksi model gravitasi adalah .…

a. Christaller

d. Kansky

b. Newton

e. Reilly

c. Perroux

7. Desa merupakan suatu perwujudan geografis yang terdiri atas unsur-

unsur fisiografis dan sosial. Hal ini sesuai dengan pendapat ….

a. UU RI No. 5 Tahun 1974 d. R. Bintarto

b. Sutardjo

e. Drs. Rosjid

c. pemerintah

8. Desa merupakan sumber potensi bahan mentah bagi kota, hal ini dapat

dilihat dari ….

a. banyaknya tenaga kerja

b. desa menghasilkan berbagai hasil bumi

c. tersedianya alat transportasi sampai ke desa-desa

d. adanya pusat-pusat pertokoan di kota

e. sumber bahan pembangunan dan bahan pangan

9. Ciri-ciri kehidupan modern orang-orang perkotaan adalah .…

a. segala kegiatan berjalan dengan mudah

b. terbuka terhadap penemuan ilmu-ilmu baru

c. mempunyai tindakan yang kurang teratur

d. selalu memegang adat istiadat

e. tingginya solidaritas antarwarga

10. Contoh potensi ekonomi yang terdapat di perkotaan adalah .…

a. rumah sakit, bioskop, gedung kesenian

b. organisasi pemuda, organisasi profesi, perkumpulan antaretnis

c. pasar, bank, pertokoan

d. kantor, sekolah, kampus

e. transportasi, sekolah, taman hiburan

11. Mayoritas penggunaan lahan di perkotaan adalah adanya ....

a. kompleks perkantoran d. pusat perdagangan

b. kawasan industri

e. kawasan permukiman

c. daerah pertambangan

12. Pola permukiman penduduk yang menyebar ditentukan oleh .…

a. kemudahan dalam pengairan

b. daerah yang datar

c. tingkat kepadatan penduduk

d. tidak dihubungkan oleh sungai

e. bentuk topografi kasar dengan air tanah dangkal

120

Geografi SMA/MA Kelas XII

13. Kota besar mempunyai ciri-ciri antara lain ….

a. kehidupan bersifat materialistis

b. adanya area pertanian

c. tersedianya sarana penginapan dan jalur transportasi yang sulit

d. tidak adanya kawasan pertokoan

e. tidak adanya fasilitas kesehatan

14. Tahap kemunduran dari suatu kota yang ditandai dengan adanya pepe-

rangan, kelaparan, dan wabah penyakit yang melanda hebat adalah .…

a. tahap polis

d. tahap nekropolis

b. tahap metropolis

e. tahap tiranipolis

c. tahap megapolis

15. Ciri-ciri kehidupan pedesaan adalah sebagai berikut,

kecuali ….

a. masyarakat desa merupakan suatu paguyuban

b. kehidupannya erat dengan lingkungan

c. masyarakat desa merupakan unsur individualistis

d. struktur ekonomi agraris

e. proses sosial berjalan lambat

B. Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Sebutkan ciri-ciri fisik dari desa dan kota!

2. Jelaskan pola permukiman pedesaan yang berada di sekitar pantai!

3. Jumlah penduduk kota A adalah 30.000 orang, penduduk kota B

adalah 20.000 orang. Jarak dari kota A ke kota B adalah 20 km.

Berapakah kekuatan interaksi kedua kota tersebut?

4. Jelaskan dampak positif interaksi desa kota bagi desa!

5. Mengapa urbanisasi memberatkan bagi daerah perkotaan?

6. Mengapa sikap masyarakat di daerah perkotaan cenderung individualis

dalam kegiatan kesehariannya?

7. Jelaskan tentang segregasi keruangan yang terjadi di perkotaan!

8. Sebutkan contoh aglomerasi yang banyak terjadi di kota-kota besar!

9. Apakah yang Anda ketahui tentang desa sebagai daerah

hinterland

bagi

kota?

10. Jelaskan zona interaksi di perkotaan!

WILAYAH DAN PERENCANAAN

PEMBANGUNAN

BAB V

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini Anda diharapkan mampu untuk menganalisis kaitan antara konsep

wilayah dan perencanaan pembangunan wilayah.

Adapun hal-hal yang akan Anda pelajari untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut adalah:

1. pengertian konsep wilayah,

2. pusat pertumbuhan, dan

3. pembangunan dan pengembangan wilayah.

ota dan desa adalah suatu wilayah yang mempunyai karakteristik atau

homogenitas tertentu yang membedakan antara wilayah satu dengan wilayah

lainnya. Suatu kota berperan sebagai pusat pertumbuhan bagi perkembangan

pembangunan daerah di sekitarnya. Dalam bab ini Anda akan mengetahui

lebih jauh mengenai konsep wilayah dan perencanaan pembangunan ber-

kelanjutan.

K

Sumber: Calender Catalogue, 1998

122

Geografi SMA/MA Kelas XII

M

O T I V A S

I

Bab ini akan memberi Anda pemahaman tentang wilayah. Di mana konsep ini akan

memberikan sumbangan kritis pada pengetahuan Anda tentang bagaimana wilayah

itu dikembangkan, ciri-cirinya, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Bab ini akan

menuntun cara berpikir Anda menuju pada pola pikir secara keruangan. Pelajari baik-baik

bab ini, karena sangat berguna bagi Anda!

Peta Konsep

Kata Kunci :

1. Wilayah

4. Teori pusat pertumbuhan

2. Konsep wilayah

5. Pembangunan wilayah

3. Pusat pertumbuhan

6. Pengembangan wilayah

Wilayah dan

Pembangunan

x

Pengertian/Konsep

Wilayah

x

Pengertian Wilayah

x

Jenis-Jenis Wilayah

x

Pusat

Pertumbuhan

x

Hubungan

Pembangunan dan

Pengembangan

Wilayah

x

Pengertian Pembangunan

x

Pengembangan Wilayah

x

Hubungan Antara Wilayah dan

Pembangunan

x

Teori Pusat

Pertumbuhan

x

Pengaruh Pusat

Pertumbuhan

Mempelajari tentang

Mempelajari

tentang

Mempelajari

tentang

Meliputi

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

123

A. Pengertian Konsep Wilayah

Geografi merupakan ilmu yang mendasarkan diri pada analisis interrelasi

keruangan antargejala geografi pada suatu region/wilayah. Karakter terpenting

yang harus dimiliki oleh suatu wilayah adalah adanya aspek fisik dan aspek

sosial budaya. Sifat karakteristik sebagai keseluruhan wilayah geografi

diabstraksikan sebagai suatu pengertian geografi yang dikenal dengan konsep

wilayah.

1. Pengertian Wilayah

Wilayah merupakan suatu unit dari

geografi yang dibatasi oleh parameter terten-

tu dan bagian-bagiannya tergantung secara

internal. Para ahli geografi memandang wilayah

adalah tiap bagian yang ada di permukaan

bumi, dengan wilayah yang paling luas adalah

seluruh permukaan bumi. Dalam geografi

wilayah permukaan bumi terlalu luas, maka wilayah tersebut dibagi menjadi bagian-

bagian tertentu.

Wilayah dibagi berdasarkan homogenitas tertentu yang membedakan anta-

ra wilayah yang satu dengan wilayah yang lain. Tujuan dari dibentuknya pewi-

layahan adalah untuk menyifatkan dan memberi arti terhadap bermacam-macam

wilayah, serta untuk mengetahui adanya kemungkinan pengembangan suatu

wilayah.

2. Jenis-Jenis Wilayah

Wilayah atau pewilayahan dalam geografi disebut juga geografi regional

yaitu pengelompokan wilayah di permukaan bumi berdasarkan kriteria tertentu

yang membedakan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dalam geografi

dikenal tiga kriteria pewilayahan dengan ciri-ciri sebagai berikut.

Gambar 5.1

Ketampakan

fisik wilayah kota dan desa.

Wilayah merupakan sebagian dari

permukaan bumi yang dapat dibe-

dakan dalam hal-hal tertentu de-

ngan daerah sekitarnya.

InfoGeo

Sumber: Calender Catalogue, 1998

124

Geografi SMA/MA Kelas XII

a. Pewilayahan berciri tunggal

(single topic

region)

, yaitu penetapan region atau

wilayah yang didasarkan pada salah satu

aspek geografi. Contoh kemiringan lereng

dapat menunjukkan ketampakan dari

suatu daerah, apakah termasuk daerah

yang datar, landai, atau terjal. Di sini lokasi suatu daerah hanya dilihat dari

satu aspek geografi yaitu derajat kemiringan lereng.

b. Pewilayahan berciri majemuk

(multi topic region)

, yaitu penetapan wilayah

yang didasarkan pada beberapa faktor geografi. Contoh penetapan wilayah

berdasarkan iklim yaitu iklim tropik, subtropik, sedang, dan dingin. Di

katakan berciri majemuk karena iklim terbentuk dari beberapa unsur seperti

suhu, curah hujan, dan angin.

c. Pewilayahan berciri keseluruhan

(total region)

, yaitu penetapan wilayah yang

didasarkan pada banyak faktor menyangkut lingkungan alam, lingkungan

biotik, maupun manusia. Contoh ekosistem mangrove, dikatakan bercirikan

keseluruhan karena melibatkan faktor alam, biotik, dan manusia di sekitarnya.

a. Pewilayahan Secara Geografi

1) Berdasarkan Pembagian Waktu

Indonesia memiliki perbedaan waktu kurang lebih 3 jam antara Indonesia

paling timur dan paling barat. Pembagian daerah waktu di Indonesia sejak 1

Januari 1988 adalah sebagai berikut.

a

) Daerah Waktu Indonesia Barat (WIB). Daerah ini didasarkan pada meredian

pangkal 105

°

BT meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, dan

Kalimantan Tengah (mempunyai selisih waktu 7 jam lebih awal dari waktu

Greenwich).

Batas antara wilayah yang satu

dengan yang lain bukan berupa

garis batas yang tegas, melainkan

berupa daerah transisi/peralihan.

InfoGeo

Gambar 5.2

Peta pembagian daerah waktu di Indonesia

Sumber: Haryana, 2006

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

125

b) Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA). Daerah ini didasarkan pada

meredian pangkal 120

°

BT meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan,

Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi (mempunyai selisih waktu 8 jam lebih awal

dari waktu Greenwich).

c) Daerah Waktu Indonesia Timur (WIT). Daerah ini didasarkan pada

meredian pangkal 135

°

BT meliputi Maluku dan Papua (mempunyai selisih

waktu 9 jam lebih awal dari waktu Greenwich).

2) Berdasarkan Bentuk Dasar Laut

Berdasarkan pada bentuk dasar laut Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah

yaitu sebagai berikut.

a) Paparan Sunda

Paparan Sunda dulu merupakan bagian dari Asia Tenggara yang tenggelam

karena naiknya air laut setelah zaman es. Hal ini dapat dilihat dari palung-palung

sungai yang tenggelam di Laut Natuna dan Laut Jawa. Bukti ini diperkuat oleh

hasil penelitian tentang geografi hewan yang dilakukan oleh Weber, yang

menunjukkan bahwa ikan air tawar yang hidup di sungai-sungai di Kalimantan

Barat (Kapuas) dan Sumatra bagian tenggara mempunyai persamaan. Bukti

ini menunjukkan bahwa pada masa lalu sungai-sungai di bagian tenggara

Sumatra dan sungai-sungai di Kalimantan bagian barat merupakan anak sungai

besar dari Laut Cina Selatan. Jadi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan merupakan

bagian dari daratan Asia.

b) Paparan Sahul

Paparan Sahul menyatukan Pulau Papua dengan Benua Australia. Laut

Arafuru yang terdapat di paparan ini diduga merupakan bagian dari perluasan

teluk Carpentaria di Australia bagian utara. Penelitian Wallace menunjukkan

bahwa hewan-hewan yang hidup di Australia dan Papua mempunyai kemiripan.

c) Dasar Laut Peralihan

Daerah peralihan merupakan laut dalam dan bukan bagian dari daratan

Asia maupun Australia. Laut ini sering disebut sebagai laut peralihan Austral-

Asia yang meliputi Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku. Dasar

laut ini ditandai oleh adanya cekungan-cekungan yang dalam.

3) Berdasarkan Wilayah Pembangunan

Wilayah Indonesia yang begitu luas dengan pulau-pulau yang sangat banyak

merupakan salah satu hambatan dalam mengoordinasi pelaksanaan

pembangunan. Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibuatlah pembagian

wilayah pembangunan dengan sistem koordinasi pada pusat wilayah

pengembangan. Pembagian wilayah pembangunan dilaksanakan sejak Repelita

II. Dasar yang digunakan dalam pembagian wilayah adalah adanya kegiatan di

suatu provinsi yang mempunyai kaitan erat dengan kegiatan di provinsi lain.

Pembagian wilayah pembangunan bertujuan untuk pemantapan dan pemusatan

kegiatan pembangunan agar tercapai pembangunan yang serasi dan seimbang.

