Gambar Sampul Sosiologi · BAB VI Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian
Sosiologi · BAB VI Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian
Suhardi Sri Sunarti

24/08/2021 15:48:14

SMA 12 K-13

Lihat Katalog Lainnya
Halaman

PELAKSANAAN DAN PENULISAN

LAPORAN PENELITIAN

BAB VI

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari isi bab ini, diharapkan Anda dapat:

1. menyusun instrumen penelitian,

2. menentukan dan memanfaatkan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data,

3. mengolah data hasil penelitian dengan metode yang tepat, dan

4. merumuskan hasil penelitian dan melaporkannya secara tertulis.

Kata Kunci :

Pelaksanaan penelitian, Tes, Angket, Wawancara, Daftar penelitian,

Skala

bertingkat, Analisis data, Yule’s Q, Spearman’s rho, Sistematika laporan,

Bahasa dan Cara pengetikan laporan.

Gambar 6.1

Pada umumnya hasil penelitian

dipresentasikan di depan umum.

Sumber: Solopos, 18 November 2006

Setelah mempelajari Bab 5, ten-

tunya Anda sudah memahami ha-

kikat penelitian dan mampu mem-

buat desain penelitian. Pada saat ini,

seharusnya Anda sudah memiliki se-

buah desain penelitian yang baik dan

dapat melaksanakan. Oleh karena itu,

pada Bab 6 ini Anda akan diajak

mempraktikkan secara langsung de-

sain penelitian yang sudah anda buat

tersebut.

Setelah Anda melakukan sebuah

penelitian, Anda akan dituntut mam-

pu mengkomunikasikan hasil penelitian yang telah Anda lakukan. Oleh kare-

na itu, dalam bab ini pula berbagai tata cara pembuatan laporan hasil pene-

litian akan dibicarakan. Dengan demikian, setelah Anda mempelajari sosi-

ologi selama tiga tahun di kelas X, XI, dan XII diharapkan Anda mampu

berperan aktif mengembangkan pengetahuan sosiologi melalui penelitian il-

miah.

210

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Peta Konsep

Pengembangan

Instrumen

Pengumpulan

Data

Analisis

Data

Penarikan

Kesimpulan

1) Tes, 2) Angket, 3) Pedoman

Wawancara, 4) Check List, 5) Skala

Bertingkat

1) Latihan

2) Pelaksanaan

1) Persiapan

2) Tabulasi

3) Kalkulasi

1) Nonstatistik

2) Statistik

a. Halaman Judul

b. Kata Pengantar

c. Daftar Isi

d. Daftar Tabel

e. Daftar Gambar dan Diagram

A. Bab 1 Pendahuluan

1. Latar Belakang

2. Rumusan Masalah

3. Tujuan Penelitian

4. Manfaat Penelitian

5. Sistematika Penelitian

B. Bab 2 Kajian pustaka

1. Landasan Teori

2. Kerangka Berpikir Peneliti

3. Hipotesis

C. Bab 3 Metodologi Penelitian

1. Pemilihan Subjek Penelitian (Metode, Sampel, dan

Teknik Sampling)

2. Pendekatan Penelitian

3. Pengumpulan Data

D. Bab 4 Pelaksanaan Penelitian

1. Analisis Data

2. Hasil Analisis

E. Bab 5 Hasil Penelitian dan Penutup

1. Kesimpulan

2. Saran

Daftar Pustaka

Indeks

Pelaksanaan Penelitian

Penulisan Hasil Laporan

Meliputi

Meliputi

Meliputi

Meliputi

Terdiri atas

Terdiri atas

Dituangkan

211

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

A. Pelaksanaan Penelitian

Seperti yang telah dijelaskan pada Bab 5, proses penelitian ilmiah meliputi

tiga langkah pokok, yaitu penyusunan desain (rencana), pelaksanaan, dan

pelaporan. Anda telah menguasai penyusunan desain penelitian yang terdiri

dari enam sublangkah, mulai dari merumuskan masalah, merumuskan anggapan

dasar, merumuskan hipotesis, memilih pendekatan, menentukan variabel, dan

menentukan sumber data. Apabila Anda telah benar-benar menguasai langkah

penyusunan desain, berarti Anda telah menguasai 60% prosedur penelitian.

Pada dasarnya desain merupakan cetak biru (

blue print

)

kegiatan penelitian,

sehingga segala sesuatu yang akan dilakukan dalam penelitian harus sudah

dirancang dalam desain.

Oleh karena itu, dalam mempelajari langkah pelaksanan

pada dasarnya adalah hanya mempraktikkan segala sesuatu yang telah dirancang

tersebut. Beberapa detail mengenai teknik pembuatan instrumen pengumpulan

data dan metode pengolahan serta kesimpulan, sebenarnya merupakan

penjabaran lebih lanjut isi desain yang telah dibuat. Berikut ini, kita akan mem-

pelajari tiga langkah pelaksanaan penelitian, yaitu menentukan dan menyusun

instrumen, mengumpulkan data, dan menganalisis data.

1. Menentukan dan Menyusun Instrumen Pengumpul Data Penelitian

Di dalam desain penelitian, Anda telah mencoba merancang cara atau

metode pengumpulan data. Beberapa cara yang telah dibicarakan secara singkat

antara lain wawancara, angket, kuesioner, dan studi pustaka. Sebenarnya, ragam

metode pengumpulan data lebih dari itu. Setiap metode memiliki alat khusus

yang berbeda dengan metode lain, untuk mengumpulkan data. Alat pengumpul

data tersebut disebut instrumen pengumpul data. Secara umum, instrumen

pengumpul data ada dua macam yaitu instrumen yang berupa tes dan instrumen

yang berupa nontes. Secara lengkap, berbagai metode pengumpul data beserta

istrumennya dapat Anda lihat pada daftar berikut ini.

1. Tes tertulis

1. Soal tes

2. Tes lisan

2. Rambu-rambu pertanyaan

3. Angket

3. a. Angket

b. Skala bertingkat

4. Wawancara

4. a. Pedoman wawancara

b. Daftar penelitian

c.

Tape Recorder

5. Pengamatan

Daftar penelitian

6. Dokumentasi

6. a. Daftar penelitian

b. Kerangka, sistematika, dan hasil analisis

7. Inventori

7. a. Inventori

b. Angket dengan alasan sistematis.

Metode

Instrumen

Sumber

: Suharsimi Arikunto, 1994

212

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Dari semua jenis instrumen yang ada, sebagian telah terstandar dan

sebagian besar harus dibuat sendiri oleh peneliti. Instrumen tersebut pada

umumnya tersedia di lembaga-lembaga pengukuran dan penilaian. Instrumen

yang sudah terstandar antara lain tes intelegensi, tes minat, tes kemampuan

dasar (bakat), tes kepribadian, dan beberapa tes prestasi belajar (misalnya soal-

soal Ujian Nasional yang tersedia di Badan Standar Nasional Pendidikan). Tes-

tes tersebut telah mengalami uji kelayakan sebagai alat ukur berkali-kali, sehingga

valid dan reliabel.

Validitas dan reliabilitas merupakan syarat mutlak sebuah instrumen yang

akan digunakan. Oleh karena itu, Apabila Anda selaku peneliti memutuskan

untuk membuat sendiri instrumen penelitian, maka kedua hal itu harus Anda

perhatikan. Valid artinya sahih, sedangkan reliabel artinya dapat dipercaya.

Suatu instrumen dikatakan sahih (valid) apabila mampu mengungkap data dari

variabel yang diteliti secara tepat. Dan instrumen dikatakan reliabel apabila

mampu memberikan data yang dapat dipercaya kebenarannya.

Pada saat harus membuat instrumen penelitian, Anda harus benar-benar

menguasai prosedur pembuatannya. Instrumen tidak asal dibuat, akan tetapi

harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang intinya menghasilkan soal tes

yang terpercaya dan sahih. Pada dasarnya semua instrumen penelitian harus

valid dan reliabel. Untuk itu setiap upaya membuat instrumen apa pun harus

memperhatikan tata cara dan ketentuan yang mengaturnya. Secara umum

langkah-langkahnya meliputi:

a. perencanaan,

b. penulisan atau pembuatan instrumen,

c. penyuntingan (

editing

),

d. uji coba (

try out

),

e. analisis hasil uji coba, dan

f. revisi atau perbaikan.

Pada umumnya di dalam buku yang membicarakan metodologi penelitian

dan pembuatan soal ujian di sekolah hal tersebut dijelaskan. Namun, untuk

keperluan pembelajaran kita saat ini, Anda tidak perlu menempuh langkah-

langkah rumit tersebut untuk membuat suatu instrumen. Namun, pembuatan

instrumen penelitian hendaknya selalu dikonsultasikan kepada guru sehingga

diperoleh instrumen yang cukup handal sebagai alat ukur data.

Berikut ini akan dijelaskan enam macam instrumen yang dapat dipakai

dalam penelitian. Setiap instrumen memiliki keunggulan dan kelemahan masing-

masing. Namun, bukan berarti suatu instrumen pasti lebih hebat dari instrumen

yang lain. Sama dengan metode penelitian, tepat tidaknya instrumen bergantung

kepada desain penelitian. Dalam desain itulah ditentukan masalah yang diteliti,

variabel, metode, dan sumber datanya. Berikut ini adalah faktor-faktor yang

berpengaruh terhadap pemilihan bentuk instrumen:

213

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

a. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian menentukan jenis-jenis variabel. Dari variabel-variabel

itulah indikator dirumuskan. Kemudian instrumen bisa dirumuskan dan indikator.

Oleh karena itu, tujuan penelitian mempengaruhi penentuan pilihan instrumen

yang digunakan.

b. Sampel Penelitian

Banyaknya sampel yang dijadikan sumber data berpengaruh terhadap

bentuk instrumen, terutama apabila peneliti mempertimbangkan efisiensi waktu,

biaya, dan tenaga. Misalnya, peneliti akan lebih efisien menggunakan angket

daripada harus mewawancarai seratus responden. Sebaliknya, apabila sampel

terdiri dari para petani di desa pelosok yang buta huruf, penggunaan angket

tentu menyulitkan sehingga penggunaan wawancara lebih baik.

c. Lokasi

Jauh dan dekat, sempit dan luasnya lokasi yang harus dikunjungi akan

memengaruhi data dan pertimbangan peneliti dalam memilih instrumen. Untuk

lokasi yang tersebar di berbagai tempat, penggunaan angket akan lebih baik.

d. Pelaksana

Jumlah peneliti dalam sebuah penelitian berpengaruh terhadap instrumen

yang akan digunakan. Apabila Anda sebagai peneliti tunggal, pastinya akan

merasa berat apabila harus mewancarai satu persatu responden yang berjumlah

200 orang. Dalam keadaan seperti ini, angket akan membantu memudahkan

kegiatan penelitian. Oleh karena itu, pemilihan instrumen disesuaikan dengan

jumlah peneliti yang terlibat.

e. Biaya dan Waktu

:aktor biaya dan waktu sebenarnya telah kita singgung sehubungan dengan

faktor-faktor yang lain. Lebih jelasnya, penelitian membutuhkan biaya untuk

pembuatan desain, transportasi, dan akomodasi. Apabila biaya kurang tersedia,

maka peneliti harus pandai-pandai memilih instrumen yang tidak menuntut

pembiayaan besar dalam pelaksanaannya. Misalnya, angket tentu lebih hemat

dibandingkan dengan wawancara, karena angket menghemat waktu dan biaya

dibanding wawancara atau pengamatan.

f. Data

Peneliti sering menginginkan data yang akurat dan mendalam. Untuk itu

diperlukan penggunaan beberapa instrumen sekaligus, terutama instrumen yang

memungkinkan peneliti memperoleh data yang diinginkannya. Data penelitian

ada dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Pada prinsipnya, semua

instrumen dapat digunakan untuk kedua jenis data tersebut, akan tetapi penelitian

akan lebih efektif apabila pemilihan instrumen disesuaikan dengan jenis data

214

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

yang akan dicari. Misalnya, instrumen wawancara dapat digunakan untuk menge-

tahui data kuantitatif responden seperti jenis pekerjaan, jumlah anggota keluarga,

jumlah penghasilan, dan lain-lain. Namun, instrumen ini tidak efektif karena

membutuhkan waktu yang cukup lama. Instrumen angket akan lebih cepat dan

efektif untuk memperoleh data-data yang bersifat kuantitatif. Instrumen

wawancara akan sangat efektif apabila digunakan untuk data kualitatif seperti

persepsi, sikap, dan kepribadian responden.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, peneliti akhirnya harus

memilih salah satu instrumen yang paling tepat. Tepat dalam arti, hemat biaya,

waktu, dan tenaga, namun memperoleh data yang akurat dan terpercaya. Lima

instrumen utama yang dapat dipilih adalah tes, angket, pedoman wawancara,

daftar penelitian (

check list

), dan skala bertingkat.

a. Tes

Dari semua bentuk instrumen penelitian yang akan dibicarakan di sini, tes

adalah bentuk yang paling Anda kenal. Selama bersekolah Anda senantiasa

menghadapi tes. Apakah sebenarnya tes itu?

Tes adalah sejenis alat ukur kemampuan, keterampilan, intelegensi, bakat,

dan sikap seseorang atau sekelompok orang. Wujudnya berupa soal-soal tertulis

atau tidak tertulis. Ada tujuh jenis tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan

data penelitian, yaitu

1) tes kepribadian (

personality test

),

2) tes bakat (

aptitute test

),

3) tes intelegensi (

intelligent test

),

4) tes sikap (

attitude test

),

5) tes proyeksi (

projective test

),

6) tes minat

(measurement of interest

), dan

7) tes prestasi (

achievement

test

).

Tes kepribadian digunakan untuk mengungkap unsur-unsur kepribadian

seseorang seperti konsep diri, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan-

kemampuan khusus. Tes bakat, tes intelegensi, dan tes sikap (skala sikap),

digunakan untuk mengukur bakat, sikap, dan tingkat kecerdasan seseorang.

Tes proyeksi merupakan bagian dari grafologi, yaitu suatu upaya mengungkap

kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya atau kemampuannya dalam

memahami gambar tertentu. Tes minat digunakan untuk menggali minat se-

seorang, misalnya ketika Anda akan diarahkan untuk memilih kegiatan

ekstrakurikuler tertentu. Dan yang paling sering Anda alami adalah tes prestasi

belajar, baik dalam bentuk ulangan harian (ulangan blok), ulangan akhir semester,

maupun ujian nasional. Tes seperti itu dimaksudkan untuk mengukur kemam-

puan Anda setelah mempelajari suatu materi pelajaran.

Sifat tes ada dua yaitu objektif dan subjektif. Tes objektif mampu mengung-

kap data yang bersifat pasti, jawabannya sudah ditentukan dan tinggal memilih

salah satu jawaban yang disediakan. Soal-soal pilihan ganda yang sering Anda

215

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

hadapi adalah bentuk tes objektif. Sebaliknya, tes uraian (esai) bersifat subjektif

karena seseorang harus memberikan jawaban dengan uraian bebas mengguna-

kan susunan kalimatnya sendiri. Jawaban seperti itu mempunyai unsur subjek-

tifitas sangat tinggi, sehingga disebut tes subjektif. Ragam jawaban tes uraian

pun pasti tidak sama, kecuali kalau jawaban itu mencontoh (menyontek) jawaban

orang lain. Jawaban itu tidak dapat diterima sebagai data yang valid.

Sebenarnya, bentuk tes objektif tidak hanya berupa pilihan ganda, walaupun

bentuk itu yang paling sering dipakai. Di samping itu terdapat pula tes benar

salah, tes menjodohkan, dan tes sebab-akibat. Tes benar salah berupa sajian

pernyataan dan diikuti pilihan jawaban benar atau salah (B – S). Peserta tes

diminta memilih B kalau pernyaataan yang disajikan benar dan S kalau salah.

Tes menjodohkan berupa serangkaian pernyataan di satu sisi dan serangkaian

pilihan pasangan yang sesuai di sisi lain. Peserta diminta memasangkan setiap

pernyataan dengan pilihan yang tepat. Urutan opsi disusun secara acak dan

jumlahnya lebih dari jumlah pernyataan yang ada. Soal tes yang dianggap paling

sulit adalah bentuk mencari hubungan sebab-akibat. Sebab, peserta tes selain

ditutut berpikir untuk menentukan pilihan yang tepat, juga dituntut mampu

memahami hubungan sebab akibat antara dua pernyataan sekaligus.

Tes subjektif selain berbentuk soal uraian atau jawaban bebas juga dapat

berupa soal isian. Sebuah pernyataan disajikan dan satu atau beberapa bagiannya

dirumpangkan (dikosongi). Peserta tes diminta untuk mengisi dengan kata atau

istilah yang tepat untuk mengisi rumpang tersebut.

Selain dapat dibedakan berdasarkan sifat jawabannya, tes juga dapat

dibedakan menurut cara penyampaian dan cara menjawabnya. Pembedaan ini

menghasilkan tiga jenis tes, yaitu tertulis, lisan, dan tindakan. Tes tertulis

disampaikan dalam bentuk tertulis dan dijawab secara tertulis pula. Dengan

bentuk dan cara menjawab seperti itu, tes tertulis memungkinkan peneliti

menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam proses pengumpulan data. Peneliti

hanya membuat serangkaian soal dan menggandakannya untuk sejumlah orang

yang akan dites. Dalam sekali tes, sejumlah orang dapat ditangani bersama-

sama. Kemudahan seperti itu tidak dimiliki oleh tes lisan dan tes tindakan. Tes

lisan disampaikan secara lisan dan dijawab secara lisan pula. Cara ini tentu

akan memakan waktu dan tenaga bagi peneliti. Namun, tes lisan dapat

meminimalisasi kecurangan jawaban dari peserta tes. Demikian juga tes tindakan

yang pertanyaannya disampaikan secara lisan (dapat pula tertulis), kemudian

peserta tes mempraktikan tindakan yang diminta tester (orang yang mengetes).

Demikianlah, semua bentuk tes yang ada ternyata memiliki keunggulan dan

kelemahan tertentu.

Contoh instrumen dalam bentuk tes pilihan ganda dan uraian bebas tidak

perlu diberikan secara khusus di sini. Setiap akhir sub-bab maupun bab dalam

buku seri sosiologi 1, 2, dan 3 ini Anda pasti menjumpai kedua bentuk tes

tersebut. Berikut ini adalah contoh-contoh tes B-S, menjodohkan, sebab-akibat,

dan isian.

216

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

1) Contoh tes Benar Salah

Perintah: Pilihlah B apabila pernyataan Anda anggap benar dan S apabila

pernyataan Anda anggap salah!

Soal : a) Masyarakat Indonesia tidak bersifat patriarkhal. B - S

b) Mobilitas sosial di Bali sangat dipengaruhi oleh

sistem kasta.

B - S

Kunci jawaban: soal a) adalah S, dan soal b) adalah B.

2) Contoh tes menjodohkan

Perintah:Jodohkanlah pernyataan di sebelah kiri dengan pilihan jawaban

di sebelah kanan!

Soal :

a) Kaidah-kaidah yang mengatur perilaku warga (1) lembaga sosial.

masyarakat.

b) :aktor yang paling berpengaruh terhadap (2) norma sosial.

perubahan sosial.

(3) teknologi.

Kunci jawaban:

soal a) dipasangkan dengan opsi (2), soal b) dipasangkan dengan opsi (3),

dan opsi (1) sebagai pengecoh.

3) Contoh tes sebab akibat

Perintah:Pilihlah A apabila pernyataan benar dan alasan benar, serta

keduanya menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Pilihlah B apabila pernyataan benar dan alasan benar, tetapi keduanya

tidak

menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Pilihlah C apabila pernyataan benar dan alasan salah, dan keduanya

tidak

menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Pilihlah D apabila pernyataan salah dan alasan benar, serta keduanya

tidak

menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Pilihlah E apabila pernyat

aan salah dan alasan salah.

Soal :

a) Industrialisasi merupakan salah satu bentuk perubahan sosial, SEBAB

industrialisasi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

b) Masyarakat desa bersifat guyub (

gemeinschaft

), SEBAB nilai-nilai

solidaritas di masyarakat desa masih dijunjung tinggi.

Kunci jawaban : soal a) jawabannya adalah B, dan soal b) jawabannya

adalah A.

4) Contoh soal isian

Perintah : Isilah bagian-bagian yang dirumpangkan dengan kata atau istilah

yang tepat!

Soal :

a) Adanya golongan orang kaya dan orang miskin merupakan bukti bahwa

masyarakat mengalami ... di samping itu ada pula kelompok-kelompok

sosial sebagai akibat proses .... Kedua proses itu membentuk struktur

sosial.

217

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

b) Masyarakat tanpa kelas yang dicita-citakan ... tidak pernah terwujud.

Kunci jawaban: soal a) secara urut diisi dengan ‘stratifikasi’ dan

‘deferensisasi’, dan soal b) diisi dengan ‘marxisme’ atau ‘Karl Marx’.

b. Angket atau Kuesioner

Angket merupakan instrumen pengumpulan data untuk metode angket.

Bentuknya berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada

responden (orang yang merespon atau menjawab pertanyaan). Responden mem-

berikan informasi mengenai dirinya sendiri maupun mengenai orang lain yang

dia ketahui. Apabila responden memberikan informasi mengenai dirinya sendiri,

maka disebut angket langsung. Sebaliknya, apabila responden memberikan

informasi mengenai orang lain maka disebut angket tak langsung. Karena sifat

manusia pada umumnya lebih suka menceritakan hal-hal baik mengenai dirinya

sendiri dan menutup-nutupi keburukan dirinya, maka angket tak langsung dinilai

lebih menguntungkan peneliti. Tidak semua isi angket selalu menanyakan hal-

hal yang bersifat pribadi sehingga dalam kasus seperti ini angket langsung dapat

digunakan. Kedua jenis angket tersebut selalu dapat digunakan sesuai situasi

dan kondisi yang tepat.

Baik angket langsung maupun tak langsung ada yang berupa pertanyaan-

pertanyaan yang harus dijawab dengan kalimat bebas. Bentuk angket ada dua

macam yaitu angket terbuka dan angket tertutup. Tes uraian juga disebut angket

terbuka, karena secara terbuka memberi kesempatan kepada responden untuk

menjawab dengan kata-katanya sendiri. Selain itu, peneliti dapat mengarahkan

jawban responden agar seragam. Caranya, di samping pertanyaan-pertanyaan

diberikan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memilih salah satu yang

dianggap sesuai dengan isi hati dan pikirannya. Angket tertutup berupa soal

pilihan ganda, atau dapat berupa daftar penelitian, dan skala bertingkat (

rating

scale

). Jawaban angket terbuka tentu lebih merepotkan proses pemeriksaan

apabila dibanding jawaban yang diseragamkan (tinggal memilih salah satu).

Namun, jawaban uraian lebih memungkinkan bagi peneliti untuk memperoleh

informasi yang tak terduga sebelumnya. Informasi seperti ini akan lebih

mengembangkan penelitian yang berjalan.

Dengan menggunakan instrumen berupa angket, peneliti maupun

responden dipermudah dalam beberapa hal. Kemudahan itu antara lain:

1) peneliti tidak harus hadir secara langsung mengedarkan angket kepada

responden,

2) angket dapat dibagikan secara serentak kepada banyak responden sehingga

menghemat waktu,

3) responden dapat memberikan jawaban sesuai kesempatan yang ada pada

dirinya dan sesuai kemampuan pribadinya,

4) responden tidak perlu khawatir kejujurannya berakibat negatif pada dirinya

karena dia tidak perlu mencantumkan identitas (anonim), serta

5) dapat dibuat berstandar karena pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sama.

218

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Di samping keunggulan seperti di atas, angket juga mengandung kelemahan.

Kelemahan itu antara lain:

1) apabila responden tidak teliti atau tidak menjawab pertanyaan maka peneliti

sulit menemukan responden tersebut untuk melengkapi jawabannya,

2) kevalidan sebuah angket masih diragukan,

3) responden sering memberikan jawaban yang tidak jujur,

4) angket yang dikirim lewat pos sering tidak dikembalikan, atau

pengembaliannya terlalu lama dan tidak bersamaan sehingga menyulitkan

program penelitian.

Untuk meminimalisasi kelemahan angket yang dikirim lewat pos atau kurir,

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam surat pengantarnya. Hal-hal

itu adalah alamat responden harus lengkap, penjelasan mengenai tujuan dan

pentingnya diadakan penelitian, penjelasan mengenai pentingnya kerja sama

dari responden, ketentuan batas waktu pengisian angket, alamat jelas untuk

pengembalian angket, ucapan terima kasih, alamat peneliti selaku pengirim,

dan tanggal pengiriman.

Berikut ini diberikan contoh angket singkat untuk masalah penelitian yang

sudah dijabarkan menjadi variabel dan indikator-indikator.

Judul penelitian :

Perilaku

Menyontek

di Kalangan Peserta didik

Variabel

: Perilaku menyontek

Indikator :

1) menyontek dan memberikan contekan pekerjaan rumah,

2) menyontek dan memberikan contekan jawaban ketika ulangan harian,

3) menyontek dan memberikan contekan jawaban ketika ulangan akhir

semester,

4) memberikan bisikan atau menerima bisikan jawaban pertanyaan pada saat

ditanya guru,

5) menyalin tugas buatan teman dan mengatasnamakan untuk diri sendiri,

serta

6) memberikan hasil pekerjaan kepada teman untuk disalin.