126

Geografi SMA/MA Kelas XII

4) Berdasarkan Geologi (Rangkaian Pegunungan)

Berdasarkan rangkaian pegunungan Indonesia dapat dikelompokkan dalam

dua wilayah, yaitu:

a) Rangkaian Pegunungan Sirkum Mediterania

Merupakan rangkaian pegunungan sambu-

ngan dari jalur pegunungan di sekitar Laut

Tengah, yaitu Afrika Utara, Spanyol, Alpen,

Alpenina, Semenanjung Balkan, membujur ke

pegunungan Himalaya, Myanmar, Malaysia

menyeberang ke Indonesia melalui dua jalur,

yaitu:

(1) Busur dalam, melalui pegunungan Bukit

Barisan di Pulau Sumatra, Jawa, Bali,

Lombok, Flores, Alor, Wetar dan berakhir

di Kepulauan Banda (bersifat vulkanis).

(2) Busur luar menyeberang melalui pulau-

pulau di sebelah barat Pulau Sumatra

(Pulau Simeuleu, Pulau Nias, Kepulauan

Mentawai, Pulau Enggano), menyeberang

ke pegunungan bawah laut di sebelah

selatan Pulau Jawa, Sumba, Timor, Kepu-

lauan Babar, Kepulauan Tanimbar, Kepu-

lauan Kei, Pulau-pulau Gorom, Seram,

Ambon, dan berakhir di pulau Buru

(bersifat nonvulkanis).

b) Rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik,

yaitu rangkaian pegunungan yang dimulai

dari Pegunungan Los Andes di Amerika

Selatan, pegunungan di Amerika Tengah,

Rocky Mountain di Amerika Utara,

Kepulauan Aleuten, Jepang, Filipina dan

masuk ke Indonesia melalui tiga jalur, yaitu

Kalimantan, Sulawesi, dan Halmahera

berlanjut ke kepala burung Papua dan

membentuk tulang punggung pegunungan

di Papua, Australia, dan berakhir di Selandia

Baru.

Wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur

pegunungan muda, sehingga di Indonesia

banyak terdapat gunung api.

Tujuan dari diadakannya pewilayahan

dalam geografi adalah:

1) untuk memberikan makna atau pewilayahan dalam geografi, dan

2) untuk memudahkan dalam melihat potensi suatu wialyah atau region guna

pengembangan lebih lanjut.

Menurut Katili di Indonesia ada

sekitar 400 buah gunung api, 128

masih aktif dan 70 buah telah

meletus dalam masa sejarah, 40

di antaranya masih meletus se-

perti Gunung Api Merapi, Gu-

nung Api Banda, dan Gunung Api

Gamalama.

Katili mengelompokkan gunung

api di Indonesia menjadi lima ke-

lompok, sebagai berikut.

1. Kumpulan Sunda memanjang

dari Sumatra melalui Jawa sam-

pai ke laut Banda merupakan

lengkung dalam dari sistem Sun-

da. Dalam kumpulan ini terdapat

kira-kira 300 buah gunung api.

2. Kumpulan Banda tersebar di se-

kitar kepulauan Banda. Gu-

nung api ini tingginya tidak

lebih dari 1.000 m jika dihi-

tung dari permukaan laut teta-

pi kalau dihitung dari dasar

laut mencapai 5.000 meter.

3. Kumpulan Minahasa dan

Sangihe. Kumpulan ini sangat

aktif sebagai pemanjangan

jalur Sirkum Pasifik yang

menyeberang dari Filipina

melalui Pulau Mindanao dan

masuk ke Minahasa dan Sangi-

he di Sulawesi Utara, yang

terkenal gunung adalah Gu-

nung Saputon dan Gunung

Lokon.

4. Kumpulan Halmahera yang

terkenal adalah Gunung Tidore

dan Maitara.

5. Kumpulan Gunung Api Ban-

thain (Sulawesi Selatan) seka-

rang tidak aktif lagi.

InfoGeo

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

127

T

ANGGAP

F

ENOMENA

1. Di manakah Anda tinggal?

2. Coba Anda deskripsikan jika dipandang dari segi wilayah, tempat

tinggal Anda termasuk ke dalam jenis wilayah apa saja?

3. Kerjakan sebagaimana tabel berikut. Kerjakan di buku tugas Anda!

4. Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk

dinilai!

b. Berdasarkan Ciri-Ciri Umum

Berdasarkan ciri-ciri umum wilayah dapat

dibedakan sebagai berikut.

1)

Wilayah Homogen

Wilayah homogen merupakan wilayah

yang memiliki satu parameter dengan sifat atau

ciri yang hampir sama. Misalnya wilayah yang

memiliki kesamaan di sektor ekonomi, seperti

daerah yang memiliki tingkat produksi dan

konsumsi yang sama, daerah yang memiliki

kesamaan kondisi geografis, misal wilayah

pertanian, sabana, atau padang rumput.

No Alamat: Jl. Kutilang No.2 RT. 01 RW. 02 Kota Surakarta

1. Berdasarkan

pembagian

waktu

2. Berdasarkan

... dst

Ulasan

Termasuk waktu Indonesia Barat (WIB) karena kota

Surakarta terletak di Pulau Jawa.

....

....

Jesse N. Wheeler Jr. membagi se-

luruh permukaan bumi dalam 8

kawasan.

1.Eropa

2.Uni Soviet (sekarang Rusia)

3.Timur Tengah

4.Asia

5.Pasifik

6.Afrika

7.Amerika Latin

8.Anglo Amerika

Pembagian wilayah tersebut ber-

dasarkan kondisi sosial budaya dari

masing-masing wilayah.

InfoGeo

Gambar 5.3

Contoh wilayah homogen berupa

wilayah pertanian yang hanya memiliki satu

parameter yang hampir sama berupa tanaman padi.

Gambar 5.4

Wilayah sabana atau padang rumput

yaitu dengan satu jenis homogenitas berupa tanaman

rumput.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Sumber: Haryana, 2006

128

Geografi SMA/MA Kelas XII

2) Wilayah Nodal

Wilayah nodal merupakan wilayah yang secara fungsional memiliki sifat

saling ketergantungan antara daerah pusat dengan daerah di sekitarnya. Besarnya

ketergantungan antara pusat dan daerah dapat dilihat dari faktor produksi,

penduduk, barang, dan jasa, maupun perhubungan di antara keduanya. Contoh,

wilayah nodal adalah kota.

3) Wilayah Perencanaan

Wilayah perencanaan dapat diartikan sebagai wilayah yang menggambarkan

kesatuan-kesatuan keputusan ekonomi. Wilayah perencanaan memiliki ciri-ciri

sebagai berikut.

a) Masyarakat yang berada di wilayah perencanaan mempunyai kesadaran

terhadap permasalahan yang dihadapi daerahnya.

b) Memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan sesuai dengan

tenaga kerja yang tersedia.

c) Menggunakan salah satu model perencanaan.

d) Memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan.

Gambar 5.5

Wilayah kota dengan jaringan jalan yang mempunyai

kaitan fungsional dengan wilayah sekitarnya.

Sumber: Global AO Calender, 1997

Gambar 5.6

Kota dengan berbagai permasalahannya

merupakan bentuk dari wilayah perencanaan.

Sumber: Tempo, 4–10 Oktober 2004

Contoh dari wilayah perencanaan an-

tara lain sebagai berikut.

a) Perencanaan wilayah daerah aliran

sungai (DAS), dalam perencanaan

suatu DAS harus dikelola secara

menyeluruh mulai dari hulu sampai hi-

lir karena pengelolaan di hulu akan

berakibat di hilir.

b) Wilayah Jabotabek, merupakan

wilayah perencanaan dalam pemba-

ngunan dari segi fisik dan ekonomi di

daerah Jakarta, Bogor, Tangerang,

dan Bekasi.

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

129

T

ANGGAP

F

ENOMENA

4) Wilayah Administrasi

Wilayah administrasi merupakan wilayah yang mendasarkan pada

kepentingan administrasi pemerintahan dengan batas yang telah ditentukan.

Contoh wilayah administrasi adalah kabupaten, kecamatan, desa, dan lain

sebagainya.

Amati keadaan daerah Anda selanjutnya identifikasi tentang jenis-jenjis

wilayahnya. Tulislah hasil pengamatan Anda dan serahkan hasilnya kepada

bapak atau ibu guru untuk dinilai!

B. Pusat Pertumbuhan

Pusat pertumbuhan adalah suatu

wilayah atau kawasan yang pertumbuhan-

nya sangat pesat, sehingga dapat dijadi-

kan sebagai pusat pembangunan bagi daerah

sekitarnya. Contoh nyata dari pusat per-

tumbuhan adalah suatu kota yang berfungsi

sebagai pusat kegiatan ekonomi, sosial,

dan budaya bagi wilayah di sekitarnya.

Gambar 5.8

Sebuah kota dengan segala

fasilitas yang dimiliki berperan sebagai pusat

pertumbuhan.

Sumber : Global AO Calender, 1997

Gambar 5.7

Peta Wilayah Administrasi

Sumber : Dokumen Sugiyanto, 2006

130

Geografi SMA/MA Kelas XII

B

ERPIKIR

K

RITIS

Ambillah peta Indonesia dan cari pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia

dan mengapa pusat pertumbuhan berada di tempat tersebut?

Tulislah hasil analisis Anda dalam buku tugas dan serahkan kepada bapak

atau ibu guru untuk dinilai!

1. Teori Pusat Pertumbuhan

Beberapa teori tentang pusat pertumbuhan yang dikemukakan oleh para

ahli antara lain sebagai berikut.

a. Teori Tempat Sentral

Teori tempat sentral menyatakan bahwa lokasi pusat kegiatan harus terletak

pada suatu kawasan yang memungkinkan peran serta penduduk dengan jumlah

maksimal, baik yang terlibat dalam kegiatan pelayanan maupun yang menjadi

kosumen.T

eori ini dikemukakan oleh Christaller (Djaljoeni 1992), yang berusaha

untuk menjawab lima pertanyaan yaitu:

1) Apakah prinsip-prinsip umum yang menentukan jumlah, besar, dan

pemencaran permukiman manusia?

2) Apakah lokasi dari kota besar dan kota kecil hanya bersifat suatu kebetulan,

atau lokasi kota-kota tersebut terpencar melalui sejarah tertentu?

3) Apakah lokasi kota-kota tersebut akibat dari kondisi geografis dan topografis

tertentu atau akibat dari kepadatan penduduk?

4) Apakah ada sebab-sebab tertentu dari adanya aglomerasi pedesaan dan

tumbuhnya kota-kota serta pusat-pusat metropolis?

5) Apakah ada faktor-faktor lain yang lebih fundamental dan organis selain faktor-

faktor di atas?

Konsep yang digunakan oleh Christaller untuk menjawab pertanyan di atas

ada dua macam yaitu jangkauan dan ambang.

1) Jangkauan adalah jarak yang harus ditempuh seseorang untuk mendapatkan

barang kebutuhanya.

2) Ambang adalah jumlah penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan

kesinambungannya suplai barang.

Contoh sebuah toko kecil yang menjual makanan dan minuman dengan

toko perhiasan (emas). Toko makanan dan minuman tidak memerlukan jumlah

penduduk yang banyak dan bisa berada di mana saja, karena semua orang pada

dasarnya memerlukan makanan dan minuman. Toko emas biasanya berada di

wilayah kota, karena memerlukan jumlah penduduk yang besar, dan tidak semua

orang membutuhkan barang tersebut. Dari contoh tersebut dapat diambil kesim-

pulan bahwa barang dan jasa yang berjangkauan luas dan berambang besar dise-

but barang dan jasa tingkat tinggi, sebaliknya barang dan jasa tingkat rendah

ambangnya kecil dan jangkauannya terbatas.

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

131

Christaller memandang suatu kota atau

tempat sentral yang ideal berada di daerah

dataran. Kota-kota tersebut menyajikan berbagai

barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan

penduduk di wilayah sekelilingnya dengan

membentuk suatu hierarki. Christaller meng-

gambarkan wilayah-wilayah tersebut dengan

memakai bentuk heksagonal.

Gambar lingkaran-lingkaran di atas mencerminkan wilayah-wilayah pasaran

yang saling tertindih. Christaller kemudian membelah bagian tersebut menjadi

dua dengan garis lurus dengan tujuan supaya orang-orang yang berbelanja dapat

memilih kota yang paling dekat dengan tempat tinggalnya. Dengan membayang-

kan adanya heksagonal-heksagonal itu lalu terciptalah apa yang disebut hierarki

pemukiman serta wilayah pasaran.

Terbentuknya suatu hierarki permukiman dan wilayah pasaran yang saling

menyambung dan meluas lebih lanjut terjadi dalam lima tahap.

Christaller tidak menggunakan is-

tilah kota sentral, melainkan tem-

pat sentral dengan alasan tempat

yang sifatnya sentral tidak hanya

berdasarkan pada wilayah per-

mukiman saja, tetapi tempat sen-

tral bisa lebih besar atau lebih kecil

dari kota, baik secara politik mau-

pun ekonomi.

InfoGeo

Gambar 5.9

Perkembangan wilayah pasaran heksagonal serta hierarki

tempat tinggal.