Angket:

Angket Penelitian

Masalah Perilaku Menyontek di Kalangan Peserta didik

No.

: ……………………………………………………………

Diisi tanggal : …………………………………………………………...

Daftar pertanyaan ini bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai perilaku

menyontek dikalangan peserta didik. Hasil penelitian ini akan membantu

guru dalam memperbaiki perilaku peserta didik dalam belajar demi meningkat-

kan mutu pendidikan di sekolah.

219

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Jenis kel amin : …………………………………………………………

Tempat dan tgl lahir: …………………………………………………………

Asal sekolah : …………………………………………………………

Agama

: …………………………………………………………

Pekerjaan

ayah : …………………………………………………………

Pekerjaan ibu : …………………………………………………………

Tinggal dengan : …………………………………………………………

Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Caranya,

berilah tanda cek(

—

) pada kolom Ya atau Tidak. Nama Anda tidak perlu di-

cantumkan dalam angket ini, sehingga apa pun jawaban Anda tidak akan

berpenga

ruh buruk bagi diri Anda.

Pertanyaan

Ya

1. Apabila Anda mendapat tugas untuk dikerja-

kan di rumah, apakah Anda berusaha me-

ngerjakannya sendiri?

2. Apabila Anda mendapat tugas untuk dikerja-

kan di rumah, apakah Anda sering memin-

jamkan hasil pekerjaan Anda kepada teman

untuk disalin?

3. Apakah Anda sering menyontek jawaban

teman saat ulangan?

4. Apakah Anda sering memberikan jawaban

kepada teman saat ulangan?

5. Apakah Anda sering menyontek jawaban

teman saat ulangan semester?

6. Apakah Anda sering memberikan jawaban

kepada teman saat ulangan semester?

7. Apakah Anda sering mengharapkan bisikan

jawaban dari teman saat ditanya guru?

8. Apakah Anda sering membisikkan jawaban

ketika teman Anda ditanya guru?

9. Apakah Anda sering menyalin karya tulis

buatan teman dengan mengatasnamakan diri

Anda sendiri?

10. Apakah Anda sering memperbolehkan teman

untuk menyalin karya tulis Anda dengan me-

ngatasnamakan untuk dirinya sendiri?

Tidak

Terima kasih atas kesediaan Anda memberikan jawaban terhadap angket ini.

220

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Contoh di atas merupakan salah satu bentuk angket. Masih banyak lagi

ragam maupun model pertanyaan angket yang dapat Anda pelajari pada buku-

buku lain yang membahas metodologi penelitian. Bagian-bagian yang tercantum

di dalam contoh angket di atas antara lain judul, nomor dan tanggal pengisian,

pengantar, isian untuk identitas responden, petunjuk pengisian, pertanyaan,

dan ucapan terima kasih sebagai penutup.

Apabila Anda cermati contoh di atas, banyaknya pertanyaan adalah sepuluh

item (nomor) dengan indikator sebanyak enam buah. Tidak ada batasan khusus

mengenai banyaknya pertanyaan dalam angket. Patokan yang penting adalah

bahwa setiap indikator paling tidak harus dijabarkan menjadi satu pertanyaan.

Banyaknya pertanyaan untuk setiap indikator bergantung keterungkapan data

yang dutuntut dalam indikator. Apabila satu atau dua pertanyaan sudah cukup

mengungkap data yang diinginkan berarti tidak perlu dibuat pertanyaan lebih

dari itu.

c. Pedoman Wawancara (

Interview Guide

)

Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang berupa

percakapan langsung (berhadapan muka atau melalui telepon atau telekon-

ferensi). Selain digunakan oleh peneliti, wawancara juga sering digunakan oleh

wartawan ketika mencari berita dari sumbernya, atau pemimpin perusahaan

dalam merekrut calon pegawai. Tidak semua percakapan dapat disebut sebagai

wawancara. Sebuah wawancara harus didasarkan kepada tujuan mengumpulkan

data untuk keperluan tertentu. Data yang hendak diperoleh melalui wawancara

berupa keterangan mengenai kehidupan warga masyarakat beserta pendirian-

pendirian mereka. Data tersebut diperoleh dari seseorang yang disebut nara-

sumber atau responden. Seseorang disebut sebagai narasumber bila dia

memberikan informasi kepada pewawancara (

interviewer

) mengenai orang lain.

Sementara itu, seseorang berkedudukan sebagai responden apabila dia sendiri

memberikan keterangan kepada pewawancara mengenai dirinya sendiri. Sifat

data yang diperoleh melalui wawancara bersifat primer.

Seringkali istilah responden dan narasumber digunakan secara berbeda

sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Istilah responden sering digunakan

pada penelitian yang bersifat kuantitatif, sedangkan informan pada penelitian

kualitatif.

Metode wawancara pada umumnya menjadi bagian dari metode observasi.

Dalam observasi, tidak mungkin peneliti dapat memperoleh data hanya dengan

mengamati, penelitian tersebut perlu dilengkapi dengan wawancara untuk

menggali informasi lebih lanjut. Untuk menggali informasi seperti itu diperlukan

teknik-teknik tertentu. Berbagai teknik wawancara yang sering digunakan dalam

penelitian dapat dilihat dalam bagan berikut ini:

221

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Bagan wawancara tersebut menunjukkan ada tiga teknik utama dalam

berwawancara, yaitu berencana, tak berencana, dan sambil lalu. Wawancara

berencana (

standardized interview

) dipersiapkan dengan membuat daftar

pertanyaan dan memilih responden yang sesuai dengan variabel dan penentuan

sumber data. Setiap responden akan diwawancarai satu per satu dengan per-

tanyaan-pertanyaan yang sama dan seragam. Peneliti tidak boleh mengubah

daftar pertanyaan yang ada, karena dapat menimbulkan respon yang berbeda.

Wawancara jenis ini tidak ubahnya seperti angket yang diajukan secara lisan.

Wawancara tak berencana (

unstandardized interview

) adalah teknik

berwawancara tanpa berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah dipersiap-

kan secara khusus. Walaupun demikian, bukan berarti wawancara jenis ini tidak

mengikuti suatu aturan terentu. Seorang psikoanalis (psikiater) yang berusaha

menyembuhkan pasien sakit jiwa menggunakan wawancara jenis ini. Walaupun

ketika berwawancara dengan pasien dia tidak berpedoman kepada daftar

pertanyaan, namun aturan dan teknik pelaksanaan wawancara seperti itu

sebenarnya sangat rumit. Hanya para psikoanalis yang menguasai tekniknya.

Wawancara sambil lalu (

casula interview

) adalah bentuk wawancara tak

berencana dengan responden yang diperoleh secara kebetulan tanpa diseleksi.

Peneliti mewawancarai siapa saja yang dapat ditemui di jalan, pasar, warung,

dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara sambil

lalu dapat bersifat terfokus pada suatu masalah atau bebas.

Metode wawancara tak berencana dibedakan menjadi dua yaitu wawancara

berstruktur (

structurized interview

) dan wawancara tak berstruktur (

unstructurized

interview

). Wawancara tak berstruktur dibedakan lagi menjadi wawancara

terfokus (

focused interview

) dan wawancara bebas (

free interview

). Wawancara

terfokus dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tanpa struktur

tertentu. Walaupun semua pertanyaan yang diajukan mengarah kepada satu

Tertutup

Terbuka

Berencana

Tak Berencana

Sambil Lalu

Berstruktur

Tak Berstruktur

Berfokus

Tak Berfokus

Wawancara

Sumber: Koentjaraningrat, 1994 dengan berbagai perubahan.

Gambar 6.2

Bagan wawancara.

222

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

topik yang dijadikan objek penelitian, sedangkan wawancara bebas berupa

pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang beragam topiknya. Oleh karena itu,

hasil wawancara bebas berupa himpunan informasi yang beraneka ragam.

Semua jenis atau teknik wawancara tersebut dapat dilakukan baik secara

terbuka maupun tertutup. Wawancara terbuka (

open interview

) berupa

pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya diberikan dalam bentuk

uraian bebas oleh orang yang diwawancarai (

interviewee

), sedangkan wawancara

tertutup (

closed interview

) berupa pengajuan pertanyaan-pertanyaan yang

jawabannya telah disediakan yaitu berupa pilihan-pilihan, sehingga

interviewee

tinggal memilih salah satu opsi yang ada.

Berbagai jenis dan teknik berwawancara tersebut dapat diterapkan dalam

penelitian. Penerapan metode wawancara membutuhkan instrumen yang disebut

pedoman wawancara. Pedoman ini harus dicantumkan dalam laporan penelitian,

karena dari situlah dapat diketahui apakah metode dan proses pengumpulan

data yang dilakukan peneliti dapat dipertanggungjawabkan atau tidak. Oleh

karena itu, walaupun peneliti mempraktikkan teknik wawancara bebas, dia

harus membuat pedoman wawancara. Peneliti tidak harus membawa-bawa

pedoman tersebut pada saat berwawancara asal sudah benar-benar menguasai

apa yang harus diperbuat.

Berikut ini diberikan contoh daftar pertanyaan atau pedoman wawancara

berdasarkan masalah dan variabel sebagai berikut.

Judul/masalah :

Dampak Tradisi Mudik Lebaran bagi Warga Masyarakat

Desa

Variabel

: Dampak positif dan negatif tradisi mudik lebaran

Responden : Warga masyarakat desa (ditentukan dengan teknik

sampling)

Indikator : 1) Keakraban anggota keluarga;

2) Sumbangan materi dari anggota keluarga yang mudik

lebaran;

3) Beban kehidupan selama anggota keluarga berkumpul

bersama;

4) Beban biaya untuk kembali ke kota.

223

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Pedoman wawancara:

1. Dampak Positif

a. Keakraban ang-

gota keluarga

b. Sumbangan ma-

teri dari anggota

keluarga yang

mudik lebaran

a. Beban kehidupan

selama anggota

berkumpul ber-

sama.

1) Pada saat kerabat Anda

yang merantau ke kota mudik

untuk berlebaran, apakah

Anda merasakan kebaha-

giaan karena dapat berkum-

pul bersama?

2) Apakah kerabat Anda yang

mudik berlebaran selalu

tinggal bersama Anda di

rumah selama berlebaran,

atau mereka bepergian sen-

diri-sendiri untuk mengisi le-

baran?

1) Apakah kerabat Anda yang

merantau ke kota bertujuan

untuk belajar, bekerja dan

tinggal sementara, atau

tinggal menetap?

2. Apakah setiap kali kerabat

Anda yang mudik lebaran

selalu membawa oleh-oleh

berupa uang, barang, atau

bahan?

1) Berapa pengeluaran sehari-

hari keluarga Anda apabila

tidak ada kerabat jauh mudik

berlebaran?

2) Berapa biaya pengeluaran

sehari-hari keluarga Anda

apabila semua atau sebagian

kerabat Anda dari kota

mudik berlebaran?

3) Apakah Anda merasa mem-

peroleh beban hidup tam-

bahan apabila kerabat Anda

yang dari kota mudik berle-

baran?

Topik/Variabel

Indikator

Pertan yaan Cek

224

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Pada zaman yang modern ini kegiatan wawancara telah dipermudah dengan

teknologi rekaman suara dan gambar. Misalnya penggunaan

mini recorder

pada

saat melakukan sebuah wawancara. Setelah wawancara berakhir, rekaman

tersebut dapat diputar dan dianalisis berulang-ulang, sehingga pemahaman

terhadap ucapan subjek dapat lebih intensif.

d. Daftar Penelitian (

Check list)

Observasi atau pengamatan merupakan metode tertua dalam dunia

penelitian. Sebelum berbagai metode penelitian berkembang, manusia telah

mengamati segala sesuatu yang ada di alam untuk memperoleh pengetahuan.

Pada saat ini, observasi sebagai suatu metode penelitian semakin berkembang

dan tidak terbatas sebagai kegiatan menangkap gejala sosial melalui pengamatan

saja melainkan telah lebih luas cakupannya.

Observasi adalah semua upaya menangkap fakta dengan menggunakan

semua panca indra manusia. Mata digunakan untuk melihat, telinga untuk

mendengar, hidung untuk mencium, kulit untuk meraba, dan lidah untuk

merasakan. Semua fakta yang ditangkap oleh alat indra merupakan informasi

penting bagi peneliti untuk menyusun suatu kesimpulan.

2. Dampak Negatif

b. Beban biaya

untuk kembali

ke kota.

1) Apakah Anda harus mem

beri bekal atau biaya tam-

bahan bagi kerabat yang

kembali ke kota selepas

mudik lebaran?

2) Apakah Anda harus men-

jual sesuatu atau men-

cairkan tabungan untuk

membekali kerabat Anda

yang kembali ke kota sele-

pas mudik berlebaran?

3) Berapa banyak uang yang

Anda berikan kepada ke-

rabat yang kembali ke

kota selepas mudik

lebaran?

4) Barang-barang apa saja

yang sering Anda berikan

kepada kerabat yang akan

kembali ke kota selepas

mudik lebaran?

Topik/Variabel

Indikator

Pertan yaan Cek

225

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Seorang pengamat yang baik tentunya dapat membedakan fakta yang harus

dijaga kemurniannya dan tidak boleh mencampurnya dengan tafsiran-tafsiran

pribadi. Oleh karena itu, agar data hasil pengamatan memenuhi syarat ilmiah

maka pengamatan harus direncanakan secara sistematis. Untuk melakukan

pengamatan secara sistematis diperlukan persiapan-persiapan berdasarkan

desain penelitian sehingga terarah. Persiapan itu kemudian dituangkan dalam

bentuk instrumen pengamatan yang disebut daftar penelitian

atau

check list

.

Berikut ini adalah contoh daftar penelitian yang dikembangkan berdasarkan

masalah dan variabel di bawah ini.

Judul

:

Kultur Sekolah yang Berlaku di SMA

Variabel

: Kultur sekolah

Indikator

: 1) Peserta didik berjabat tangan dengan guru;

2) Peserta didik berdoa sebelum dan sesudah belajar;

3) Peserta didik berpakaian tertib, sopan, dan rapi;

4) Peserta didik beribadah di sekolah;

5) Guru berjabat tangan dengan peserta didik dan

sesama guru;

6) Guru beribadah di sekolah.

Contoh daftar penelitian :

No

Objek Pengamatan

Ya Tidak

1 Peserta didik berjabat tangan dengan guru

pada saat pertama kali masuk kelas.

2 Peserta didik berdoa sebelum belajar dengan

dipimpin guru atau salah satu peserta didik.

3 Peserta didik berdoa sesudah belajar dengan

dipimpin guru atau salah satu peserta didik.

4 Peserta didik berpakaian tertib, sopan, dan

rapi selama berada di sekolah.

5 Peserta didik yang beribadah di sekolah

sesuai waktu-waktu yang ditentukan agama

masing-masing.

6 Guru berjabat tangan dengan peserta didik

ketika peserta didik memasuki kelas.

7 Guru berjabat tangan dengan peserta didik

ketika peserta didik akan meninggalkan

kelas.

8 Guru beribadah di sekolah sesuai waktu-

waktu yang telah ditentukan agama masing-

masing.

226

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Seorang peneliti selain merekam hasil pengamatannya secara tertulis dalam

bentuk daftar penelitian, juga dapat melakukannya dalam bentuk sosiogram.

Pada dasarnya, sosiogram adalah diagram yang menggambarkan hubungan

antarindividu dalam kelompok berdasarkan hasil pengamatan terhadap interaksi

di antara mereka.

Pada saat ini teknologi perekaman sudah demikian maju sehingga kegiatan

pengamatan dapat lebih diefektifkan. Antara lain fotografi,

tape recorder

, dan

kamera video. Ketiga macam alat ini dapat membantu pekerjaan pengamat.

Kejadian maupun suara yang terekam dapat dipelajari berkali-kali sehingga

lebih mendalam. Dengan demikian hasil sebuah pengamatan pun semakin baik.

e. Skala Bertingkat (

Rating Scale

)

Skala bertingkat digunakan untuk memperoleh data dalam penggunaan

metode angket dan metode dokumentasi. Mengenai angket sebagai sebuah

metode telah dijelaskan di atass, sedangkan metode dokumentasi sebenarnya

sangat beragam karena menyangkut semua bentuk studi pustaka yang berdasar-

kan pada buku, film, surat kabar, dan dokumen-dokumen penunjang lainnya.

Metode dokumentasi yang dapat memanfaatkan instrumen daftar penelitian

antara lain kajian mengenai kesalahan penulisan kata.

Dalam bentuk lain, skala bertingkat berupa penilaian subjektif yang diberikan

seseorang mengenai suatu objek. Penilaian itu diekspresikan dalam berbagai

pernyataan yang dibuat bertingkat-tingkat. Misalnya, mulai dari sangat baik,

baik, cukup baik, kurang baik, dan tidak baik. Setiap kategori atau tingkatan

diberi penjelasan yang berupa deskripsi kejadian konkret yang dapat diamati.

Daftar penelitian diberikan kepada responden dan responden tinggal

membubuhkan tanda cek (

—

) pada kolom yang isinya sesuai dengan pendapatnya.

Berikut ini sebuah contoh daftar penelitian yang didasarkan pada judul

atau masalah dan variabel berikut ini.

Judul/masalah :

Tanggapan Peserta Didik SMA terhadap Kinerja

Perserikatan Bangsa Bangsa

Variabel

: Kinerja Perserikatan Bangsa Bangsa

Indikator : 1) Wibawa PBB di hadapan Amerika Serikat;

2) Sikap PBB terhadap berbagai konflik internasional.

Contoh

check list

:

Pendapat Peserta didik SMA terhadap Kinerja Perserikatan Bangsa Bangsa

Nama peserta didik : …………………………….

Kelas

: …………………………….

227

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

1) Wibawa PBB di hadapan Amerika Serikat

2) Sikap PBB terhadap berbagai konflik internasional

Semua instrumen penelitian yang berupa dokumen tertulis yang disampaikan

kepada responden pada dasarnya adalah sebagai wakil peneliti di hadapan

responden. Instrumen itu merupakan bentuk komunikasi antara peneliti dan

responden. Peneliti sebagai pihak yang berkepentingan untuk memperoleh

data dari responden harus memperhatikan etika dan berusaha membuat

responden mau bekerja sama. Kalau dalam berwawancara responden dapat

menunjukkan sikap itu secara langsung, maka dalam penggunaan instrumen

tertulis tata krama dan ramah-tamah diekspresikan dalam tulisan dan pengemas-

an.

Oleh karena itu, instrumen tertulis seperti angket, soal tes, dan skala

bertingkat perlu memperhatikan beberapa hal yang mencerminkan prinsip di

atas. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah penampilan instrumen menarik

dan enak dipandang, pisahkan pertanyaan-pertanyaan inti dengan pertanyaan

identitas responden dan paragraf pengantar, sehingga tidak terkesan bercampur,

berikan garis pemisah antarbagian atau dengan tulisan berwarna lain, dan apabila

perlu diberi hiasan yang menarik.

Tidak

Memuaskan

PBB tidak

berdaya

menghadapi

hak veto

Amerika.

Kurang

Memuaskan

PBB sering meneri-

ma desakan Ame-

rika terhadap reso-

lusi yang sebenarnya

merugikan negara

lain.

Cukup

Memuaskan

PBB cukup ber-

hasil dalam me-

nengahi konflik

antara Amerika

dengan negara-

negara lawan-

nya.

Sangat

Memuaskan

PBB selalu berhasil

membawa Amerika

ke meja perunding-

an internasional

dalam menyele-

saikan konflik de-

ngan negara lain.

Memuaskan

PBB cukup efektif

memainkan peran

dalam mengenda-

likan dominasi Ame-

rika.

Tidak

Memuaskan

PBB tidak

mampu

bersikap

netral

Kurang

Memuaskan

PBB sering tidak

berdaya ketika

menghadapi

negara-negara

kuat.

Cukup

Memuaskan

PBB kadang-

kadang berhasil

menyelesaikan

beberapa

konflik di

berbagai dunia.

Sangat

Memuaskan

PBB selalu berhasil

mengatasi perang

antarnegara dan

menciptakan

perdamaian dunia.

Memuaskan

PBB cukup

berhasil mengatur

hubungan

antarnegara dan

menyelesaikan

konflik internasio-

nal.

228

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

2. Pengumpulan Data

Anda telah diperkenalkan dengan lima macam instrumen pengumpul data.

Di samping instrumen standar yang siap pakai, Anda juga telah mempelajarai

cara membuat instrumen. Kehandalan sebuah instrumen sangatlah penting,

karena akan berpengaruh terhadap data yang terkumpul dan dari data itulah

kesimpulan penelitian akan ditarik. Akan tetapi, sehandal apa pun suatu

instrumen, apabila proses pengumpulan data tidak baik maka akan terjadi

kesalahan dan bias data. Kesalahan terjadi apabila petugas pengumpul data

dan subjek penelitian tidak memahami instrumen. Apabila subjek penelitian

(responden atau informan) tidak memahami, mereka dapat memperoleh

penjelasan dari petugas pengumpul data atau peneliti sendiri. Akan tetapi, apabila

petugas pengumpul data juga tidak memahami instrumen, maka kesalahan

tidak dapat dihindarkan. Petugas pengumpul data yang sudah memahami

instrumen pun kadang-kadang masih berpeluang terjadinya bias data. Bias data

adalah tercampurnya data yang berupa fakta dengan subjektivitas orang yang

mengumpulkan data. Lebih-lebih apabila pengumpulan data diserahkan kepada

orang lain yang belum tentu mampu menjaga jarak antara dirinya dengan sumber

data.

Oleh karena itu, sebelum pengumpulan data dilakukan perlu dilakukan

persiapan matang. Persiapan itu berupa pelatihan yang terdiri dari dua tahap.

Tahap pertama petugas pengumpul data diberi penjelasan mengenai maksud

penelitian dan pemahaman mengenai instrumen yang akan dipakai. Tahap

kedua, petugas pengumpul data dilatih dalam bentuk praktik (simulasi)

penggunaan instrumen, misalnya dalam berwawancara. Walaupun pedomannya

telah sempurna, kalau pewawancara tidak pandai-pandai dalam memilih situasi

dan cara bersikap terhadap orang yang diwawancarai, maka penelitian tidak

akan berhasil. Untuk itulah perlu diadakan pelatihan-pelatihan agar pelaksana

pengumpulan data berhasil sesuai harapan. Begitu pula apabila Anda sendiri

yang harus terjun langsung untuk melakukan sebuah wawancara atau mengamati

suatu objek penelitian.

Proses pengumpulan data merupakan kegiatan lapangan. Pada saat

pengumpulan data itulah seseorang benar-benar tampak sebagai peneliti. Apabila

dalam suatu penelitian Anda menggunakan metode tes atau angket, kegiatan

pengumpulan data mungkin tidak membutuhkan banyak waktu. Setiap satu

lokasi hanya membutuhkan waktu beberapa jam (2-3 jam). Namun, apabila

Anda melakukan wawancara, observasi, atau eksperimen; maka waktunya bisa

berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan. Misalnya Anda harus

melakukan wawancara atau pengamatan yang melibatkan responden dengan

jumlah yang besar di sejumlah lokasi yang jauh dan terpisah-pisah. Pengamatan

tersebut akan sangat menyita waktu, tenaga, pikiran, dan biaya. Pengumpulan

data dengan pengamatan terlibat (pengamat terjun langsung ke dalam

masyarakat yang diamati) akan lebih efektif apabila peneliti bersosialisasi dan

229

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

berinteraksi dengan masyarakat kurang lebih selama satu bulan. Pada bulan-

bulan berikutnya peneliti dapat diterima sebagai bagian dari warga masyarakat,

sehingga dapat dengan mudah melakukan penelitian.

Pada saat terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data, berbagai peralatan

lain perlu dipersiapkan seperti alat tulis, alat perekam (

tape recorder

, kamera),

dan instrumen pengumpul data. Salah satu yang tidak boleh dilewatkan adalah

surat izin penelitian. Surat izin penelitian digunakan apabila Anda harus

melakukan penelitian di lokasi tertentu yang mengharuskan Anda mempunyai

izin terlebih dahulu. Setelah persiapan selesai, Anda harus memperhatikan

persiapan teknis pelaksanaan pengumpulan data di lapangan. Hal ini terkait

dengan sifat setiap instrumen, sebab pengumpulan data dengan menggunakan

instrumen yang berbeda membutuhkan teknik yang berbeda-beda pula, sehingga

perlu mendapat perhatian khusus. Berikut ini dijelaskan teknik mengadakan

tes dan wawancara.

a. Pengumpulan Data Menggunakan Tes

Seperti yang telah dijelaskan di atas, apabila tester bukan peneliti sendiri,

maka diperlukan latihan persiapan. Selain itu, pada saat pelaksanaan tes, ada

beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

1) Naskah tes harus disertai petunjuk pelaksanaan secara jelas.

2) Tes dilaksanakan pada tempat yang tenang dan nyaman, tanpa gangguan

suara, cahaya, bau, dan kepadatan peserta.

3) Tes dilaksanakan pada situasi yang kondusif.

4) Suasana kooperatif antara tester dengan peserta tes.

5) Waktu yang disediakan cukup.

b. Pengumpulan Data Menggunakan Wawancara

1) Pewawancara perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk bertemu

responden, intinya jangan sampai menggangu kegiatan sehari-hari mereka.

2) Pewawancara harus memperkenalkan diri kepada responden (nama, asal

sekolah, atau tempat kerja), dan menguraikan maksud kedatangan secara

terus terang.

3) Pewawancara bersikap sebagai orang yang ingin belajar kepada responden.

4) Pewawancara harus bersikap sebagai pendengar yang baik dan penuh

perhatian, akan tetapi janganmenunjukkan sikap berpihak kepada siapa

pun. Apabila pewawancara dianggap berpihak kepada salah satu kelompok

di masyarakat, maka dapat dipastikan penelitiannya terhambat.

5) Pewawancara jangan sampai menyinggung hal-hal yang tidak disukai

responden, karena akan mengganggu hubungan komunikasi.

3. Analisis Data

Setelah peneliti selesai mengumpulkan data, langkah berikutnya adalah

data tersebut diolah atau dianalisis. Ada tiga tahap dalam pengolahan data,

yaitu persiapan, tabulasi, dan penghitungan (kalkulasi).

230

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

a. Tahap Persiapan

Hal yang pertama kali dilakukan pada tahap ini, yaitu memeriksa semua

dokumen dan catatan yang berisi data yang telah terkumpul. Pemeriksaan

meliputi kegiatan penyuntingan (

editing

), pemberian kode (

coding

), dan

kategorisasi. Proses

editing

meliputi kelengkapan isi, keterbacaan tulisan,

kejelasan makna jawaban, kesesuaian jawaban satu dengan lainnya, relevansi

jawaban, dan keseragaman satuan yang digunakan.

Ada instrumen yang menghendaki responden tidak mencantumkan nama

dan identitas lain tetapi ada yang justru membutuhkannya. Apabila identitas

merupakan bagian dari data yang diperlukan peneliti, maka hal tersebut perlu

diperiksa kelengkapannya. Apabila belum lengkap dan masih memungkinkan

untuk menghubungi responden, maka segera dilakukan.

Kadang-kadang responden dengan sengaja melewati salah satu atau

beberapa pertanyaan karena kurang mengerti atau tidak tahu. Kadang-kadang

pula kekosongan instrumen terjadi karena responden lupa atau terlewatkan.

Apabila memungkinkan untuk menghubungi responden, maka sebaiknya segera

dilakukan sehingga tidak terjadi kekurangan sampel dari jumlah yang

direncanakan.

Langkah berikutnya adalah penyuntingan.

Penyuntingan dilakukan dengan

tujuan agar data yang akan diolah pada tahap selanjutnya sudah benar-benar

memenuhi syarat. Oleh karena itu, apabila terjadi ketidaklengkapan atau

ketidaksempurnaan data, peneliti harus mengulangi proses pengumpulan data

dari awal.

Setelah penyuntingan, data yang berupa catatan bebas perlu diberi kode-

kode tertentu sehingga dapat dikelompokkan ke dalam kategori-kategori yang

dibuat peneliti. Misalnya jawaban wawacara bebas yang menanyakan pendapat

warga kota terhadap kinerja pemerintah saat ini. Jawabannya tentu bermacam-

macam sehingga perlu dibuat kategori-kategori untuk menggolong-golongkan

setiap jawaban. Setiap kategori diberi kode tertentu, seperti dibawah ini.

Pertanyaan : Bagaimana pendapat Anda mengenai kinerja pemerintah

saat ini?

Jawab : a) “Lumayan bagus tuh.”

b) “Ya, biasa-biasa saja.”

c) “Bagus sekali dibanding sebelumnya.”

d) “Nggak bagus, menurut saya.”

e) “Gimana ya, mau dibilang buruk ya tidak, mau dibilang

bagus kok seperti ini.”

f) “Saya kira pemerintah kita lamban dalam segala hal.

Lihat saja kasus lumpur panas.”

g) “Nggak tahu tuh, perasaan saya hidup sekarang makin

susah, deh.”

h) “Saya rasa ada sedikit kemajuan.”

i) “Ah, gombal. Katanya mau brantas korupsi.

Nyatanya?”

231

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Jawaban di atas perlu diberi kode berdasarkan kategori seperti di bawah ini:

a. Sangat memuaskan

kode 1

b. Memuaskan

kode 2

c. Cukup memuskan

kode 3

d. Kurang memuaskan

kode 4

e. Mengecewakan

kode 5

Setelah semua jawaban dari responden dimasukkan ke dalam kategori

tersebut. Peneliti (pengolah data) harus pandai-pandai menginterpretasikan

setiap jawaban agar masuk dalam kategori yang tepat.

Untuk menghindari proses pengkodean dan kategorisasi menjelang pengo-

lahan data, peneliti bisa memilih instrumen yang langsung menghasilkan jawaban

dalam bentuk terkategori. Setelah semua dokumen yang berisi data lengkap

dan rapi, barulah dilakukan proses lebih lanjut, yaitu tabulasi.

b. Tabulasi Data

Tabulasi artinya menyusun data dalam bentuk tabel. Namun, sebelum data

ditabulasi perlu dilakukan penghitungan frekuensi. Misalnya jawaban-jawaban

di atas diperoleh dari wawancara terhadap 60 orang sampel, maka penghitungan

frekuensi berdasarkan kategori jawabannya adalah seperti dalam tabel berikut

ini.

Sampai di sini, proses pengolahan sebenarnya telah menghasilkan suatu

temuan. Temuan itu menunjukkan bahwa pendapat warga masyarakat yang

diwakili 60 orang sebagai sample, ternyata jumlah yang paling besar (19 orang)

menyatakan cukup puas, dan pada urutan kedua sebanyak 18 orang kurang

puas. Itulah fakta yang ditunjukkan oleh data hasil penelitian setelah dianalisis.

c. Penghitungan

Setiap pendekatan menghendaki penghitungan data (kalkulasi) dengan

menggunakan rumus tertentu untuk mencari hubungan antarvariabel atau untuk

menguji hipotesis. Seperti yang telah kita bicarakan sebelumnya, bahwa setiap

No Kategori Jawaban Turut (

tally

) :rekuensi (f)

1 Sangat memuaskan

////

4

2 Memuaskan

//// //

7

3 Cukup memuaskan

//// //// //// ////

19

4 Kurang memuaskan

//// //// //// ///

18

5 Mengecewakan

//// ////

10

6 Tidak menjawab

//

2

Jumlah

60

232

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

penelitian bermula dari adanya masalah yang ingin ditemukan jawabannya.

Apabila dilihat dari sifatnya, masalah-masalah itu adalah:

1) masalah yang bersifat deskriptif,

2) masalah yang bersifat komparatif,

3) masalah yang bersifat korelatif, akan tetapi tidak menyatakan hubungan

sebab akibat, serta

4) masalah yang bersifat korelatif, yang menyatakan hubungan sebab akibat

antara variabel bebas dan variabel terikat.

Keempat jenis permasalahan tersebut menentukan tipe penelitian yang

dilakukan, sehingga teknik pengolahan datanya pun berbeda-beda. Masalah

yang bersifat deskriptif pada umumnya cukup menggunakan penghitungan

persentase persebaran data. Penghitungan persentase dianggap sebagai analisis

statistik sederhana. Masalah yang bersifat komparatif menggunakan analisis

deskriptif kemudian dibandingkan dengan suatu standar yang sudah baku.

Masalah yang bersifat korelatif mengunakan analisis statistik untuk mencari

hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan antarvariabel ada yang

bersifat sejajar dan bersifat sebab akibat. Tingkat hubungan antarvariabel dapat

dicari dengan menggunakan rumus-rumus statistik.

Ada berbagai teknik pengolahan data. Teknik yang paling sederhana adalah

dengan mencari persentase setiap kategori data, teknik yang rumit menggunakan

rumus-rumus statistik. Data penelitian sosial pada umumnya berupa konsep

atau data kualitatif. Data jenis ini tidak bisa dinilai dengan angka-angka. Misalnya,

jenis pekerjaan, status perkawinan, dan lain-lain. Namun semua data kualitatif

sebenarnya dapat diubah menjadi data kuantitatif. Agar dapat dianalisis secara

statistik, data kualitatif tersebut perlu dikuantifikasi terlebih dahulu. Caranya

dengan pembuatan indeks atau skala, seperti yang telah dicontohkan dalam

kategorisasi jawaban responden mengenai pendapat warga masyarakat terhadap

kinerja pemerintah. Oleh karena itu, pada dasarnya penelitian sosial dapat

menggunakan rumus-rumus statistik untuk menganalisis data lebih lanjut.

Berbagai ragam teknik pengujian hipotesis dan korelasi variabel dapat Anda

pelajari pada buku-buku tentang penelitian atau statistik. Di buku ini akan

diberikan dua contoh penggunaan teknik pengolahan data secara kuantitatif,

yaitu dengan penghitungan persentase (statistik sederhana) dan penghitungan

korelasi (hubungan) antara dua variabel.

1) Analisis Data dengan Persentase

Persentase merupakan bentuk pengolahan data kuantitatif yang paling

sederhana, namun mempunyai manfaat sangat besar. Pada tabel sebelumnya,

Anda hanya akan melihat persebaran data berdasarkan besarnya frekuensi.

Anda tidak dapat mengetahui kedudukan setiap kategori dibanding seluruh

jumlah responden. Akan tetapi, pada tabel berikut ini Anda dapat mengetahui

hal itu. Misalnya, persentase orang yang kurang puas mencapai 30%, artinya

dalam setiap seratus orang terdapat 30 orang yang tidak puas. Apabila hasil

233

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

penelitian di generalisasi untuk seluruh populasi (misalnya seluruh penduduk

Indonesia), maka akan lebih mudah memahami maknanya daripada angka

nominal 18. Hanya dengan mengalikan 30% dengan jumlah penduduk Indonesia

maka kita dengan cepat akan mengetahui berapa jumlah penduduk yang kurang

puas. Data tersebut dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.

Untuk memperoleh angka persen, dihitung dengan rumus

́

f

N= 100

n

N = nilai persen yang akan dicari

f = frekuensi atau nilai data yang akan dicari persentasenya

n = banyaknya seluruh data.

Misalnya, penghitungan nilai persentase kategori jawaban ‘memuaskan’

diperoleh dengan cara sebagai berikut.

́

f

100

n

100

́

7

N =

100

N = 12%.

Dalam proses selanjutnya, hasil pengolahan data dengan persentase dapat

disajikan atau diolah lebih lanjut dengan menggunakan grafik atau diagram.

Ada banyak jenis grafik atau diagram yang dapat digunakan untuk menyajikan

data hasil analisis, antata lain, grafik batang, grafik garis, grafik lingkaran (kue),

diagram kerucut, diagram donat, diagram silinder, diagram piramida, dan lain-

lain. Berikut ini diberikan contoh diagram batang yang berisi data Tabel

Pendapat

Masyarakat Mengenai Kinerja Pemerintah

.

No Kategori Jawaban :rekuensi (f) Persentase

1 Sangat memuaskan

4

6%

2 Memuaskan

7

12%

3 Cukup memuaskan

19

32%

4 Kurang memuaskan

18

30%

5 Mengecewakan

10

17%

6 Tidak menjawab

2

3%

Jumlah

60

100%

234

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

2) Analisis Data dengan Rumus Statistik

Di antara beberapa jenis analisis dengan menggunakan rumus statistik,

salah satunya adalah pengukuran derajad hubungan antarvariabel. Pengukuran

ini bukan hanya dapat menunjukkan adanya hubungan antarvariabel, akan tetapi

sudah dapat menunjukkan tingkat hubungan antar variabel, yang disebut dengan

koefisien asosiasi. Koefisien asosiasi diukur dengan hasil yang dinyatakan dengan

angka antara 0,00 dan 1,00. Apabila hasil pengukuran menunjukkan angka

0,00 berarti ada hubungan antarvariabel, dan semakin besar angkanya (tidak

melebihi angka 1,00) berarti semakin besar hubungannya. Apabila angka hasil

penghitungan menunjukkan angka 1,00 berarti terdapat hubungan yang

sempurna.

Kita akan mempelajari dua rumus statistik yang berfungsi untuk mencari

koefisiensi asosiasi, yaitu Yule’s Q dan Spearman’s Rho. Rumus Yule’s Q

digunakan apabila variabel yang dianalisis hubungannya bersifat kualitatif dan

deskritif, sedangkan rumus Spearman’s Rho digunakan untuk menguji tingkat

hubungan dua variabel yang bersifat kuantitatif dan kontinu.

a) Mencari Koefisien Asosiasi dengan Rumus Yule’s Q

Misalnya kita sedang meneliti hubungan antara perbedaan jenis kelamin

peserta didik SMA dengan ragam acara televisi yang mereka minati.

Pengertian diminati adalah keseringan (frekuensi) mereka menonton acara

tersebut. Secara lebih rinci, desain singkat penelitiannya adalah sebagai

berikut:

Gambar 6.3

Grafik hasil wawancara dengan warga masyarakat x mengenai

pendapat mereka tentang kinerja pemerintah.

:rekuensi

Sangat Memuaskan

Memuaskan

Cukup Memuaskan

Kurang Memuaskan

Mengecewakan

Tidak Menjawab

10

18

16

14

12

10

8

6

4

2

0

235

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Judul/masalah :

Hubungan antara Perbedaan Jenis Kelamin Peserta Didik

dengan Acara Televisi yang Mereka Minati

Variabel dan indikator:

Setelah diadakan pengumpulan data dengan angket, kemudian ditabulasi,

maka diperoleh data sebagai berikut.

Setelah data diperoleh, kita mencari tingkat hubungan antara perbedaan

jenis kelamin peserta didik di sekolah tersebut dengan jenis acara televisi yang

mereka minati dengan rumus Yule’s Q sebagai berikut:

Q = koefisien asosiasi

a = frekuensi yang terletak di petak kiri atas (72)

b = frekuensi yang terletak di petak kanan atas (25)

c = frekuensi yang terletak di petak kiri bawah (125)

d = frekuensi yang terletak di petak kanan bawah (450)

Proses penghitungannya adalah sebagai berikut:

ad bc

ad bc

-

+

Q=

Q = koefisien asosiasi

a = frekuensi yang terletak di petak kiri atas (72)

b = frekuensi yang terletak di petak kanan atas (25)

c = frekuensi yang terletak di petak kiri bawah (125)

d = frekuensi yang terletak di petak kanan bawah (450)

Proses penghitungannya adalah sebagai berikut:

uu

uu

(72 450)-(25 125)

Q=

(72 450)+(25 125)

32.400-3.125

Q=

32.400+3.125

29.275

Q=

35.525

Q = 0,82

Variabel: Perbedaan jenis kelamin Variabel: Jenis acara televisi

Indikator : 1. Siswa putra

Indikator : 1. Acara gosip selebriti

2. Siswa putri

2. Acara berita

Menyukai Acara Gosi pMenyukai Acara Berita

Selebriti

Siswa Putra

72 orang

25 orang

Siswa Putri

125 orang

450 orang

236

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Koefisien asosiasi sebesar 0,82 berarti jelas menunjukkan adanya hubungan

antara variabel jenis kelamin dengan variabel acara yang diminati. Dengan kata

lain, peserta didik putra berbeda dengan peserta didik putri dalam hal memilih

acara televisi untuk ditonton berdasarkan minatnya. Angka tersebut lebih

mendekati 1,00 maka tingkat hubungannya sangat signifikan atau sangat berarti,

atau menunjukkan hubungan yang hampir sempurna.

b) Mencari Koefisien Asosiasi dengan Rumus Spearman’s Rho

Kali ini, kita akan mengukur koefisiensi asosiasi lama waktu belajar peserta

didik dalam sehari apabila dihubungkan dengan nilai rata-rata semua mata

pelajaran yang mereka peroleh. Untuk itu, peneliti mengadakan wawacara

kepada enam orang peserta didik kelas XII, IPS, 1 SMA BUNGA sebagai sampel.

Dari wawancara itu diperoleh data yang berupa banyaknya waktu yang mereka

gunakan untuk belajar selama sehari. Di sisi lain, peneliti memperoleh data

mengenai nilai rata-rata semua mata pelajaran yang tertera di rapor keenam

peserta didik tersebut. Jadi, ada dua sumber data. Data itu ditabulasikan sebagai

berikut.

Kita akan mengukur tingkat hubungan antara lama waktu yang digunakan

untuk belajar dengan perolehan nilai rata-rata semua mata pelajaran. Rumus

statistik yang dibuat oleh Spearman untuk menghitung tingkat hubungan seperti

ini adalah sebagai berikut:

S

2

2

12 D

r=1

N(N -1)

12 = jumlah jam dalam sehari

N = banyaknya subjek (peserta didik)

D = beda (

difference

) antara jenjang setiap subjek (peserta didik)

Denise

40 menit

7,0

Michael

39 menit

7,2

Sogi

38 menit

7,7

Brandon

36 menit

6,8

Indra

35 menit

6,3

Virni

34 menit

6,6

Tike

32 menit

5,9

Mike

30 menit

6,0

Lama Belajar Dalam Sehari

Nilai Rata-rata

Semua Mapel

Nama Peserta

Didik

237

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Sebelum mengisi rumus dengan angka-angka yang dibutuhkan, terlebih

dahulu data ditabulasi seperti di bawah ini.

Untuk melengkapi isi tabel di atas, perhatikan penjelasan berikut.

(1) Lama belajar diurutkan berdasarkan rangking, yang paling atas bilangan

terbesar semakin ke bawah semakin mengecil angkanya,

(2) Nilai rata-rata tidak diurutkan menurut ranking tetapi mengikuti urutan

peserta didik,

(3) Posisi X adalah urutan lama istirahat dari atas nomor 1 hingga paling bawah

nomor terakhir, nomor 1 (paling atas) adalah waktu terbanyak dan semakin

ke bawah semakin sedikit,

(4) Posisi Y adalah posisi nilai rata-rata setiap peserta didik sesuai rankingnya

berdasarkan tingginya nilai, tetapi tidak diurutkat melainkan menyesuaikan

dengan urutan peserta didik dalam tabel,

(5) D adalah pengurangan RX dengan RY.

Selanjutnya, penghitungan dengan rumus Spearman’s Rho adalah sebagai

berikut:

S

2

2

12 D

r=1-

N(N -1)

144

r=1-

504

12

S

2

12

r=1-

8(8 -1)

r = 1 - 0,29

12

́

́

12

r=1-

8 63

r = 0,71

Berdasarkan perhitungan, diperoleh tingkat hubungan yang sangat

signifikan, yaitu 0,71. Artinya, semakin banyak waktu yang digunakan untuk

belajar dalam sehari-harinya membuat seseorang memperoleh nilai tinggi.

Nama

Peserta Didik

Lama

Belajar

Nilai

Rata-rata

Posisi X

(RX)

Posisi Y

(RY)

RX–RY

(D)

D

2

Denise

40 menit 7,0

1

3

-2 4

Michael 39 menit 7,2

2

2

0 0

Sogi

38 menit 7,7

3

1

2 4

Brandon 36 menit 6,8

4

4

0 0

Indra

35 menit 6,3

5

6

-1 1

Virni

34 menit 6,6

6

5

1 1

Tike

32 menit 5,9

7

8

-1 1

Mike

30 menit 6,0

8

7

1 1

Jumlah

012

238

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

4. Menarik Kesimpulan

Pada pembahasan analisis data di atas, sebenarnya kita telah mencoba

melakukan penarikan kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu rumusan yang

merupakan jawaban terhadap permasalahan yang kita teliti. Pada dasarnya

kesimpulan merupakan hasil akhir dari proses analisis data. Pada tipe penelitian

yang menggunakan hipotesis, pada saat menyusun desain, peneliti telah

mengajukan jawaban sementara dalam bentuk hipotesis. Jawaban yang sebenar-

nya baru diperoleh setelah analisis data dilakukan. Oleh karena itu, keempat

hal tersebut (masalah, hipotesis, analisis data, dan kesimpulan) merupakan

rangkaian proses yang saling berkait.

Sebagai hasil dari proses analisis data, kesimpulan harus sejalan dengan

cara yang ditempuh dalam analisis data tersebut. Seperti yang telah kita

bicarakan, ada dua cara menganalisis data, yaitu dengan cara nonstatistik dan

cara statistik. Cara nonstatistik diterapkan untuk menganalsis data kualitatif,

sedangkan data kuantitatif dapat dianalisis baik secara nonstatistik maupun

statistik.

a. Kesimpulan dengan Cara Nonstatistik

Penarikan kesimpulan dengan cara nonstatistik tidak menggunakan

penghitungan dengan rumus-rumus statistik. Setelah data dianalisis, hasilnya

dibuat dalam bentuk persentase atau perbandingan. Peneliti membandingan

hasil analisis data dengan suatu standar atau kriteria tertentu. Standar ini bisa

berasal dari suatu pedoman, aturan, atau dibuat sendiri oleh peneliti. Misalnya,

Anda meneliti apakah peserta didik di sekolah Anda tertib berpakaian atau

tidak. Indikator ketertiban berpakaian yang Anda tentukan antara lain atribut

lengkap, baju dimasukkan, seragam dipakai sesuai hari yang ditetapkan, pakaian

tidak dicorat-coreet, memakai kaos kaki dan sepatu sekolah. Untuk mengetahui

tingkat ketertiban peserta didik dalam berpakaian, Anda meneliti pelanggaran-

pelanggaran yang dilakukan peserta didik. Setelah Anda amati dan catat, ternyata

dari 500 peserta didik yang ada diperoleh data sebagai berikut:

Ketertiban Berpakaian :rekuensi Pelanggaran P

ersentase

1. Atribut tidak lengkap

25

5%

2. Baju tidak dimasukkan

40

8%

3. Seragam dipakai tidak

5

3%

sesuai hari yang ditetapkan

4. Pakaian ditulisi macam-macam

23

4,6%

5. Tidak memakai kaos kaki

45

9%

dan sepatu sekolah

Jumlah

148

29,6%

239

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Apabila standar atau kriterianya menyebutkan bahwa:

Tertib

= apabila pelanggaran yang terjadi berkisar antara 0 hingga

10 persen.

Kurang Tertib = apabila pelanggaran yang terjadi berkisar antara 10 hingga

75 persen

Tidak Tertib = apabila pelanggaran yang terjadi antara 75 hingga 100

persen.

Dengan demikian penelitian Anda menyimpulkan bahwa ketertiban berpakaian

peserta didik di sekolah Anda termasuk dalam kategori kurang tertib (29,6%).

b. Kesimpulan Secara Statistik

Membuat kesimpulan secara statistik lebih rumit namun memiliki akurasi

(ketepatan) tinggi. Seperti telah dijelaskan pada bagian analisis data, bahwa

ada berbagai macam rumus statistik untuk mengolah data. Pemakaian setiap

rumus bergantung rumusan masalah dan pendekatan penelitian yang dipilih.

Semua proses analisis data menggunakan rumus statistik pada dasarnya sama,

termasuk cara menyimpulkannya. Setelah data dianalisis dengan rumus-rumus

tertentu, hasil akhir penghitungan dimasukan ke dalam tabel. Dengan

memasukan data pada tabel, peneliti akan memperoleh interpretasi lebih lanjut

mengenai makna angka-angka hasil perhitungan dengan rumus. Interpretasi

itulah yang merupakan kesimpulan akhir proses pengolahan data.

Pilih dan kerjakan salah satu tugas di bawah ini, kemudian serahkan kepada

guru untuk dinilai!

1. Sebuah penelitian didesain sebagai berikut:

Judul :

Pendapat Peserta Didik Kelas XII IPS 2 Mengenai

Kepemimpinan Ketua OSIS

Variabel: Kepemim

pinan ketua OSIS.

Berdasarkan judul dan variabel di atas tentukanlah instrumen pengumpul

data yang tepat, kemudian rumuskanlah indikator-indikatornya!

Kemudian, jabarkan indikator-indikator tersebut ke dalam instrumen

pengumpul data! Setelah selesai, tukarkan hasil pekerjaan Anda kepada

teman sekelas untuk memperoleh masukan!

2. Di koran atau majalah sering diadakan jajak pendapat mengenai suatu

masalah sosial. Guntinglah salah satu yang Anda anggap menarik dan

pelajari sehingga Anda dapat menemukan desain di balik jajak pendapat

tersebut! Deskripsikanlah desain yang Anda tangkap dengan segala

keunggulannya dan kelemahannya sebagai sebuah penelitian ilmiah!

Sampaikan hasil kajian Anda di depan kelas!

Aktivitas Siswa

240

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

1 Seorang peneliti perlu mempekerjakan orang-

orang yang mengerti cara-cara berkomunikasi

dengan orang banyak. Hal ini penting untuk

mendukung pelaksanaan wawancara agar

berhasil dengan baik.