Sumber: Daldjoeni, 1992

Gambar 5.10

Tahap pembentukan wilayah pasaran berpola heksagonal.

Sumber: Daldjoeni, 1992

132

Geografi SMA/MA Kelas XII

Tahapan-tahapan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.

1) Tahap pertama, suatu barang yang ditawarkan dari suatu kota atau tempat

sentral akan membentuk suatu wilayah lingkaran yang meliputi sekeliling kota

atau tempat sentral.

2) Tahap kedua, orang membayangkan adanya suatu tawaran yang berupa

barang-barang yang berasal dari banyak tempat pusat. Selanjutnya terben-

tuklah suatu pola yang terdiri atas wilayah-wilayah berbentuk lingkaran.

3) Tahap ketiga, berdasarkan pada banyaknya orang yang berada di luar wilayah

pelayanan kota atau tempat sentral, sehingga lingkaran-lingkaran saling

overlap (tumpang tindih).

4) Tahap keempat, penduduk akan melakukan transaksi jual beli pada daerah yang

paling dekat dengan tempat tinggalnya. Akibatnya terbentuklah pola heksagonal.

5) Tahap kelima, berdasarkan pada beberapa asumsi yaitu:

a) konsumen menanggung biaya angkutan sehingga jarak yang dinyatakan

dalam biaya dan waktu menjadi sangat penting,

b) jangkauan ditentukan oleh jarak,

c) konsumen lebih senang berbelanja pada tempat sentral terdekat, dan

d) kota merupakan tempat sentral dan dianggap suatu dataran dengan

penduduk yang tersebar merata maka berkembanglah suatu pola persebaran

heksagonal dari tingkat tinggi dan tingkat rendah, maka muncullah tempat-

tempat yang menawarkan banyak barang dengan aneka jangkauan.

Secara rinci hubungan antara tempat sentral dengan jangkauan dan ambang

dapat diuraikan sebagai berikut.

1) Dalam melayani wilayah pasaran mula-mula

suatu kegiatan tidak menguntungkan, tetapi

karena ambang dari wilayah tercapai maka

sedikit demi sedikit penjualan akan meningkat.

Hal ini akan berlangsung selama jarak para

pelanggan lebih jauh dan lebih tinggi dari per-

dagangan yang melayani mereka. Pada tahap

selanjutnya perdagangan akan menurun, pen-

jualan barang dan jasa tercapai, dan perda-

gangan akan menjadi sama seperti semula.

Suatu kegiatan akan memberi biaya lebih besar

daripada penjualan sampai suatu volume am-

bang dan wilayah pasaran tercapai. Keuntung-

an akan naik selama penjualan dan banyak

konsumen berjarak jauh melawan biaya untuk

melayani mereka sampai keuntungan maksimal

pada jangkauan 1 tercapai. Sesudah itu keun-

tungan menurun sampai jangkauan maksimal

penjualan yaitu jangkauan 2 tercapai. Di sinilah

terjadi harga dan penjualan yang sama.

Harga penjualan

Biaya produksi

Keuntungan netto

Ambang

Jangkauan 1

keuntungan

maksimal

Jangkauan 2

tanpa untung

Tumpuan

pusat

Ambang

Jangkauan 2

keuntungan

nol

Zone keuntungan

naik

Zone keuntungan

turun

Jangkauan 1

keuntungan

maksimal

Zone

kerugian

Gambar 5.11

Ambang dan jangkauan

suatu kegiatan tempat pusat.

Sumber: Daldjoeni, 1992

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

133

Gambar 5.13

Ekuilibrium dari dua tempat pusat.

2) Permintan akan barang-barang

semakin berkurang mengikuti

bertambahnya jarak dari tempat

penjualan, sedangkan ambang

berbeda bagi kegiatan di daerah

A, B,dan C.

Permintaan terhadap barang

menurun mengikuti jarak dari

pihak penjual sedangkan

ambang berbeda bagi kegiatan

A, B, dan C. adapun jangkauan (wilayah darimana konsumen membeli)

dilukiskan untuk jangkauan A. Jangkauan ini (A) berada di bawah ambang

bagi kegiatan B tetapi kurang daripada wilayah ambang yang diperlukan oleh

kegiatan C.

3) Penjualan mula-mula meningkat pesat

mengikuti bertambahnya jarak, selanjutnya

akan menurun secara lambat.

4) Akan terjadi keseimbangan antara dua

tempat pusat apabila lokasi tempat sentral A cukup jauh dari B, sehingga

masing-masing dapat mencapai perdagangan maksimal. Tempat sentral A

dan B tidak saling menjauh dari posisi masing-masing, dengan tujuan agar

pihak ketiga dapat memilih posisi di tengah-tengah antara A dan B.

Sumber: Daldjoeni, 1992

Akumulasi Penjualan

Jangkauan Penjualan

A

B

A

B

C

Gambar 5.12

Unit wilayah penjualan ambang dan

jangkauan.

Jangkauan

A

B

AB

C

C

titik

pusat

Jarak aktivitas A

Jangkauan

Sumber: Daldjoeni, 1992

Gross revenues

Costs

Net revenues

A

B

Location A

Zero profils B

Maximum

profils B

Equilibrium

division

B threshold

Location B

DISTANCE

134

Geografi SMA/MA Kelas XII

Berdasarkan uraian di atas dapat dibuat suatu kesimpulan bahwa teori

tempat sentral bertujuan untuk menentukan banyaknya kota, besarnya kota, dan

persebaran kota. Teori ini sangat cocok untuk daerah-daerah perkotaan di negara-

negara berkembang.

b. Teori Losch

Teori ini di kemukakan oleh ekonom dari Jerman bernama Losch. Teori

Losch merupakan kelanjutan dari teori tempat sentral Christaller dengan

menggunakan konsep yang sama yaitu ambang dan jangkauan. Untuk lebih

jelasnya lihat gambar berikut.

Gambar di atas merupakan bentuk dari beberapa pola yang berbeda sesuai

yang disarankan oleh losch. Gambar tersebut mencer

minkan progresi wilayah

pasaran untuk berbagai barang dan jasa dengan ambang yang semakin meningkat.

Masing-masing barang dan jasa terdapat diberbagai wilayah pasaran pada bentang

lahan yang disusun dengan penumpukan di atas wilayah pasaran lainnya yang

berbentuk heksagonal. Berdasarkan teori losch dapat disimpulkan bahwa suatu kota

akan lebih cepat berkembang bila penduduknya padat dengan wilayah yang luas.

Losch menggunakan jalur transportasi yang dinamakan dengan bentang lahan

ekonomi. Dengan adanya sarana pengangkutan menyebabkan terjadi perkem-

bangan wilayah di sekitar kota, sehingga akan terbentuk permukiman penduduk

baik yang padat maupun yang karang.

Gambar 5.14

Perbedaan pokok masing-masing prinsip optimal.

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

135

B

ERPIKIR

K

RITIS

Daerah dengan penduduk padat akan cepat berkembang (gambar A

ditunjukkan dengan titik-titik, B berupa noda hitam serta di C secara mendetail).

Berdasarkan pada teori losch maka suatu kota akan lebih cepat berkembang bila

penduduknya padat dengan wilayah yang luas.

c. Teori Kutub Pertumbuhan

Teori ini dikemukakan oleh Perroux, yang menyatakan bahwa pembang-

unan bukan suatu proses yang terjadi secara bersamaan tetapi muncul pada

tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda.

2. Pengaruh Pusat Pertumbuhan

Kota merupakan pusat segala aktivitas baik dalam pemerintahan,

perdagangan, pendidikan, kesenian, pariwisata, dan berbagai kegiatan lainnya.

Kota sebagai pusat pertumbuhan mempunyai pengaruh yang luas terhadap

perkembangan dan kemajuan bagi daerah di sekitarnya. Beberapa pengaruh

tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan yang terjadi di daerah hinterland,

termasuk desa yang lokasinya dekat dengan kota. Perubahan tersebut antara

lain sebagai berikut.

a. Kemudahan dalam perdagangan karena adanya jaringan transpotasi dan

angkutan antara kota dengan daerah sekitarnya.

b. Terjadi peningkatan pendapatan penduduk di daerah

hinterland

.

c. Interaksi antara desa dan kota lebih mudah.

d. Terjadi peningkatan wawasan dan pengetahuan masyarakat desa.

e. Terjadi perubahan gaya hidup di desa karena pengaruh dari kehidupan kota.

f. Berkembangnya mata pencaharian baru di desa, seperti munculnya berbagai

kerajinan tangan dan industri kecil, karena pengaruh modernisasi dari kota.

Buatlah kelompok diskusi terdiri 4 atau 5 orang.

Diskusikan tentang pengaruh adanya pusat pertumbuhan bagi daerah

sekitarnya. Tulislah hasil diskusi pada buku tugas dan serahkan hasilnya

kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Gambar 5.15

Kota yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan di desa.

Sumber: Global AO Calender , 1997 dan Haryana, 2006

136

Geografi SMA/MA Kelas XII

C. Pembangunan dan Pengembangan Wilayah

Suatu pembangunan khususnya antara pusat pertumbuhan dan daerah

sekitarnya haruslah terpadu dan tersebar secara merata sehingga saling

menguntungkan.

1. Pengertian Pembangunan

Pembangunan adalah upaya secara sadar dari manusia untuk memanfaatkan

lingkungan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan adanya

pembangunan, perikehidupan, dan kesejahteraan manusia dapat meningkat.

Konsep pokok dalam pembangunan adalah berorientasi pada kebutuhan dan

keterbatasan, artinya pembangunan harus mampu memenuhi kebutuhan masa

kini, tanpa mengurangi kebutuhan generasi yang akan datang.

Tujuan pembangunan tersebut dapat dicapai dengan memerhatikan berbagai

permasalahan antara lain:

a. pengendalian pertumbuhan penduduk dan kualitas sumber daya manusia,

b. pemeliharaan daya dukung lingkungan,

c. pengendalian ekosisitem dan jenis spesies sebagai sumber daya bagi

pembangunan,

d. pengembangan industri, dan

e. mengantisipasi krisis energi sebagai penopang utama industrialisasi.

2. Pengembangan Wilayah

Pengembangan wilayah harus mempertimbangkan keselarasan, keserasian,

dan keseimbangan fungsi budi daya dan fungsi lindung, waktu, dan sumber

daya seperti yang tercantum dalam rencana tata ruang wilayah. Pengembangan

wilayah merupakan salah satu cara untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan

pembangunan

a. Pengembangan Wilayah Sebagai Bagian dari Pembangunan

Nasional

Secara keseluruhan usaha pembangunan dapat dilihat dari dua aspek, yaitu

aspek sektoral dan r

egional. Dalam pembangunan, pengembangan sektoral

dan regional harus dilaksanakan selaras, serasi, dan seimbang. Pembangunan

secara sektoral yang diterapkan di suatu daerah harus bisa menopang kemajuan

daerah yang bersangkutan. Pengembangan dan pembangunan wilayah adalah

bagian dari pembangunan secara keseluruhan, jadi tujuannya tidak lepas dari

tujuan pembangunan.

Secara umum pembangunan yang dilakukan di negara-negara di dunia tidak

jauh berbeda, yaitu mengikuti suatu evolusi yang mempunyai kemiripan. H.

Benyamin Fisher mengemukakan empat tahap dalam pembangunan ekonomi.

Tahap tersebut adalah tahap pra industri, tahap transisi, tahap industri, dan

tahap pasca industri.

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

137

B

ERPIKIR

K

RITIS

Tabel 5.1 Tahap-Tahap Pembangunan Nasional dan

Kebijaksanaan Regional

Pada zaman Belanda sudah dilakukan transmigrasi

di daerah Sumatra maupun Kalimantan.

a

. Apa tujuan transmigrasi?

b. Bagaimana hubungan transmigrasi dan pengembangan wilayah?

c. Tulislah pendapat Anda pada selembar kertas dan serahkan hasilnya

kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.

Tipe

Perekonomian

Manufaktur

sebagai bagian

dari GDP

Tahap Pra

Industri

Tahap

Transisi

Tahap

Industri

Tahap Pasca

Industri

0–10%

10–25%

25–50%

Semakin menu-

run

Tipe dari orga-

nisasi tata

ruang

sektor modern

sepenuhnya

dikuasai oleh

pusat, ibukota,

dan daerah-dae-

rah tingkat ter-

tinggi

sektor modern

mulai tersebar

menurut hierar-

ki tata ruang

sektor modern

telah mantap,

tapi masih me-

nyesuaikan diri

dalam keseluru-

han hierarki

tata ruang

penyesuaian-

penyesuaian

besar tingkat

nasional telah

jarang, tetapi

penyesuaian

selektif masih

mungkin dalam

hierarki tata ru-

ang yang ada

Keperluan

kebijaksanaan

regional

belum penting sangat menen-

tukan dan eks-

tensif

selektif

hal-hal baru per-

lu ditandaskan

Titik berat ke-

bijaksanaan

menciptakan

prakondisi un-

tuk pembangun-

an ekonomi

menciptakan or-

ganisasi tata ru-

ang yang mam-

pu menunjang

pembangunan

nasional

memfokuskan

pada daerah-

daerah terbela-

kang, penye-

suaian sistem

pasar dan se-

bagainya

fokus pada pe-

rencanaan kota

metropolitan,

pembaharuan

kota-kota, ling-

kungan dan se-

bagainya

Contoh

negara dari

tiap kategori

Afganistan,

Bangladesh,

Bostwana,

Myanmar,

Liberia, Sri

lanka, dan

Uganda

Indonesia,

Brasil, Mesir,

India, Pakistan,

dan Turki

Australia, Cile,

Prancis, Italia,

Jepang, dan

Jerman

Denmark,

Belanda,

Inggris, dan

Amerika

Serikat

138

Geografi SMA/MA Kelas XII

b. Pembagian Wilayah Pembangunan di Indonesia

Pembagian wilayah ditujukan untuk pemantapan dalam perumusan dan

pengarahan kegiatan pembangunan. Hal tersebut bertujuan agar pelaksanaan

pembangunan bisa berjalan serasi dan seimbang, baik di dalam wilayah

pembangunan maupun antarwilayah pembangunan di seluruh Indonesia.