2 Sebaiknya seorang pengamat atau pewawan-

cara jangan membawa-bawa catatan atau alat

perekam dalam bentuk apa pun. Hal itu untuk

menghindari keengganan responden atau orang

yang diamati. Sebab, pada umumnya orang

yang mengetahui kalau sedang diteliti pasti akan

bertingkah tidak seperti biasanya. Hal itu akan

menimbulkan bias data.

No.

Pernyataan

S TS R

Kerjakan di buku tugas Anda!

Jawablah dengan tepat!

1. Apakah yang dimaksud dengan instrumen pengumpul data!

2. Jelaskan keunggulan dan kelemahan pengumpulan data melalui

wawancara langsung dibandingkan melalui angket!

3. :aktor apa saja yang perlu diperhatikan peneliti dalam memilih instrmen

pengumpul data?

4. Apakah perbedaan pengolahan data secara nonstatistik dan secara

statistik?

5. Apakah yang dimaksud dengan koefisien asiosasi?

Kejakan di buku tugas Anda!

Ungkapkan tanggapan Anda terhadap pernyataan atau kasus di bawah

ini, dengan cara memberi tanda cek (

—

) pada kolom S (Setuju), TS (Tidak

Setuju) atau R (Ragu-ragu)!

Pelatihan

Tes Skala Sikap

241

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

B. Menulis Laporan Penelitian

Sebuah hasil penelitian tidak akan bermanfaat apabila hanya diketahui

oleh penelitinya sendiri. Oleh karena itu, hasil penelitian perlu dikomunikasikan

kepada orang lain. Upaya untuk mengkomunikasikan hasil penelitian pada

umumnya berbentuk penyusunan laporan tertulis sehingga dapat dibaca orang

lain. Sebenarnya hasil penelitian dapat juga dikomunikasikan secara lisan melalui

berbagai presentasi ilmiah (diskusi, seminar, lokakarya). Namun, semua itu tetap

disertai dengan penyusunan laporan dalam bentuk tertulis. Oleh karena itu,

setelah Anda dapat menyusun desain dan melaksanakan penelitian, langkah

terakhir yang harus Anda ambil adalah kemampuan membuat laporan hasil

penelitian.

1. Waktu Penulisan

Anda mungkin beranggapan bahwa langkah penulisan laporan dilaksanakan

paling akhir setelah semua langkah penelitian dilalui. Hal itu tidak benar.

Penulisan di akhir kegiatan hanya bersifat penyempurnaan, sedangkan proses

penulisan seharusnya dimulai sejak penyusunan desain penelitian. Lebih-lebih,

beberapa bagian dalam desain penelitian nantinya juga akan ditulis kembali

dalam laporan akhir. Misalnya, Bab 1 (Pendahuluan), Bab 2 (Landasan Teori

3 Agar tes menghasilkan data yang terpercaya,

maka setiap peserta tes duduk sendirian dan

berjarak minimal dua meter dari peserta tes yang

lain. Sebab, jika perserta tes saling menyontek

maka hasil tes tidak layak dijadikan sebagai data

penelitian.

4 Soal tes intelegensi sudah terstandar dan biasa-

nya bentuknya sama dari tahun ke tahun. Oleh

karena itu, tes semacam itu tidak valid karena

sudah sering dipakai sehingga bocor di masya-

rakat.

5 Penelitian yang bertujuan menguji hipotesis pasti

akan menggunakan metode analisis statistik

untuk mengolah data.

No.

Pernyataan

S TS R

242

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

atau Studi Pustaka) dan Bab 3 (Metodologi Penelitian) diambil secara keseluruhan

dari desain penelitian. Ketiga bab tersebut memuat rumusan masalah, tujuan,

variabel, asumsi, hipotesis, dan metodologi. Anda dapat melihat itu pada contoh

desain penelitian (pengayaan Bab 5) dan contoh laporan hasil penelitian

(pengayaan Bab 6) buku ini.

Seorang peneliti yang baik akan mulai mengumpulkan semua catatan yang

berhubungan dengan penelitiannya sejak awal. Pada saat mengadakan studi

pendahuluan dan studi pustaka, berbagai kutipan dari literatur yang berhubungan

dengan penelitian, harus didokumentasikan dengan baik dan rapi. Apabila tidak,

maka catatan yang berserakan akan menyulitkan pekerjaan kita dalam

penyusunan laporan akhir. Untuk itu, disarankan menggunakan kartu-kartu

kutipan. Caranya, siapkankan kartu-kartu berukuran 10 x 20 cm secukupnya.

Setiap kali Anda memperoleh konsep teori, atau data pendukung yang diperoleh

dari membaca referensi, tulislah di dalam sebuah atau beberapa kartu secara

berseri. Jangan lupa menyertakan sumber pengambilannya, antara lain

pengarang, tahun terbit, judul buku, kota tempat terbit, penerbit, dan halaman

sumber pengambilannya. Pada saat Anda menyusun laporan, kartu-kartu itu

sangat bermanfaat dan memudahkan Anda dalam menusun sebuah laporan.

Kartu-kartu yang berisi informasi maupun data penelitian dikelompok-

kelompokkan menurut jenisnya. Misalnya, kutipan mengenai konsep dan teori

menjadi satu kelompok yang diberi nama kajian pustaka, catatan jawaban

responden dalam wawancara dimasukkan ke dalam kelompok kumpulan data,

dan seterusnya. Banyaknya map disesuaikan dengan kebutuhan, paling tidak

sesuai dengan banyaknya bab dalam laporan penelitian. Selanjutnya, semua

kelompok kartu tersebut disatukan dalam map-map yang diberi label sesuai

kelompoknya. Tentu saja cara ini bukan satu-satunya cara yang dapat dipakai.

Anda masih dapat mengembangkan cara tersendiri yang menurut Anda lebih

sesuai.

Semua data dan keterangan yang diperoleh selama masa penelitian pun

harus didokumentasikan sejak awal. Apabila Anda mengumpulkan data dengan

angket, maka semua angket yang dikembalikan oleh responden harus disimpan

secara rapi. Apabila Anda mengadakan wawancara dengan narasumber, semua

catatan hasil wawancara harus ditata dengan baik. Begitu juga apabila Anda

mengadakan pengamatan, semua catatan, foto, rekaman suara, atau rekaman

video harus didokumentasikan dan disimpan dengan baik.

2. Sistematika Laporan

Proses penulisan laporan penelitian pada dasarnya merupakan proses

kreatif. Seseorang yang berkreasi selalu didasari oleh persiapan, dalam hal

pembuatan karya tulis didesain dalam bentuk kerangka karangan. Kerangka

karangan adalah daftar semua topik yang diurutkan berdasarkan pola tertentu.

Kerangka karangan untuk laporan hasil penelitian dapat diartikan sebagai

243

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

sitematika penulisan. Apabila Anda membaca berbagai literatur atau pedoman

penulisan laporan penelitian, Anda akan menemukan keragaman model

sistematika. Walaupun demikian, pada dasarnya adalah sama. Unsur-unsur

pokok laporan penelitian mencakup judul, prakata atau kata pengantar, daftar

isi, penghargaan atas bantuan berbagai pihak, pendahuluan, tubuh laporan,

pengutipan, referensi, catatan kaki, tabel, grafik, bagan, peta dan gambar,

bibliografi, lampiran, dan indeks (Koentjaraningrat, 1994). Perbedaan-perbedaan

kecil (variasi) yang ada hanya berupa penekanan pada hal-hal tertentu.

Unsur-unsur tersebut disusun menjadi kerangka atau sistematika laporan,

walaupun urutannya kadang-kadang bervariasi. Salah satu sistematika penulisan

laporan hasil penelitian yang dapat Anda jadikan pedoman dalam pembuatan

laporan adalah sebagai berikut.

a. Halaman Judul

b. Kata Pengantar

c. Daftar Isi

d. Daftar Tabel

e. Daftar Gambar dan Diagram

Bab 1. Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Sistematika Pembahasan

Bab 2. Kajian Pustaka

A. Landasan Teori

B. Kerangka Berpikir Peneliti

C. Hipotesis

Bab 3. Metodologi

A. Pemilihan Subjek Penelitian (Populasi, Sampel, dan Teknik

Sampling)

B. Pendekatan Penelitian

C. Pengumpulan Data

Bab 4. Pelaksanaan Penelitian

A. Analisis Data

B. Hasil Analisis

Bab 5. Hasil Penelitian dan Pembahasan (Penutup)

A. Kesimpulan

B. Saran

Daftar Pustaka

Indeks.

244

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Berikut ini akan kita bahas satu per satu bagian-bagian tersebut.

a. Halaman Judul

Halaman judul ada dua macam, pertama pada sampul (

cover

) laporan dan

kedua pada lembar pertama dalam laporan tersebut. Pada halaman ini tertulis

judul laporan secara simetris di tengah bagian atas halaman. Judul ditulis dengan

huruf kapital tanpa garis bawah. Kalimat judul harus singkat, padat, kom-

prehensif, jelas, dan dapat dipahami dalam sekilas pandang. Beberapa spasi di

bawah judul ditulis penjelasan singkat mengenai tujuan penulisan atau penelitian,

dengan tulisan biasa (bukan huruf kapital). Di bagian tengah bawah halaman

judul ditulis nama peneliti dan tahun pembuatannya. Ruang kosong di antara

penjelasan tujuan penelitian dengan nama peneliti, diberi hiasan berupa tiga

garis tebal-tegak, atau hiasan lain yang bersifat netral atau ilmiah. Halaman

judul (bukan

cover

) diberi nomor halaman i (bilangan romawi kecil).

b. Kata Pengantar

Kata pengantar merupakan penjelasan singkat (kira-kira satu halaman) oleh

peneliti mengenai latar belakang diadakannya penelitian, hambatan-hambatan

yang dihadapi, dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berperan

dalam membantu peneliti. Di bagian kanan bawah kata pengantar, ditulis tempat

dan tanggal penulisan, dan nama peneliti. Halaman ini diberi nomor halaman

ii ( bilangan romawi kecil).

c. Daftar Isi

Daftar isi memuat pokok-pokok isi laporan, mulai dari halaman judul hingga

indeks. Pada daftar setiap bab, kecuali mencantumkan judul bab, juga disertai

sub-sub judul bab. Semua yang tertulis di daftar isi disertai dengan nomor halaman

tempat pokok-pokok itu berada. Daftar isi diberi nomor halaman iii ( bilangan

romawi kecil).

d. Daftar Tabel

Daftar tabel berisi semua judul tabel yang terdapat dalam laporan ilmiah.

Setiap judul ditulis urut sesuai urutan halaman pemuatannya. Nomor halaman

pemuatannya pun dicantumkan. Halaman ini diberi nomor iv ( bilangan romawi

kecil).

e. Daftar Gambar dan Diagram

Sama seperti tabel, semua gambar dan diagram yang dimuat dalam laporan

harus dibuatkan daftar khusus. Daftar itu memuat judul gambar dan diagram

berserta halaman pemuatannya. Daftar tabel diberi nomor halaman v ( bilangan

romawi kecil).

245

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

f. Tubuh Laporan

Tubuh laporan merupakan isi sebuah laporan. Peneliti melaporkan (secara

tertulis dan sistematis) semua proses penelitiannya dari awal hingga akhir, dari

penyusunan desain hingga pengambilan kesimpulan. Pada bagian ini mencakup

pembicaraan yang luas, maka harus dibagi-bagi menjadi beberapa bab dan

setiap bab mencerminkan langkah-langkah dalam penelitian. Sebagian langkah

ada yang digabung dalam satu bab tertentu (misalnya metodologi) yang

mencakup beberapa langkah penelitian sekaligus. Agar lebih jelas Anda dapat

melihat kembali sistematika di atas dan penjelasannya berikut ini.

1) Bab 1 Pendahuluan

Pendahuluan paling tidak berisi tiga sub bab, yaitu latar belakang penelitian,

rumusan masalah, dan tujuan penulisan. Secara lebih detil, bab 1 dilengkapi

dengan uraian mengenai alasan pemilihan judul, manfaat penelitian, dan

sistematika pembahasan atau penyajian laporan. Latar belakang penelitian

(rasionalitas) menguraikan pentingnya pelaksanaan penelitian terhadap

masalah yang diteliti. Berdasarkan latar belakang tersebut kemudian peneliti

menguraikan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Semua isi uraian

dalam pendahuluan ini pada dasarnya sama persis dengan deskripsi dalam

desain penelitian, dan kelima sub bab tersebut mencerminkan langkah-

langkah tertentu dari sepuluh langkah penelitian yang telah Anda pelajari.

2) Bab 2 Kajian Pustaka

Pada bagian ini peneliti melaporkan hasil kajian pustaka yang menjadi

landasan pelaksanaan penelitiannya. Seperti yang telah Anda ketahui,

bahwa suatu masalah selalu berkaitan dengan masalah-masalah lain. Oleh

karena itu, semua tulisan (buku, laporan, penemuan, dll) yang membicarakan

semua masalah yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti

harus dikaji. Di situlah peneliti secara jujur menjelaskan bahwa penelitiannya

merupakan bagian dari rangkaian pengetahuan (teori) yang telah dirintis

oleh para pendahulu. Dari teori-teori yang disampaikan oleh pendahulu

tersebut peneliti memperoleh landasan untuk mengadakan penelitian lebih

lanjut. Oleh karena itu, bagian ini sebenarnya merupakan jembatan peng-

hubung antara penemuan para pendahulu dengan apa yang dia lakukan.

Secara teknis, bagian ini memuat teori-teori yang pernah dirumuskan para

pendahulu, dan berdasarkan teori-teori itu kemudian peneliti merumuskan

hipotesis yang akan menjadi arah dan tujuan penelitiannya.

3) Bab 3 Metodologi

Bagian ini berisi sama dengan deskripsi pada desain dan pelaksanaan pene-

litian yang merangkum tiga langkah penelitian sekaligus, yaitu pemilihan

sumber data, pemilihan pendekatan, dan pengumpulan data. Peneliti

menjelaskan tipe penelitian yang dilaksanakan, metode dan instrumen yang

digunakan untuk memperoleh data. Apakah penelitiannya menggunakan

pendekatan populasi atau sampel. Kalau meneliti sampel tertentu,

bagaimana cara sampel itu dipilih.

246

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

4) Bab 4 Pelaksanaan Penelitian

Pada bagian ini peneliti menguraikan pelaksanaan penelitian dari proses

penyusunan instrumen dan validasinya hingga proses pengolahan (analisis)

data dan penyajian hasilnya. Bagian inilah yang isinya terbanyak sehingga

membutuhkan ruang tulis cukup panjang. Pada setiap laporan penelitian,

pada bagian ini selalu lebih tebal halamannya dibandingkan bab-bab lainnya.

Di sini semua data hasil analisis disusun dalam format tabel, dikategorisasi-

kan, untuk kemudian diolah secara statistik atau dicari presentasenya.

5) Bab 5 Penutup

Pada bab ini penulis menguraikan kesimpulan hasil penelitian berdasakan

hasil analisis yang telah dilakukan. Banyaknya kesimpulan sesuai dengan

banyaknya permasalahan dan indikator. Setelah itu, dengan berdasarkan

kepada kesimpulan yang diperoleh, peneliti memberikan saran-saran kepada

pihak-pihak yang berkepentingan atau berhubungan dengan hasil penelitian

tersebut.

e. Daftar Pustaka (Bibliografi)

Laporan penelitian termasuk dalam karya tulis ilmiah. Salah satu syarat

keilmiahan suatu karya adalah kejujuran dan objektivitas. Kejujuran itu tercermin

dalam pengakuan terhadap pemanfaatan hasil pikiran orang lain. Lebih-lebih

pada bagain kajian pustaka dan landasan teori. Setiap kali peneliti mengambil

hasil pemikiran orang lain harus mencantumkan sumbernya. Apabila peneliti

mengutip secara langsung maupun tidak langsung pernyataan ahli tertentu,

maka sumber kutipan itu harus disertakan dalam laporan penelitiannya. Penulisan

sumber dapat secara langsung di belakang kutipan tersebut atau sebelumnya.

Di samping itu, di bagian akhir laporan terdapat halaman khusus yang memuat

daftar pustaka. Di bagian inilah semua dokumen kepustakaan (buku, majalah,

koran, laporan, situs internet, dan lain-lain) harus dicantumkan. Setiap sumber

kajian ditulis nama pengarang, tahun terbit, judul buku, kota tempat terbit, dan

nama peberbitnya. Setelah itu diurutkan secara alfabetis.

f. Indeks

Indeks artinya daftar. Maksudnya, semua istilah dan konsep penting yang

digunakan dalam laporan harus ditulis dalam sebuah daftar tersendiri Konsep

atau istilah itu diurutkan secara alfabetis dan di belakang setiap istilah

dicantumkan nomor-nomor halaman tempat munculnya istilah-istilah tersebut.

3. Bahasa dan Cara Pengetikan

Laporan penelitian adalah karya ilmiah. Setiap karya ilmiah harus

menggunakan ragam bahasa baku atau resmi. Bahasa baku adalah ragam bahasa

yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku saat ini. Kaidah itu

mengatur tata bahasa yang aturannya dituangkan dalam buku

Tata Bahasa

247

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Baku Bahasa Indonesia

. Tidak semua kata yang kita pakai sehari-hari merupakan

kata-kata baku. Untuk mengetahui apakah suatu kata tergolong baku atau tidak

Anda perlu memeriksanya di Kamus Umum Bahasa Indonesia. Selain itu, tidak

semua istilah yang diserap dari bahasa asing merupakan istilah baku. Bahasa

Indonesia memiliki aturan resmi yang menjadi pedoman dalam penulisan istilah

serapan dari bahasa asing maupun bahasa daerah. Pedoman itu adalah pedoman

pembentukan istilah. Di perpustakaan sekolah Anda pasti memiliki ketiganya

(biasanya di bagian koleksi referensi). Bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah

tersebut pada umumya juga digunakan dalam semua kegiatan resmi

pemerintahan, oleh karena itu disebut juga bahasa resmi.

Bahasa yang digunakan dalam laporan penelitian harus efektif dan efisien,

artinya, menggunakan kata-kata yang seringkas mungkin tetapi mampu

menyampaikan maksud sesuai dengan yang dipikirkan oleh penulisnya. Setiap

kalimat dan paragraf harus efektif, tidak berbelit-belit, dan lugas. Apabila harus

menggunakan kata atau istilah asing yang belum diserap ke dalam bahasa

Indonesia, maka harus ditulis miring (kursif).

Setiap paragraf mengandung hanya satu pokok pikiran. Kalimat-kalimat

lain dalam paragraf harus mengarah kepada pikiran utama, sehingga paragraf

bersifat padu (kohesif) dan merupakan satu kesatuan buah pikiran (koheren).

Jumlah kalimat dalam sebuah paragraf jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu

panjang. Idealnya antara lima sampai 10 kalimat. Penulisan setiap paragraf

ditandai dengan baris awal menjorok ke dalam kira-kira lima karakter.

Laporan ilmiah diketik pada lembaran kertas berukuran kuarto (A4) 210 x

297 mm. Batas tepi pengetikan atas dan kiri 4 cm, kanan dan bawah 3 cm.

Jarak setiap baris dibuat dengan spasi ganda. Penulisan halaman diurut mulai

halaman 1 sampai terakhir di mulai dari bab 1 hingga halaman terakhir. Khusus

untuk penulisan halaman pada lembar bab ditulis di bagian bawah-tengah.

Halaman yang lain di bagian atas-kanan. Halaman judul, kata pengantar, daftar

isi, daftar tabel dan gambar menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, iv), dan

diletakkan di bagian bawah-tengah.

Setiap judul bab ditulis dengan huruf kapital secara simetris di tengah-tengah

halaman dengan diberi nomor angka Romawi. Setiap subbab ditulis di sisi kiri

halaman dengan diberi nomor berupa abjad huruf besar. Apabila subbab memiliki

anak judul lagi, maka diberi nomor dengan angka, begitu seterusnya. Dan teknik

penulisan dan penomoran judul harus konsisten sehingga tidak membingungkan

pembaca.

Berikut ini adalah contoh penomoran tiap-tiap pembahasan dalam penulisan

laporan yang sering digunakan dalam penelitian ilmiah.

248

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1. Sub point A

a. Sub Poin 1

1) Sub poin a

a) Sub poin 1)

Demikianlah penjelasan singkat mengenai tata cara penulisan laporan

penelitian. Untuk mendalami lebih lanjut teknik ini, terutama pada aspek bahasa,

tata tulis, dan format laporan, Anda dapat mempelajarinya di buku-buku yang

membahas karya tulis (dalam pelajaran Bahasa Indonesia). Prinsipnya, sebuah

laporan penelitian harus lengkap, ringkas, lugas, efektif, sistematis, dan mudah

dimengerti pembacanya.

Pilih dan kerjakan salah satu tugas dibawah ini, kemudian serahkan kepada

guru untuk dinilai!

1. Carilah laporan hasil penelitian di perpustakaan terdekat atau sekolah

Anda! Pelajarilah dan tulislah sistematika laporan penelitian itu.

Bandingkan dengan model (sistematika) laporan yang telah Anda

pelajari dan berikan komentar!

2. Lakukan penelitian sederhana sesuai dengan desain yang telah Anda

buat pada tugas Bab 5 buku ini! Setelah data Anda olah sesuai dengan

langkah-langkah analisis data, tulislah laporan hasil penelitian! Kerjakan

tugas ini secara berkelompok, sehingga Anda dapat berdiskusi untuk

menyempurnakanya!

Kerjakan di buku tugas Anda!

Jawablah dengan tepat!

1. Bagaimana cara menulis daftar pustaka?

2. Tulislah sebuah sistematika laporan penelitian!

3. Apakah yang ditulis di dalam daftar pustaka

4. Bagaimana tata cara pengetikan laporan?

5. Bagaimana bahasa yang digunakan dalam laporan penelitian?

Aktivitas Siswa

Pelatihan

249

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Rangkuman

Tes Skala Sikap

1. Penulisan laporan merupakan langkah terakhir

dalam penelitian namun tidak harus dilakukan

di akhir kegiatan.

2 Sebagian dari uraian di dalam laporan peneltian

merupakan pengulangan (penulisan kembali)

uraian pada desain penelitian.

3 Bahasa laporan harus efektif (mudah dipahami).

Oleh karena itu, digunakan bahasa sehari-hari.

4 Hasil penelitian harus dilaporkan secara tertulis

agar orang mengetahuinya

5 Selain daftar isi, laporan penelitian harus

dilengkapi dengan daftar tabel dan gambar.

No.

Pernyataan

S TS R

Kerjakan di buku tugas Anda!

Ungkapkan tanggapan Anda terhadap pernyataan atau kasus di bawah ini,

dengan cara memberi tanda cek (

—

) pada kolom S (Setuju), TS (Tidak

Setuju), atau R (Ragu-ragu)!

1. Dalam pelaksanaan penelitian, kita harus memperhatikan langkah-

langkah berikut:

a. menentukan dan menyusun instrumen,

b. mengumpulkan data, dan

c. menganalisis data.

2. Ada enam faktor dalam pembentukan instrumen penelitian, yaitu:

a. tujuan penelitian,

b. sampel penelitian,

c. lokasi,

250

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

d. pelaksana,

e. biaya dan waktu, serta

f. data.

3. Lima instrumen utama yang dapat dipilih dalam suatu penelitian adalah

a. tes,

b. angket,

c. pedoman wawancara,

d. daftar penelitian (

check list

), dan

e. skala bertingkat.

4. Tes adalah sejenis alat ukur kemampuan, keterampilan, intelegensi,

bakat, dan sikap seseorang atau sekelompok orang. Ada tujuh jenis

tes yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, yaitu

a. tes kepribadian (

personality test

),

b. tes bakat (

aptitute test

),

c. tes intelegensi (

intelligent test

),

d. tes sikap (

attitude test

),

e. tes proyeksi (

projective test

),

f. tes minat

(measurement of interest

), dan

g. tes prestasi (

achievement

test

).

5. Angket merupakan instrument pengumpulan data yang berupa per-

tanyaan-pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada responden.

6. Wawancara adalah suatu metode pengumpulan data yang berupa per-

cakapan langsung. Ada tiga teknik utama dalam berwawancara, yaitu:

a. wawancara berencana (

standardized interview

),

b. wawancara tak berencana (

unstandardized interview

), dan

c. wawancara sambil lalu (

casula interview

)

7. Skala bertingkat digunakan untuk memperoleh data dalam penggunaan

metode angket dan metode dokumentasi. Skala bertingkat berupa

penilaian subjektif yang diberikan seseorang mengenai suatu objek.

Penilaian itu diekspresikan dalam berbagai pernyataan yang dibuat

bertingkat-tingkat.

8. Proses pengumpulan data merupakan kegiatan lapangan. Dalam proses

ini peneliti dapat menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu

dengan menggunakan tes dan wawancara.

9. Ada tiga tahap dalam pengolahan data, yaitu

a. persiapan,

b. tabulasi, dan

c. penghitungan (kalkulasi).

251

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

10. Dalam tahap persiapan, hal yang pertama kali yaitu memeriksa semua

dokumen dan catatan yang berisi data yang telah terkumpul. Peme-

riksaan meliputi kegiatan:

a. penyuntingan (

editing

),

b. pemberian kode (

coding

), dan

c. kategorisasi.