Dalam Repelita II wilayah Indonesia dibagi menjadi empat pusat wilayah

pembangunan utama yaitu:

1

) wilayah pembangunan utama A dengan pusat di Medan,

2) wilayah pembangunan utama B dengan pusat di Jakarta,

3) wilayah pembangunan utama C dengan pusat di Surabaya, dan

4) wilayah pembangunan utama D dengan pusat di Makasar.

Selanjutnya dalam Repelita IV pusat pembangunan utama berkembang menja-

di lima, yaitu pembangunan utama D dipecah menjadi dua dengan wilayah

pembangunan utama E dengan pusat di Ambon.

Berikut Wilayah Pembangunan di Indonesia pada Repelita IV.

1) Wilayah Pembangunan Utama A

a) Wilayah pembangunan I meliputi

Provinsi NAD dan Sumatra Utara.

b) Wilayah pembangunan II meliputi

Provinsi Sumatra Barat dan Riau.

2) Wilayah Pembangunan Utama B

a) Wilayah pembangunan III meliputi

Provinsi Jambi, Sumatra Selatan, dan

Bengkulu.

b) Wilayah pembangunan IV meliputi

Provinsi Lampung, DKI Jakarta, Jawa

Barat, Jawa Tengah, dan DIY.

c) Wilayah pembangunan V meliputi

Provinsi Kalimantan Barat.

3) Wilayah Pembangunan Utama C

a) Wilayah pembangunan VI meliputi

Provinsi Jawa Timur dan Bali.

b) Wilayah pembangunan VII meliputi

Provinsi Kalimantan Tengah,

Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

4) Wilayah Pembangunan Utama D

a) Wilayah pembangunan VIII meliputi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa

Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

b) Wilayah Pembangunan IX meliputi Provinsi Sulawesi Tengah dan

Sulawesi Utara.

Dalam Repelita IV wilayah Jawa

Barat dibagi menjadi 7 wilayah

Pembangunan, yaitu:

1. Wilayah pembangunan Banten

2. Wilayah pembangunan Jabo-

tabek.

3. Wilayah pembangunan Purwa

Suka (Purwakarta, Subang,

Karawang).

4. Wilayah pembangunan Su-

kabumi.

5. Wilayah pembangunan Ban-

dung Raya.

6. Wilayah pembangunan Cire-

bon.

7. Wilayah pembangunan Priang-

an Timur.

InfoGeo

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

139

5) Wilayah Pembangunan Utama E

Wilayah pembangunan X meliputi Provinsi Maluku dan Papua.

c. Hubungan antara Wilayah dan Pembangunan

Telah tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945 pada pasal 33 ayat 3

yang berbunyi “Bumi dan air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai

oleh negara dan diper

gunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. Dari

pasal tersebut yang dimaksud dengan wilayah adalah bumi, air, dan kekayaan

yang terkandung di dalamnya yaitu seluruh wilayah yang ada di Indonesia, termasuk

daratan dan lautan beserta isinya.

Pemanfaatan wilayah berupa bumi dan kekayaan alam di Indonesia ditujukan

untuk kemakmuran rakyat melalui program pembangunan yang dilaksanakan

pemerintah. Dalam prosesnya, pembangunan memerlukan perencanaan yang

baik dan terarah dengan didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas.

Perencanaan pembangunan yang ada di Indonesia harus dilaksanakan sesuai

dengan kondisi dan kemampuan daerah. Hal ini dikarenakan beberapa hal

antara lain sebagai berikut.

1) Kemajemukan Masyarakat dan Suku Bangsa

Kemajemukan masyarakat Indonesia di satu sisi membanggakan karena

memberi kemungkinan pengayaan budaya, tetapi di sisi lain kemajemukan

tersebut dapat menimbulkan berbagai permasalahan. Kemajemukan masyarakat

yang ada di Indonesia juga berpengaruh pada perencanaan dan pengambilan

kebijakan-kebijakan dalam proses pembangunan yang dilaksanakan.

2) Kesenjangan Antara Masyarakat Desa dan Kota

Kesenjangan yang terjadi antara masayarakat pedesaan dengan masyarakat

kota sangat terlihat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Masyarakat kota

memiliki kehidupan yang lebih lebih maju dari masyarakat desa. Adanya

kesenjangan ini membawa dampak adanya ketimpangan sosial yang harus

diselesaikan secara tepat dan cepat.

Gambar 5.16

Pusat pertumbuhan dalam wilayah pembangunan.

Sumber: Daldjoeni,1992

140

Geografi SMA/MA Kelas XII

3) Aspek Kependudukan

Masalah tentang penduduk lebih menonjol dari masalah lain, karena

kehidupan berpusat pada manusia yang ada dalam suatu wilayah. Di Indonesia

kepadatan penduduk yang tinggi dan penyebaran yang tidak merata merupakan

bentuk permasalahan yang dihadapi pemerintah, khususnya untuk perencanaan

pembangunan.

4) Adanya Masyarakat Terpencil dan Terasing

Adanya masyarakat terpencil seperti di Papua, Sulawesi, Maluku, dan

Sumatra merupakan tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam

melaksanakan pembangunan. Pembangunan menuntut peran serta dari

masyarakat supaya dapat berhasil dengan baik. Di wilayah terpencil dan terasing

masyarakat biasanya lebih sulit untuk ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan

pembangunan, di samping lokasi yang sulit untuk dijangkau. Hal inilah yang

menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah terpencil.

5) Daerah yang Berbatasan dengan Negara Tetangga

Masyarakat yang berada di daerah perbatasan kemungkinan besar mendapat

pengaruh dari negara tetanggga. Untuk itu diperlukan perhatian khusus dari

pemerintah Indonesia supaya perkembangan daerah yang berbatasan dengan

negara lain tidak menyimpang dari kepentingan pemerintah Indonesia

6) Luasnya Wilayah Kepulauan Indonesia

Wilayah kepulauan Indonesia yang sangat luas menyebabkan sulitnya

koordinasi antarwilayah. Dalam pelaksanaan pembangunan hal tersebut juga

merupakan suatu kendala.

Pembangunan yang baik, terencana, dan terarah hendaknya memerhatikan

hal-hal sebagai berikut:

1) menjaga kelangsungan hidup manusia dengan cara melestarikan fungsi

dan kemampuan ekosisitem pendukungnya, baik secara langsung maupun

tidak langsung,

2) memanfaatkan sumber daya alam secara optimal tanpa mengenyampingkan

kelestariannya,

3) memberi kesempatan kepada daerah lain dalam berbagai sektor dan kegiatan

lainnya untuk berkembang bersama-sama, baik dalam kurun waktu yang

sama maupun kurun waktu yang berbeda secara berkelanjutan,

4) meningkatkan dan melestarikan kemampuan serta fungsi ekosistem untuk

penyediaan sumber daya alam, dan

5) menggunakan prosedur dan tata cara dalam menggunakan dan mengelola

kemampuan ekosistem yang mendukung kehidupan, baik sekarang maupun

masa yang akan datang.

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

141

R

ANGKUMAN

R

EFLEKSI

B

ERPIKIR

K

RITIS

Buatlah kelompok diskusi yang terdiri 4–5 orang.

Diskusikan dengan kelompok Anda tentang hubungan antara pem-

bangunan dan pengembangan wilayah! Bacakan hasil diskusi Anda di depan

kelas untuk ditanggapi teman dan guru Anda!

Setelah mempelajari bab ini, diharapkan Anda sudah dapat mengerti dan

memahami tentang:

1. Pengertian konsep wilayah.

2. Jenis-jenis wilayah.

3. Teori-teori pusat pertumbuhan.

4. Pengaruh pusat pertumbuhan.

5. Hubungan dan pengembangan wilayah dikaitkan denan pembangunan

nasional.

Jika ternyata Anda masih belum jelas, coba Anda baca kembali atau tanyakan

kepada bapak atau ibu guru sebelum Anda melangkah ke bab berikutnya.

1. Wilayah adalah suatu unit dari geografi yang dibatasi oleh parameter

tertentu dan bagian-bagiannya tergantung secara internal.

2. Jenis-jenis wilayah dapat dibedakan berdasarkan 2 kriteria, yaitu

berdasarkan kondisi geografi dan ciri-ciri umum.

3. Wilayah berdasarkan kondisi geografi dibagi menjadi tiga wilayah yaitu

berdasarkan perbedaan waktu, bentuk dasar relief, dan wilayah

pembangunan.

4. Wilayah berdasarkan ciri-ciri umum dibagi menjadi empat, yaitu wilayah

homogen, wilayah nodal, wilayah perencanaan, dan wilayah ad-

ministrasi.

5. Pusat pertumbuhan adalah suatu wilayah atau kawasan yang

pertumbuhannya sangat pesat sehingga dapat dijadikan sebagai pusat

pembangunan bagi daerah sekitarnya.

6. Teori pusat pertumbuhan di antaranya teori tempat sentral, teori Losch,

dan teori kutub pertumbuhan.

142

Geografi SMA/MA Kelas XII

7. Pembangunan adalah upaya secara sadar dari manusia untuk

memanfaatkan lingkungan dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup

manusia.

8. Pengembangan wilayah harus mempertimbangkan keselarasan,

keserasian dan keseimbangan fungsi budi daya dan fungsi lindung, waktu,

dan sumber daya yang tercantum dalam rencana tata ruang wilayah.

9. Perencanaan pembangunan yang ada di Indonesia harus dilaksanakan

sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah. Hal ini dikarenakan

adanya kemajemukan masyarakat dan suku bangsa, adanya kesenjangan

antara masyarakat desa dan kota, masalah kependudukan, masih

adanya masyarakat terpencil dan terasing, adanya daerah yang

berbatasan dengan negara tetangga, dan luasnya wilayah di Indonesia.

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

Kerjakan di buku tugas Anda!

1. Suatu unit dari geografi yang dibatasi oleh parameter tertentu dan bagian-

bagiannya tergantung secara internal

disebut ....

a. wilayah nodal

b. wilayah administrasi

c. wilayah perencanaan

d. wilayah/region

e. wilayah fungsional

2. Wilayah yang memiliki satu parameter dengan sifat atau ciri yang hampir

sama disebut ....

a. wilayah administrasi

b. wilayah perencanaan

c. wilayah nodal

d. wilayah homogen

e. wilayah fungsional

3. Suatu wilayah perencanaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut,

kecuali ....

a. masyarakatnya mempunyai kesadaran terhadap permasalahan

yang dihadapi daerahnya

b. memiliki kemampuan untuk merubah industri yang dilaksanakan

sesuai dengan tenaga kerja yang tersedia

c. menggunakan salah satu model perencanaan

d. memiliki setidaknya satu pusat pertumbuhan

e. investasi di bidang ekonomi relatif kecil

U

JI

K

OMPETENSI

Wilayah dan Perencanaan Pembangunan

143

4. Suatu wilayah atau kawasan yang pertumbuhannya sangat pesat

sehingga dapat dijadikan sebagai pusat pembangunan bagi daerah

sekitarnya disebut ....

a. pusat sentral

d. pusat pertumbuhan

b. tempat sentral

e. daerah pusat

c.

hinterland

5. Pusat pertumbuhan Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi)

adalah daerah pertumbuhan dengan skala ....

a. nasional

d. antarwilayah

b. Indonesia

e. kotamadya

c. regional

6. Teori tempat sentral yang dikemukakan Christaller didasarkan untuk

menjawab pertanyaan tentang....

a. ambang, besar kota, jangkauan

b. jangkauan,

threshold

,

range

c. banyaknya kota, besar kota, persebaran kota

d. jangkauan, ambang,

range

e. banyaknya kota,

range

, persebaran

7. Teori kutub pertumbuhan pertama kali dikemukakan oleh ....

a. Perroux

d. Reilly

b. E. Ullman

e. Christaller

c. E.W. Burges

8. Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta termasuk

dalam wilayah ....

a. pembangunan utama B, wilayah pembangunan IV

b. pembangunan utama B, wilayah pembangunan VI

c. pembangunan utama A, wilayah pembangunan II

d. pembangunan utama C, wilayah pembangunan V

e. pembangunan utama A, wilayah pembangunan III

9. Wilayah Jawa Barat dibagi ke dalam enam wilayah pembangunan

daerah. Wilayah pembangunan Bandung Raya di antaranya ....

a. Cirebon, Indramayu, Subang

d. Tangerang, Bekasi, Bogor

b. Bandung, Tasikmalaya, Ciamis e. Kerawang, Bekasi, Bogor

c. Cianjur, Garut, Sumedang

10. Untuk mengaplikasikan teori Christaller diperlukan syarat-syarat ....

a. topografi dan tingkat ekonomi

b. relief dan kondisi topografi

c. tata kehidupan dan sumber daya manusia

d. tingkat ekonomi dan sumber daya alam

e. topografi dan sumber daya manusia

144

Geografi SMA/MA Kelas XII

11. Jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk suplai barang disebut

....

a.

central Place

d.

range

b. jangkauan

e.

threshold

c. pasar optimal

12. Tokoh dari teori dasar pusat pertumbuhan adalah ....

a. Ullman

d. W J Reily

b. Christaller

e. Robinson

c. Isaac Newton

13. Kota merupakan contoh dari wilayah yang ....

a. homogen

d. nodal

b. fungsional

e. perencanaan

c. administrasi

14. Wilayah Bengkulu dan Jambi merupakan wilayah ....

a. pembangunan A berpusat di Medan

b. pembangunan B berpusat di Jakarta

c. pembangunan C berpusat di Surabaya

d. pembangunan D berpusat di Makasar

e. pembangunan E berpusat di Jayapura

15. Pembangunan bukan suatu proses yang terjadi secara bersamaan tetapi

muncul pada tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas

yang berbeda-beda adalah teori dari ....

a. Christaller

d. Ullman

b. Losch

e. Reily

c. Perroux

B. Jawablah dengan singkat dan jelas!

1. Apa yang dimaksud dengan wilayah?

2. Sebut dan jelaskan tentang jenis-jenis wilayah!

3. Apa tujuan dari pembagian wilayah?

4. Jelaskan apa yang dimaksud tentang pusat pertumbuhan!

5. Jelaskan isi dan tujuan dari teori tempat sentral!

6. Sebutkan perbedaan antara teori Christaller dan Losch!

7. Jelaskan tentang teori kutub pertumbuhan!

8. Jelaskan tentang pengertian dan tujuan dari pembangunan!

9. Bagaimana pembangunan wilayah yang dilaksanakan di Indonesia?

10. Jelaskan pengertian dari pembangunan berkelanjutan!

NEGARA MAJU DAN

NEGARA BERKEMBANG

BAB VI

Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini Anda diharapkan mampu untuk menganalisis wilayah dan

perwilayahan negara maju dan berkembang.

Adapun hal-hal yang akan Anda pelajari sehubungan dengan tujuan pembelajaran tersebut

adalah:

1. pengertian negara maju dan negara berkembang,

2. ciri-ciri negara maju dan negara berkembang,

3. wilayah negara maju dan negara berkembang, dan

4.

usaha pengembangan wilayah negara maju dan negara berkembang.

uatu negara memiliki luas wilayah dengan berbagai macam ketampakan

alam yang berupa daerah pegunungan, daerah aliran sungai, atau fenomena-

fenomena lainnya. Dalam suatu negara terdapat berbagai macam kegiatan yang

mendukung keberadaan negara tersebut. Salah satu kegiatan yang utama dalam

suatu negara adalah perekonomiannya. Kegiatan perekonomian dari suatu

negara memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan apakah negara tersebut

termasuk dalam kategori negara maju atau negara berkembang. Dalam bab ini

akan dibahas lebih lanjut tentang negara maju dan negara berkembang.

S

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

146

Geografi SMA/MA Kelas XII

M

O T I V A S

I

Pada bab ini Anda akan diberikan pemahaman tentang ciri-ciri suatu negara maju dan

berkembang, potensi yang dimilikinya dan bagaimana pengembangannya, sehingga suatu

negara mencapai strata tertentu. Indonesia, negara kita yang kita cintai, masih tergolong

negara berkembang, oleh sebab itu merupakan tanggung jawab kita bersama, terutama

Anda sebagai generasi penerus, untuk mengisi pembangunan ini agar bangsa kita menjadi

negara yang maju dan setara dengan negara-negara maju lainnya.

Mari kita belajar!

Negara Maju

dan Negara

Berkembang

Peta Konsep

x

Pengertian dan

Indikator Negara Maju

dan Berkembang

x

Pengertian Negara Maju

dan Negara Berkembang

x

Indikator Negara Maju dan

Negara Berkembang

x

Ciri-Ciri Negara

Maju dan Negara

Berkembang

x

Ciri-Ciri Negara Maju

x

Ciri-Ciri Negara

Berkembang

x

Wilayah Negara Maju

dan Negara

Berkembang

x

Usaha Pengembangan

Wilayah Negara Maju

dan Negara

Berkembang

Kata Kunci :

1. Negara maju

4. Ciri-ciri negara berkembang

2. Negara berkembang

5. Wilayah

3. Ciri-ciri negara maju

6. Pengembangan wilayah

Mempelajari tentang

Meliputi

Meliputi

Negara Maju dan Negara Berkembang

147

A. Pengertian dan Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

1. Pengertian Negara Maju dan Negara Berkembang

Pengelompokan negara-negara di dunia ada berbagai cara, misalnya

berdasarkan politik yang berlaku di suatu negara, mayoritas bangsa yang ada,

atas dasar pengikut agama, atau berdasarkan kemajuan perekonomiannya. Salah

satu yang sering digunakan dalam pengelompokan negara adalah berdasarkan

tingkat kemajuan perekonomian dan teknologinya. Berdasarkan per-

ekonomiannya pengelompokan negara dibedakan menjadi negara pertama,

kedua, dan ketiga. Kelompok negara pertama dan kedua adalah negara-negara

maju, kaya, atau

developed

. Kelompok negara ketiga adalah negara-negara

sedang berkembang yang juga disejajarkan dengan negara miskin,

backword,

atau

underdeveloped

.

a. Negara Maju

Negara maju adalah negara-negara industri yang sudah berhasil dalam

pembangunan di segala bidang. T

ermasuk kelompok negara maju antara lain

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat (negara-negara kapitalis).

b. Negara Berkembang

Negara berkembang atau negara ketiga adalah negara yang baru saja

merdeka dari penjajahan negara maju, dan dicirikan dengan pelaksanaan

pembangunan yang sedang giat-giatnya. Kelompok negara berkembang adalah

kelompok negara-negara yang meliputi negara-negara di Amerika Latin, Afrika

dan Asia kecuali Jepang, Singapura, dan Korea.

2. Indikator Negara Maju dan Negara Berkembang

Indikator-indikator yang digunakan untuk membedakan antara negara maju

dengan negara berkembang adalah sebagai berikut.

a. Pendapatan Per kapita

Pendapatan perkapita

(income per capita)

penduduk dari setiap negara

selalu mengalami perubahan, dan biasanya bergerak naik. Tingginya pendapatan

per kapita mencerminkan tingkat kemakmuran dan kemajuan dari suatu negara.

b. Jumlah Tenaga Kerja

Negara-negara berkembang pada umumnya merupakan negara-negara

agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Kegiatan

pertanian pada umumnya menyerap banyak tenaga kerja, karena di samping

metode pertaniannya masih tradisional, lapangan kerja di luar pertanian juga

tidak banyak tersedia, sedangkan di negara maju lapangan kerja yang ada

biasanya lebih terbuka dan beragam.

148

Geografi SMA/MA Kelas XII

B

ERPIKIR

K

RITIS

c. Penggunaan Sumber Tenaga Mesin dan Listrik

Penggunaan mesin dan listrik berhubungan dengan kemajuan teknologi

suatu negara dan juga pendapatan per kapita dari penduduk. Semakin tinggi

teknologi dan pendapatan perkapita penduduk di suatu negara, berarti semakin

tinggi konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan sebagai sumber tenaga.

d. Angka Harapan Hidup

(Life Expectancy)

Pencapaian tingginya angka harapan hidup sangat berhubungan dengan

ketersediaan fasilitas kesehatan, sedangkan kemampuan untuk menyediakan

fasilitas tersebut berhubungan dengan tingkat kemajuan ekonomi yang dicapai.

Di beberapa negara maju angka harapan hidup penduduk mencapai 60 tahun

ke atas, tetapi di negara-negara berkembang angka harapan hidup penduduknya

sebagian besar masih berada di bawah 60 tahun.

e. Mata Pencaharian dan Penggunaan Lahan

Negara-negara maju sebagian besar penduduknya bekerja di bidang

perindustrian. Industri yang berkembang tersebut merupakan industri berat

seperti galangan kapal, pembuatan pesawat terbang, dan peleburan besi baja.

Negara-negara berkembang sebagian besar penduduknya masih mengandalkan

bidang pertanian. Pada umumnya lahan pertanian masih tersedia sangat luas.

Salah satu contoh negara berkembang adalah India merupakan negara agraris,

dan hampir 70% penduduk India bekerja sebagai petani.

f. Indeks Statistik Negara (Indeks Teknologi dan Indeks Demografi)

Indeks teknologi meliputi GNP

(Gross National Product)

, produksi energi,

konsumsi industrialisasi, transportasi, dan perdagangan. Indeks demografi

meliputi jumlah penduduk, tingkat kelahiran dan kematian, kepadatan penduduk,

dan tingkat pertumbuhan penduduk.

Carilah buku-buku di perpustakaan yang membahas tentang negara maju

dan negara berkembang. Carilah perbedaan struktur mata pencaharian

antara negara berkembang dengan negara maju. Catatlah hasil pekerjaan

Anda pada sehelai kertas, hasilnya serahkan kepada bapak atau ibu guru

untuk dinilai.

B. Ciri-Ciri Negara Maju dan Negara Berkembang

Berdasarkan tingkat pendapatan per kapita, dan tinggi rendahnya kualitas

penduduk, dapat dilihat perbedaan yang mencolok antara negara maju dan

negara berkembang. Berikut adalah ciri-ciri negara maju dan negara

berkembang.

Negara Maju dan Negara Berkembang

149

K

ECAKAPAN

S

OSIAL

1. Ciri-Ciri Negara Maju

Negara maju adalah negara yang kehidu-

pannya bercorak industri yang mempunyai ciri-

ciri sebagai berikut.

a. Pendapatan rata-rata per kapita penduduk

pada umumya tinggi.

b. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata

tinggi.

c. Angka harapan hidup penduduk rata-rata tinggi.

d. Angka pertumbuhan penduduk per tahun relatif kecil.

e. Angka kematian penduduk per tahun relatif kecil.

f. Kehidupannya bercorak ekonomi pasar.

g. Lapangan kerjanya luas dan beragam.

h. Kegiatan ekonomi sebagian besar di sektor industri, begitu juga dengan

komoditi ekspornya.

i. Mayoritas penduduknya tinggal di kota.

j. Tingkat kesehatan penduduknya relatif tinggi.

2. Ciri-Ciri Negara Berkembang

Ciri-ciri umum dari negara berkembang antara lain sebagai berikut.

a. Pendapatan rata-rata per kapita penduduk pada umumya rendah.

b. Tingkat pendidikan penduduk rata-rata rendah.

c. Angka harapan hidup penduduk rata-rata rendah.

d. Angka pertumbuhan penduduk per tahun cukup tinggi.

e. Angka kematian penduduk per tahun relatif tinggi.

f. Mata pencaharian penduduk umumnya bercorak agraris.

g. Lapangan kerjanya sempit.

h. Komoditi ekspor berupa bahan mentah bukan bahan olahan.

i. Mayoritas penduduknya tinggal di pedesaan.

j. Tingkat kesehatan penduduknya rendah.

k. Angka pengangguran penduduk tinggi.

Carilah artikel dari berbagai media masa tentang kondisi ekonomi di negara-

negara berkembang. Menurut Anda mengapa di negara berkembang

perkembangan ekonominya berjalan lambat tidak seperti di negara-negara

maju? Tulislah pendapat Anda pada selembar kertas dan serahkan kepada

bapak atau ibu guru untuk dinilai.

Pengelompokan suatu negara

menjadi negara maju dan berkem-

bang umumnya didasarkan pada

sektor ekonomi dan teknologi.

GeoPrinsip

150

Geografi SMA/MA Kelas XII

C. Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang

Negara-negara di dunia dilihat dari kemampuan ekonominya, dibagi

menjadi dua kelompok, yaitu negara maju dan negara berkembang. Negara-

negara di Eropa dan negara-negara di Amerika Utara sebagian besar merupakan

kelompok negara-negara maju. Negara-negara yang termasuk dalam kelompok

negara berkembang sebagian besar adalah negara di Asia, Afrika, dan Amerika

Latin. Berikut beberapa contoh negara maju dan negara berkembang yang akan

dipelajari dalam bab ini.