11. Tabulasi artinya menyusun data dalam bentuk tabel.

12. Ada dua rumus statistik yang berfungsi untuk mencari koefisiensi

asosiasi, yaitu Yule’s Q dan Spearman’s Rho. Rumus Yule’s Q digunakan

apabila variabel yang dianalisis hubungannya bersifat kualitatif dan

diskriptif, sedangkan rumus Spearman’s Rho digunakan untuk menguji

tingkat hubungan dua variabel yang bersifat kuantitatif dan kontinu.

13. Kesimpulan adalah suatu rumusan yang merupakan jawaban terhadap

permasalahan yang kita teliti. Kesimpulan harus sejalan dengan cara

yang ditempuh dalam analisis data tersebut. Jadi, dalam menarik

kesimpulan ada dua cara, yaitu nonstatistik dan statistik.

14. Unsur-unsur pokok laporan penelitian mencakup judul, prakata atau

kata pengantar, daftar isi, penghargaan atas bantuan berbagai pihak,

pendahuluan, tubuh laporan, pengutipan, referensi, catatan kaki, tabel,

grafik, bagan, peta dan gambar, bibliografi, lampiran, dan indeks.

15. Dalam menulis suatu laporan penelitian, kita harus memperhatikan

beberapa langkah berikut:

a. waktu penulisan,

b. sistematika laporan, serta

c. bahasa dan cara pengetikan

252

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Pengayaan

LAPORAN HASIL PENELITIAN

TANGGAPAN PESERTA DIDIK SMA SE-KABUPATEN JOYOBAYAN

TAHUN PELAJARAN 2002/2003

TERHADAP PORNOGRA:I DAN PORNOAKSI

BAB I

PENDAHULUAN

A. Alasan Mengadakan Penelitian

Akhir-akhir ini pornoaksi dan pornografi menjadi masalah yang

dibicarakan banyak orang. Hal itu karena pornografi dan pornoaksi semakin

sering ditampilkan di berbagai kesempatan, mulai dari panggung-panggung

hiburan di masyarakat, siaran-siaran TV, iklan-iklan, dan bahkan VCD.

Sebagian orang berpendapat bahwa pornografi dan pornoaksi dapat

merusak akhlak generasi muda, khususnya peserta didik SMA di Kabupaten

Joyobayan. Salah satu bentuk ketidaksetujuan sebagian warga masyarakat

terhadap pornografi dan pornoaksi tercermin dari tulisan salah satu koran

yang menyatakan bahwa ‘goyang ngebor’ mengundang pro dan kontra di

berbagai kalangan masyarakat dan memicu aksi kelompok masyarakat

melawan pornoaksi dan pornografi. Sasaran demo di antaranya adalah

dua stasiun televisi swasta yang mengeksploitasi penyanyi yang sekarang

sedang meroket namanya itu. (Suara Merdeka, 19 Mei, 2003)

Para peserta didik di SMA di Kabupaten Joyobayan, seperti para peserta

didik pada umumnya, mereka di sekolah senantiasa diajari hal-hal yang

baik. Hal-hal yang baik itu misalnya berpakaian sopan, berbicara sopan,

bertingkah laku sopan, dan supaya menerapkan ajaran-ajaran agama dalam

kehidupan sehari-hari. Pada umumnya ajaran agama apa saja sangat

menentang porno-grafi dan pornoaksi. Keduanya dianggap sebagai bentuk

perbuatan yang tidak bermoral.

Mengingat hal tersebut di atas, peneliti menilai adanya pertentangan

antara apa yang terjadi di masyarakat, khususnya masalah pornografi dan

pornoaksi, dengan apa yang terjadi di sekolah. Hal inilah yang melatar-

belakangi peneliti untuk mengetahui lebih mendalam mengenai tanggapan

peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan terhadap kedua hal tersebut

(pornografi dan pornoaksi).

253

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

B. Rumusan Masalah

Pornoaksi dan pornografi mencakup ruang lingkup yang amat luas.

Akan tetapi, penelitian ini hanya menyangkut kejadian-kejadian yang

mengandung pornografi dan pornoaksi. Kejadian-kejadian tersebut antara

lain dalam bentuk panggung pertunjukan, arena rekreasi, informasi media

massa, berbagai bacaan, maupun iklan dan poster, internet, dan film yang

dimainkan dengan

VCD

Player. Tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten

Joyobayan terhadap hal-hal seperti itulah yang akan diteliti.

Oleh karena itu, secara umum peneltian ini didasarkan kepada rumusan

masalah sebagai berikut:

Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap pornografi dan pornoaksi?

Penjabaran lebih spesifik rumusan masalah tersebut adalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap panggung pertunjukan yang

menampilkan pornografi dan pornoaksi?

2. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap arena rekreasi yang

menampilkan pornografi dan pornoaksi?

3. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap isi media massa yang menam-

pilkan pornografi dan pornoaksi?

4. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap bacaan-bacaan yang mengan-

dung pornografi dan pornoaksi?

5. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap iklan dan poster yang menam-

pilkan pornografi dan pornoaksi?

6. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap situs internet yang menampilkan

pornografi dan pornoaksi?

7. Bagaimana tanggapan peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

tahun pelajaran 2002/2003 terhadap film yang diputar melalui

VCD

Player

yang menampilkan pornografi dan pornoaksi?

254

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

C. Manfaat Hasil Penelitian

Dengan dilakukan hasil penelitian ini peneliti berharap:

1. Peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sikap

peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan pada tahun pelajaran

2002/2003 terhadap pornografi dan pornoaksi.

2. Peneliti dapat memberikan masukan kepada pihak-pihak yang berke-

pentingan dengan masalah.

3. Pendidikan generasi muda, khususnya dalam hal menghadapi masalah

pornografi dan pornoaksi.

4. Peneliti juga ingin ikut memberikan sumbangan, walaupun kecil, kepada

dunia ilmu pengetahuan. Mudah-mudahan hasil penelitian ini nantinya

turut memperkaya pengetahuan yang bermanfaat.

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui sikap dan tanggapan para peserta didik SMA di Kabupaten

Joyobayan pada tahun pelajaran 2002/2003 mengenai masalah porno-

aksi dan pornografi.

2. Mendapatkan data dan informasi yang pasti mengenai masalah porno-

grafi dan pornoaksi secara langsung dari kalangan peserta didik SMA

di Kabupaten Joyobayan pada tahun pelajaran 2002/2003, sehingga

nantinya dapat memberikan saran langkah-langkah yang baik yang

dapat diambil oleh pihak yang berkepentingan guna menangani dan

mengantisipasi dampak negatif pornoaksi dan pornografi di kalangan

peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan.

E. Asumsi

Penelitian ini didasarkan kepada asumsi sebagai berikut :

1. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 rata-rata pernah menonton panggung pertunjukan sebagai media

yang sering menampilkan pornografi dan pornoaksi.

2. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 rata-rata pernah mengunjungi arena rekreasi, sebagai tempat

yang sering menampilkan pornografi dan pornoaksi.

3. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 rata-rata pernah membaca dan menyimak media massa, sebagai

media yang sering memuat pornografi dan pornoaksi.

4. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 rata-rata pernah membaca komik dan buku-buku cerita, sebagai

media yang sering memuat pornografi dan pornoaksi.

255

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

5. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 rata-rata pernah melihat iklan dan poster, sebagai media yang

sering menampilkan pornografi dan pornoaksi.

6. Sebagian dari peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun

pelajaran 2002/2003 pernah mengakses internet, sebagai media yang

sering memuat pornografi dan pornoaksi.

7. Sebagian dari peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun

pelajaran 2002/2003 pernah menonton film melalui

VCD

player,

sebagai media tersebarnya pornografi dan pornoaksi.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Pornografi

Dalam kehidupan sehari–hari sering didengar istilah pornografi, baik

di media cetak maupun elektronik. Walapun istilah tersebut sudah cukup

dikenal, peneliti perlu untuk menyajikan definisi yang jelas untuk kedua

istilah itu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka tahun

2001 halaman 889, kata ‘porno’ berarti cabul. Pada halaman 371 kamus

tersebut kata ‘grafis’ diartikan:

1. bersifat graf, bersifat huruf, dilambangkan dengan huruf;

2. bersifat matematika, statisika, dan sebagainya dalam wujud titik-titik,

garis-garis, atau bidang-bidang yang secara fiskal dapat menjelaskan

hubungan yang ingin disajikan secara terbaik tetapi penyajian hasil

perhitungan bersifat grafik.

Dari kedua pangertian diatas dapat disimpulkan bahwa pornografi

adalah:

1. penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan

untuk membangkitkan nafsu birahi;

2. bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk

membangkitkan nafsu birahi.

B. Pengertian Pornoaksi

Istilah pornoaksi merupakan istilah yang relatif baru dikenal masyarakat.

Istilah tersebut akhir-akhir ini muncul di media massa sehubungan maraknya

gaya menari seorang penyanyi dangdut yang mengundang pro dan kontra.

Setelah peneliti mencari dalam berbagai literatur, ternyata belum ada definisi

yang khusus untuk istilah tersebut.

256

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Akan tetapi, dengan melihat asal kata yang menyusun istilah tersebut,

peneliti dapat menguraikan pengertiannya berdasarkan akar kata yang

menyusun istilah tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, peneliti

dapat menguraikannya sebagai berikut:

1. porno : cabul ( Balai Pustaka, 2001 hal. 889).

2. aksi : tindakan, gerakan, sikap (gerak-gerak, tingkah laku), elok

sekali (Balai Pustaka, 2001 hal. 22).

Dari uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pengertian

pornoaksi adalah suatu sikap atau tindakan yang memperlihatkan sebagian

dari tubuh yang erotis (merangsang). Tindakan tersebut mencakup gaya,

tarian, gerakan tubuh, dan tingkah laku seseorang lainnya.

C. Jenis-jenis Pornografi Dan Pornoaksi

Berdasarkan pengertian pornografi dan pornoaksi tersebut di atas

peneliti dapat menguraikan jenis-jenis pornografi dan pornoaksi seperti di

bawah ini.

1. Pornografi yang Berupa Tulisan

Pornografi yang berupa tulisan yaitu mencakup tulisan dalam cerpen,

novel, dan puisi.

2. Pornografi Berupa Gambar

Pornografi berbentuk gambar sering kita lihat, misalnya, foto–foto

porno, VCD (

Video Compact Disc

) yang berisi gambar–gambar atau film-

film porno.

Sementara itu, berdasarkan pengertian pornoaksi di atas, peneliti

menyebutkan jenis–jenis pornoaksi sebagai berikut:

1. :oto Model

:oto model adalah orang yang sengaja difoto dengan gaya (

pose

) dan

busana yang dapat menarik perhatian penonton atau pembaca. Agar foto

yang dihasilkan menarik, umumnya foto model bergaya dan berbusana

yang mengarah kepada pornografi dan pornoaksi.

2. Aksi dalam :ilm

:ilm-film yang beredar di masyarakat, baik lewat layar lebar di gedung-

gedung biokop maupun lewat televisi dan

VCD

, sering disisipi adegan-

adegan porno. Bahkan, ada film-film tertentu yang justru mengkhususkan

ceritanya mengenai adegan seks.

3. Aksi Penyanyi Panggung

Penyanyi panggung yang sedang digemari di masyarakat, contohnya

adalah goyang

ngebor

.

257

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan metode

deskriptif. Metode diskriptif adalah suatu metode dalam penelitian yang

bertujuan untuk mendiskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang terjadi

pada situasi sekarang. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan

maksud untuk menemukan informasi berkaitan dengan sikap atau tanggapan

peserta didik SMA se-Kabupaten Joyobayan terhadap pornografi dan

pornoaksi. Informasi yang peneliti temukan akan diuraikan (dideskripsikan)

sebagai-mana adanya, menurut data yang ditemukan.

B. Sumber Data

Sesuai dengan judul, sumber data penelitian ini adalah peserta didik

SMA se-Kabupaten Joyobayan pada tahun pelajaran 2002/2003.

Keseluruhan peserta didik yang dimaksud dapat dilihat dalam tabel di bawah

ini yang merupakan populasi penelitian.

Tabel Jumlah Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan

Tahun 2003

Sumber data: MKKS-SMA Kab. Joyobayan

1. SMA N 1 Joyobayan

746 orang

2. SMA N 2 Joyobayan

928 orang

3. SMA N 3 Joyobayan

792 orang

4. SMA N 1 Baker

360 orang

5. SMA N 1 Cempaka

583 orang

6. SMA N 1 Mentari

523 orang

7. SMA N 1 Bunga

508 orang

8. SMA N Tirta

561 orang

9. SMA N 1 Mawar

458 orang

10. SMA Berbudi

400 orang

11. SMA Tulip

309 orang

12. SMA Madya

71 orang

13. SMA Luwes

314 orang

14. SMA Suka Maju

24 orang

15. SMA Artha

34 orang

Jumlah

6.

611 orang

No.

Sekolah

Jumlah Siswa

258

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Sesuai data yang diperoleh dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah

(MKKS) SMA Kabupaten Joyobayan seperti dalam tabel di atas, populasi

penelitian ini adalah semua peserta didik SMA negeri maupun swasta di

Kabupaten Joyobayan pada tahun pelajaran 2002/2003 yang berjumlah

6.611 orang. Peneliti tidak mengambil secara keseluruhan, melainkan

menentukan sejumlah peserta didik sebagai sampel. Agar sampel

mencerminkan keragaman populasi, maka peneliti berpedoman kepada

pendapat Suharsimi Arikunto (1999) yang menjelaskan bahwa, apabila

subjeknya lebih dari 1000 diambil antara 10 sampai dengan 15 persen

dari seluruh populasi. Oleh karena itu, peneliti menetapkan sampel sebesar

10% dari 6.611 peserta didik, yaitu 661 orang responden.

Sesuai dengan kenyataan di lapangan, peserta didik SMA yang diteliti

tersebar di lima 5 SMA berada dalam kota Joyobayan (3 SMA Negeri dan

2 SMA Swasta), dan 10 lainnya tersebar di luar kota (kota-kota kecamatan),

yang mencakup 6 SMA negeri dan 4 SMA Swasta luar kota Joyobayan.

Oleh karena itu, sampel yang diambil adalah sebagai berikut:

1. SMA Negeri di dalam kota diwakili oleh SMA N 2 Joyobayan dan

SMAN 3 Joyobayan.

2. SMA Swasta dalam kota dan sekaligus di luar kota diwakili oleh SMA

Berbudi.

3. SMA Negeri di luar kota diwakili oleh SMAN 1 Baker (sebelah barat),

SMA N 1 Cempaka (sebelah timur), dan SMA N Mentari (sebelah

selatan).

Dengan demikian, dapat dikatakan secara singkat, bahwa sampel

penelitian ini berjumlah 661 orang dan tersebar di 5 SMA negeri dan

swasta se-Kabupaten Joyobayan. Sampel diambil dengan teknik berdasarkan

wilayah (

area probability sample

), proporsional (

proporsional sampel

), dan

penentuannya secara acak (

random sample

).

C. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data tidak lain merupakan suatu proses pengadaan data

untuk keperluan penelitian. Dalam penelitian ini digunakan angket untuk

mengumpulkan data. Bentuknya berupa daftar pertanyaan yang disertai

tiga pilihan jawaban, yaitu setuju, tidak setuju, dan tidak tahu. Responden

diberi kesempatan untuk mengisi pertanyaan-pertanyaan tanpa pengaruh

dan tekanan apa pun, atau sesuai isi hari mereka.

Angket tersebut peneliti berikan secara langsung di lokasi-lokasi (sekolah-

sekolah) yang telah ditentukan. Kelompok peneliti yang terdiri sembilan

orang membagi tugas untuk mendatangi sekolah-sekolah tersebut (lihat

sampel). Di lokasi penelitian, dengan seizin kepala sekolah masing-masing,

259

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

para peneliti masuk kelas untuk memberikan angket. Angket langsung

dikerjakan saat itu juga sementara peneliti menunggu sambil memberikan

penjelasan kalau ada yang perlu ditanyakan responden.

BAB IV

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Pengembangan Instrumen

Seperti yang peneliti sampaikan di atas, bahwa penelitian ini meng-

gunakan teknik angket (kuesioner). Untuk itu, peneliti telah membuat se-

jumlah pertanyaan untuk angket tersebut. Angket tersebut terdiri dari lima

pertanyaan, dan setiap pertanyaan disertai tiga pilihan jawaban. Pilihan

jawaban yang peneliti berikan meliputi: a. setuju, b. tidak setuju, dan c.

tidak tahu. Daftar pertanyaan (angket) dapat dilihat pada lampiran.

Adapun hal-hal yang ditanyakan dalam angket tersebut bervariasi. Akan

tetapi, inti pertanyaannya seputar kasus, keadaan, gambaran sikap, ekspresi,

tingkah laku yang mengarah kepada bentuk-bentuk pornografi dan

pornoaksi. Terhadap masalah yang ditanyakan itulah, responden diminta

menentuan pilihan jawabannya secara jujur.

B. Analisis Data

Setelah data diperoleh melalui angket, kemudian data diolah (dianalisis)

dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Penghitungan Data dengan Teknik

Tallyng

Data yang masih berupa lembar jawaban dari responden, dihitung satu

per satu. Setiap pilihan jawaban ditandai dengan satu turus (garis tegak

lurus, atau

ajir

) dan dimasukkan ke dalam tabel. Setiap kali menemukan

satu jawaban, lalu dibuat satu turus (

tally

) sesuai kelompoknya.

2. Penghitungan :rekuensi Jawaban Setiap Pilihan Jawaban

Setelah semua pertanyaan diperiksa dan setiap pilihan jawaban ditandai

dengan turus, selanjutnya semua turus dijumlah. Akhirnya akan

ditemukan frekuensi setiap pilihan jawaban.

3. Pengolahan data dengan mencari persentase jawaban

Sampai langkah kedua di atas, peneliti telah mendapatkan data mentah

dari hasil angket. Supaya data mentah tersebut dapat diinterpretasikan,

maka peneliti mengolahnya secara lebih lanjut dengan rumus untuk

menemukan persentasi masing-masing jawaban yang muncul.

260

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

:

x = 100

N

u

Keterangan:

X = Persentase yang dicari

: = :rekuensi jawaban yang muncul dari hasil angket

N = Jumlah seluruh responden

Dengan menggunakan rumus tersebut di atas, hasil pengitungan data

adalah sebagai berikut.

1. Perhitungan Data Jawaban Pertanyaan Nomor 1

Pertanyaan:

Akhir-akhir ini semakin banyak acara hiburan yang berupa nyanyian

di TV. Penyanyi yang ditampilan kebanyakan adalah wanita dengan

tarian (

goyangan

) yang dinilai oleh sebagian warga masyarakat sebagai

‘merusak moral atau kesopanan’. Penampilan para penyanyi di TV,

pada umumnya memakai pakaian yang ‘minim’, dalam arti lebih

menonjolkan atau memperlihatan bagian-bagian tubuh yang seharusnya

ditutupi. Setujukah Anda terhadap hal seperti itu?

2. Perhitungan Data Jawaban Pertanyaan Nomor 2

Pertanyaan:

Di masyarakat sudah banyak beredarVCD yang menampilkan film

dengan adegan-adegan yang tidak atau kurang senonoh (porno).

Bagaimana tanggapan Anda terhadap keadaan tersebut?

No. Tanggapan Responden

:rekuensi

Jawaban

Persentase

1.

2.

3.

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

Jumlah

296

283

82

661

44,78%

42,81%

12,41%

100%

No. Tanggapan Responden

:rekuensi

Jawaban

Persentase

1.

2.

3.

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

Jumlah

124

489

48

661

18,76%

73,98%

7,26%

100%

261

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

3. Perhitungan Data Jawaban Pertanyaan Nomor 3

Pertanyaan:

Sebagian iklan dan poster yang ditempel di tempat-tempat umum,

menampilkan model (bintang iklan) dengan gaya, pakaian dan gaya

(pose) yang merangsang. Setujukah Anda terhadap hal tersebut?

4. Perhitungan Data Jawaban Pertanyaan Nomor 4

Pertanyaan:

Di koran dan majalah sering memuat foto dan gambar-gambar aktor

atau aktris dalam pakaian minim disertai gaya yang merangsang.

Setujukah Anda terhadap hal tersebut?

5. Perhitungan Data Jawaban Pertanyaan Nomor 5

Pertanyaan:

Suatu ketika, Anda malaksanakan studi tour ke Bali. Disana Anda

melihat para turis berjemur di pantai memakai bikini. Setujukah Anda

terhadap hal tersebut?

No. Tanggapan Responden

:rekuensi

Jawaban

Persentase

1.

2.

3.

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

Jumlah

157

467

37

661

23,57%

70,65%

5,60%

100%

No. Tanggapan Responden

:rekuensi

Jawaban

Persentase

1.

2.

3.

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

Jumlah

157

471

33

661

23,57%

71,26%

4,99%

100%

No. Tanggapan Responden

:rekuensi

Jawaban

Persentase

1.

2.

3.

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

Jumlah

249

276

136

661

37,67%

41,76%

20,58%

100%

262

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Kelima pertanyaan tersebut pada dasarnya menanyakan sikap peserta

didik terhadap pornoaksi dan pornografi dalam berbagai bentuk (cara

berpakaian, gaya menari, gambar di media cetak, iklan dan poster, serta

adegan film). Oleh karena itu, jawaban dari kelima pertanyaan tersebut

dapat digabung menjadi satu dan pertanyaannya juga dapat disederhanakan

menjadi, Bagaimana sikap Anda terhadap pornografi dan pornoaksi?

Gabungan pertanyaan tersebut memperoleh jawaban berupa gabungan

jawaban responden seperti dalam tabel berikut ini.

Angka-angka dalam tabel di atas diperolah dengan cara:

1. :rekuensi jawaban 'Setuju' merupakan penjumlahan semua jawaban

'setuju' pada kelima pertanyaan yang diajukan,

2. :rekuensi jawaban 'Tidak setuju' merupakan penjumlahan semua

jawaban 'tidak setuju' pada kelima pertanyaan yang diajukan,

3. :rekuensi jawaban 'Tidak tahu' merupakan penjumlahan semua

jawaban 'tidak tahu' pada kelima pertanyaan yang diajukan,

4. Persentase diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

:

x = 100

N

u

Keterangan:

X = persentase yang dicari

: = penjumlahan frekuensi jawaban yang diperoleh melalui lima

pertanyaan yang diajukan

N = jumlah semua respodem dikalikan lima (pertanyaan), yaitu 3305.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa:

1. Peserta didik SMA se-Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 yang menyetujui adanya pornografi dan pornoaksi dalam berbagai

bentuk sebesar 29,74%. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa 6.611 orang

Jawaban

Setuju

Tidak Setuju

Tidak Tahu

983

1985

336

29,74%

60,06%

10,17%

:rekuensi

Persentase

263

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

peserta didik SMA se-Kabupaten Joyobayan pada tahun pelajaran

2002/2003 yang menyetujui pornografi dan pornoaksi sejumlah 6.611

x 29,72% = 1.980 orang peserta didik;

2. Peserta didik SMA se-Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 yang tidak menyetujui adanya pornografi dan pornoaksi dalam

berbagai bentuk sebesar 60,06%. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa

6.611 orang peserta didik SMA se-Kabupaten Joyobayan pada tahun

pelajaran 2002/2003 yang tidak menyetujui pornografi dan pornoaksi

sejumlah 6.611 x 60,06 % = 3.971 orang peserta didik;

3. Peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan tahun pelajaran 2002/

2003 yang bersikap tidak tahu adanya pornografi dan pornoaksi dalam

berbagai bentuk sebesar 10,17 %. Hal ini dapat disimpulkan, bahwa

6.611 orang peserta didik SMA di Kabupaten Joyobayan pada tahun

pelajaran 2002/2003 yang bersikap tidak mengetahui pornografi dan

pornoaksi sejumlah 6.611 x 10,17 % = 672 orang peserta didik.

Dengan persentase dan hasil perhitungan seperti di atas, peneliti dapat

menyatakan bahwa jumlah peserta didik yang tidak setuju adanya pornografi

dan pornoaksi lebih banyak daripada yang menyetujui kedua hal tersebut.

B. Saran

Sehubungan dengan kesimpulan di atas, bahwa ada sekitar 29,74 %

peserta didik yang bersikap menyetujui pornografi dan pornoaksi. Peneliti

memberikan saran hendaknya hal tersebut menjadi perhatian para orang

tua peserta didik, guru, dan tokoh-tokoh masyarakat.

1. Orang tua hendaknya tidak membiarkan putra-putri mereka terjerumus

pada dunia yang mengabaikan akhlak dan moral.

2. Para guru sebagai wakil orang tua, sebagai pendidik selama berada di

sekolah, hendaknya jangan berhenti menyadarkan para peserta didik,

bahwa sebenarnya pornografi dan pornoaksi sebaiknya dihindari.