1. Negara-Negara Maju

a. Amerika Serikat

1) Kondisi Fisik

Amerika Serikat terletak di Benua Amerika, dengan ibu kota negara

Washington DC. Negara federal ini terdiri atas 48 negara bagian yang

berdampingan dan 2 negara bagian yang terpisah, yaitu Alaska dan Hawaii.

Luas wilayahnya adalah 9.371.829 km

2

. Batas-batas wilayah Amerika Serikat

adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Kanada.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Meksiko dan Meksiko.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Samudra Atlantik.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Pasifik.

Gambar 6.1

Peta negara Amerika Serikat

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

151

Secara geografis, terdapat berbagai variasi di wilayah Amerika Serikat. Nega-

ra bagian Alaska yang terpisah dan terletak di kawasan paling utara memiliki ciri-

ciri geografis tersendiri dan berbeda dengan 48 negara bagian lainnya. Alaska

adalah wilayah negara bagian Amerika Serikat yang terluas, yang berbatasan

dengan Rusia di Selat Bering.

Wilayah negara bagian Amerika Serikat yang berdampingan terbagi atas

enam bagian, yakni Pegunungan Pantai Pasifik, Pegunungan Rocky Mountains,

Wilayah antarpegunungan

(Intermontane Region)

, Dataran Pantai Atlantik, Pe-

gunungan Appalachia, dan Dataran Rendah Pedalaman.

a) Pegunungan Pantai Pasifik, kawasan ini terletak di sebelah barat meliputi

Pegunungan Cascade, Pegunungan Sierra Nevada, dan rangkaian pegu-

nungan sepanjang pantai Pasifik dari Washington hingga California. Pegu-

nungan Cascade terletak di antara dataran rendah Selat Puget dan Plato

Columbia. Pegunungan Sierra Nevada merupakan daerah pariwisata kare-

na pemandangannya yang indah.

b) Pegunungan Rocky Mountains, kawasan ini merupakan sistem pegunungan

terbesar di Amerika Utara, meluas dari Pegunungan Brooks di Alaska Utara

sampai Pegunungan Sangre de Cristo di New Mexico Utara.

c) Wilayah antarpegunungan, kawasan ini terletak di sebelah barat Pegunungan

Rocky Mountains, merupakan wilayah paling kering di Amerika Serikat

dan penghuninya sangat sedikit. Wilayah yang terletak antara Pegunungan

Rocky Mountains dan Pegunungan pantai Pasifik ini merupakan daerah gurun,

plato, dan cekungan-cekungan. Wilayah ini terbagi tiga, yaitu Great Basin,

Plato Colorado, dan Plato Columbia. Great Basin berupa gurun dengan danau

terbesarnya, yaitu Danau Great Salt.

d) Dataran Pantai Atlantik, kawasan

ini merupakan dataran rendah

yang mencakup pesisir Teluk

Mexico. Teluk terbesar di kawasan

ini terletak di Pantai Atlantik, yak-

ni Teluk Chesapeake di ujung Su-

ngai Susquehanna. Dataran pesi-

sir Teluk Mexico dilalui Sungai

Missisippi, sungai ini membentuk

delta besar ketika memasuki Te-

luk Mexico. Daerah sekitar delta

merupakan tanah aluvial yang

subur.

Gambar 6.2

Peta pesisir Teluk Mexico.

Sumber: Atlas Indonesia dan Dunia, 2004

152

Geografi SMA/MA Kelas XII

e) Pegunungan Appalachia, kawasan ini melajur dari Pegunungan Adirondack

ke arah barat daya hingga Alabama. Sebagian besar gunung-gunung tidak

begitu tinggi sehingga bisa dibangun jaringan jalan raya.

f) Dataran Daerah Pedalaman, kawasan ini terbentang mulai dari Plato

Allegheny di sebelah timur sampai kaki Pegunungan Rocky Mountains di

sebelah barat. Kawasan ini terbagi dua, yaitu dataran rendah tengah dan

Great Plains. Wilayah Great Plains yang terdapat di bagian barat merupakan

daerah yang subur.

2) Kondisi Sosial

Penduduk Amerika Serikat pada tahun 2002 berjumlah 291 juta jiwa, dengan

rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 1%. Jumlah penduduk di Amerika Serikat

tersebut menempati urutan ke 3 di dunia.

3) Kondisi Ekonomi

Data dari UNDP mengenai GDP (

Gross Domestic Product

), Amerika Serikat

menduduki peringkat ke-4 dari 177 negara di dunia dengan nilai 35.750 US$.

Sekitar 17% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagai negara

industri paling maju di dunia, hampir 80% dari seluruh hasil produksinya

diperoleh dari sektor industri. Lokasi industri berat berada di Pittsburgh,

Pennsylvania, dan Ohio.

4) Kondisi Budaya

Penduduk pribumi pertama Amerika Serikat adalah orang Indian. Negara

bagian Alaska memiliki komposisi etnis yang berbeda dengan negara-negara

bagian lainnya. Penduduk Alaska terdiri atas orang Eskimo, Indian, dan Aleut

yang tergolong penduduk pribumi. Sekarang ini penduduk yang mendominasi

di Amerika Serikat adalah penduduk kulit putih yang dulunya adalah imigran

dari Eropa.

Bentuk kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat sudah terjalin dengan

baik. Tetapi setelah peristiwa hancurnya gedung WTC (

World Trade Center

)

tahun 2001 yang berkaitan dengan aksi terorisme, hubungan Indonesia dengan

Amerika Serikat agak merenggang. Contoh bentuk kerja sama Indonesia dengan

Amerika Serikat antara lain:

a) adanya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Amerika Serikat,

b) hubungan perdagangan, di mana banyak perusahaan Amerika Serikat yang

menanamkan modalnya di Indonesia,

c) Amerika Serikat ikut berperan membantu ASEAN (Indonesia adalah salah

satu anggota ASEAN),

d) adanya pertukaran pelajar dan mahasiswa antardua negara, dan

e) Amerika Serikat merupakan negara investor ke-3 untuk Indonesia setelah

Jepang dan Hongkong, khususnya di bidang industri.

Negara Maju dan Negara Berkembang

153

A

YO

M

ENELITI

1. Carilah data-data negara maju sebagai berikut:

Inggris (Eropa), Korea Selatan (Asia), dan Kanada (Amerika) dengan

memenuhi aspek-aspek yang ditentukan pada tabel di bawah ini.

2. Carilah sumber dari pustaka-pustaka pengetahuan populer, internet,

ensiklopedi, atau penelitian para ahli.

3. Bandingkan ketiga negara tersebut, dan tariklah sebuah kesimpulan/

ulasan secukupnya.

4. Kerjakan secara berkelompok 3–4 orang tiap kelompok.

5. Presentasikan hasilnya di depan kelas dan mintalah tanggapan dari

bapak atau ibu guru.

Keadaan Negara-Negara di Dunia

No

1. Letak/posisi negara

2. Kondisi fisik

3. Komoditi ekspor/

impor

4. Kondisi sosial

5. Kondisi ekonomi

6. Kondisi budaya

7. Kependudukan

8. Stabilitas politik

9 dst ...

Ulasan

....

....

....

....

....

....

....

....

....

Kanada

(Amerika)

Korea Selatan

(Asia)

Inggris

(Eropa)

Topik

Negara

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

154

Geografi SMA/MA Kelas XII

b. Belanda

1) Kondisi Fisik

Dilihat dari keadaan alamnya, Belanda terletak pada dataran rendah Eropa.

Wilayahnya sempit dan sebagian daerahnya berada di bawah permukaan air

laut. Sebagian wilayahnya merupakan hasil

pengeringan laut yang dibendung, oleh kare-

na itu sering disebut “

Netherlands

” yang be-

rarti tanah rendah. Hampir seperlima dari

Negara Belanda terdiri atas air dan dua perli-

manya terletak di bawah permukaan laut

(depresi kontinental). Secara astronomis, Be-

landa berada pada posisi 50

°

LU – 53

°

LU

dan 3

°

BT – 7

°

B

T. Ibu kota Belanda adalah

Amsterdam, dengan luas wilayahnya adalah

41.160 km

2

. Batas-batas wilayah Belanda ada-

lah sebagai berikut:

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut

Utara.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Belgia.

Di Belanda terdapat polder yaitu

tanah yang berada di bawah per-

mukaan air laut, setelah airnya

dipompa keluar kemudian tanah-

nya dikeringkan sebagai lahan

pertanian. Dampak yang timbul

dari adanya polder adalah peruba-

han besar dalam pertanian, urba-

nisasi berlangsung dengan cepat,

naiknya kekayaan dan mobilitas

penduduk, meningkatnya per-

mintaan untuk daerah rekreasi,

dan meningkatnya kebutuhan

akan pengelolaan lingkungan.

InfoGeo

Gambar 6.3

Peta Negara Belanda

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

155

c) Sebelah barat berbatasan dengan

Laut Utara.

d) Sebelah timur berbatasan de-

ngan Jerman.

2) Kondisi Sosial

Daerah paling padat penduduk-

nya di Belanda adalah Kawasan Rand-

stad yang terdiri atas Holland Utara,

Holland Selatan, dan Utrecht. Lebih

dari 46% penduduknya menghuni

kawasan Amsterdam, Haarlem, Den

Haag, Rotterdam, dan Utrecht. Pada

tahun 2002, penduduk Belanda ber-

jumlah 16,1 juta jiwa dengan rata-rata

pertumbuhan penduduk 0,6% per tahun. Angka harapan hidup di Belanda

telah mencapai angka 78,3 tahun, tetapi 10,5% dari jumlah penduduk dewa-

sanya tidak mempunyai keterampilan membaca dan menulis.

3) Kondisi Ekonomi

Dari data UNDP, pada tahun 1990-2000 jumlah penduduk Belanda yang

hidup di bawah garis kemiskinan sekitar 7,3% dan jumlah tenaga kerja yang

ada masih menganggur 0,8%. Pendapatan per kapita pada tahun 2002

mencapai 29,100 US$, dengan rata-rata pertumbuhan tahunannya sekitar

2,2%.

Negara Belanda perekonomiannya didukung oleh beberapa bidang antara

lain bidang industri, pertanian, dan perdagangan. Pengembangan pertanian

yang sangat menonjol di Belanda adalah pertanian intensif. Pengembangan

pertanian intensif didorong oleh:

a) tanah yang subur, iklimnya baik, dan persediaan air cukup,

b) bahan makanan mudah dipasarkan, dan

c) murahnya bahan makanan ternak.

Daerah peternakan penting adalah daerah Randstad, merupakan daerah

padang rumput sebagai sumber utama makanan ternak, tetapi hanya dapat

digunakan pada akhir bulan April sampai November. Usaha peternakan terutama

ditujukan untuk produksi susu, mentega, dan keju. Tempat pembuatan keju

yang terkenal adalah Edam dan Gouda.

Ada dua jalur daerah industri di Belanda, yaitu Zone Amsterdam – Laut

Utara dan Zone Rotterdam – Europort. Sumber tenaga industri Belanda adalah

minyak bumi yang kebanyakan diimpor, karena hanya sedikit yang dihasilkan

dari negara Belanda. Untuk memenuhi sumber tenaga yang semakin meningkat

digunakan gas alam yang didapat dari sumber gas alam di wilayah Gronigen (di

utara) yang dialirkan melalui pipa-pipa.

Gambar 6.4

Kincir angin merupakan ciri khas Negara

Belanda.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

156

Geografi SMA/MA Kelas XII

4) Kondisi Budaya

Bahasa yang dipakai adalah bahasa Belanda dari rumpun Jerman. Dalam

bidang kebudayaan, Belanda termasuk negara yang maju dalam bidang IPTEK

dan kesenian. Belanda memiliki ahli-ahli dalam bidang filsafat, seni lukis, musik,

sastra, sains, dan ekonomi. Indonesia dan Belanda mempunyai hubungan

bersejarah sehingga terjadi hubungan yang erat, baik diplomatik, sosial, budaya,

ekonomi, maupun IPTEK. Contoh bentuk kerja sama Indonesia dengan Belanda

antara lain:

a) pertukaran kesenian antardua negara,

b) kerja sama di bidang ekspor impor,

c) investasi modal dalam bidang pertambangan, peternakan, perindustrian,

pelayaran, dan penerbangan,

d) pertukaran pelajar dan mahasiswa serta para cendekiawan,dan

e) kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan wilayah Indonesia.

c. Jerman

Gambar 6.5

Peta Negara Jerman

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

157

1) Kondisi Fisik

Dilihat dari fisiografisnya wilayah Jerman dibagi menjadi tiga kawasan,

sebagai berikut.

a) Dataran rendah utara yang luas dan pantai utara yang penuh dengan

endapan lumpur dari Sungai Ems, Weser, dan Elbe.

b) Bagian tengah berupa dataran tinggi yang terdiri atas plato-plato. Tanah

tinggi tengah yang dialiri oleh Sungai Rhein.

c) Di bagian selatan terdapat Pegunungan Alpen yang mencapai puncak

tertingginya.

Luas wilayah negara Jerman adalah 357.050 km

2

. Batas-batas wilayah

Jerman adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Baltik dan Denmark.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Swiss dan Austria.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Polandia dan Republik Ceko.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Prancis, Belgia, Belanda, dan Laut Utara.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk negara Jerman pada tahun 2002 adalah 82,4 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 0,2% per tahun. Data dari UNDP

angka harapan hidup di Jerman pada tahun 2002 telah mencapai 78,2 tahun.

Jerman mempunyai beberapa daerah yang penduduknya sangat padat dan

tersebar di sepanjang sungai Rhein, Ruhr Hanover, kota pelabuhan Hamburg,

Bremen, daerah sekitar Nurnberg, dan Munchen. Daerah yang penduduknya

jarang terletak di Pegunungan Alpen.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita negara

Jerman adalah 27,100 US$. Pada

tahun 1990 sampai tahun 2000,

sekitar 8,3% dari penduduk Jerman

hidup di bawah garis kemiskinan.

Jumlah tenaga kerja yang masih

menganggur 4,1% dari keseluruhan

tenaga kerjanya.

Di Jerman, sektor pertanian memegang peranan penting. Daerah pertanian

di Jerman antara lain terdapat di daerah-daerah sebagai berikut.

a) Pegunungan Alpen dan daerah Bavaria Utara menghasilkan padi.

b) Luneberg Heide menghasilkan kentang.

c) Lembah Sungai Rhein, Sungai Mosil, Hellborn bagian utara, dan Stuttgart

adalah penghasil anggur.

Daerah peternakan utama terdapat di sepanjang perbatasan Belanda melalui

Sungai Elbe sampai ke Schleswig-Holstein dan di kaki Pegunungan Alpen.

Jerman merupakan negara industri di Eropa dan menghasilkan berbagai produk

industri dunia.

Gambar 6.6

Gedung Reichstag di Berlin.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

158

Geografi SMA/MA Kelas XII

4) Kondisi Budaya

Bahasa resmi adalah bahasa Jerman, yang merupakan rumpun bahasa Indo-

Eropa. Pemerintah menangani masalah pendidikan dan menetapkan usia 6

sampai 16 tahun merupakan usia wajib belajar. Jerman dan Indonesia menjalin

kerja sama di beberapa bidang. Contoh bentuk kerja sama Jerman dan Indonesia,

antara lain:

a) adanya hubungan hubungan diplomatik antara kedua negara dan

b) di bidang perdagangan adanya kerja sama ekspor impor.

d. Jepang

1) Kondisi Fisik

Jepang terdiri atas empat pulau utama, sebuah kepulauan besar dan banyak

pulau kecil. Sebagian besar daratannya berada di empat pulau utama, yaitu

pulau Hokaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu. Garis pantai yang panjang dan

berlekuk-lekuk, dengan pelabuhan-pelabuhan alamnya serta perairan yang

terlindung sangat menguntungkan Jepang sebagai negara maritim. Luas negara

Jepang adalah 370.370 km

2

. Batas-batas negara Jepang adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Okhotsk.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Laut China Timur dan Laut Filipina.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Samudara Pasifik.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Laut Jepang dan Selat Korea.

Gambar 6.7

Peta Negara Jepang

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

159

Di Kepulauan Jepang terdapat

sekitar 192 gunung api aktif dan

20% dari seluruh permukaan wilayah

di negeri ini tertutup oleh endapan

vulkanis. Gempa bumi sering terja-

di di negara Jepang, setiap tahun

bisa mencapai ribuan kali. Jepang

adalah negara yang kekurangan data-

ran rendah, hanya sekitar 13% dari

seluruh wilayah daratannya yang da-

pat dibudidayakan. Curah hujan di

Jepang umumnya tinggi, terutama

di wilayah yang berupa kepulauan.

2) Kondisi Sosial

Pada tahun 2002, jumlah penduduk mencapai 127,5 juta jiwa dengan

rata-rata pertumbuhan penduduk 0,5% per tahun. Angka harapan hidup di

negara ini menduduki peringkat pertama pada tahun 2002 yaitu mencapai

81,5 tahun. Penduduk Jepang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan

mencapai angka 11,8% pada tahun 1990-2000, sedangkan penduduk yang

masih menganggur mencapai 1,7% dari jumlah usia kerjanya.

3) Kondisi Ekonomi

Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang masuk dalam kategori

negara maju, dan bisa disejajarkan dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Kecanggihan teknologi yang dimiliki Jepang merupakan salah satu cirinya

sebagai negara maju.

Pendapatan per kapita negara Jepang mencapai 26,940 US$. Hasil utama

pertanian di Jepang adalah bahan pangan, hampir keseluruhan tanah pertanian

ditanami tanaman pangan. Sekitar tiga perempat hasilnya adalah bahan pangan,

terutama padi.

Land reform

menjadi dasar penting dalam perekonomian Jepang.

Adanya bibit unggul yang tahan beku juga memungkinkan tanaman pangan

ditanam pada ketinggian 900 m, sehingga keadaan cuaca yang merugikan

jarang memengaruhi hasil panen padi.

Hutan di negara Jepang mencakup sekitar 67% dari seluruh wilayah daratan,

namun hanya sekitar 27% hutan yang diusahakan secara komersial. Hal ini

disebabkan sebagian besar hutan di Jepang berada di daerah pegunungan yang

tidak terjangkau. Selain hasil hutan, Jepang juga memanfaatkan hasil laut yaitu

ikan. Di Jepang, ikan merupakan sumber protein utama. Tangkapan ikan ini

berasal dari arus dingin

Oyashiwo

dan arus panas

Kuroshiwo

, kedua arus ini

bertemu di Teluk Unubo (Honshu).

Gambar 6.8

Gunung Fuji dengan puncak salju

fenomena alam yang sangat terkenal di negara Jepang.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

160

Geografi SMA/MA Kelas XII

T

ANGGAP

F

ENOMENA

4) Kondisi Budaya

Agama menjadi sumber inspirasi bagi kesenian Jepang. Agama dan

keyakinan utama di Jepang adalah Buddha, Shinto, dan Khong Hu Chu. Seni

merangkai bunga

(Ikebana)

dan bonsai adalah salah satu ciri khas dari negara

Jepang. Di Jepang juga terdapat kebudayaan pesta perjamuan minum teh yang

disebut dengan istilah

Chanoyu

, dan terdapat seni sandiwara boneka yang

disebut dengan istilah

Joluri

. Selain itu di Jepang terdapat seni beladiri judo

dan karate yang merupakan budaya asli dari negara ini. Wajib belajar dikenakan

pada anak usia 6-15 tahun dan pendidikan diberikan secara cuma-cuma.

Jepang dan Indonesia mempunyai hubungan diplomatik yang diterapkan

dalam bentuk kerja sama antara lain:

1) kerja sama di bidang ekspor impor. Jepang merupakan negara tujuan ekspor

utama Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang adalah minyak bumi mentah,

gas alam cair, aluminium, bijih logam, besi, timah, tembaga, kayu lapis,

dan kopi,

2) Jepang menjadi negara investor utama bagi Indonesia terutama di bidang

industri otomotif dan elektronik, dan

3) Jepang merupakan negara donatur bagi Indonesia.

1. Negara-negara maju sekitar tahun 1900-an membentuk G-8, yaitu

organisasi dengan anggota 8 negara maju di dunia!

a. Sebutkan anggota G-8!

b. Apa latar belakang dan tujuan dari G-8!

2. Kerjakan di buku tugas Anda, beri ulasan menurut pendapat Anda!

3. Kumpulkan pekerjaan Anda kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

2. Negara-Negara Berkembang

a. Indonesia

1) Kondisi Fisik

Indonesia secara astronomis terletak antara 6

°

LU – 11

°

LS dan 95

°

BT –

141

°

B

T. Kepulauan Indonesia seluruhnya terletak di daerah tropis dan bagian

dari iklim musim Indo-Australia yang berciri temperatur tinggi, udaranya basah,

dan curah hujan yang tinggi. Indonesia merupakan daerah iklim musim yang

paling kontras di dunia, hal ini karena pengaruh dari Benua Asia dan Australia

(Angin Muson Barat dan Muson Timur). Pada bagian tenggara kepulauan

Indonesia, iklimnya lebih kering, hal ini karena pengaruh angin anti siklon dingin

dari Australia, karena itu di Nusa Tenggara Timur banyak dijumpai daerah sabana.

Negara Maju dan Negara Berkembang

161

Batas-batas negara Indonesia adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Filipina, dan

Samudra Pasifik.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Australia, Timor Leste, dan Samudra

Hindia.

c) Sebelah barat berbatasan dengan Laut Andaman dan Samudra Hindia.

d) Sebelah timur berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

Di wilayah Indonesia terdapat 3 Sistem pegunungan, sebagai berikut.

a) Sistem Pegunungan Sirkum Mediterania

Sistem ini memanjang dari Pegunungan Atlas (Afrika Utara) yang

bersambung dengan Pegunungan Alpen (Eropa Selatan) dan Pegunungan

Himalaya (Asia). Pegunungan tersebut berbelok ke selatan dan berangkai dengan

pegunungan-pegunungan lipatan di Kepulauan Indonesia. Kelanjutan jalur

pegunungan Sirkum Mediterania di Indonesia terbagi, sebagai berikut.

(1) Busur Luar

Jalur pegunungan busur luar bersifat nonvulkanik, artinya tidak

menampakkan sifat-sifat kegunungapian, tetapi hanya rangkaian

pegunungan lipatan. Jalur pegunungan ini sebagian berada di bawah laut.

Busur luar berpangkal di Pulau Simelue, Pulau Nias, Kepulauan Mentawai,

Pulau Enggano kemudian sebagian tenggelam (berada di bawah laut)

sepanjang bagian selatan Pulau Jawa dan muncul kembali di atas permukaan

bumi di Pulau Sawu, Pulau Roti, Pulau Timor, Pulau Babar, Kepulauan

Kai, Pulau Seram, dan berakhir di Pulau Buru.

Gambar 6.9

Peta Negara Indonesia

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

162

Geografi SMA/MA Kelas XII

(2) Busur Dalam

Jalur pegunungan busur dalam bersifat vulkanis, artinya selain

merupakan rangkaian pegunungan lipatan, juga merupakan ketampakan

dari kegunungapian. Busur dalam membujur sepanjang Bukit Barisan di

Pulau Sumatra, pegunungan yang ada di seluruh Pulau Jawa, Pulau Bali,

Pulau Lombok, Pulau Sumbawa, Pulau Flores, Pulau Solor, Pulau Wetar,

Kepulauan Banda, dan berakhir di Pulau Saparua.

b) Sistem Pegunungan Sirkum Pasifik

Sirkum ini dimulai dari pegunungan Andes (Amerika Selatan) bersambung

dengan Pegunungan Rocky (Rocky Mountain) di Amerika Utara, kemudian

berbelok ke Kepulauan Jepang dan bersambung dengan pegunungan di

Kepulauan Filipina. Pada akhirnya jalur pegunungan ini bercabang dua di wilayah

Indonesia, yaitu sebagai berikut.

(1) Cabang I dimulai dari Pulau Luzon bersambung dengan pegunungan di

Kalimantan melalui Pulau Palawan dan Pulau Sulu.

(2) Cabang II dimulai dari Pulau Luzon, Pulau Samar, dan Pulau Mindanau

bersambung ke Kepulauan Sangihe dan berakhir di Sulawesi.

c) Sistem Pegunungan Sirkum Australia

Terbentang sepanjang sumbu sentral Irian selanjutnya ke Australia bagian

timur terus ke Selandia Baru. Letak Indonesia secara tektonik merupakan daerah

tumbukan antarlempeng (lempeng Asia vs lempeng Samudra Hindia, lempeng

Asia vs lempeng Samudra Pasifik, lempeng Asia vs lempeng Filipina, serta

lempeng Australia vs lempeng Pasifik), yang berakibat:

(1) Indonesia terletak di busur luar nonvulaknik dan busur dalam vulkanik.

(2) Indonesia kaya akan pegunungan dan komplek gunung berapi di sepanjang

Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi (terutama bagian utara),

Kepulauan Maluku, dan di wilayah Papua.

(3) Persebaran laut dangkal, paparan, serta laut dalam (palung) yang tidak merata.

(4) Sering terjadi gempa bumi.

(5) Persebaran sumber daya alam yang tidak merata, Indonesia bagian barat

didominasi minyak dan gas bumi, batu bara, dan sedikit mineral, sedangkan

Indonesia bagian timur kaya akan mineral, sedikit batubara, minyak, dan

gas bumi.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2002 mencapai 217.1 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai angka 1,8% per tahun.

Angka harapan hidup mencapai 66,6 tahun. Tingkat pendidikan dari penduduk

yang melek huruf (mampu membaca dan menulis) sekitar 87.9%, dengan rasio

penduduk yang pernah masuk SD dan SMP masing-masing menunjukkan angka

92% dan 47%. Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan pada

tahun 1990-2001 sekitar 27,1%.

Negara Maju dan Negara Berkembang

163

3) Kondisi Ekonomi

Pada tahun 2002, pendapatan per kapita

negara Indonesia mencapai 3.230 US$, dengan

rata-rata pertumbuhan GDP 2,1%. Mata

pencaharian penduduk sebagian besar di bidang

pertanian (agraris), dan sebagian besar pendu-

duknya tinggal di wilayah pedesaan.