3. Semua tokoh masyarakat, khususnya yang menjadi figur perhatian

orang banyak, baik artis, model, pemimpin, dan lain-lain hendaknya

memperhatikan masalah ini. Apabila perilaku para tokoh tersebut

semakin mengobarkan pornoaksi dan pornografi, maka dapat saja

para peserta didik dan generasi muda menjadi tidak memiliki pedoman

hidup yang baik. Mereka akan bingung, bagaimana seharusnya mereka

menjalankan ajaran agamanya, apabila para tokoh panutan di masya-

rakat justru tidak memberikan contoh yang baik.

264

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Tokoh

PRO:. DR. TAU:IK ABDULLAH

PENELITI KELAS DUNIA

Prof Dr Taufik Abdullah lahir di Bukittinggi,

Sumatera Barat, pada tanggal 3 Januari 1936.

Setelah menempuh SD, SMP, dan SMA; Beliau

kemudian merantau ke Yogyakarta untuk melanjut-

kan pendidikan tingkat sarjana di Jurusan Sejarah

:akultas Sastra & Kebudayaan UGM Yogyakarta

(lulus 1961). Setelah itu, Beliau berkesempatan

belajar ke Amerika Serikat, yaitu di

East-West

Center

, Universitas Hawaii, (1964); dan memperoleh gelar Magister dan

Doktor dari Universitas Cornell, (1967 dan 1970). Desertasi Doktornya

berdasarkan laporan penelitian di Sumatra dengan judul

School and Politics:

The Kaum Muda Movement in West Sumatera

(1927-1933).

Dengan latar belakang pendidikan itu, Beliau menjadi peneliti. Me-

nurutnya, peneliti tidak terpasung pada birokrasi serta dituntut untuk

berpegang teguh pada etika ilmiah yaitu diperlukan kejujuran, sehingga

tercapai integritas intelektual. Disamping itu, sikap wajar, rasional ,dan

berpikir yang jernih atau sikap yang sering mengundang risiko juga

diperlukan untuk menjadi seorang peneliti.

Sebagai peneliti, Beliau mengawali karir di LIPI sebagai Kepala Bagian

Umum Majalah Ilmu Pengetahuan Indonesia (Biro MIPI), Jakarta (1962-

1963) dan Asisten Peneliti Leknas LIPI (1963-1967). Kemudian menjadi

Peneliti Leknas (1967-1974), Direktur Leknas LIPI (1974-1978) dan

Peneliti, Leknas LIPI (1978) sampai menjabat Ketua LIPI.

Peneliti yang juga pengajar di :akultas Sastra Universitas Gadjah Mada

pada tahun 1959-1961, mengintensifkan penelitiannya di negara lain pada

pertengahan tahun 1970-an setelah jabatan fungsional sebagai peneliti

dicabut dan karier ahli penelitinya dibekukan pemerintah. Pembekuan itu

karena aksi protesnya atas pemenjaraan tokoh, pendudukan kampus, dan

pembumngkaman beberapa kantor media massa. Di luar negeri, Beliau

mengajar dan meneliti di Departemen Ilmu Politik Universitas Chicago,

Universitas Wisconsin, dan

Netherlands Institute for Advanced Studies in

the Humanities and Social Science

(NIAS) Wassenaar. Setelah itu, Beliau

menduduki posisi penting di berbagai institusi lintas bangsa, seperti Ketua

Komite Eksekutif Program Kajian Asia Tenggara (ISEAS) Singapura, Wakil

Presiden Asosiasi Ilmu Sosial Asia Tenggara Kuala Lumpur, Wakil Presiden

Asosiasi Sosiologi Internasional Dewan Riset Sosiologi Agama. Dan, masih

banyak lagi.

Sumber: www.tokohindonesia.com

Sumber: www.tokohindonesia.com

265

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

Kerjakan di buku tugas Anda!

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Langkah pelaksanaan penelitian meliputi ....

a. menentukan dan menyusun instrumen, mengumpulkan data, dan

menganalisis data

b. menjabarkan desain, membuat instrumen, mengumpulkan data

c. memilih metode, membuat instrumen, mengumpulkan data

d. menyusun instrumen, menguji validitas instrumen, mengumpulkan

data

e. mengembangkan instrumen, menyebarkan instrumen, mengumpul-

kan

2. Perhatikan langkah-langkah penyusunan instrumen berikut ini.

1. penyuntingan

4. analisis uji coba

2. revisi

5. perencanaan

3. penulisan instrumen

6. uji coba

Urutan yang benar adalah ....

a. 2-6-4-5-1-3

b. 6-4-3-2-5-1

c. 4-3-1-5-6-2

d. 5-3-1-6-4-2

e. 1-2-4-6-3-5

3. Tepat atau tidaknya pilihan suatu instrumen bergantung kepada hal-

hal di bawah ini,

kecuali

....

a. tujuan penelitian

b. sampel penelitian

c. lokasi penelitian

d. hasil penelitian

e. biaya dan waktu

4. Suatu instrumen dikatakan tepat apabila ….

a. tidak membutuhkan biaya besar dan mudah digunakan

b. hemat waktu dan tenaga, namun harus memperoleh data yang

akurat

c. yang penting harus menghasilkan data yang terpercaya

d. mudah digunakan dan mudah pembuatannya

e. tidak menimbulkan bias data dan murah biayanya

Uji Kompetensi

266

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

5. Instrumen tes mampu mengukur hal-hal berikut ini,

kecuali

….

a. kemampuan

d. intelegensi

b. keterampilan

e. bakat

c. budi pakerti

6. Soal tes berbentuk pilihan ganda termasuk tes yang bersifat ….

a. objektif

d. subjektif

b. spekulatif

e. reliabel

c. akurat

7. Perbedaan antara angket langsung dengan angket tak langsung ada-

lah ….

a. pada angket langsung narasumber mengungkapkan keterangan

mengenai dirinya sendiri, sedangkan pada angket tak langsung

narasumber memberikan ionformasi mengenai orang lain

b. pada angket tak langsung narasumber memberikan informasi

mengenai dirinya sendiri, sedangkan pada angket langsung nara-

sumber memberikan informasi mengenai orang lain

c. angket langsung berupa pertanyaan tertutup, sedangkan angket

tak langsung berupa pertanyaan terbuka

d. angket langsung berupa pertanyaan terbuka, sedangkan angket

tak langsung berupa pertanyaan tertutup

e. angket tak langsung diedarkan oleh orang lain (bukan peneliti),

sedangkan angket langsung diedarkan oleh peneliti sendiri

8. Perbedaan wawancara berencana dengan wawancara tidak berencana

adalah ....

a. wawancara berencana menggunakan daftar pertanyaan, sedangkan

wawancara tidak berencana tidak

b. wawancara tidak berencana menggunakan pedoman wawancara,

sedangkan wawancara berencana tidak

c. wawancara berencana menghasilkan data bias, sedangkan

wawancara tidak berencana tidak

d. wawancara tidak berencana dilakukan sambil lalu, sedangkan

wawancara berencana direkayasa dulu

e. wawancara berencana menghasilkan data sesuai rencana,

sedangkan wawancara tidak berencana tidak

9. Suatu instrumen dikatakan tepat bila ….

a. murah dan mudah dibuat

b. mudah dibuat dan mudah digunakan

c. valid dan reliabel

d. valid dan mudah digunakan

e. murah biayanya dan reliabel

267

Pelaksanaan dan Penulisan Laporan Penelitian

10. Tiga langkah dalam proses analisis data adalah ….

a. penghitungan data, perumusan data, penyimpulan data

b. pengumpulan data, penghitungan data, analisis data

c. pengumpulan data, tabulasi, dan penghitungan

d. persiapan, tabulasi, penghitungan

e. persiapan, pengumpulan, penghitungan

11. Hal-hal yang dilakukan dalam persiapan pengolahan data adalah di

bawah ini,

kecuali

….

a.

editing

d. pembuatan tabel

b.

coding

e. memeriksa kelengkapan isi

c. ketegorisasi

12 Data penelitian sosial yang bersifat kualitatif agar dapat diolah secara

kuantitatif, maka harus dibuat dalam bentuk ….

a. angka

d. skala

b. tabel

e. peringkat

c. nomor

13. Koefisien asosiasi adalah ….

a. hubungan antarvariabel

b. tingkat hubungan antarvariabel

c. hubungan sebab-akibat dua variabel

d. hubungan korelatif dua variabel

e. pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat

14. Penghitungan keofisien korelasi dua variabel kualitatif menggunakan

rumus ….

a. spearman’s rho

d. statistik rumit

b. persentase

e. yule’s Q

c. statistik sederhana

15. Rumus Spearman’s Rho digunakan untuk ….

a. menguji hubungan dua variabel

b. menghitung tingkat hubungan antarvariabel kuantitatif

c. menguji hubungan hipotesis

d. menguji hipotesis kerja

e. menguji hipotesis nol

16. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara ….

a. statistik dan kuantitatif d. statistik dan nonstatistik

b. nonstatistik dan kualitatif e. presentase dan kualitatif

c. kualitatif dan kuantitatif

268

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

17. Setelah data diolah secara nonstatistik, kemudian ….

a. ditabulasi

b. dibuat diagram

c. dibandingkan dengan kriteria

d. dimasukan dalam rumus statistik

e. dimasukan dalam tabel statistik

18. Unsur-unsur laporan penelitian yang diambil dari desain penelitian

adalah ….

a. analisis data

d. pembuatan instrumen

b. penyimpulan

e. metodologi

c. tabulasi

19. Sebelum laporan ditulis, peneliti perlu membuat ….

a. kerangka laporan

d. kata pengantar

b. daftar isi

e. daftar isi

c. daftar pustaka

20 Pada bagian penutup laporan, peneliti menuliskan ....

a. metodologi penelitian d. kesimpulan dan saran

b. rumusan hipotesis

e. proses analisis data

c. kajian pustaka

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan dengan singkat dan jelas!

1. Mengapa laporan penelitian harus menggunakan bahasa yang baku?

2. Apakah yang dimaksud dengan sistematika laporan?

3. Bagaimana cara memilih metode analisis data yang tepat?

4. Buatlah sebuah sistematika laporan penelitian!

5. Tulislah rumus Yule’s Q dan Spearman’s Rho!

6. Jelaskan cara berwawancara yang baik!

7. Sebutkan macam-macam tes!

8. Apakah keuntungan wawancara dibandingkan dengan angket?

9. Apakah yang dimaksud dengan validitas dan realitas instrumen?

10. Sebutkan macam-macam instrumen pengumpul data!

PELATIHAN UJIAN

A. Pilih salah satu jawaban yang paling tepat!

1. Tokoh

yang

pertama

kali

menggunakan

metode

penelitian

ilmiah

untuk

mengkaji

kenyataan

sosial

adalah

…

.

a. Herbert

Spencer

b. Karl

Marx

c. Thomas

Hobbes

d. Auguste

Comte

e. Emile

Durkheim

2. Pernyataan

berikut

ini

yang

menunjukkan

adanya

hubungan

antara

interaksi

sosial

dengan

status

sosial

adalah

....

a. dua

orang

bertemu

di

jalan

dan

saling

menyapa

b. seorang

anak

membantu

ibunya

membesihkan

halaman

c. ketika

rombongan

presiden

lewat,

para

pengemudi

menepi

d.

seorang

ayah

mempersilakan

tamunya

duduk

di

ruang

tamu

e. beberapa

orang

siswa

berdiskusi

mengenai

pelajaran

sosiologi

3. Perbedaan

nilai

dan

norma

sosial

adalah

....

a. nilai

bersifat

abstrak,

sedangkan

norma

bersifat

konkret

b. norma

bersifat

abstrak,

sedangkan

nilai

bersifat

konkret

c. nilai

bersumber

dari

kebudayaan,

sedangkan

norma

tidak

d. norma

bersumber

dari

kebudayaan,

sedangkan

nilai

tidak

e. nilai

bersifat

mengikat,

sedangkan

norma

tidak

4

. Seorang

siswa

SMA

ketika

melihat

seorang

nenek

hendak

menyeberang,

kemudian

dia

membantu

nenek

tersebut

menyeberang

hingga

ke

seberang.

Hal

tersebut

mencerminkan

nilai

…

.

a. religius

d. kerohanian

b. etika

e. kemanusiaan

c. estetika

270

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

5. Norma

agama

merupakan

implementasi

dari

nilai

…

.

a. ketuhanan

b. kerohanian

c. spiritual

d. sportivitas

e. etika

6. Norma

tata

kelakuan

(mores)

berhubungan

dengan

nilai

…

.

a. estetika

b. etika

c. rohani

d. keilmuan

e. material

7. Perbedaan

imitasi

dengan

identifikasi

adalah

…

.

a. imitasi

berlangsung

lama,

sedangkan

identifiasi

singkat

b. identifikasi

berlangsung

lama,

sedangkan

imitasi

singkat

c. imitasi

berlangsung

permanent,

sedangkan

identifiasi

sementara

d. identifikasi

berlangsung

permanent,

sedangkan

imitasi

bersifat

sementara

e. imitasi

berlangsng

di

masa

kanak-kanak,

sedangkan

identifikasi

berlangsung

seumur

hidup

8

. Perbedaan

proses

internalisasi

nilai

dengan

enkulturasi

adalah

…

.

a. internalisasi

adalah

penyerapan

nilai

nilai,

sedangkan

enkulturasi

adalah

implementasi

nilai-nilai

b. enkulturasi

adalah

penyerapan

nilai

nilai,

sedangkan

internalisasi

adalah

implementasi

nilai-nilai

c. internalisasi

terjadi

di

awal

sosialisasi,

sedangkan

enkulturasi

terjadi

di

akhir

sosialisasi

d. enkulturasi

terjadi

di

awal

sosialisasi,

sedangkan

internalisasi

terjadi

di

akhir

sosilisasi

e. internalisasi

terjadi

di

dalam

diri

seseorang,

sedangkan

enkulturasi

terjadi

di

masyarakat

9

. Suatu

perilaku

dikatakan

menyimpang

apabila

…

.

a. tidak

disukai

masyarakat

b. melanggar

nilai

dan

norma

sosial

c. mengganggu

orang

lain

d. merugikan

orang

lain

e. melanggar

hukum

10. Sosiologi

telah

menjadi

ilmu

terapan

apabila

…

.

a. teori-teorinya

dapat

menyelesaikan

persoalan

di

masyarakat

b. pengetahuan

yang

diperoleh

diaplikasikan

dalam

kehidupan

c. pengetahuan

yang

diperoleh

diajarkan

di

sekolah-sekolah

d.

para

ahli

sosiologi

terjun

langsung

ke

dalam

masyarakat

e. para

ahli

aktif

menyampaikan

hasil

penelitiannya

kepada

pemerintah

Pelatihan Ujian

271

11. 4aktor

penyebab

mobilitas

sosial

adalah

…

.

a. perubahan

sosial

b. keluwesan

struktur

sosial

c. keterbukaan

stratifikasi

sosial

d. hasrat

manusia

untuk

maju

e. konflik

dan

integrasi

sosial

12. Status

sosial

adalah

…

.

a. jabatan

yang

dimiliki

oleh

seseorang

b. pekerjaan

yang

dilakukan

oleh

seseorang

c. pangkat

yang

dimiliki

oleh

seseorang

d. kedudukan

seseorang

dalam

masyarakat

e. hak

dan

kewajiban

seseorang

13. Status

sosial

yang

diperoleh

melalui

kelahiran

banyak

terjadi

di

…

.

a

. masyarakat

yang

demokratis

b. masyarakat

modern

c. masyarakat

feodal

d. masyarakat

tertutup

e. masyarakat

terbuka

14. Seseorang

yang

berhasil

menjadi

sarjana

berkat

belajar

dengan

tekun

berarti

mengalami

perolehan

status

secara

…

.

a. otomatis

b. diperjuangkan

c. kelahiran

d. keturunan

e. dianugerahkan

15. Akibat

luberan

Lumpur

panas

PT.

Lapindo

Brantas,

banyak

penduduk

desa

harus

mengungsi.

Penduduk

desa-desa

tersebut

pada

mulanya

hidup

nyaman,

kemudian

berubah

menjadi

pengungsi.

Peristiwa

tersebut

menunjukan

terjadinya

…

.

a

. mobilitas

sosisl.

b. mobilitas

sosial

vertikal

naik

c. mobilitas

vertikal

turun

d. mobilitas

hori

z

ontal

naik

e. mobilitas

hori

z

ontal

turun

16. Apabila

suatu

masyarakat

menerapkan

sistem

stratifikasi

sosial

terbuka,

maka

warga

masyarakat

berpeluang

mengalami

mobilitas

sosial.

Hal

ini

berarti

terjadinya

mobilitas

sosial

dipengaruhi

oleh

faktor

…

.

a. kemampuan

individu

b. tingkat

pendidikan

sesorang

c. kemujuran

seseorang

d. kualitas

diri

seseorang

e. struktur

sosial

272

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

17. Pernyataan

berikut

yang

benar

mengenai

kebudayaan

adalah

…

.

a. superkultur

adalah

kebudayaan

yang

paling

unggul

b. kultur

adalah

kebudayaan

yang

dimilki

suatu

kelompok

c. kebudayaan

merupakan

upaya

manusia

secara

terus

menerus

d. kebudayaan

diperoleh

menusia

sejak

dari

lahir

e. setiap

masyarakat

memilki

kebudayaan

yang

sama

18. Kelompok

sosial

terbentuk

sebagai

akibat

…

.

a. interaksi

sosial

b. hubungan

sosial

c. kontak

sosial

d. peranan

sosial

e. status

sosial

19.

Clique

adalah

…

.

a

. kelompok

bermain

b. kelompok

belajar

c. kelompok

teman

sebaya

d. kelompok

pecinta

alam

e. asosiasi

pemain

voli

20. Kelompok

sosial

yang

anggota-anggotanya

hidup

bersama

dalam

satu

wilayah

disebut

…

.

a. agregasi

b. komunitas

c. suku

bangsa

d. bangsa

e. desa

21. Suatu

masyarakat

dikatakan

berubah

apabila

…

.

a. jumlah

penduduknya

bertambah

b. model

bangunan

rumah

penduduknya

berubah

c. struktur

sosialnya

berubah

secara

signifikan

d. kepala

pemerintahanya

diganti

e. terjadi

peningkatan

angka

kemiskinan

22. Perbedaan

perubahan

sosial

dengan

perubahan

budaya

adalah

…

.

a

. perubahan

sosial

menyangkut

struktur

sosial,

sedangkan

perubahan

budaya

menyangkut

struktur

budaya

b. perubahan

kebudayaan

berdampak

terhadap

nilai-nilai

budaya,

sedangkan

peubahan

budaya

menyangkut

pengaruh

kebudayaan

asing

c. perubahan

sosial

mencakup

hubungan

sosial,

sedangkan

perubahan

budaya

menyangkut

pengaruh

kebudayaan

asing

d. perubahan

sosial

menyangkut

struktur

sosial,

sedangkan

perubahan

menyangkut

perubahan

budaya

masyarakat

e. perubahan

budaya

menyangkut

komposisi

penduduk,

sedangkan

perubahan

sosial

menyangkut

mobilitas

sosial

Pelatihan Ujian

273

23. Penganut

teori

konflik

dan

teori

fungsional

memiliki

pandangan

yang

berbeda

mengenai

perubahan

sosial.

Uraian

yang

menunjukan

pandangan

tersebut

adalah

…

.

a. menurut

teori

fungsional,

perubahan

bersifat

konstan

b. menurut

teori

konflik,

perubahan

memiliki

fungsio

tertentu

c. teori

funsional

menganggap

konflik

sosial

akan

selalu

terjadi

d. teori

konflik

menganggap

perubahan

bersifat

mengacaukan

keseim-

bangan

masyarakat

e. baik

teori

konflik

maupun

teori

fungsional

menganggap

perubahan

sebagai

penggangu

keseimbangan

sosial

24.

Pernyataan

yang

benar

mengenai

bentuk-bentuk

perubahan

sosial

adalah

…

.

a. evolusi

merupakan

perubahan

yang

direncanakan

b. perubahan

yang

berlangsung

cepat

disebur

disebut

revolusi

c. agar

perubahan

tidak

menyimpang

dari

tujuan

maka

perlu

di

program

d. agen

perubahan

adalah

oraang

yang

mengalami

perubahan

e. revolusi

merupakan

perubahan

yang

dikehendaki

25. Menurut

Karl

Marx,

penyebab

perubahan

sosial

adalah

…

.

a

. teknologi

b. industrialisasi

c. kapitalisme

d. konflik

e. dialektikan

sosial

26. Revolusi

kemerdekaan

Indonesia

(1945-1949)

mengubah

sendi-sendi

kehidupan

sosial

di

Indonesia.

Sendi-sendi

yang

paling

penting

adalah

…

.

a. berakhirnya

penjajahan

b. bangsa

Indonesia

menjadi

bangsa

yang

berdaulat

c. berubahnya

sistem

ekonomi

d. terbentuknya

struktur

pemerintahan

Indonesia

e. Indonesia

menjadi

bangsa

yang

merdeka

27. Berikut

ini

adalah

tujuan

gerakan

sosial,

kecuali

…

.

a. mengubah

kondisi

sosial

b. mengubah

perilaku

c. mempertahankan

kondisi

sosial

d.

mengubah

lembaga

sosial

e. mengubah

lembaga

28. Dalam

proses

akulturasi,

unsur

yang

paling

sulit

diserap

adalah

…

.

a. kepercayaan

b. model

pakaian

c. alat

komunikasi

d. sarana

transportasi

e. sarana

pertanian

274

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

29. Perubahan

sosial

ditolak

oleh

warga,

apabila

…

.

a. terlalu

cepat

dan

sulit

untuk

diikuti

b. terlalu

asing

dan

tidak

menguntungkan

c. bertentangan

dengan

nilai-nilai

sosial

d. dipaksakan

dan

terlalu

asing

e. mengandung

resiko

dan

sulit

untuk

diikuti

30. Perubahan

masyarakat

tradisional

menjadi

masyarakat

modern

disebut

…

.

a. industrialisasi

d. modernisasi

b. westernisasi

e. globalisasi

c. transformasi

31. Berikut

ini

merupakan

perbedaan

antara

masyarakat

tradisional

dengan

masyarakat

modern,

kecuali

…

.

a. masyarakat

tradisional

bekerja

untuk

memenuhi

kebutuhan

sendiri,

sedangkan

masyarakat

masyarakat

modern

bekerja

untuk

memperoleh

keuntungan

b.

hukum

dalam

masyarakat

tradisional

bersifat

diskriminatif,

sedangkan

pada

masyarakat

modern

bersifat

universal

c. pasar

dalam

masyarakat

modern

bersifat

bebas,

sedangkan

pada

masyarakat

tradisional

bersifat

terbatas

d. tenaga

kerja

pada

masyarakat

tradisional

tidak

bebas,

sedangkan

pada

masyarakat

modern

bebas

e. dalam

masyarakat

tradisional

sarana

produksi

dikuasai

negara,

sedangkan

masyarakat

modern

dikuasai

rakyat.

32.

Dalam

masyarakat

modern

setiap

individu

bebas

menentukan

perannya

di

masyarakat.

Hal

ini

merupakan

sifat

…

.

a. ekonomisme

d. individualisme

b. nasionalisme

e. perkembangan

c. diferensiasi

33. Dalam

teori

modernisasi,

negara-negara

belum

maju

diharapkan

mencapai

tahap

tinggal

landas,

yaitu

…

.

a. menjadi

negara

maju

b. menjadi

negara

industri

c. mengejar

ketertinggalan

ekonomi

d. menjadi

seperti

negara-negara

barat

e. tahap

pembangunan

34. Negara-negara

bekas

jajahan

barat

disebut

…

.

a

. negara

dunia

pertama d. negara

terbelakang

b. negara

dunia

kedua e. negara

maju

c. negara

dunia

ketiga

Pelatihan Ujian

275

35. Proses

modernisasi

yang

ditempuh

negara-negara

berkembang

meng-

hasilkan

…

.

a. negara

berkembang

menjadi

negara

maju

b. negara

berkembang

menjadi

semakin

miskin

c. munculnya

negara-negara

industri

maju

d. negara

berkembang

mengalahkan

kemajuan

negara

barat

e. terjadinya

ketergantungan

antarnegara

berkembang

terhadap

negara

maju

36. Perbedaan

antara

modernisasi

dan

westernisasi

adalah

…

.

a. modernisasi

menyerap

nilai-nilai

dasar

kehidupan

masyarakat

modern,

sedangkan

westernisasi

hanya

meniru

gaya

hidup

di

barat

b.

modernisasi

meniru

mentah-mentah

budaya

barat,

sedangkan

wester-

nisasi

mementingkan

konsep

ketahuan

c. modernisasi

menerapkan

nilai

budaya

yang

mendasari

keberhasilan

negara-negara

barat,

sedangkan

westernisasi

menyerap

semua

pengaruh

barat

d. westernisasi

lebih

baik

baik

daripada

modernisasi

e. modernisasi

lebih

baik

daripada

westernisasi

37. Perbedaan

pertanian

subsistem

dengan

pertanian

komersial

adalah

…

.

a. pertanian

subsistem

bersifat

tradisional,

sedangkan

pertanian

komersial

bersifat

modern

b

. pertanian

subsitem

bertujuan

untuk

memenuhi

kebutuhan

sendiri,

sedangkan

pertanian

tradisional

bertujuan

untuk

diekspor

c. pertannian

komersial

dilakukan

pengusaha

besar,

sedangkan

pertanian

subsistem

dilakukan

pengusaha

pribumi

d. pertanian

komersial

bertujuan

untuk

mencukupi

kebutuhan

sendiri,

sedangkan

pertanian

subsistem

bertujuan

untuk

dijual

e. pertanian

tradisonal

menggunakan

peralatan

sederhana,

sedangkan

pertanian

modern

menggunakan

teknologi

modern

39. Menurut

Karl

Marx,

keterasingan

manusia

di

dalam

masyarakat

modern

disebabkan

oleh

…

.

a

. kesibukan

kerja

b. terkotak

dalam

kelas

sosial

c. hilangnya

semangat

kerja

d. hilangya

norma-norma

sosial

e. renggangnya

hubungan

sosial

40. Hakikat

globalisasi

adalah

…

.

a. ketergantungan

politik

antarnegara

b. ketergantungan

ekonomi

antarnegara

c. ketergantungan

negara

berkembang

terhadap

negara

maju

d. semua

masyarakat

di

dunia

saling

membutuhkan

e. semua

masyarakat

di

dunia

bersatu

tanpa

batas

276

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

41. 4ungsi

asosiasi

bagi

lembaga

sosial

adalah

…

.

a. sebagai

wadah

d. sebagai

manifestasi

b. sebagai

pelaksana

e. sebagai

wujud

c. sebagai

kontrol

sosial

42. Hakikat

suatu

lembaga

sosial

adalah

…

.

a. himpunan

orang-orang

b. himpunan

norma-norma

c. himpunan

nilai-nilai

d. himpunan

kebutuhan-kebutuhan

e. cara

memenuhi

kebutuhan

43. Unsur-unsur

lembaga

agama

adalah

…

.

a. animisme,

dinamisme,

dan

totemisme

b. umat,

ajaran,

dan

kitab

suci

c. keyakinan,

simbol,

dan

umat

d. umat,

ajaran,

dan

Tuhan

e. keyakinan,

kitab,

dan

simbol

44.

Perhatikan

tahap-tahap

kegiatan

dalam

membuat

desain

penelitian

berikut

ini

…

.

1. memilih

pendekatan

4. merumuskan

asumsi

2. merumuskan

masalah 5. merumuskan

hipotesis

3. menentukan

sumber

data 6. menentukan

variabel

Urutan

kronologis

penyusunan

desain

penelitian

yang

benar

adalah

…

.

a. 1

–

4

–

5

–

6

–

1

–

3d.1

–

4

–

6

–

2

–

3

–

5

b. 2

–

4

–

5

–

1

–

6

–

3e.2

–

5

–

1

–

4

–

6

–

3

c. 4

–

5

–

2

–

1

–

6

–

3

45. Perhatikan

tabel

di

bawah

ini!

Metode

1. Tes

tertulis

2. Tes

lisan

3. Angket

4. Wawancara

5. Pengamatan

6. ....

7. Inventori

Instrumen

1. Soal

tes

2. ....

3. a. Angket

b. Skala

bertingkat

4. a. Pedoman

wawancara

b.

Check

list

5. ....

6. a. Check

list

b. Kerangka,

sistematika,

dan

hasil

analisis

7. a. Inventori

b. Angket

dengan

alasan

sistematis

Pelatihan Ujian

277

Tabel

tersebut

menjelaskan

berbagai

macam

metode

dan

instrumen

yang

digunakan

dalam

penelitian.

Bagian-bagian

yang

dirumpangkan

seharusnya

diisi

dengan

…

.

a. dokumentasi,

angket,

inventori

b. angket,

rambu-rambu

pertanyaan,

ceramah

c.

check

list

,

dokumentasi,

angket

d. rambu-rambu

pertanyaan,

check

list

,

dokumentasi

e. inventori,

angket,

tes

46. Tepat

atau

tidaknya

pilihan

suatu

instrumen

bergantung

kepada

hal-hal

di

bawah

ini,

kecuali

....

a. tujuan

penelitian

d. hasil

penelitian

b.

sampel

penelitian

e. biaya

dan

waktu

c. lokasi

penelitian

47. Koefisien

asosiasi

adalah

....

a. hubungan

antarvariabel

b. tingkat

hubungan

antarvariabel

c. hubungan

sebab-akibat

antarvariabel

d. hubungan

berdalil

antarvariabel

e. pengaruh

variabel

bebas

terhadap

variabel

terikat

48. Pada

saat

kita

menulis

laporan

hasil

penelitian,

penjelasan

mengenai

proses

penentuan

sampel

ditempatkan

pada

bab

…

.

a. pendahuluan

d. analisis

data

b. kajian

pustaka

e. penutup

c. metodologi

49. Apabila

Anda

meneliti

hubungan

antara

gaya

hidup

sekelompok

orang

dengan

tingkat

sosial

ekonominya

pendekatan

yang

paling

tepat

adalah

…

.

a

. deskriptif

d. korelatif

b. komparatif

e. longitudinal

c. studi

kasus

50. Sebuah

lembaga

survei

meneliti

tanggapan

masyarakat

terhadap

penerapan

hukuman

seumur

hidup

bagi

para

koruptor.

Untuk

memperoleh

data,

peneliti

mewawancarai

responden

melalui

telepon

berdasarkan

pemilihan

nomor

telepon

secara

acak

lewat

buku

telepon.

Kelemahan

penelitian

tersebut

adalah

…

.

a. menghabiskan

banyak

pulsa

(boros)

b. responden

belum

tentu

mencerminkan

populasi

c.

merepotkan,

terutama

jika

orang

yang

dihubungi

tidak

ada

di

tempat

d. peneliti

tidak

bisa

bertemu

langsung

dengan

responden

e. responden

kemungkinan

besar

berbohong

karena

tidak

bertemu

langsung

dengan

peneliti

278

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!

1. Jelaskan

perbedaan

nilai

yang

dijunjung

masyarakat

kota

dengan

masyarakat

desa!

2. Jelaskan

sisi

negatif

dan

sisi

positif

kompetisi!

3. Sebutkan

faktor

lingkungan

yang

berpengaruh

terhadap

kepribadian!

4. Mengapa

pengetahuan

sosiologi

perlu

diterapkan

?

5. Sebutkan

beberapa

cara

pengendalian

sosial!

6. Jelaskan

proses

terjadinya

struktur

sosial!

7. Apakah

yang

dimaksud

dengan

peran

sosial

?

8. Sebutkan

konsekuensi

terjadinya

mobilitas

sosial!

9. Jelaskan

pengaruh

in-group

dan

out-group

terhadap

sikap

dan

perilaku

anggotanya!

10.

Sebutkan

tiga

penyebab

terjadinya

dinamika

kelompok

menurut

Soerjono

Soekanto!

11. Jelaskan

pengaruh

modernisasi

terhadap

bidang

ekonomi!

12. Sebutkan

empat

syarat

untuk

terjadinya

gerakan

sosial!

13. Sebutkan

tiga

syarat

terjadinya

revolusi!

14. Jelaskan

tahap-tahap

dalam

proses

instusionalisasi

norma-norma

sosial!

15. Sebutkan

lima

dasar

pengklasifikasian

lembaga

sosial,

dan

berikan

masing-

masing

satu

contoh!

16. Sebutkan

lima

bentuk

keluarga

menurut

Horton

dan

Hunt!

17.

Jelaskan

proses

terbentuknya

lembaga

pendidikan!

18. Apa

perbedaan

dan

persamaan

antara

desain

penelitian

dengan

proposal

penelitian

?

19. Seorang

peneliti

menggunakan

metode

penelitian

populasi

untuk

menge-

tahui

apakah

produk

kaca

sebuah

perusahaan

kaca

tahan

pecah

atau

tidak.

Tepatkah

pemilihan

metode

atau

pendekatan

yang

digunakan

?

Mengapa

?

20. Jelaskan

cara

berwawancara

yang

baik!

DA0TAR PUSTAKA

A

.G.,

Pringgodigdo,

dkk.

1977.

Ensiklopedi

Umum

.

Jakarta:

Kanisius

Alfian

(ed),

1985.

Persepsi

Masyarakat

Indonesia

tentang

Kebudayaan

.

Jakarta:

Gramedia

Arikunto,

Suharsimi,

Prof.

Dr.

1999.

Prosedur

Penelitian

(Suatu

Pendekatan

Praktek)

.

Jakarta:

Rineka

Cipta

Arikunto,

Suharsimi.

1991.

Prosedur

Penelitian

Suatu

Pendekatan

Praktik

.

Yogyakarta:

Rineka

Cipta

Bilton,

Tony.

1987.

Introductory

Sociology

.

2

nd

ed

.

Hampshire,

U.K.

:

MacMillan

Bowes,

Alison.

1990.

Sociology:

A

Modular

Approach

.

Oxford,

U.K.:

Oxford

University

Press

Cooper,

P.

1988.

Sociology:

An

Introductory

Course

.

Essex,

U.K.:

Longman

Darmosoetopo,

Riboet.

Th.IV-1983/1984,

no.

2.

‘

Pandangan

Orang

Jawa

Terhadap

Leluhur

’

Analisis

Kebudayaan

.

Jakarta:

Depdikbud

RI

Doshi,

S.L.

1995.

Anthropology

of

(ood

and

Nutrition

.

Montana,

U.S.A.:

South

Asia

Books

Durkheim,

Emile.

1982.

Rules

of

Sociological

Method

.

Hampshire,

U.K.:

MacMillan

Press

Echols,

John

M.,

Hassan

Shadilly.

1997.

Kamus

Inggris-Indonesia

.

Jakarta:

Gramedia

Gazalba,

Sidi.

1974.

Antropologi

Budaya

Gaya

Baru

1

.

Jakarta:

Bulan

Bintang

Geert,

Cliffort.

1981.

Abangan,

Santri

dan

Priyayi

dalam

Masyarakat

Jawa

.

Jakarta:

Pusataka

Jaya

H.K,

Nurdin.

1983.

Perubahan

Nilai-nilai

di

Indonesia

.

Bandung:

Alumni

Hall,

Geoffrey.

1984.

Behaviour:

An

Introduction

to

Psychology

as

a

Biological

Science

.

Sidcup,

Kent,

U.K.

:

Academic

Press

Harris,

Marvin.

1988.

Culture,

People,

Nature:

An

Introduction

to

General

Anthropology

.

New

Yo

rk

:

Harper

and

Row

Hartoko,

Dick.

1986.

Tonggak

Perjalanan

Budaya,

Sebuah

Antologi

.

Yogyakarta:

Kanisius

280

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Haviland,

A.

William.

1982.

Anthropology

.

New

York,

U.S.A

:

Holt,

Rinehart

and

Winston

__________________

.

1999.

Antropologi

.

Jakarta:

Erlangga

Hawari,

Dadang.

H.

1997.

Al

Q

uran

Ilmu

Kedokteran

Jiwa

dan

Kesehatan

Jiwa

.

Yogyakarta:

Dana

Bhakti

Prima

Yasa

Horton,

Paul

B.

1999.

Sosiologi

Jilid

1

.

Jakarta:

Erlangga

Horton,

Paul

B.,

Chestert

L.

Hunt.

1991.

Sosiologi

(Jilid

1)

.

Jakarta:

Erlangga

______________________________

.

1999.

Sosiologi

(Jilid

2)

.

Jakarta:

Erlangga

Ihromi,

T.

O.

1999.

Pokok-Pokok

Antropologi

Budaya

.

Jakarta:

Ya

yasan

Obor

Indonesia

Joseph,

Martin.

1990.

Sociology

(or

Everyone

.

Oxford,

U.K.:

Polity

Press

Kartamihardja,

Achdiat.

1977.

Polemik

Kebudayaan

.

Jakarta:

Pustaka

Jaya

Kartini,

Kartono.

1990.

Pengantar

Metodologi

Riset

Sosial

.

Bandung:

Mandar

Maju

Kartodirdjo,

Kartono,

dkk.

1987.

Perkembangan

Peradaban

Priyayi

.

Y

ogyakarta:

Gajahmada

University

Press

Koentjaraningrat.

1987.

Kebudayaan,

Mentalitas

dan

Pembangunan

.

Jakarta:

Gramedia

_______________

.

1994.

Metode-Metode

Penelitian

Masyarakat

.

Jakarta:

Gramedia

_______________

.

1996.

Pengantar

Antropologi

1

.

Jakarta:

Rineka

Cipta

Kuntowijoyo.

1987.

Budaya

dan

Masyarakat.

Yogyakarya

:

Tiara

Wacana

Leach,

Edmund.

1982.

Social

Anthropology

.

Glasgow,

U.K:

Contana

Press

Mac,

Kenzie,

Nor

man.

1966.

A

Guide

to

the

Social

Sciences

.

USA

:

The

New

American

Library

Macionis,

John

J.

1991.

Sociology

.

Hertfordshire,

U.K.:

Prentice

Hall

Morris,

Charles

G.1990.

Psychology:

An

Introduction

.

7

th

ed

.

New

Jersey,

U.S.A.:

Prentice

Hall

Mulyadi,

Yad.

1999.

Antropologi

.

Jakarta:

Depdikbud

Narwoko,

J.

Dwi,

Bagong

Suyanto.

2004.

Sosiologi

(teks

Pengantar

dan

Terapan)

.

Jakarta:

Prenada

Media

Nasikun,

Dr.

2004.

Sistem

Sosial

Indonesia

.

Jakjarta:

Raja

Grafindo

Persada.

Oglesby,

Dee.

1995.

Inside

Looking

Out

.

Ohio,

U.S.A.:

PPI

Publishing

Poedjosoedramo,

Soepomo,

dkk.

1979.

Tingkat

Tutur

Bahasa

Jawa

.

Jakarta:

Pusat

Pembinan

dan

Pengembangan

Bahasa,

Depdikbud

RI

Polomo,

Mar

garet

M.

1999.

Sosiologi

Kontemporer

.

Jakarta:

Raja

Grafindo

Persada

Ratmoko.

1982.

Sosiologi

(undamental

.

Jakarta:

Djambatan

Ritzer,

George.

1990.

Contemporary

Sociology

.

Berkshire,

U.K.:

McGraw

Hill

Daftar Pustaka

281

Robertson,

Ian.

1987.

Sociology

.

3

rd

ed

.

New

York,

U.S.A:

Worth

Sairin,

Sjafri,

Prof.

Dr.

2002.

Perubahan

Sosial

Masyarakat

Indonesia

(Perspektif

Antropologi)

.

Yogyakarta:

Pustaka

Pelajar

Samuel,

Hanneman,

Azis

Suganda.

1997.

Sosiologi

1

.

Jakarta:

Departemen

Pendidikan

dan

Kebudayaan

Sartini,

Th.

IV-No.2

1983/1984

‘

Unggah-ungguh

Bahasa

Jawa

dan

Implikasinya

pada

Masyarakat

’

Analisis

Kebudyaan

.

Jakarta:

Depdikbud

RI

Sastrapratedja.

1983.

Manusia

Multidimensional

,

Sebuah

Renungan

(ilsafat

.

Jakarta:

Gramedia

Shadily,

Hassan.

1999.

Sosiologi

untuk

Masyarakat

Indonesia.

Jakarta:

Rineka

Cipta

Smith,

Dennis.

1991.

Rise

of

Historical

Sociology

.

Oxford

:

Polity

Press

Soekanto,

Soerjono.

1983.

Kamus

Sosiologi

.

Jakarta:

Raja

Grafindo

Persada

_________________

.

1987.

Sosiologi,

Suatu

Pengantar

.

Jakarta:

Radjawali

Press

_________________

.

2001.

Sosiologi

(Suatu

Pengantar)

.

Jakarta:

Raja

Grafindo

Persada

Sparks,

John.

1982.

The

Discovery

of

Animal

Behaviour

.

Massachusetts,

U.S.A.:

Little

Brown

Suharto.

1991.

T

anya

Jawab

Sosiologi

.

Solo:

Rineka

Cipta

Sunarto,

Kamanto.

1998.

Pengantar

Sosiologi

.

Jakarta:

CE

Universitas

Indonesia.

________________

.

1999.

Pengantar

Sosiologi

.

Jakarta:

Lembaga

Penerbit

Cak.

Ekonomi

UI

Sunarto,

P.

Drs.

1996.

Sosiologi

2

.

Jakarta:

Bumi

Aksara

Sztompka,

Piotr.

2004.

Sosiologi

Perubahan

Sosial

.

Jakarta:

Prenada

T

ulling,

Virginia.

1990.

Threatened

Cultures

.

Clorida,

U.S.A.:

Rourke

Corp.

Vredenbregt.

1978.

Metode

dan

teknik

Penelitian

Masyarakat

.

Jakarta:

Gramedia

282

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

afeksi

: fungsi keluarga dalam memberikan kasih sayang

agent of change

: orang atau sekelompok orang yang merencanakan,

melaksanakan, dan mengawasi jalannya perubahan

berdasarkan aspirasi yang ditangkap dari warga

masyarakat

alienasi

: hilangnya dorongan untuk bergaul (egois), tidak me-

miliki kreativitas karena terperangkap dalam kerutinan

kerja yang monoton, kehilangan kontrol terhadap

tindakan (pasif), dan tidak memiliki otonomi

alternative movement

: gerakan yang bertujuan mengubah sebagian perilaku

perorangan

angket

: instrumen pengumpulan data yang berupa pertanya-

an-pertanyaan tertulis yang ditujukan kepada res-

ponden

a

nggapan dasar

: sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh peneliti

anomi

: tidak adanya nilai dan norma sosial yang menjadi

pegangan masyarakat. Nilai dan norma lama me-

mudar, sedangkan nilai dan norma baru belum ter-

bentuk

apprenticeship

: sistem pemagangan

aristokrasi

: pemerintahan yang dijalankan oleh sekelompok orang

yang dianggap memiliki kelas sosial istimewa dalam

masyarakat. Pemerintahan ini mengutamakan kese-

jahteraan rakyat

asimilasi

: proses meleburnya suatu kelompok sosial ke dalam

kelompok sosial lain yang lebih dominan

asosiasi

: sekelompok orang yang yang terorganisasi, memiliki

struktur, dan bekerja bersama-sama untuk mencapai

tujuan bersama

basic institution

: lembaga sosial yang dianggap mendasar karena

berfungsi untuk memelihara dan mempertahankan

ketertiban masyarakat

GLOSARIUM

Glosarium

283

bias data

: tercampurnya data yang berupa fakta dengan subjek-

tivitas orang yang mengumpulkan data

check list

: daftar penelitian

keluarga luas

: keluarga batih ditambah sanak-saudara yang hidup

(

extended family

)

bersama

consanguine family

: keluarga yang tidak didasarkan pada hubungan per-

kawinan, tetapi kepada pertalian darah

conservative move-

: gerakan sosial yang bertujuan mempertahankan nilai-

ment

nilai dan institusi sosial yang telah mapan

crescive institution

: lembaga yang terbentuk secara tidak disengaja

content analysis

: penelitian terhadap isi dokumen-dokumen

dasar budaya

: akumulasi pengetahuan dan teknik yang dapat diguna-

kan oleh seorang inventor (penemu)

desain penelitian

: rencana yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan

penelitian

difusi

: proses penyebaran unsur dan pola kebudayaan

dinamisme

: kepercayaan terhadap kekuatan gaib yang tak ter-

wujud

disorganisasi sosial

: dapat diartikan sebagai suatu proses memudarnya nilai

dan norma sosial karena terjadinya perubahan sosial

demoralisasi

: sikap menarik dalam pergaulan, apatis, dan tidak

memiliki semangat hidup

diferensiasi

: proses spesialisasi pekerjaan dan keahlian

disorganisasi

: hancurnya tatanan sosial

ekonomisme

: sifat kehidupan masyarakat yang didominasi oleh

kegiatan ekonomi, tujuan ekonomi, kriteria ekonomi,

dan prestasi ekonomi

eksogami

: kecenderungan di masyarakat yang mendorong war-

ganya untuk mengambil pasangan dari luar masya-

rakatnya sendiri

eksperimen

: pemberian perlakuan tertentu kepada subjek penelitian

untuk dilihat akibat yang terjadi

enacted institution

: lembaga sosial yang dibentuk secara sengaja

etnosentrisme

: sikap yang menganggap kebudayaan milik kelompok

sendiri lebih baik daripada kebudayaan milik kelompok

lain

fungsi manifes

: fungsi yang secara resmi menjadi tujuan dibentuknya

lembaga sosial

284

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

fungsi laten

: fungsi yang secara tidak sengaja diperankan oleh

sebuah lembaga.

general institution

: lembaga yang keberadaannya tersebar luas di semua

masyarakat

gerakan sosial

: suatu bentuk perilaku kolektif yang memiliki tujuan

bersama dalam jangka panjang untuk mengubah atau

mempertahankan kondisi masyarakat atau institusi

hipotesis

: teori (penjelasan) sementara yang kebenarannya masih

perlu diuji

hipotesis alternatif

: hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara

dua variabel

hipotesis statistik

: hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara

dua hal (variabel)

indikator

: petunjuk ke arah tercapainya keadaan yang

dinyatakan pada variabel

individualisme

: suatu keadaan masyarakat yang menempatkan

individu sebagai sentral; bukan komunitas, kelompok,

atau bangsa

interviewee

: orang yang diwawancarai

interviewer

: pewawancara

invensi

: proses penciptaan suatu peralatan baru, proses baru,

atau produk baru yang semua belum dikenal manusia

kesenjangan budaya

: selang waktu antara saat datangnya perubahan dengan

saat sempurnanya proses perubahan

kode perilaku

: ciri khas dan patokan interaksi orang-orang yang

terlibat dalam suatu lembaga

kolonialisasi

: penjajahan suatu negara terhadap bangsa lain secara

politik atau militer

konsumerisme

: sikap seseorang atau masyarakat yang ditandai dengan

nafsu berbelanja, atau mengonsumsi segala sesuatu

kultur massa

: tersebarnya semua hasil kreasi estetika ke seluruh

lapisan masyarakat, dan dijadikan komoditas ekonomi

yang dapat dibeli oleh siapa pun

lembaga ekonomi

: lembaga ekonomi yang didasarkan kepada pemilikan

kapitalis

pribadi. Berbagai sarana produksi dikuasai

perseorangan (pribadi) dan digunakan untuk mengem-

bangkan usaha demi memperoleh keuntungan se-

besar-besarnya

lembaga ekonomi

: perekonomian yang sepenuhnya dikuasai oleh negara.

sosialis

Sarana produksi hanya dimiliki oleh negara. Semua

Glosarium

285

orang bekerja kepada negara. Satu-satunya hal milik

yang boleh dikuasai oleh perseorangan hanyalah

barang-barang konsumsi sehari-hari

lembaga agama

: seperangkat aturan dan peraturan yang mengatur

hubungan manusia dengan dunia gaib ,khususnya

dengan Tuhan, mengatur hubungan manusia dengan

manusia lainnya, dan mengatur hubungan manusia

dengan lingkungannya

lembaga ekonomi

: norma-norma yang mengatur proses produksi,

distribusi, dan konsumsi barang dan jasa

lembaga keluarga

: norma-norma yang mengatur, cara memperoleh pa-

sangan hidup, melahirkan dan merawat anak, meme-

nuhi kebutuhan ekonomi, memelihara anggota yang

sakit atau jompo, dan pengaturan hak dan kewajiban

dalam hubungannya dengan masyarakat luas

lembaga pendidikan

: tata cara yang dilakukan agar seseorang memperoleh

keterampilan, pengetahuan, dan memahami dirinya

dan lingkungan sekitarnya

lembaga sosial

: tata cara atau prosedur yangmengatur perilaku war-

ga masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhannya

masalah sosial

: gejala-gejala yang berlangsung secara tidak normal di

masyarakat, karena tidak berlangsung secara normal

bila unsur-unsur masyarakat dan kebudayaan tidak

berfungsi secara harmonis sebagaimana mestinya

magi

: bentuk kepercayaan dan praktik peribadatan primitif

berdasarkan proses pemikiran rasional yang salah

matriarkat

: keluarga yang didominasi oleh pihak wanita

matrilineal

: keluarga yang menganut garis keturunan ibu, sehingga

yang dianggap anggota keluarga adalah semua

saudara perempuan dari pihak ibu

matrilocal marriage

: norma masyarakat yang menghendaki agar anak yang

baru berkeluarga tinggal bersama keluarga isteri

metode deskriptif

: metode yang digunakan untuk memperoleh deskripsi

(perincian) mengenai suatu gejala yang diteliti

metode penelitian

: cara yang ditempuh seorang dalam meneliti objek

metode longitudinal

: metode pengumpulan data mengenai suatu objek

sepanjang waktu terus-menerus atau beberapa kali

pengambilan data

metode populasi

: cara meneliti seluruh subjek penelitian

metode sekali tembak

: metode pengumpulan data mengenai suatu subjek

penelitian pada suatu saat tertentu

286

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

metode silang

: metode yang digunakan untuk meneliti subjek bera-

gam dan mencakup daerah yang luas dalam jangka

waktu tertentu

monarkhi

: pemerintahan yang dijalankan oleh satu orang berupa

pewarisan tahta kepada keturunan atau orang tertentu

untuk memerintah seumur hidup

monogami

: perkawian satu satu suami dengan satu isteri

monoteisme

: bentuk kepercayaan terhadap satu dewa atau satu

Tuhan

neolocal marriage

: norma yang mengatur agar anak yang baru berke-

luarga tinggal terpisah dengan orang tua atau

mertuanya

nuclear family

: keluarga yang terdiri dari suami, isteri yang diikat

perkawinan resmi, dan anak-anak

neokoloniaslisasi

: bentuk-bentuk penjajahan baru, seperti penjajahan

ekonomi, budaya, dan lain-lain

negara dunia pertama

: sebutan untuk negara-negara Barat yang telah maju

negara dunia ketiga

: sebutan untuk negara-negera non-Barat yang belum

maju

negara dunia kedua

: sebutan untruk negara-negara Eropa Timur ketika era

Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan Uni

Soviet masih ada

objek penelitian

: persoalan yang ingin diungkap jawabannya

observasi

: semua upaya menangkap fakta dengan menggunakan

semua alat indra manusia

oligarki

: pemerintahan yang dijalankan oleh sekelompok orang

yang dianggap memiliki kelas sosial istimewa dalam

masyarakat. Pemerintahan ini tidak mengutamakan

kesejahteraan rakyat

operative institution

: lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola

perilaku untuk mencapai tujuan lembaga itu sendiri

patriarkat

: keluarga yang didominasi pihak laki-laki

patrilineal

: keluarga yang menganut garis keturunan bapak (laki-

laki) sehingga yang dianggap anggota keluarga adalah

semua keluarga laki-laki dari pihak ayah

patrilocal marriage

: norma masyarakat yang menghendaki agar anak yang

baru berkeluarga tinggal bersama keluarga suami

pemerintahan

: sistem pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan un-

demokrasi

tuk rakyat. (Abraham Lincoln, 1863)

Glosarium

287

pemerintahan fasis

: pemerintahan yang mengendalikan negara dengan

menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan

setiap persoalan

pemerintahan komu-

: pemerintahan yang mengendalikan secara total selu-

nis

ruh kegiatan ekonomi

pendekatan

cross-

: penelitian terhadap beberapa objek sekaligus dalam

sectional

waktu yang bersamaan

pendekatan

longitu-

: penelitian selama jangka waktu yang panjang secara

dinal

terus-menerus

pendidikan formal

: proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah

pendidikan informal

: kegiatan belajar yang dapat dilakukan sambil

menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari

pendidikan nonfomal

: pendidikan setengah formal yang berupa kursus-kursus

di masyarakat

penelitian

: suatu penyelidikan secara sistematis terhadap suatu

objek secara sistematis, terencana, dan menggunakan

metode ilmiah

penelitian deskriptif

: penelitian yang berusaha menjelaskan variabel yang

sudah terjadi pada masa lalu atau sekarang

penelitian eksperimen

: penelitian yang berusaha memperoleh gambaran

mengenai variabel yang belum terjadi

penelitan eksploratif

: penelitian yang bertujuan untuk menemukan penye-

bab terjadinya suatu peristiwa

penelitian lapangan

: penelitian yang mengharuskan peneliti terjun langsung

ke lapangan (masyarakat)

penelitian pengem-

: penelitian yang bertujuan untuk menyempurnakan

bangan

suatu pekerjaan yang sedang berlangsung

penelitian verifikasi

: penelitian yang bertujuan untuk meneliti kebenaran

hasil penelitian sebelumnya

penelitian kebijakan

: penelitian yang bertujuan untuk memperoleh masukan

terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah atau

perusahaan

penemuan

: peristiwa terungkap untuk pertama kalinya manfaat

sesuatu yang sebenarnya sudah ada di alam sekitar

perubahan budaya

: perubahan dalam segi budaya masyarakat

perubahan sosial

: perubahan dalam segi struktur sosial dan hubungan

sosial

poliandri

: seorang wanita yang memiliki lebih dari satu suami

288

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

poligami

: perkawinan dengan pasangan yang lebih dari satu

orang

poligini

: seorang pria mengawini lebih dari satu wanita

politeisme

: bentuk kepercayaan terhadap banyak dewa

polity

: pemerintahan yang dijalankan oleh banyak orang

rasionalitas

: pelaksanaan birokrasi dan manajemen organisasi

berdasarkan kepada perhitungan dan menganut

prinsip efisiensi

reactionary movement

: suatu gerakan yang bertujuan menghidupkan atau

mengembalikan institusi sosial dan nilai-nilai sosial

pada masa lampau serta meninggalkan nilai dan

institusi sosial masa kini

redemptive movement

: gerakan sosial untuk mengubah perilaku perorangan

secara menyeluruh

reformative movement

: suatu gerakan sosial yang bertujuan agar masyarakat

mengubah perilakunya pada aspek-aspek tertentu

reformist movement

: gerakan sosial yang hanya bertujuan mengubah

sebagian institusi dan nilai-nilai sosial

regulative institution

: lembaga sosial yang keberadaannya mengatur pihak

di luar lembaga tersebut

reliabel

: dapat dipercaya

reproduksi

: fungsi yang berkaitan dengan upaya melahirkan

keturunan (anak) sebagai generasi penerus

responden

: orang yang merespon atau menjawab pertanyaan

restricted institution

: lembaga sosial yang penyebarannya hanya pada

masyarakat tertentu

revolusi sosial

: perubahan yang berlangsung singkat dan cepat serta

mengenai sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat

revolutionary move-

: perubahan secara menyeluruh terhadap tatanan sosial,

ment

termasuk institusi pemerintah dan sistem stratifikasi

sosial

sampel

: sebagian dari populasi yang dipilih dengan teknik

tertentu untuk diteliti

sampel berstrata

: sampel yang diterapkan pada populasi yang terdiri

dari kelas-kelas sosial berbeda

sampel bertujuan

: sampel yang ditentukan berdasarkan tujuan tertentu

dengan memperhatian ciri-ciri setiap populasi, memi-

lih subjek yang paling sesuai dengan ciri populasi, dan

harus cermat

Glosarium

289

sampel kembar

: sampel tandingan dengan tujuan untuk mengganti

masukan data yang rusak, hilang, atau tidak dikembali-

kan oleh nara sumber

sampel kelompok

: sampel yang diterpakan pada populasi yang terdiri

dari kelompok-kelompok sosial berbeda

sampel kuota

: sampel yang tidak memperhatikan strata dan wilayah,

yang penting jumlahnya sesuai dengan yang telah

ditentukan

sampel proporsi

: sampel yang digunakan pada populasi yang mencakup

beberapa wilayah, sekaligus beberapa kelas atau

kelompok sosial

sampel wilayah

: sampel yang digunakan pada populasi yang meliputi

beberapa wilayah dan setiap wilayah memiliki ciri

berbeda

sekulerisasi

: merosotnya keyakinan beragama, kekuatan gaib, dan

nilai dan norma tradisional yang dinilai tidak masuk

akal

social sanctioned

: lembaga sosial yang diterima masyarakat

institution

subsidiary institution

: lembaga sosial yang dianggap kurang mendasar

studi komparatif

: penelitian yang membandingkan dua gejala atau lebih

sumber data

: orang, tempat, dan kertas yang dapat memberikan

informasi bagi peneliti

survei

: metode yang digunakan untuk mengumpulkan data

dalam lingkup luas dan banyak

teologi

: ilmu ketuhanan

teori fungsional

: penjelasan mengenai struktur masyarakat dan peru-

bahan sosial yang terjadi di dalamnya dengan sudut

pandang bahwa masyarakat sebagai sistem yang

terdiri dari bagian-bagian yang memiliki fungsi sendiri-

sendiri namun saling melengkapi

teori konflik

: penjelasan mengenai struktur masyarakat dan peru-

bahan yang terjadi di dalamnya dengan sudut pandang

bahwa kelas-kelas sosial dalam masyarakat selalu

berkonflik

teori siklus

: penjelasan mengenai perubahan sosial sebagai suatu

proses yang melalui beberapa tahap, dan setelah men-

capai tahap akhir maka perubahan akan kembali

berulang mulai tahap pertama

290

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

tes proyeksi

: tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian

seseorang melalui tulisan tangannya atau ke-

mampuannya dalam memahami gambar tertentu

transformative move-

: suatu gerakan sosial yang menuntut perubahan ma-

ment

syarakat dalam seluruh aspek kehidupannya

unsanctioned institu-

: lembaga sosial yang keberadaannya ditolak oleh ma-

tion

syarakat

variabel bebas

: variabel yang keberadaannya mempengaruhi variabel

terikat

variabel terikat

: variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh

variabel bebas

variabel kuantitatif

: gejala-gejala (fakta sosial) yang dapat dinilai dengan

angka

variabel kuantitatif

: pengkategorian suatu gejala menjadi dua kutub yang

deskrit

berlawanan

variabel kuantitatif

: variabel yang menyatakan gejala-gejala dalam bentuk

kontinum

tingkatan

variabel kualitatif

: gejala-gejala (fakta sosial) yang tidak dapat dinilai

dengan angka-angka, tetapi dengan kategori-kategori

tertentu

wawancara berencana

: teknik berwawancara yang dipersiapkan dengan

membuat daftar pertanyaan dan memilih responden

yang sesuai dengan variabel dan penentuan sumber

data

wawancara sambil lalu

: bentuk wawancara tak berencana dengan responden

yang diperoleh secara kebetulan tanpa diseleksi

wawancara tak

: teknik berwawancara tanpa berpedoman kepada daf-

berencana

tar pertanyaan yang telah dipersiapkan secara khusus

wawancara terbuka

: bentuk wawancara dengan pengajuan pertanyaan-

pertanyaan yang jawabannya diberikan dalam bentuk

uraian bebas oleh orang yang diwawancarai

wawancara tertutup

: suatu bentuk wawancara dengan pengajuan per-

tanyaan-pertanyaan yang jawabannya telah disediakan

yaitu berupa pilihan-pilihan sehingga

interviewee

tinggal memilih salah satu jawaban yang ada

wawancara

: suatu metode pengumpulan data yang berupa per-

cakapan langsung

xenosentrisme

: kecenderungan menganggap gagasan atau produk

luar negeri lebih unggul

Gambar 1.1

Penggunaan teknologi dalam pertanian merupakan salah

salah satu dampak perubahan sosial

.................................................. 1

Gambar 1.2

Bentuk bangunan (arsitektur) merupakan salah satu aspek

kehidupan manusia yang selalu berubah dari waktu

ke waktu.............. 2

Gambar 1.3

Bagan perkembangan peradab

an menurut teori evolusi...................... 9

Gambar 1.4

Bagan siklus perubahan peradaban................................................... 10

Gambar 1.5

Tonggak revolusi di Ind

onesia........................................................... 11

Gambar 1.6

Gerakan sosial seperti ini berpotensi mengubah

masyarakat............... 13

Gambar 1.7

Bagan gerakan sosial menurut David Arbele

...................................... 14

Gambar 1.8

Budaya menanam jagung yang sekarang menyebar ke seluruh

dunia berasal dari Meksiko................................................................ 20

Gambar 1.9

Musik dangdut adalah perpaduan antara musik gaya

India dan Melayu.............................................................................. 21

Gambar 1.10

Sebuah invensi yang m

engubah masyarakat

....................................... 22

Gambar 1.11

Melalui pendidikan, perubahan sosial kearah yang lebih baik

disiapkan......................................................................................... 24

Gambar 1.12

Bencana alam merupakan salah satu faktor lingkungan fisik

yang mendorong terjadinya perubahan

sosial..................................... 24

Gambar 1.13

Setiap tahun, kita disuguhi drama kolosal arus mudik dan balik.

Apa yang terpikir dalam benak Anda melihat fenomena itu?............... 25

Gambar 1.14

Kota lebih cepat berubah daripada desa, karena struktur

masyarakatnya terbuka

..................................................................... 25

Gambar 1.15

Masyarakat yang terlalu memegang teguh tradisi dan fatalistik

akan memperlambat bahkan menghambat proses perubahan sosial.... 28

Gambar 2.1

Salah satu hasil dari modernisasi....................................................... 43

Gambar 2.2

Perusahaan-perusahaan raksasa berdiri di kota-kota, sehingga

para pekerja terkonsentra

si di sek itarnya ........................................... 50

Gambar 2.3

Pengaruh modernisasi di bidang struktur sosial melahirkan

kelompok sosial baru yaitu kaum buruh

............................................. 52

Gambar 2.4

Lembaga legislatif membuat undang-undang sebagai landasan

pengelolaan pemerintahan berdasarkan konstitusi

.............................. 53

Gambar 2.5

Teknologi telah merambah di semua sektor kehidupan

manusia modern.............................................................................. 55

DATAR GAMBAR

292

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Gambar 2.6

Modernisasi telah membawa kemajuan besar, tetapi juga

membawa dampak yang negatif

pada kehidupan

manusia.................. 57

Gambar 2.7

Dengan internet, dunia telah be

rubah menjadi dusun global................ 59

Gambar 2.8

Globalisasi memberi kesempatan yang sama kepada budaya

manapun untuk mendunia................................................................ 62

Gambar 2.9

Modernisasi telah membuat manusi

a terbang melintasi angkasa

.......... 67

Gambar 2.10

Perubahan sosial tidak selalu menguntungkan

.................................... 69

Gambar 2.11

Pendidikan anak sebenarnya tanggung jawab orang tua. Namun,

dalam dunia modern tanggung jawab itu diserahkan

kepada sekolah

atau guru ................................................................. 70

Gambar 2.12

Sistem otonomi daerah telah memberi kesempatan yang sama

kepada warga masyarakat untuk menjadi anggota DPR/DPRD

atau kepala daerah........................................................................... 70

Gambar 2.13

Urbanisasi sebagai bagian dari perubahan sering mengakibatkan

kemiskinan....................................................................................... 72

Gambar 2.14

Kemajuan peradaban telah menciptakan senjata modern yang

pada akhirnya menghancurkan pe

radaban itu sendiri

......................... 74

Gambar 2.15

Pudarnya nilai tradisional karena pengaruh globalisasi mampu memicu

pelanggaran norma.......................................................................... 76

Gambar 2.16

Kemajuan industri adalah bentuk perubahan sosial. Namun,

industri juga dapat mengancam kelestarian lingkungan....................... 78

Gambar 3.1

Sekolah merupakan perwujudan lembaga pendidikan

......................... 91

Gambar 3.2

Setiap keluarga adalah sebuah ikatan sosial yang didasari

oleh nilai-nilai tertentu...................................................................... 95

Gambar 3.3

Perwujudan lembaga agama.............................................................. 95

Gambar 3.4

Presidan dan para menterinya merupakan sekelompok elit

pemerintah yang menjalankan norma-norma yang

mengatur sebuah pemerintahan

........................................................ 96

Gambar 3.5

Bank adalah salah satu perwujudan dari lembaga perekonomian......... 96

Gambar 3.6

Upacara nikah dengan segala tata cara dan simbol-simbolnya

merupakan salah satu proses pelembagaan

........................................ 100

Gambar 3.7

Setiap kali upacara bendera di hari Senin, Pembina upacara

selalu membacakan teks Pancasila. Apa maksud dan tujuannya?......... 104

Gambar 3.8

Ideologi yang mendasari penyelenggaraan lembaga

pemerintah RI adalah Pancasila. Pancasila adalah suatu

sistem gagasan yang di

rumuskan oleh Bung Karno

............................ 105

Gambar 3.9

Suatu bentuk dinamika lembaga pendidikan berkat kemajuan

teknologi.......................................................................................... 106

Gambar 3.10

Kadang-kadang

kredibilitas sebuah lembaga dipengaruhi oleh

perilaku orang-orang yang tergabung dalam organisasi tersebut.......... 108

Gambar 4.1

Keluarga adalah bentuk lembaga terkecil di masyarakat...................... 119

293

Daftar Gambar

Gambar 4.2

Manusia modern menyadari pentingnya mengasuransikan

hidup mereka. Oleh karena itu, dibentuklah lembaga asuransi............. 121

Gambar 4.3

Lembaga pendidikan dianggap mendasar bagi masyarakat moder

n..... 122

Gambar 4.4

Lembaga pemerintahan kita bersifat khusus (khas) apabila

dibanding dengan pemerintahan negara lain. Pada aspek

apakah yang khas?

........................................................................... 124

Gambar 4.5

Hukum mengatur ketertiban masyarakat luas..................................... 124

Gambar 4.6

Upacara pernikahan hanya sekedar acara simbolik yang

menandakan proses terbentuknya sebuah kel

uarga ............................ 128

Gambar 4.7

Salah satu tujuan perkawinan adalah untuk memperoleh

keturunan yang jelas asal-usul dan statusnya

...................................... 131

Gambar 4.8

Anak kecil disosialisasikan untuk mengenal nilai, norma,

status dan peran sosial dalam keluarga .............................................. 131

Gambar 4.9

Di dalam keluargalah kita memperoleh perlindungan yang

paling tulus...................................................................................... 132

Gambar 4.10

Bagaimana status anak yang lahir t

anpa orang tua yang jelas?............ 132

Gambar 4.11

Agama mempersatukan berbagai bangsa ke dalam satu kesatuan

yang disebut umat............................................................................ 136

Gambar 4.12

Proses sosialisasi terjadi pada saat umat beribadah bersama................ 137

Gambar 4.13

Pemerintah yang sedang berkuasa adalah perwujudan

lembaga pemerintahan

..................................................................... 138

Gambar 4.14

Polisi sebagai salah satu bagian dari lembaga pemerintahan

yang berfungsi menegakkan huku

m................................................... 142

Gambar 4.15

Lembaga pemerintahan dilengkapi dengan badan yang

merencanakan dan mengarahkan proses pembangunan

..................... 142

Gambar 4.16

Militer adalah aparat pertahanan negara yang siap

melindungi negara dari serangan musuh

............................................ 143

Gambar 4.17

Pasar modal adalah bentuk baru lembaga perekonomian

zaman modern................................................................................. 144

Gambar 4.18

Lembaga ekonomi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat

akan barang dan jasa

........................................................................ 146

Gambar 4.19

Lembaga ekonomi juga membawa dampak negatif yaitu

kepadatan penduduk dan perges

eran nilai d an norma ........................ 146

Gambar 4.20

Kerusakan lingkungan merupakan salah satu dampak negatif

lembaga ekonomi............................................................................. 147

Gambar 4.21

Sekolah mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja

dengan berbekal ket

erampilan........................................................... 150

Gambar 4.22

Sekolah menjadikan generasi muda memiliki sikap kritis

yang peduli terhadap segala sesuatu yang menyimpang...................... 151

294

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

Gambar 5.1

Suatu realitas sosial dapat dikaji lebih dalam dengan

menggunakan penelitian terhadapnya............................................... 165

Gambar 5.2

Penelitian bukan monopoli para ilmuwan. Siapa saja boleh

melakukannya, apabila memahami prosedurnya................................. 167

Gambar 5.3

Eksperimen laboratorium bukan satu-satunya bentuk penelitia

n.......... 169

Gambar 5.4

Penelitian harus direncanakan dangan matang

................................... 173

Gambar 5.5

Studi pustaka merupakan bagian dari kegiatan

perencanaan p

enelitian..................................................................... 175

Gambar 6.1

Pada umumnya hasil penelitian dipresentasikan di depan umum

......... 209

Gambar 6.2

Bagan wawancara............................................................................ 221

Gambar 6.3

Grafik hasil wawancara dengan warga masyarakat x mengenai

pendapat mereka tentang k

inerja pemerintah

.................................... 234

INDEKS SUBJEK DAN PENGARANG

Coding

230, 251, 267

Conservative movement

2, 15

Cultural change

4, 5, 37, 41

Crescive institution

121, 161

D

Desentralisasi 13, 107

Dinamisme 134, 164

Disorganisasi sosial 68, 80, 89

Deobold van Dalen 181

Dusun global 59, 63, 90

DPR 97,

109, 122, 141, 142

E

Editing

230

Enacted institution

121, 127

F

Fungsi laten 119,120, 127, 136, 146, 151,

152, 154, 161, 162, 164

G

Gabungan Pengusaha Konstruksi 96

General institution

123, 161

George Seldon 22

Good governance

48, 81, 90

Grafologi 214

H

Hegel 23

Herbert Spencer 9, 39

Heterogenitas 27

Hipotesis alternatif 181

Hipotesis nol 166, 181

A

ABRI 109

Abraham Lincoln 141

Analisis hasil uji coba 212

Angket langsung 217, 259, 266

Angket tak langsung 217, 266

Animisme 134, 164

Apprenticeship

147

Ascribed status

132

Assign status

132

Agent of change

12, 33

Akulturasi 20, 21, 40

Alternative movement

2, 14, 15

Approach

183

Arnold Toynbee 10, 11

Asimilasi 20, 21, 40

Asosiasi 63, 93, 94, 96, 97, 98, 99, 100, 103,

114, 115, 116, 118

Asosiasi Pengusaha Indonesia 96

Auguste Comte 9, 39

B

Basic institution

122, 161

Bias data 228, 240, 265

Birokrasi 13, 91, 93, 97, 98, 99, 101, 110,

112, 115, 116, 118, 264

BLT 170

Bung Karno 105, 108

Broken home

131

C

Charles Darwin 9, 39

Chester L. Hunt 100, 185

Check list

210, 214, 224, 225, 226, 250

Cliffort Geertz 170

Custom

101, 111, 118

296

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

I

Ideologi 91, 92, 96, 104, 105, 106, 117

Instrumen pengumpul data 211, 228, 229, 239,

240, 268

Interviewer

220

K

Kamar Dagang dan Industri 96

Kaum cendekiawan 107, 108, 110, 112, 118

Kategorisasi 230, 231, 232, 246, 251

Karl Marx 9, 10, 18, 23, 39, 57, 217

Kesenjangan budaya 44, 66, 67, 68, 82, 89

Khmer Rouge 15

Konservatif 15, 17, 19, 26

Kode etik 104,

118

Komunis 140, 141, 142, 143, 163, 164

Korelasi sebab-akibat 177

Korelasi sejajar 177

Kredibilitas 108, 112, 118

L

Lembaga feodalisme 97, 145

Lembaga ilmiah 97,

110

Lewis Henry Morgan 9, 39

M

Mac Lennan 134

Max Weber 45, 47, 55, 81, 159

Metode angket 217, 226, 250

Metode noneksperimen 184

Metode populasi 183, 184, 207

Monoteisme 134, 135

Mussolini 141

N

NATO 60, 61, 82, 89

Nilai umum 94

O

Observasi 220, 224, 228

Operative institution

124

Oswald Spengler 10

P

Pancasila 105

Paul B. Horton 18, 185

PBB 226, 227

Pendidikan formal 148, 149, 152, 162

Penelitian deskriptif 171, 176, 183, 193

Penelitian eksperimen 171

Penelitian eksploratif 169, 181, 205

Penelitian verifikasi 170, 205

Penyuntingan 212, 230, 251, 265

Persebaya 93

Politeisme 134, 135

Populasi Heterogen 190

Populasi heterogen 195

Pre experimental design

184

Proposal 173, 204, 206

Pranata sosial 93, 94

Prosedur umum 92, 94

Proses institusionalisasi 101, 102

Proses internalisasi 101

Pitirim A. Sorokin 10

Progres 6

Psikoanalis 221

R

Reactionary movement

2, 15

Redemptive movement

2, 14, 15

Reformative movement

2, 14, 15

Regres 6

Reliabel 212, 266

Rembug desa 128, 139

Revolusi Industri 145

Revolutionary movement

2, 15

S

Sampel kelompok 191

Sampel Kuota 191

Sampel penelitian 213, 249, 258, 265

Sampel Proporsi 191

Simulasi 228

Social change

4, 37

Social institution

94

Socio-cultural change

5, 41

Soerjono Soekanto 48, 90

Sosialis 128, 131, 134, 137, 145, 146, 151,

154, 162, 163, 164

Subsidiary institution

122, 123, 161

Subsistem sosial 133

Indeks Subjek dan Pengarang

297

Suharsimi Arikunto 190, 202

Supranatural 124, 133

Status quo 23

Supranasional 62

T

Talcott Parson 13, 41

T

eori siklus 10, 11

Tes bakat 214, 250

Tes intelegensi 212, 214, 241, 250

Tes kepribadian 212, 214, 250

Tes proyeksi 214, 250

Tes sikap 214, 250

Thomson 26

Totemisme 134, 135

Tujuan penelitian 210, 213, 244, 245, 249,

265

Transformative movement

2, 14, 15

U

Usage

101, 111, 118

V

Variabel kualitatif 186, 195

W

Wawancara 209, 210, 211, 213, 214, 220,

221, 222, 223, 224, 227, 228, 229, 231,

234, 236, 240, 242, 250, 255, 256, 268

Westernisasi 49, 90

298

Sosiologi SMA/MA Kelas XII

CATATAN

____________________________________________________________________________

__________________________________________________________________________________________________________