4) Kondisi Budaya

Penduduk Indonesia terdiri atas berbagai

suku, dengan bahasa, agama, dan adat yang

beranekaragam. Keanekaragaman alam,

penduduk, dan budaya merupakan ciri dan

kekuatan bangsa Indonesia. Dengan semboyan

“Bineka Tunggal Ika”, artinya berbeda-beda

tetapi tetap satu, mencerminkan bahwa

perbedaan etnis tidak perlu dipertentangkan

karena akan merusak persatuan dan kesatuan

bangsa.

b. India

Gambar 6.10

Monumen Nasional

(Monas) di Jakarta.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Gambar 6.11

Peta Negara India

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

164

Geografi SMA/MA Kelas XII

1) Kondisi Fisik

Luas wilayah negara India yang berupa semenanjung ini adalah 3.316.500

km

2

. Secara astronomis India terletak pada 8

°

LU – 37

°

LU dan 18

°

BT –

97

°

BT.

Batas-batas Negara India adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Nepal, Bhutan, dan Cina.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Sri Lanka dan Samudra Hindia.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Bangladesh, Myanmar, dan Teluk

Benggala.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Pakistan dan Laut Arab.

Berdasarkan bentang alamnya India dapat dibagi atas tiga daerah, yaitu

daerah pegunungan Himalaya, dataran rendah Gangga, dan semenanjung

bagian selatan.

a) Daerah Pegunungan Himalaya

Terdiri atas deretan pegunungan dengan dataran tinggi dan lembah besar,

di antaranya Dataran Tinggi Kashmir dan Lembah Kulu.

b) Dataran Rendah Gangga

Daerah ini terbentuk oleh Sungai Indus, Sungai Gangga, dan Sungai

Brahmana. Daerah ini merupakan daerah aluvial dengan permukaan sangat

datar. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah pertanian yang terpenting

di India karena dasar lembah ini merupakan akumulasi pasir dan tanah liat, dan

merupakan daerah subur.

c) Semenanjung Bagian Selatan

Daerah ini umumnya terdiri atas perbukitan dan pegunungan. Tanaman

terpenting di daerah ini adalah gandum dan kapas. Di bagian timur terdapat

dataran tinggi yang banyak mengandung mineral. Daerah di bagian barat Dekan

merupakan plato tanah hitam banyak ditanami sorgum dan kapas. Pantai barat

merupakan jalur dataran rendah dan jalur lereng tebing yang sempit.

2) Kondisi Sosial

Jumlah penduduk India pada tahun 2002 mencapai 1.049,5 juta jiwa

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk 1,9% per tahun. Angka harapan hidup

di negara ini mencapai 63,7 tahun.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita negara India pada tahun 2002 mencapai angka

2,670 US$. Perekonomian India bertumpu pada pertanian, dan hampir tiga

perempat wilayah pertanian ditanami tanaman pangan, salah satunya yaitu padi.

Ladang gandum meliputi sepertiga lahan pertanian India. Dalam bidang industri

India memiliki dua kelompok industri utama, yaitu industri tradisional (kerajinan)

dan industri besar. Produk dari kerajinan ini adalah

khadi,

yaitu sejenis pakaian

yang ditenun dengan teknik tradisional.

Negara Maju dan Negara Berkembang

165

B

ERPIKIR

K

RITIS

4) Kondisi Budaya

Penduduk India tergolong

dalam ras

Kaukasoid

dan biasanya

disebut orang

Arya

. Dalam hal ba-

hasa, India mengenal lebih dari 850

bahasa, namun yang digunakan se-

bagai bahasa resmi adalah Bahasa

Hindi

. India merupakan negara yang

kaya dengan peninggalan-pening-

galan budaya masa lalu, serta memi-

liki beberapa kota suci. Contohnya

adalah Taj Mahal di Agra, India bagi-

an utara yang dibangun pada abad

XVII, dan merupakan bangunan megah sekaligus makam dari istri kaisar Syah

Jeihan yang bernama Muntaz Mahal. Penduduk di Negara India juga mengera-

matkan lembu dan Sungai Gangga dalam tradisi kehidupannya.

Negara berkembang berusaha untuk mengembangkan diri menjadi negara

maju, di antaranya dengan melakukan industrialisasi.

Menurut pendapat Anda, selain industrialisasi, usaha-usaha lain seperti apa

yang dapat dilaksanakan oleh negara berkembang agar bisa menjadi negara

maju? Tulislah pendapat Anda pada buku tugas dan serahkan kepada guru!

c. Afrika Selatan

1) Kondisi fisik

Afrika Selatan mempunyai wilayah seluas 1.123.226 km

2

, yang sebagian

besar merupakan plato dengan ketinggian 900–1.200 m di atas permukaan

laut. Di ujung selatan terdapat Pegunungan Cape yang membentang ke utara

dan ke timur dari Cape Town dan membentuk suatu garis pantai yang berlekuk.

Letak astronomis Afrika Selatan adalah 23

°

LS – 35

°

LS dan 18

°

BT–

33

°

BT. Batas-batasnya adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Namibia, Botswana, dan Zimbabwe.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Mozambik, Swaziland dan Samudra

Hindia.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik.

Gambar 6.12

Taj Mahal merupakan peninggalan

sejarah yang sangat terkenal dari India.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

166

Geografi SMA/MA Kelas XII

Afrika Selatan beriklim sedang karena hampir seluruh daratannya terletak

di zona sedang dan dekat dengan laut. Pada waktu musim panas, di kawasan

plato tidak terlalu panas karena letaknya yang tinggi. Kekeringan menjadi

ancaman bagi negara ini, karena hampir separuh dari wilayah Afrika Selatan

menerima curah hujan kurang dari 380 mm per tahun, dan tingkat penguapan

udaranya cukup tinggi.

2) Kondisi Sosial

Tahun 2002 penduduk Afrika Selatan berjumlah sekitar 44,8 juta jiwa,

dengan rata-rata pertumbuhan penduduk sekitar 2% per tahun. Angka harapan

hidup di negara ini mencapai 48,8 tahun. Penduduk yang berusia di atas 15

tahun yang mempunyai kepandaian membaca dan menulis sekitar 86%.

3) Kondisi Ekonomi

Pada tahun 2002 pendapatan

per kapita Afrika Selatan sebesar

2,299 US$. Secara agrikultur, Afri-

ka Selatan termasuk miskin karena

hanya sekitar 12% dari luas daratan

yang bisa digunakan sebagai lahan

pertanian menetap, dan 65% dipa-

kai sebagai tempat penggembalaan

ternak.

Afrika Selatan merupakan salah

satu kawasan yang mempunyai sum-

ber bahan tambang terkaya di dunia,

Gambar 6.14

Johannesburg, Ibu kota negara Afrika

Selatan.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Gambar 6.13

Peta Negara Afrika Selatan.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

167

B

ERPIKIR

K

RITIS

meliputi logam mulia seperti emas dan platina, logam dasar dan bahan-bahan

nonlogam. Afrika Selatan memperoleh devisa dari ekspor hasil pertambangan,

pertanian, dan peternakan. Ekspor utamanya adalah emas dan logam lainnya,

mesin, anggur, tekstil, serta ikan. Impor utamanya adalah gandum dan ken-

daraan.

1. Carilah data-data negara-negara berkembang sebagai berikut.

Vietnam (Asia), Sudan (Afrika), Argentina (Amerika Selatan) dengan

memenuhi aspek-aspek yang ditentukan pada tabel di bawah ini.

2. Carilah sumber dari pustaka-pustaka pengetahuan populer, internet,

ensiklopedi, atau penelitian para ahli.

3. Bandingkan ketiga negara tadi dan tariklah sebuah kesimpulan/ulasan

secukupnya.

4. Kerjakan secara berkelompok 3 – 4 orang tiap kelompok.

5. Presentasikan secara berkelompok di depan kelas dan mintalah

tanggapan dari kelompok lain.

6. Tulislah hasilnya pada buku tugas dan kumpulkan kepada bapak atau

ibu guru untuk dinilai.

No

1. Letak/posisi negara

2. Kondisi fisik

3. Komoditi ekspor/

impor

4. Kondisi sosial

5. Kondisi ekonomi

6. Kondisi budaya

7. Kependudukan

8. Stabilitas politik

9 dst ...

Ulasan

....

....

....

....

....

....

....

....

....

Argentina

(Amerika Selatan)

Sudan

(Afrika)

Vietnam

(Asia)

Topik

Negara

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

....

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

168

Geografi SMA/MA Kelas XII

d. Mesir

1) Kondisi Fisik

Daratan Mesir dibagi menjadi lima kawasan utama, yaitu Lembah Nil, Delta

Nil, Gurun Barat, Gurun T

imur, dan Semenanjung Sinai. Letak astronomis

Mesir adalah 22

°

LU – 31

°

LU dan 25

°

BT – 36

°

BT. Batas-batas wilayahnya

adalah sebagai berikut.

a) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah.

b) Sebelah selatan berbatasan dengan Sudan.

c) Sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah.

d) Sebelah barat berbatasan dengan Libya.

a) Lembah Nil

Merupakan kawasan yang membentang sepanjang 1.300 km

2

dari

perbatasan Sudan sampai Laut Tengah dengan dasar yang datar, sempit, serta

berkelok-kelok.

b) Delta Nil

Suatu kawasan aluvial yang berbentuk segitiga, membentang dari Kairo

sampai Laut tengah, dan dari Iskandariyah (Alexandria) ke Port Said di timur.

Kawasan ini merupakan lahan pertanian yang sangat subur.

c) Gurun Barat atau Gurun Libya

Kawasan ini meliputi daerah seluas 674.000 km

2

(75% dari seluruh Mesir).

Gurun Barat terpisah dari Gurun Timur oleh Lembah Nil. Kawasan ini berbentuk

plato gersang dari batu-batuan sedimenter, terutama batu kapur.

Gambar 6.15

Peta Negara Mesir

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

Negara Maju dan Negara Berkembang

169

B

ERPIKIR

K

RITIS

d) Gurun Timur atau Gurun Arab

Kawasan ini membentang ke arah timur dari Lembah Nil sampai Laut

Merah. Di sebelah timur, sejajar dengan pantai terdapat Pegunungan Laut Merah.

Puncak tertinggi dari pegunungan yang ada disebut Jabal Shayib.

e) Semenanjung Sinai

Kawasan ini merupakan plato dari Gurun Timur serta Delta Nil yang

dipisahkan oleh Terusan Suez, dan berbentuk segitiga. Pegunungan Sinai terdiri

atas kumpulan puncak-puncak tajam serta punggung-punggung gunung dan

dua pertiga bagian dari semenanjung utara merupakan suatu plato dari batu

kapur. Puncak tertinggi disebut Jabal Khaterina.

Curah hujan yang rendah, udara kering, bentang suhu harian, dan musiman

yang besar merupakan ciri-ciri umum iklim di Mesir. Di Mesir terdapat dua

musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Musim panas berlangsung pada

bulan Mei sampai September, sedangkan musim dingin berlangsung dari bulan

November sampai Maret. Hujan terjadi pada musim dingin, dengan tingkat

curah hujan semakin surut secara tajam ke arah selatan Mesir. Di daerah pesisir

Laut Merah hampir tak pernah turun hujan.

2) Kondisi Sosial

Penduduk Mesir pada tahun 2002 ber-

jumlah 70,5 juta jiwa, dengan pertumbuhan

penduduk 2,2% per tahun. Angka harapan

hidup mencapai 68,6 tahun. 55,6% dari

jumlah penduduk yang berusia di atas 15

tahun mempunyai kepandaian membaca dan

menulis.

3) Kondisi Ekonomi

Pendapatan per kapita Negara Mesir

pada tahun 2002 adalah 3,810 US$, dengan

rata-rata pertumbuhan sejak tahun 1990-2002 sekitar 2,5%. Sekitar 97% dari

daratan Mesir berupa gurun, tetapi adanya Sungai Nil di Mesir berperan besar

dalam pengembangan sektor pertanian. Ladang-ladang minyak di Mesir terdapat

dilepas Pantai Barat Sinai, Teluk Suez, Depresi Qattara, dan El Alamien.

1. Bukalah atlas Anda, carilah peta negara Amerika Serikat. Tentukan

letak kota-kota industri yang ada di negara tersebut.

2. Carilah peta negara Indonesia, tentukan kota-kota mana saja yang

terletak di garis khatulistiwa? Tulislah hasilnya di buku tugas dan

serahkan kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Gambar 6.16

Patung Spinx dan Piramida

di Mesir merupakan salah satu keajaiban di

dunia.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2004

170

Geografi SMA/MA Kelas XII

D. Usaha Pengembangan Wilayah Negara Maju

dan Negara Berkembang

Di negara-negara maju pelaksanaan pembangunan berbasis pada sumber

daya manusia. Pembangunan berbasis sumber daya manusia mempunyai

beberapa asumsi, antara lain: