Gambar Sampul IPS · BAB IV MASA PRAAKSARA, HINDU-BUDDHA, DAN ISLAM
IPS · BAB IV MASA PRAAKSARA, HINDU-BUDDHA, DAN ISLAM
Iwan Setiawan, Dedi, Suciati, dan A. Mushlih

24/08/2021 16:01:23

SMP 7 K-13 revisi 2016

Lihat Katalog Lainnya
Halaman

BAB 4

Masyarakat Indonesia pada Masa

Praaksara, Hindu-Buddha, dan Islam

192

Kelas VII SMP/MTs

Peta Konsep

193

Ilmu Pengetahuan Sosial

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini kamu diharapkan dapat:

• mengidentifikasi

periodisasi

masa

praaksara

di

Indonesia;

• mendeskrepsikan

perkem

bangan

masyarakat

Indonesia

pada

masa

praaksara;

• mendeskrepsikan

perkembangan

masyarakat

Indonesia

pada

masa

Hindu-

Buddha;

• mendeskrepsikan

perkembangan

masyarakat

Indonesia

pada

masa

Islam.

Sumber: https://usemayjourney.files.wordpress.com/2011/02/sangiran5.jpg

Gambar. 4.1.

Fosil manusia purba koleksi museum purbakala Sangiran.

Apakah

di

antara

kamu

ada

yang

pernah

mengunjungi

museum

purbakala?

Di

tempat

itu

kamu

dapat

menemukan

benda-benda

peninggalan

dari

orang-

orang

zaman

dahulu.

Benda-benda

tersebut

ada

yang

berupa

fosil,

yaitu

sisa-

sisa

tulang

belulang

manusia,

hewan,

dan

tumbuhan

yang

sudah

membatu.

Ada

yang

berupa

artefak,

yaitu

alat-alat

kehidupan

seperti

senjata,

alat

Prawacana

194

Kelas VII SMP/MTs

pertanian

dan

alat

rumah

tangga.

Ada

pula

yang

berupa

tulisan

seperti

prasasti

dan

naskah

kuno.

Melalui

benda-benda

tersebut,

kamu

dapat

mengetahui

kehidupan

orang-orang

pada

zaman

dahulu,

khususnya

di

Indonesia.

Kehidupan

manusia

di

Indonesia

telah

ada

sejak

zam

an

dahulu.

Diawali

dengan

masa

praaksara,

yaitu

suatu

masa

ketika

manusia

belum

mengenal

tulisan,

kemudian

masa

Hindu-Buddha

yang

ditandai

dengan

berkembangnya

unsur

-unsur

kebudayaan

dan

agama

Hindu-Buddha,

selanjutnya

masa

Islam

yang

ditandai

dengan

berkembangnya

unsur

-unsur

Islam

dalam

kehidupan

masyarakat

di

Indonesia.

Bagaimanakah

perkembangan

masyarakat

di

Indonesia

pada

masa-masa

tersebut?

Bagaimana

perkembangan

peradaban

mereka?

Pada

bab

ini,

kamu

akan

mempelajari

kehidupan

masyarakat

pada

masa

praaksara,

Hindu-Buddha,

dan

Islam

di

Indonesia.

A. KehidupanManusia

pada

Masa

Praaksara

1.

Mengenal Masa Praaksara

Sebelum

mempelajari

tentang

bagaimana

kehidupan

masyarakat

di

Indonesia

pada

masa

praaksara,

terlebih

dahulu

kamu

harus

memahami

apa

yang

dimaksud

dengan

masa

praaksara.

Agar

kamu

memahaminya,

carilah

informasi

mengenai

pengertian

masa

praaksara

dari

berbagai

sumber

,

seperti

buku

bacaan,

ensiklopedi,

internet,

atau

sumber

lainnya,kemudian

kerjakan

kegiatan berikut!

1.

Bu

atlah

rumusan

pengertia

n

zaman

praaksara

berdasarkan

informasi

yang

kamu

peroleh!

2. Tulis

pada

kolom

yang

disediakan!

.......................................................................................

.......................................................................................

.......................................................................................

............................................................................................

3. Bandingkan

rumusan

pengertian

masa

praaksara

buatanmu

dengan

temanmu!

4. Buat

kesimpulan

dari

kegiatan

ini!

Aktivitas Individu

195

Ilmu Pengetahuan Sosial

Setelah

membaca

berbagai

sumber

mengenai

pengertian

masa

praaksara

dapat

ditarik

kesimpulan

bahwa

masa

praaksara

merupakan

salah

satu

periode

dalam

kehidupan

manusia

ketika

manusia

yang

belum

mengenal

tulisan.

Praaksara

berasal

dari

gabungan

kata,

yaitu

pra

dan

aksara.

Pra

artinya

sebelum

dan

aksara

berarti

tulisan.

Dengan

demikian,

yang

dimaksud

masa

praaksara

adalah

masa

sebelum

manusia

mengenal

tulisan.

Masa

praaksara

disebut

juga

dengan

masa

nirleka

(

nir

artinya

tidak

ada,

dan

leka

artinya

tulisan),

yaitu

masa

tidak

ada

tulisan.

Masa

praaksara

dikenal

pula

dengan

masa

prasejarah.

Mengapa

tulisan

menjadi

pembatas

waktu

masa

praaksara?

Aksara

atau

tulisan

adalah

hasil

kebudayaan

manusia.

Fungsi

utam

a

dari

aksara

ini

adalah

untuk

berkomunikasi

dan

membaca

tentang

sesuatu.

Sekelompok

manusia

yang

telah

mengenal

tulisan,

biasanya

meninggalkan

catatan-catatan

tertulis

kepada

generasi

berikutnya

.

Catatan

itu

dapat

berupa

batu

bertulis

(prasasti)

dan

naskah-naskah

kuno.

Dari

catatan

tertulis

tersebut,

kita

dapat

mengetahui

kehidupan

orang-orang

zaman

dahulu.

Dengan

demikian

penemuan

aksara

merupakan

faktor

penting

untuk

mengetahui

suatu

peradaban.

Kapan

waktu

dimulainya

masa

praaksara

dan

kapan

waktu

berakhirnya?

Masa

praaksara

dimulai

sejak

manusia

ada,

itulah

titik

dimulainya

masa

praaksara.

Adapun

waktu

berakhirnya

masa

praaksara

adalah

setelah

manusia

mulai

menge

nal

tulisan.

Berakhirnya

masa

praaksara

tidak

sama

bagi

tiap-tiap

bangsa.

Misalnya

bangsa

Mesir

dan

Mesopotamia,

mereka

telah

mengenal

tulisan

kira-kira

3.000

tahun

sebelum

Masehi.

Artinya,

mereka

telah

meninggalkan

masa

praaksara

kira-kira

3.000

tahun

sebelum

Masehi.

Adapun

masyarakat

di

Indonesia

mulai

mengenal

tulisan

sekitar

abad

ke-5

Masehi.

Hal

ini

diketahui

dari

Y

upa

(batu

bertulis

peninggalan

kerajaan

Kutai)

yang

terdapat

di

Muara

Kaman,

Kalimantan

T

imur.

Dengan

demikian,

bangsa

Indonesia

meninggalkan

masa

praaksara

pada

abad

ke-5

Masehi.

Sebagaimana

dijelaskan

sebelumnya,

pada

masa

praaksara

manusia

belum

mengenal

tuli

san,

maka

tidak

ada

peninggalan

tertulis

dari

masa

praaksara.

Lalu,

bagaim

anakah

cara

mengetahui

kehidupan

manusia

pada

masa

tersebut?

Kehidupan

manusia

pada

masa

praaksara

dapat

dipelajari

melalui

peninggalan-peninggalan

yang

ditinggalkan

oleh

manusia

yang

hidup

pada

waktu

itu.

Peninggalan

itu

dapat

berupa

artefak

dan

fosil.

Artefak

membantu

kita

untuk

memperkirakan

bagaimana

perkembangan

kehidupan

manusia

dan

fosil

membantu

untuk

mengetahui

pertumbuhan

fisik

makhluk

hidup

pada

masa

praaksara.

196

Kelas VII SMP/MTs

1.

Kerjakan dengan temanmu!

2. Amati

benda-benda

di

bawah

ini!

3. Berdasarkan

pengamatan

mu,

mana

benda

yang

merupakan

peninggalan

masa

praaksara

dan

benda

yang

bukan

peninggalan

masa

praaksara?

4. Berikan

alasannya!

5. Kumpulkan

hasil

kerja

kelompok

untuk

penilaian!

Benda

Kategori

Alasan

Fosil

manusia

purba

Prasasti

Alat-alat

dari

tulang

Naskah

kuno

Aktivitas Kelompok

197

Ilmu Pengetahuan Sosial

2.

Periodisasi Masa Praaksara

Sejarah

alam

semesta

jauh

lebih

panjang

jika

dibandin

gkan

dengan

sejarah

kehidupan

manusia

di

muka

bumi.Manusia

pertama

kali

muncul

dimuka

bumi

ini

kira-kira

tiga

juta

tahun

yang

lalu.Untuk

mengetahui

perkembangan

manusia

sejak

awal

kehidupannya,

kita

perlu

mempelajari

terlebih

dahulu

periodisasi

atau

pembabak

an

zaman

di

muka

bumi.Pembabakan

itu

dapat

dilakukan

secara

geologis,

arkeologis,

dan

perkemban

gan

kehidupan

manusia.

Berikut

ini,

diuraikan

ketiga

pembabakan

atau

periodisasi

tersebut.

a.

Periodisasi secara Geologis

Sumber: https://richocean.files.wordpress.com/2009/12/indonesia1.jpg

Gambar. 4.2.

Bumi

198

Kelas VII SMP/MTs

Itu

adalah

bumi

yang

selam

a

ini

kita

tinggali.

Pada

zaman

dahulu

keadaan

bumi

tidak

seperti

sekarang.

Sebelum

adanya

kehidupan,

bumi

mengalami

perubahan-perubahan.

A

walnya

bumi

dalam

keadaan

panas

dan

pijar

sehingga

tidak

ada

satu

mahkluk

hidup

yang

mampu

hidup.

Kemudian

bumi

mendingin

dan

terbentuklah

kerak

atau

kulit

bumi.

Mahkluk

hidup

mulai

ada

sejalan

dengan

semakin

mendinginnya

bumi.

Proses

perubahan

bumi

terbagi

atas

beberapa

fase-fase

atau

zaman.

Perubahan

dari

satu

zaman

ke

zaman

berikutnya

memakan

waktu

yang

lama,

sampai

jutaan

tahun.Menurut

para

ahli

geologi,

sejarah

perkembangan

bumi

terbagi

menjadi

empat

periode,

yaitu

zaman

arkaikum,

palaeozoikum,

mesozoikum,

dan

neozoiku

m

atau

kenozoikum.

Zaman

neozoikum

ini

terbagi

dalam

dua

bagian,

yaitu

zam

an

tertier

dan

kwartier

.

Pada

zaman

kwartier

inilah

mulai

ada

tanda-tanda

kehidupan

manusia.

Untuk

memahami

lebih

lanjut

tentang

periodisasi

ini,

kerjakanlah

aktivitas

berikut.

1. Bentuklah

kelompok

dengan

anggota

3-4

orang!

2. Carilah

informasi

mengenai

fase-fase

perkembangan

bumi

dari

berbagai

sumber

seperti

buku

bacaan,

artikel,

atau

internet!

3. Tulis

informasi

yang

kamu

temukan

pada

kolom

yang

disediakan!

No

Periode

Ciri-Ciri

1

Zaman

Arkaikum

.........................

2

Zaman

Palaeozoikum

.........................

3

Zaman

Mesozoikum

.........................

4

Zaman

Neozoikum

atau

Kenozoikum

.........................

4. Presentasikan

hasil

kegiatan

di

depan

kelas!

5. Selesai

presentasi,

kumpulkan

hasil

kegiatan

kepada

guru

untuk

dinilai

Aktivitas Kelompok

199

Ilmu Pengetahuan Sosial

Setelah

kamu

mengerjakan

aktivitas

kelompok,

kamu

dapat

mengetahui

periodisasi

sejarah

perkembangan

bumi

secara

geologis,

yaitu:

1) Zaman

Arkaikum

Zaman

Arkaikum

merupak

an

zaman

tertua,

zaman

ini

berlangsung

kira-

kira

sejak

2.500

juta

tahun

yang

lalu.

Pada

waktu

itu

kulit

bumi

masih

sangat

panas,

sehingga

belum

terdapat

kehidupan

diatasnya.

2) Zaman

Palaeozoikum

Zaman

kehidupan

tua,

berlangsung

kira-kira

sejak

340

juta

tahun

yang

lalu.

Zaman

ini

sudah

ditan

dai

dengan

munculnya

tanda-tanda

kehidupan,

antara

lain

munculnya

binatang-binatang

kecil

yang

tidak

bertulang

punggung,

berbagai

jenis

ikan,

amfibi

dan

reptil.

3)

Zaman

Mesozoikum

Zaman

kehidupan

pertenga

han,

berlangsung

sejak

kira-kira

140

juta

tahun

lalu.Pada

zam

an

ini,

kehidupan

di

bumi

makin

berkembang.Binatang-

binatang

mencapai

bentuk

tubuh

yang

besar

sekali.

Kita

mengenalnya

sebagai

Dinosaurus.Di

samping

itu,

juga

mulai

muncul

berbagai

jenis

burung.Zaman

mesozoikum

disebut

pula

dengan

zaman

reptil

karena

pada

zaman

ini

jenis

binatang

reptil

yang

paling

banyak

ditemukan.

Sumber: http://static.pulsk.com/images/2013/08/11/5207b3a21d390_5207b3a23fd78.

jpg

Gambar. 4.3

Ilustrasi dinosaurusyang hidup pada zaman mesozoikum

200

Kelas VII SMP/MTs

4)

Neozoikum

atau

Kenozoikum

Zaman

kehidupan

baru,

berlangsung

sejak

kira-

kira

60

juta

tahun

yang

lalu.

Zaman

ini

dibagi

menjadi

dua,

yaitu

zaman

tertier

dan

zaman

kuartier

.

a) Zaman

T

ertier

Pada

zaman

tertier

jenis-jenis

reptil

besar

mulai

punah

dan

bumi

umumnya

dikuasai

oleh

hewan-hewan

besar

yang

menyusui.

Contohnya

adalah

jenis

gajah

purba

(

mammuthus

)

yang

pernah

hidup

di

Amerika

Utara

dan

Eropa

Utara.

b) Zaman

Kuartier

Zaman

kuartie

r

berlangsung

sejak

kira-kira

3.000.000

tahun

yang

lalu.

Zaman

ini

sangat

penting

bagi

kita,

karena

merupakan

awal

kehidupan

manusia

pertama

kali

di

muka

bumi.

b.

Periodisasi

secara Arkeologis

Periodisasi

secara

arkeologis

didasarkan

atas

hasil-hasil

temuan

benda-

benda

peninggalan

yang

dihasilkan

oleh

manusia

yang

hidup

pada

masa

praaksara.

Berdasarkan

penelitian

terhadap

benda-benda

tersebut,

masa

praaksara

dibedakan

menjadi

dua,

yaitu

zaman

batu

dan

zaman

logam.Agar

kamu

memahami

periodisasi

ini

dengan

baik,

perhatikanlah

uraian

berikut!

1) Zaman

Batu

Zaman

batu

adalah

zama

n

ketika

sebagian

besar

perkakas

penunjang

kehidupan

manusia

terbuat

dari

batu.

Berdasarkan

hasi

l

temuan

alat-alat

yang

digunakan

dan

dari

cara

pengerjaannya,

zaman

batu

dibagi

menjadi

tiga,

yaitu

Palaeolithikum,

Mesolithikum,

dan

Neolithikum.

a) Paleolithikum

Paleolithikum

berasal

dari

kata

Palaeo

artinya

tua,

dan

Lithos

yang

artinya

batu

sehingga

zaman

ini

disebut

zaman

batu

tua.

Hasil

kebudayaannya

banyak

ditemukan

didaerah

Pacita

n

dan

Ngandong

Jawa

T

imur.

Untuk

membedakan

temuan

benda-benda

praaksara

di

kedua

tempat

tersebut,

para

arkeolog

sepakat

menyebutnya

sebagai

kebudayaan

Pacitan

dan

kebudayaan

Ngandong.

Zaman

batu

tua

diperkira

kan

berlangsung

kurang

lebih

600.000

tahun

silam.

Kehidupan

manusia

masih

sangat

sederhana,

hidup

berpindah-

pindah (

nomaden

).

Mereka

memperoleh

makanan

dengan

cara

berburu,

mengumpulkan

buah-buahan,

umbi-umbian,

serta

menangkap

ikan.

Alat-

alat

yang

digunakan

pada

zaman

ini

terbuat

dari

batu

yang

masih

kasar

dan

belum

diasah,

seperti

kapak

perimbas

atau

alat

serpih

yang

digunakan

untuk

201

Ilmu Pengetahuan Sosial

menguliti

hewan

buruan,

mengiris

daging,

atau

memotong

umbi-umbian.

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar

. 4.4.

Kapak

perimbas

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar

. 4.5.

Alat Serpih

b) Mesolithikum

Mesolithikum

berasal

dari

kata

Meso

yang

artinya

tengah

dan

Lithos

yang

artinya

batu

sehingga

zaman

ini

dapat

disebut

zaman

batu

tengah.

Hasil

kebudayaan

batu

tengah

sudah

lebih

maju

apabila

dibandingkan

hasil

kebudayaan

zaman

Paleoli

tikum

(batu

tua).

Pada

zaman

ini,

manusia

sudah

ada

yang

hidup

menetap

sehingga

kebudayaan

yang

menjadi

ciri

dari

zaman

ini

adalah

kebudayaan

Kjokkenmoddinger

dan

kebudayaan

Abris sous Roch

e

.

202

Kelas VII SMP/MTs

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.6.

Kjokkenmoddinger

Kjokkenmoddinger

adalah

istilah

yang

berasal

dari

bahasa

Denmark,

yait

u

kjokken

artiny

a

dapur

dan

modding

artinya

sampah.

Jadi,

Kjokkenmoddinger

arti

sebenarnyaa

dalah

sampah

dapur

.

Kjokkenmoddinger

adalah

timbunan

kulit

kerang

dan

siput

yang

menggunung

dan

sudah

menjadi

fosil.

Kjokkenmoddinger

ditemu

kan

di

sepanjang

pantai

timur

Sumatra,

yakni

antara

Langsa

dan

Medan.

Dari

timbunan

itu,

ditemuk

an

kapak

genggam

yang

ternyata

berbeda

dengan

kapak

genggam

Palaeolith

ikum.

Kapak

genggam

yang

ditemukan

tersebut

dinamakan

dengan

pebble

atau

kapak

Sumatra

sesuai

dengan

lokasi

penemuanny

a.Kapak

Sumatra

ini

bentuknya

sudah

lebih

baik

dan

mulai

halus.Selain

itu

ditemukan

pula

sejenis

kapak

pendek

dan

sejenis

batu

pipisan

(batu-batu

alat

penggiling).

Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f3/Abris_sous_roches_du_

Solutr%C3%A9en.JPG

Gambar. 4.7.

Abris Sous Roche

203

Ilmu Pengetahuan Sosial

Abris Sous Roche

(

abris

=

tinggal,

sous

=

dalam,

r

oche

=

gua)maksudnya

adalah

gua-gua

yang

dijadikan

tempat

tinggal

manusia

purba

yang

berfungsi

sebagai

tempat

perlindungan

dari

cuaca

dan

binatang

buas.

Alat-alat

yang

ditemukan

pada

gua

tersebut

antara

lain

alat-alat

dari

batu

seperti

ujung

panah,

flakes,

batu

pipisan,

serta

alat-alat

dari

tulang

dan

tanduk

rusa.

Kebudayaan

abris sous r

oche

ini

banyak

ditemukan

misalnya

di

Besuki,

Bojonegoro,

juga

di

daerah

Sulawesi

Selatan.

c) Neolithikum

Neolithikum

berasal

dari

kata

Neo

yang

artinya

baru

dan

Lithos

yang

artinya

batu.Neolithikum

berarti

zaman

batu

baru.

Pada

zaman

ini

telah

terjadi

perubahan

mendasar

pada

kehidupan

masyarakat

praaksara.

Mereka

mulai

hidup

meneta

p

dan

mampu

menghasilkan

bahan

makanan

sendiri

melalui

kegiatan

bercocok

tanam.

Hasil

kebudayaan

yang

terkenal

dari

zaman

ini

adalah

kapak

persegi

dan

kapak

lonjong.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.8.

Kapak persegi

Kapak

persegi

berbentuknya

persegi

panjang

dan

ada

juga

yang

berbentuk

trapesium.

Kapak

persegi

ada

yang

berukuran

besar

ada

pula

yang

kecil.Kapak

berukuran

besar

disebut

dengan

beliung

dan

fungsinya

sebagai

cangkul.

Adapun

yang

ukuran

kecil

disebut

dengan

T

arah

ata

u

T

atah

dan

fungsinya

sebagai

alat

pahat.

204

Kelas VII SMP/MTs

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.9.

Kapak lonjong

Kapak

lonjong

bentuknya

lonjong.

Pada

ujung

yang

lancip

ditempatkan

tangkai

dan

pada

bagian

ujung

yang

lain

diasah

sehingga

tajam.

Kapak

lonjong

ada

yang

berukuran

besar

dan

ada

juga

yang

kecil.

Kapak

lonjong

berukuran

besar

disebut

dengan

W

alzenbeil

dan

yang

kecil

disebut

Kleinbeil.

Fungsi

kapak

lonjong

sama

dengan

kapak

persegi.

Selain

kapak

persegi

dan

kapak

lonjong,

pada

zama

n

Neolithikum

juga

terdapat

barang-barang

yang

lain

seperti

perhiasan,

gerabah,

dan

pakaian.

Perhiasan

yang

banyak

ditemukan

umumnya

terbuat

dari

batu

dan

kulit

kerang.

Berikut

ini

adalah

gambar

perhiasan

yang

terbuat

dari

batu.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.10.

Gelang dari batu

205

Ilmu Pengetahuan Sosial

d) Tradisi

Megalithik

Megalithik

berasal

dari

kata

Mega

yang

artinya

besar

dan

Lithos

yang

artinya

batu.Megalithik

berarti

batu

besar

.Jadi

yang

dimaksud

dengan

tradisi

megalithik

adalah

pendiria

n

bangunan

dari

batu

yang

berukuran

besar

.Tradisi

ini

muncul

pada

zaman

batu

dan

erat

kaitannya

dengan

kepercayaan

yang

berkembang

pada

saat

itu,

yaitu

pemujaan

tehadap

roh

nenek

moyang.

Jenis-

jenis

bangunan

megalithik

antara

lain

sebagai

berikut.

(1). Menhir

adala

h

bangunan

berupa

batu

tegak

atau

tugu

yangberfungsi

sebagai

tempa

t

pemujaan

roh

nenek

moyang

atau

tanda

peringatan

untuk

orang

yang

telah

meninggal

.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.11.

Menhir dari Toraja, Sulawesi Selatan

(2). Dolmen

adala

h

bangunan

berupa

meja

batu,

terdiri

atas

batu

lebar

yang

ditopang

oleh

beberapa

batu

yang

lain.

Dolmen

berfungsi

sebagai

tempat

persembahan

untuk

memu

ja

arwah

leluhur

.

Di

samping

sebagai

tempat

pemujaan,

dolmen

jugaber

fungsi

sebagai

pelinggih,

tempat

duduk

untuk

kepala

suku

atau

raja.

206

Kelas VII SMP/MTs

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.12.

Dolmen dari Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

(3). Kubur

peti

batu

adalah

tempat

menyimpan

mayat.

Kubur

peti

batu

ini

dibentuk

dari

enam

buah

papan

batu,

dan

sebuah

penutup

peti.

Papan-

papan

batu

itu

disusun

secara

langsung

dalam

lubang

yang

telah

disiapkan

terlebih

dahulu,

dan

biasanya

diletakkan

membujur

ke

arah

sungai

atau

gunung.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.13.

Peti kubur batu dari Wonosari, DI Yogyakarta

207

Ilmu Pengetahuan Sosial

(4). Waruga

merupakan

peti

kubur

batu

dalam

ukuran

yang

kecil.

Bentuknya

kubus

dan

bulat.

W

aruga

banyak

ditemukan

di

Sulawesi

T

engah.

Sumber: http://media.tumblr.com/tumblr_m4d76aduhF1r19ihw.jpg

Gambar. 4.14.

Waruga

(5). Sarkofagus

adalah

bangunan

berupa

kubur

batu

yang

berbentuk

seperti

lesung

dan

diberi

tutup.

Sarkofagus

banyak

ditemukan

di

daerah

Bali.

Sumber: Sejarah Nasional Indonesia I

Gambar. 4.15.

Sarkofagus

208

Kelas VII SMP/MTs

(6). Punden

berundak

adalah

bangunan

bertingkat

yang

dihubungkan

tanjakan

kecil.

Punden

berundak

berfungsi

sebagai

tempat

pemujaan

terhadap

roh

nenek

moyang.

(7). Patung.

Bentuk

patung

masih

sangat

sederhana

umumnya

berbentuk

binatang

atau

manusia.

2) Zaman

Logam

Sebagai

perkembangan

dari

zaman

batu,

manusia

masuk

ke

zaman

logam.

Pada

zaman

ini,

manusia

tidak

hanya

menggunakan

bahan-bahan

dari

batu

untuk

membuat

alat-alat

kehidupannya,

tetapi

juga

memper

gunakan

bahan

dari

logam,

yaitu

perunggu

dan

besi.

Menurut

perkembangannya,

zaman

logam

dibeda

kan

menjadi

tiga,

yaitu

zaman

perunggu,

zaman

tembaga

dan

zaman

besi.

Indonesia

hanya

mengalami

dua

zaman

logam,

yaitu

zaman

perunggu

dan

zaman

besi.

Benda-benda

yang

dihasilkan

pada

zaman

ini

antara

lain

adalah

kapak

corong

(kapak

yang

menyerupai

corong),

nekara,

moko,

bejana

perunggu,

manik-m

anik,

cendrasa

(kapak

sepatu).

Berikut

ini

adalah

gambar

beberapa

benda

yang

peninggalan

zaman

logam

di

Indonesia.

Sumber: Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar. 4.16.

Kapak

corong

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar. 4.17.

Nekara

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar

. 4.18.

Cendrasa

1. Setelah

memb

aca

uraian

di

atas,

deskrepsikan

perubahan

yang

terjadi

pada

masing-masing

zaman.

2. T

ulis

pada

kolom

yang

disediakan!

Zaman

Deskripsi Perubahan

Batu

Palaeolithikum

.........................

Mesolithikum

.........................

Neolithikum

.........................

Logam

.........................

3. Setelah

selesai

kumpulkan

hasilnya

kepada

guru

untuk

dinilai!

Aktivitas Individu

209

Ilmu Pengetahuan Sosial

c.

Periodisasi berdasarkan Perkembangan Kehidupan

Periodisasi

ini

didasarkan

atas

perkembangan

kehidupa

n

manusia

praaksara.

Berdasarkan

hal

tersebut,

maka

masa

praaksara

dapat

dibagi

menjadi

beberapa

tahap,

yaitu

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan,

masa

bercocok

tanam,

serta

masa

perundagian.

Bagaimana

perkembangan

manusia

pada

masa-masa

tersebut?

Bagaimana

cara

mereka

memenuhi

kebutuhan

hidup?

Bagaimana

hubungan

antar

mereka

dalam

membentuk

kelompok?

Untuk

menjawab

pertanyaan-pertanyaan

ini

lakukan

kegiatan

beirkut!

1. Bentuklah

kelompok

dengan

anggota

3-4

orang!

2. Carilah

informasi

mengenai

perkembangan

masyarakat

praaksara

dari

berbagai

sumber

seperti

buku,

artikel,

atau

internet!

3. Diskusikan

perkembangan

masyarakat

praaksara

dari

aspek

ekonomi,

sosial

dan

budaya!

4. Tulis

hasil

diskusi

pada

kolom

yang

telah

disediakan!

5. Setelah

selesai,

Presentasikan

hasil

diskusi

di

depan

kelas!

Masa

Aspek

Deskrepsi Perkembangan

Berburu dan

mengumpulkan

makanan tingkat

sederhana

Ekonomi

Sosial

Budaya

Berburu dan

mengumpulkan

makanan tingkat

lanjut

Ekonomi

Sosial

Budaya

Bercocok

tanam

Ekonomi

Sosial

Budaya

Perundagian

Ekonomi

Sosial

Budaya

Aktivitas Kelompok

210

Kelas VII SMP/MTs

Setelah

melakukan

kegiatan

di

atas,

kamu

tentu

mengetahui

perkembangan

masyarakat

pada

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan,

masa

bercocok

tanam,

serta

masa

perundagian.

Untuk

menambah

informasi

tentang

perkembangan

masyarakat

pada

masa-masa

itu,

kamu

dapat

menyimak

uaian

berikut.

1) Masa

Berburu

dan

Mengumpulkan

Makanan

Masa

berburu

makanan

dibagi

menjadi

dua

tingkat,

yaitu

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makan

an

tingkat

sederhana

dan

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan

tingkat

lanjut.

a) Masa

Berburu

dan

Mengumpulkan

Makanan

T

ingkat

Sederhana

Masa

berburu

makanan

tingkat

sederhana

diperkirakan

semasa

dengan

zaman

paleolithiku

m.Manusia

yang

hidup

pada

masa

ini

masih

rendah

tingka

t

peradabanny

a.

Mereka

hidup

mengembara,

pindah

dari

tempat

yang

satu

ke

tempat

yang

lain

sebagai

pemburu

binatang

dan

penangkap

ikan.

Di

samping

itu,

mereka

juga

meramu,

yakni

mencari

dan

mengumpulkan

makanan.Jenis

makanan

yang

dikumpulkan

misalnya

ubi-ubian,

buah-buahan

dan

daun-daunan.

(1) Kehidupan

Ekonomi

Kehidupan

manusia

pada

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan

tingkat

sederhana

masih

sangat

ber

gantung

pada

alam.

Kebutuhan

makanan

dipenuhi

dengan

cara

berburu

hewan

dan

mengumpulkan

umbi-umbian,

buah-buhan

serta

dedaunan

yang

ditemukan

di

sekitar

lingkungan

mereka.

Jika

sumber

makanan

di

sekitar

tempat

mereka

menipis

atau

sudah

habis,

mereka

berpindah

ke

tempat

lain.

Sumber: http://

informasiana.

com/wp-content/

uploads/2015/08

Gambar. 4.19.

Ilustrasi

kehidupan manusia

pada masa berburu

dan mengumpulkan

makanan

211

Ilmu Pengetahuan Sosial

(2)

Kehidupan

Sosial

Sesuai

dengan

cara

memenuhi

kebutuhan,

manusia

pada

masa

ini

hidupnya

tidak

menetap.

Mereka

selalu

berpindah-pindah

tempat

mencari

temp

at

tinggal

baru

yang

banyak

terdapat

binatang

buruan

dan

bahan

makanan.Mereka

juga

mencari

tempat-temp

at

yang

ada

airnya.T

empat

yang

mereka

pilih

ialah

di

padang-padang

rumput

diselingi

semak

belukar

,

yang

sering

dilalui

binatang

buruan.

Kadang-kadang

mereka

memilih

tempat

tinggal

di

tepi

pantai,

sebab

di

situ

mereka

dapat

mencari

kerang

dan

binatan

g-binatang

laut

lainnya.

Manusia

pada

masa

berburu

dan

mengumpulkan

maka

nan

tingkat

sederhana

hidup

secara

berkelompok

yang

tersusun

dari

keluar

ga-

keluarga

kecil.Anggota

kelompok

yang

laki-laki

melakukan

perburuan

dan

yang

perem

puan

mengumpulkan

makanan

dari

tumbuh-tumbuhan

serta

hewan-hewan

kecil.

(3)

Kehidupan

Budaya

Pada

masa

ini,

manusia

sudah

mampu

membu

at

alat-alat

sederhana

dari

batu

atau

tulang

dan

kayu.Alat-alat

yang

dibuat

masih

berbentuk

kasar

.

Alat-alat

tersebut

antara

lain

adalah

sebagai

berikut.

(a). Alat-alat

batu

inti,

terdiri

kapak

perimbas,

kapak

penetak,

pahat

genggam,

dan

kapak

genggam.

(b). Alat

serpih

yang

digunakan

untuk

pisau,

peraut,

gurdi,

mata

panah,

dan

untuk

menguliti

umbi-umbian.

(c). Alat

dari

tulang

dan

kayu.

b) Masa

Berburu

dan

Mengumpulkan

Makanan

T

ingkat

Lanjut

Masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan

tingkat

lanjut

diperkirakan

semasa

zama

n

mesolithikum.Kehidupan

manusia

pada

masa

ini

sudah

mengalami

perkembangan

dibandingkan

dengan

masa

sebelumnya.

Manusia

mulai

hidup

menetap

walaupun

hanya

untuk

sementara

waktu

dan

mulai

mengenal

cara

bercocok

tanam

sederhana.

Selain

itu,

tampak

kegiat

an-kegiatan

manusia

yang

menghasilkan

sesuatu

yang

belum

dicapai

pada

masa

sebelumnya

seperti

lukisan

di

dinding

gua

atau

dinding

karang.

212

Kelas VII SMP/MTs

(1)

Kehidupan

Ekonomi

Manusia

pada

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan

tingkat

lanju

t

sudah

mengenal

cara

bercocok

tanam

dengan

sistem

berladang.

Caranya,

yaitu

menebang

hutan,

kemudian

membersihkan

dan

menanaminya.

Beberapa

kali

tanah

ladang

itu

diper

gunakan,

dan

setel

ah

dirasakan

kesuburannya

berkurang,

maka

pindah

ke

tempat

lain.

Selain

berladang,

mereka

juga

memelihara

dan

mengembangbiakkan

binatang.

(2)

Kehidupan

Sosial

Kehidupan

manusia

pada

masa

ini

masih

dipengaruhi

oleh

cara

hidup

pada

masa

sebelumny

a.

Mereka

masih

melakuka

n

perburuan

hewan,

menangkap

ikan,

mencari

kerang

dan

mengumpulkan

makanan

dari

lingkungan

di

sekitarnya.Meskipun

demikian,

kehidupan

manusia

mengalami

perubahan

yang

besar

.Manusia

secara

berkel

ompok

mulai

hidup

menetap

dengan

memilih

gua

sebagai

tempa

t

tinggalnya.

Biasanya

gua

yang

dipilih

adalah

gua

yang

letaknya

cukup

tinggi,

yaitu

di

lereng

bukit

dan

dekat

dengan

mata

air.

(3)

Kehidupan

Budaya

Selama

bertem

pat

tinggal

di

gua,

mereka

melukiskan

sesuatu

di

dinding

gua

yang

menggam

barkan

suatu

pengalaman,

perjuangan,

dan

harapan

hidup.

Lukisan-Lukisan

ini

dibuat

dengan

cara

menggores

pada

dinding

atau

dengan

memberi

warna

merah,

hitam,

dan

putih.

Bentuknya

ada

berupa

gambar

tangan,

binatang,

atau

bentuk

lainnya.

Sumber: Sejarah Nasional

Indonesia I

Gambar. 4.20.

Lukisan

cap tangan pada dinding

Gua Tewe, Kutai Timur,

Kalimantan Timur

213

Ilmu Pengetahuan Sosial

Lukisan

dinding

gua

mena

ndakan

berkembangnya

kepercayaan

manusia

pada

masa

itu.

Misalnya

lukisan

cap

tangan

dengan

latar

belakang

warna

merah

mengandung

arti

kekuatan

pelindung

untuk

mencegah

roh

jahat,

dan

cap-cap

tangan

yang

jari-jarinya

tidak

lengkap

dianggap

sebagai

tanda

berkabung.

Pada

masa

ini,

kemampu

an

manusia

membuat

alat-alat

atau

perkakas

mengalami

kemajuan.Alat-alat-alat

batu

yang

dibuat

bentuknya

lebih

halus

daripada

masa

sebelumnya.

Alat-alat

tersebut

antara

lain

adalah

sebagai

berikut.

• Kapak

sumatra,

yaitu

batu

kerakal

yang

dibelah

tengah

sehingga

satu

sisinya

cembung

halus

dan

sisi

lainnya

kasar.

• Alat

tulang

sampung,

yaitu

alat

yang

terbuat

dari

tulang

dan

tanduk

digunakan

sebagai

penggali

umbi-umbian.

2) Masa

Bercocok

T

anam

Setelah

tahap

hidup

berburu

dan

mengumpulkan

makanan

dilampaui,

manusia

mem

asuki

suatu

masa

kehidupan

yang

disebut

masa

bercocok

tanam.Masa

bercocok

tanam

diperkirakan

semasa

dengan

zaman

Neolithikum.Pada

masa

ini,

peradaban

manusia

sudah

mencapai

tingkatan

yang

cukup

tinggi.Manusia

sudah

memiliki

kemampuan

mengolah

alam

untuk

memenuhi

kebutuhan

hidup

dengan

bercocok

tanam

dan

mengembangbiakan

binat

ang

ternak.Manusia

sudah

hidup

menetap

dan

tidak

lagi

berpindah-pindah

seperti

halnya

pada

masa

berburu

dan

mengumpulkan

makanan.

Mereka

hidup

menetap

karena

persediaan

makanan

sudah

tercukupi.

a)

Kehidupan

Ekonomi

Pada

bercocok

tanam,

manusia

tidak

lagi

sepenuhnya

ber

gantung

pada

alam.Manusia

sudah

mampu

mengolah

alam

untuk

memenuhi

kebutuhan

hidup.Kebutuha

n

makanan

dipenuhi

dengan

cara

membabat

hutan

dan

semak

belukar

untuk

ditanami

berbagai

jenis

tanaman

sehingga

terciptalah

ladang-ladang

yang

memberikan

hasil

pertanian.

Selain

bercocok

tanam,

mereka

juga

mengembangbiakan

binatang

ternak

seperti

ayam,

kerbau

dan

hewan

ternak

lainnya.Meskipun

sudah

bercocok

tana

m

dan

memelihara

hewan

ternak,

kegiatan

berburu

dan

mengumpulkan

hasil

hutan

masih

tetap

dilakukan.

Manusia

pada

masa

bercocok

tanam

diperkirakan

sudah

melakukan

kegiatan

perdagangan

yang

bersifat

barter

.Barang

yang

dipertukarkan

pada

waktu

itu

ialah

hasil-hasil

cocok

tanam,

hasil

214

Kelas VII SMP/MTs

kerajinan

tangan

seperti

gerabah

dan

beliung,

atau

hasil

laut

berupa

ikan

yang

dikeringkan.Ikan

laut

yang

dihasilkan

oleh

penduduk

pantai

sangat

diperlukan

oleh

mereka

yang

bertempat

tinggal

di

pedalaman.

b)

Kehidupan

Sosial

Hidup

menetap

pada

masa

bercocok

tanam

memberi

kesempatan

bagi

manusia

untuk

mena

ta

kehidupan

secara

teratu

r.Mereka

hidup

menetap

di

suatu

tempat

secara

berkelompok

dan

membentuk

masyarakat

perkampunga

n.Perkampungan

pada

masa

bercocok

tanam

terdiri

atas

tempat

tinggal

sederhana

yang

didiami

oleh

beberapa

keluar

ga

dan

dipimpin

oleh

kepala

kampung.Biasanya

kedudukan

sebagai

kepala

kampung

dijabat

oleh

orang

yang

paling

tua

dan

berwibawa.Kepala

kampung

merupakan

tokoh

yang

disegani,

dihormati

dan

ditaati

oleh

penduduk

kampung

yang

dipimpinnya.

Kegiatan-kegiatan

dalam

kehidupan

perkampungan

yang

bertujuan

untuk

mencukupi

kebutuhan

bersama

mulai

diatur

dan

dibagi

antar

anggota

masyarakat.Kegiatan

yang

banyak

menghabiskan

tenaga

seperti

,

membabat

hutan,

menyiapkan

ladang

untuk

ditanami,

membangun

rumah

atau

membuat

perahu

dilakukan

oleh

laki-laki.

Adapun

perempuan melakukan kegiatan menabur benih di ladang

yang

sudah

disiapkan,

merawat

rumah

dan

kegiatan

lain

yang

tidak

memerlukan

tenaga

besar.

c)

Kehidupan

Budaya

Pada

masa

bercocok

tanam,

manusia

semakin

mahir

membuat

berbagai

alat-alat

atau

perkakas.Alat-alat

yang

dihasilkan

sudah

dibuat

halus

dan

fungsinya

beraneka

ragam.Ada

yangberfungsi

untuk

kegiatan

sehari-hari,

ada

yang

berfungsi

sebagai

perhiasan,

ada

pula

yang

berfungsisebagai

alat

upacara

keagamaan.Alat-alat

tersebut

antara

lain

sebagai

berikut.

Kapak

Persegi

digunakan

mengerjakan

kayu,

menggarap

tanah

dan

alat

upacara

keagamaan.

Kapak

Lonjong

digunakan

sebagai

cangkul

untuk

menggarap

tanah

dan

sebagai

kapak

biasa.

Gerabah

Alat

pemukul

kulit

kayu

digunakan

untuk

memukul-mukul

kulit

kayu

hingga

halus.

Perhiasan

berupa

gelang

dari

batu

dan

kulit

kerang.

215

Ilmu Pengetahuan Sosial

Pada

masa

bercocok

tanam,

berkembang

kepercayaan

bahwa

roh

seseorang

tidak

lenyap

pada

saat

meninggal

dunia.Roh

dianggap

mempunyai

kehidupan

dialamnya

sendiri.Oleh

karena

itu,

diadakan

upacara

pada

waktu

penguburan.Orang

yang

meninggal

dibekali

bermacam-macam

barang

keperluan

sehari-hari,

seperti

perhiasan

dan

periuk

yang

dikubur

bersama-sama.Hal

ini

dimaksudkan

agar

perjalanan

orang

yang

meninggal

menuju

alam

arwah

dan

kehidupan

selanjutnya

terjamin

sebaik-baiknya.

Pada

masa

ini,

mulai

berkembang

pula

tradisi

pendirian

bangunan-

bangunan

megalitik

(bangunan

besar

dari

batu).

T

radisi

ini

didasari

oleh

kepercayaan

akan

adanya

hubungan

antara

yang

hidup

dan

yang

mati,

terutam

a

kepercayaa

n

akan

adanya

pengaruh

kuat

dari

orang

yang

telah

mati

terhadap

kesejahteraan

masyarakat

dan

kesuburan

tanaman.

Jasa

seorang

kerabat

yang

telah

meninggal

dunia

diabadikan

dengan

mendirikan

bangunan

batu

besar

.Bangunan

ini

kemudian

menjadi

medi

a

penghorma

tan,

tempat

singgah,

dan

menjadi

lambang

bagi

orang

yang

meninggal

tersebut.

3) Masa

Perundagian

Masa

perundagian

merupakan

akhir

masa

praaksara

di

Indonesia.

Kata

perundagian

berasal

dari

bahasa

Bali:

undagi,

yang

artinya

adalah

seseorang

atau

sekelompok

orang

atau

segolongan

orang

yang

mempunyai

kepandaian

atau

keterampilan

jenis

usaha

tertentu,

misalnya

pembuatan

gerabah,

pembuatan

perhiasan,

atau

pembuatan

sampan.

Masa

perundagian

diperkirakan

semasa

dengan

zaman

perunggu.

Pada

masa

ini,

peradaban

manusia

sudah

maju

tingkatannya.T

eknologi

pembuatan

alat-alat

atau

perkakas

jauh

lebih

tinggi

dibandingkan

dengan

masa

sebelumnya.

a)

Kehidupan

Ekonomi

Masyarakat

pada

masa

perundagian

telah

mampu

mengatur

kehidupannya.Kegiatan

kehidupan

yang

mereka

lakukan

tidak

lagi

sekedar

untuk

meme

nuhi

kebutuhan

hidup,

melainkan

untuk

meningkatkan

kesejahteraa

n.Kegiatan

pertanian

di

ladang

dan

sawah

masih

tetap

dilakukan.Peng

aturan

air

dilakukan

agar

kegiatan

pertanian

tidak

sepenuhnya

ber

gantung

pada

hujan.

Hasil

pertanian

disimpan

untuk

masa

kering

dan

mungkin

juga

untuk

diperdaga

ngkan

ke

daerah

lain.

Kegiatan

peternakan

juga

turut

berkembang,

hewan

ternak

yang

dipelihara

lebih

beragam

dari

masa

sebelumnya.Masyarakat

telah

mampu

beternak

kuda

dan

berbagai

jenis

unggas.

216

Kelas VII SMP/MTs

Munculnya

golongan

masyarakat

yang

memiliki

keterampilan

tertentu

menyebabkan

teknologi

berkembang

pesat.Seiring

kemajuan

yang

dicapai,

terjadi

peningkatan

kegiatan

perdagangan.Pada

masa

ini

perdagangan

masih

bersifat

barter

,

namun

telah

menjangkau

tempat-

tempat

yang

jauh,

yakni

antarpulau.Barang-barang

yang

dipertukarkan

semakin

beragam,

seperti

alat

pertanian,

perlengkapan

upacara,

dan

hasil

kerajinan.

Kegiatan

perdagangan

antarpulau

pada

masa

perundagian

dibuktikan

dengan

ditemukannya

nekara

di

Selayar

dan

kepulauan

Kei

yang

dihiasi

gambar

-gambar

binatang

seperti

gajah,

merak,

dan

harimau.Binatang-binatang

ini

tidak

ada

di

wilayah

Indonesia

bagian

timur

.Hal

ini

menunjukkan

bahwa

nekara

tersebut

berasal

dari

daerah

Indonesia

bagian

barat.

b)

Kehidupan

Sosial

Masyarakat

pada

masa

perundagian

hidup

menetap

di

perkampungan

yang

lebih

besar

dan

lebih

teratur

.Perkampungan

ini

terbentuk

dari

bersatunya

beberapa

kampung

hingga

jumlah

kelompok

penduduk

bertambah

banyak.Masyarakat

tersusun

dalam

kelompok

yang

beragam

.Ada

kelompo

k

petani,

ada

pedagang,

ada

pula

kelompok

undagi

(pengrajin/tukang).

Dalam

tata

kehidupan

yang

sudah

teratur

,

berburu

binatang

liar

seperti

harimau

dan

kijang

masih

tetap

dilak

ukan.Perburuan

ini

selain

untuk

menambah

mata

pencaharian,

juga

dimaksudkan

untuk

menunjukkan

tingka

t

keberanian

dan

kegagahan

dalam

suatu

lingkungan

masyarakat.

c)

Kehidupan

Budaya

Pada

masa

perundagian,

manusia

sudah

mahir

membuat

berbagai

peralatan

atau

perkakas.Alat-alat

yang

dihasilkan

terbuat

dari

logam

digunakan

untuk

bertani,

bertukang,

peralatan

rumah

tangga,

perhiasan

dansebagai

alat

perlengkapan

upacara

dan

pemujaan.

217

Ilmu Pengetahuan Sosial

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar

. 4.21.

Gelang

dan

cincin

perunggu

Sumber:

Sejarah

Nasional

Indonesia

I

Gambar. 4.22.

Kapak

perunggu

untuk

upacara

Kepercayaan

yang

berkembang

pada

masa

ini

melanjutkan

kepercayaan

pada

masa

sebelumnya.Masyarakat

meyakini

bahwa

arwah

nenek

moyang

berpengaruh

terhadap

perjalanan

hidup

manusia

dan

masyarakatnya.Oleh

karena

itu,

arwah

nenek

moyang

harus

selalu

dihormati

dengan

melaksanakan

berbagai

upacara.

Demikian

pula

kepada

orang

yang

sudah

meninggal,mereka

diberi

penghormatan

dengan

diberi

bekal

kubur

.

T

erlebih

lagi

jika

orang

yang

meninggal

adalah

orang

yang

terpan

dang

atau

mempunyai

kedudukan

dalam

masyarakat,

maka

diadakan

upacara

penguburan

dengan

memberikan

bekal

kubur

yang

lengkap.

Pada

masa

ini,

berbagai

bidang

seni

seperti

seni

lukis,

seni

ukir/pahat,

seni

patung,

dan

seni

bangunan

(arsitektur)

mengalami

perkembangan.Hal

yang

menunjukkan

perkembangan

ini

diantaranya

adalah

meningkatnya

pemahatan

arca

dan

pendirian

bangunan

batu

untuk

pemujaan.

3.

Nilai-Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia

Belajar

dari

kehidupan

manusia

pada

masa

praaksara,

maka

terdapat

nilai-

nilai

budaya

dan

tradisi

yang

dapat

kita

ambil

sebagai

pelajaran

dan

suri

teladan.

Nilai-nilai

budaya

dan

tradisi

ini

masih

terlihat

dalam

kehidupan

masyarakat

Indonesia

hingga

saat

ini.

Nilai-nilai

tersebut

antara

lain

adalah

sebagai

berikut.

218

Kelas VII SMP/MTs

a.

Nilai Religius (Keper

cayaan)

Masyarakat

praaksara

sudah

memiliki

kepercayaan

terhadap

adanya

kekuatan

ghaib.

Mereka

mempercayai

bahwa

pohon

rimbun

yang

tinggi

besar

,

hutan

lebat,

gua

yang

gelap,

pantai,

laut

atau

tempat

lainnya

dipandang

keramat

karena

ditemp

ati

oleh

roh

halus

atau

makhluk

ghaib.

Mereka

meyakini

bahwa

kejadian-kejadian

alam

seperti

hujan,

petir

,

banjir

,

gunung

meletus,

atau

gempa

bumi

adalah

akibat

perbuatan

roh

halus

atau

makhluk

ghaib.

Untuk

menghindari

malapetaka

maka

roh

halus

atau

makhluk

ghaib

harus

selalu

dipuja.

Kepercayaan

terhadap

roh

halus

ini

disebut

dengan

animisme.

Selain

percaya

kepada

roh

halus,

mereka

juga

percaya

bahwa

benda-benda

tertentu

seperti

kapak,

mata

tombak

atau

benda

lain

nya

memiliki

kekuatan

ghaib,

karena

ada

kekuatan

ghaibnya

maka

benda

tersebut

harus

dikeramatkan.

Kepercayaan

bahwa

benda

memiliki

kekuatan

ghaib

disebut

dinamisme.

b.

Nilai Gotong Royong

Masyarakat

praaksara

hidup

secara

berkelompok,

mereka

ber

gotong

royong

untuk

kepentingan

bersama,

contohnya

membangun

rumah

yang

dilakukan

secara

bersama-sama.

Budaya

gotong

royong

juga

dapat

terlihat

dari

peninggalan

mereka

berupa

bangunan-bangunan

batu

besar

yang

dapat

dipastikan

dibangun

secara

gotong

royong.

c.

Nilai Musyawarah

Dalam

kehidupan

berkelompok,

masyarakat

praaksara

telah

mengembangkan

nilai

musyawarah.

Hal

ini

dapat

ditunjukkan

dengan

dipilihnya

pemimpin

yang

dianggap

paling

tua

(sesepuh)

yang

mengatur

masyarakat

dan

memberikan

keputusan

untuk

memecahkan

berbagai

persoalan

yang

dihadapi

bersama.

d.

Nilai Keadilan

Nilai

keadilan

sudah

diterapkan

dalam

kehidupan

masyarakat

praaksara,

yaitu

adanya

pembagian

tugas

sesuai

dengan

kemampuan

dan

keahliannya.

T

ugas

antara

kaum

laki-laki

berbeda

dengan

kaum

perempuan.Hal

ini

mencerminkan

sikap

yang

adil

karena

setiap

orang

akan

memperoleh

hak

dan

kewajiban

sesuai

kemampuannya.

219

Ilmu Pengetahuan Sosial

e.

T

radisi Bercocok Tanam

Salah

satu

cara

yang

dilakukan

oleh

masyarakat

praaksara

untuk

memenuhi

memenuhi

kebutuhan

hidup

adalah

dengan

bercocok

tanam.

Hal

ini

dibuktikan

dengan

ditemukannya

alat

khas

pertanian

yang

berupa

beliung

persegi

dan

alat

lainnya.

f.

T

radisi Bahari (Pelayaran)

Masyarakat

praaksara

telah

mengenal

ilmu

astronomi.Ilmu

ini

sangat

membantu

pada

saat

mere

ka

berlayar

dari

pulau

ke

pulau

dengan

memakai

perahu

yang

sangat

sederhana.

Perahu-perahu

cadik

merupakan

bentuk

yang

paling

umum

dikenal

pada

waktu

itu.Perahu

bercadik

adalah

perahu

yang

kanan-kirinya

dipasang

alat

dari

bambu

dan

kayu

agar

perahunya

tidak

mudah

oleng.

Perahu

bercadik

memegang

peranan

yang

sangat

penting

dalam

kehidupan

masa

praaksara,

selain

sebagai

sarana

lalu

lintas

sungai

dan

laut,

perahu

ini

juga

berperansebagai

alat

penyebaran

budaya.

Dari

uraian

ini

dapat

diketah

ui

bahwa

kehidupan

masyarakat

praaksara

sudah

memiliki

kebudayaan

yang

cukup

maju.

Dengan

memiliki

kebudayaan

dan

nilai-nilai

tersebut,

masyarakat

praaksara

di

Indonesia

mampu

mengadakan

hubungan

dan

menerima

pengaruh

kebudayaan

baru

yang

datang

dari

luar

tanpa

mengorbankan

kebudayaan

sendiri.

1. Setelah

membaca

uraian

di

atas,

amatilah

nila

i-nilai

budaya

dan

tradisi

masyarakat

di

lingkungan

sekitar

tempat

tinggalmu!

2. Apa

kesamaannya

dengan

nilai-nilai

budaya

dan

tradisi

masyarakat

praaksara?

3. Jelaskan

contoh

kesamaan

tersebut

pada

kolom

di

bawah

ini!

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

....................................................................................

4. Setelah

selesai

kumpulkan

kepada

guru

untuk

penilaian!

Aktivitas Individu

220

Kelas VII SMP/MTs

4.

Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Coba

kamu

perhatikan

penduduk

Indonesia,

mengapa

ada

banyak

keragaman

fisik

dalam

warna

kulit,

roman

muka,

dan

bentuk

rambut?

Mengapa

ada

keragama

n

dalam

nilai

budaya,

tradisi,

dan

bahasa?

Darimana

munculnya

keragaman

tersebut?

salah

satu

cara

untuk

mengungkap

keragaman

ini

adalah

dengan

menelusuri

asal

usul

nenek

moyang

bangsa

Indonesia.

Paul

dan

Fritz

Sarasin

(Sarasin

bersaudara)

mengemukakan

bahwa

penduduk

asli

Indonesia

adalah

suatu

ras

yang

berkulit

gelap

dan

bertubuh

kecil.

Ras

ini

pada

awalnya

mendiami

Asia

Bagian

T

enggara

yang

saat

itu

masih

bersatu

sebagai

daratan

pada

zaman

es

atau

periode

glasial.

Namun,

setelah

periode

es

berakhir

dan

es

mencair

,

maka

dataran

tersebut

kemudian

terpisah

oleh

lautan

yaitu

laut

China

Selatan

dan

laut

Jawa.Akibatnya,

daratan

yang

tadinya

bersatu

kemudian

terpisah

menjadi

daratan

utama

Asia

dan

Kepulaua

n

Indonesia.

Penduduk

asli

tinggal

di

daerah

pedalaman

dan

penduduk

pendatang

tinggal

di

daerah

pesisir

.

Penduduk

asli

inilah

yang

disebut

sebagai

suku

bangsa

V

edda

oleh

Sarasin.

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Vedda_people

Gambar 4.23.

Orang Vedda

221

Ilmu Pengetahuan Sosial

Orang

V

edda

kemudian

menyebar

ke

timur

dan

mendiami

wilayah

Papua,

Sulawesi

Selatan,

Kai,

Seram,

T

imor

Barat,

Flores

Barat,

dan

terus

ke

timur

sampai

Kepulauan

Melane

sia.

Beberapa

suku

bangsa

seperti

Kubu,

Lubu,

T

alang

Mamak

yang

tinggal

di

Sumatra

dan

T

oala

di

Sulawesi

merupakan

penduduk

tertua

di

Kepulauan

Indonesia.

Mereka

diyakini

mempunyai

hubungan

erat

dengan

dan

orang

V

edda.

Ras

lain

yang

menghuni

kepulauan

Indonesia

adalah

Proto

Melayu

dan

Deutro

Melayu.

Ciri-ciri

fisik

mereka

adalah

rambut

lurus,

kulit

kuning

kecoklatan-coklatan,

dan

bermata

sipit.

Proto

Melayu

dan

Deutro

Melayu

tiba

di

kepual

auan

Indonesia

dalam

dua

gelombang

kedatangan.

Gelombang

kedatangan

pertama

adala

h

Proto

Melayu

(Melayu

T

ua),

mereka

dianggap

sebagai

kelom

pok

melayu

Polinesia

yang

bermigrasi

dari

wilayah

Cina

Selatan

(sekarang

menjadi

Provinsi

Y

unnan).Proto

Melayu

bermigrasi

ke

wilayah

Nusantara

melalui

dua

jalur

yaitu

jalur

barat

dan

timur

.

Jalur

barat

bermula

dariY

unnan

(Cina

Bagian

Selatan)

masuk

ke

Indochina,

kemudian

masuk

ke

Siam,

Semenanjung

Melayu,

Sumatra

dan

akhirnya

menyebar

ke

pulau-pulau

di

Indonesia.

Jalur

timur

melewati

Kepulauan

R

yukyu

Jepang.

Dari

sana

mereka

mengarungi

lautan

menuju

T

aiwan,

Filipina,

Sangir

,

dan

masuk

ke

Sulawesi.

Sumber: Nurhadi dkk. 2009. Jelajah Cakrawala Sosial 1

Gambar 4.24.

Jalur Migrasi melalui jalur barat (kiri) dan jalur timur (kanan)

222

Kelas VII SMP/MTs

Proto

Melayu

membawa

perkakas

dari

batu

berupa

kapak

persegi

dan

kapak

lonjong.

Kapak

persegi

dibawa

oleh

Proto

Melayu

yang

bermigasi

melalui

jalur

barat,

sedangkan

kapak

lonjong

dibawa

oleh

Proto

Melayu

yang

bermigasi

melalui

jalur

timur

.

Suku

bangsa

Indonesia

yang

ter

golong

Proto

Melayu

ini,

yaitu

Mentawai,

Dayak

dan

T

oraja.

Gelombang

kedatangan

ke

Kepulauan

Indonesia

berikutnya

adalah

Deutro

Melayu

(Melayu

Muda)

yang

berasal

dari

Indochina

bagian

utara.

Kedatangan

Deutro-Melayu

mendesak

keberadaan

Proto

Melayu

ke

arah

pedalaman.

Mereka

mem

perkenalkan

perkakas

dan

senjata

yang

terbuat

dari

besi

atau

logam.

Mereka

telah

melakukan

kegiatan

bercocok

tanam.

Padi

yang

banyak

ditanam

di

Indonesia

saat

ini

dibawa

oleh

Deutero

Melayu

dari

wilayah

Assam

Utara

atau

Birma

Utara.

Bangsa

Deutro-Melayu

mengembangkan

peradaban

dan

kebudayaan

yang

lebih

maju.

Karena

itu,

merek

a

berkembang

menjadi

sebagian

besar

suku-suku

yang

ada

di

Indonesia

saat

ini

seperti

Melayu,

Minang,

Jawa,

Bugis,

dan

lain-lain.

Dalam

perkembangan

selanjutnya,

Proto

Melayu

dan

Deutero

Melayu

berbaur,

sehingga

sulit

dibedakan.

Ras

lai

n

yang

juga

terdapat

di

Kepulauan

Indonesia

adalah

ras

Melanesoid.

Mereka

tersebar

di

lautan

Pasifik

di

pulau-pulau

yang

letaknya

sebelah

T

imur

Irian

dan

benua

Australia.

Kedatangan

ras

Melanesoid

diperkirakan

pada

saat

zaman

es

tera

khir.

Pada

saat

ituKepulauan

Indonesia

belum

berpenghuni.Ras

Melanesoid

melakukan

perpindahan

ke

timur

hinggake

Papua,

selanjutnya

ke

Benua

Australia

yang

sebelumnya

merupakan

satu

kepulauan

yang

terhubungan

dengan

Papua.Pada

perkembangan

selanjutnya,

terjadi

percampuran

antara

ras

Melanesoid

dan

ras

Melayu

yang

menghasilkan

keturunan

Melanesoid-

Melayu,

saat

ini

mereka

merupakan

penduduk

Nusa

T

enggara

T

imur

dan

Maluku.

1. Setelah

membaca

uraian

di

atas,

beri

penjelasan

tentang

asal

usul

nenek

moyang

bangsa

Indonesia!

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

2. Bagaimana

caranya

agar

keragaman

etnis

yang

ada

dapat

menjadi

kekuatan

untuk

membangun

bangsa

dan

negara

kita?

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

Aktivitas Individu

223

Ilmu Pengetahuan Sosial

D. Kehidupan

Masyarakat

pada

Masa

Hindu-Buddha

Setelah

melalui

masa

praaksara,

masyarakat

Indonesia

memasuki

masa

kehidupan

yang

baru,

yaitu

masa

Hindu-Buddha.

Masa

ini

sering

kali

disebut

juga

dengan

masa

klasik,

yaitu

awal

masuknya

unsur

-unsur

budaya

India

di

kepulauan

Indonesia.

Pada

masa

ini,

banyak

kemajuan

yang

dicapai

dalam

pemikiran

dan

hasil-hasil

budaya.

Bagaimanakah

perkembangan

masyarakat

Indonesia

pada

masa

ini?

1.

Masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia

Sumber:

Atlas Dunia Buana Raya

Gambar 4.25.

Jalur

pelayaran

India–Cina

Coba

kamu

amati

baik-baik

gambar

4.25.

di

atas.

Gambar

ini

menunjukkan

jalur

perdagangan

laut

antara

India

dan

Cina

yang

melewati

wilayah

perairan

kepulauan

Indonesia.

Apa

keuntungan

yang

diperoleh

masyarakat

di

Indonesia

dari

perdagangan

laut

ini?

224

Kelas VII SMP/MTs

Hubungan

dagang

antara

India

dan

Cina

semula

dila

kukan

melalui

jalur

darat

yang

dikenal

dengan

jalur

sutera.

Jalur

ini

membentang

dari

Cina,

melewati

Asia

T

engah,

sampai

ke

Eropa.

Komoditi

utama

yang

diperdagangkan

adalah

kain

sutera

dari

Cina,

itulah

mengapa

jalur

tersebut

dinamakan

sebagai

Jalur

Sutera.

Selain

kain

sutera,

wawangian

dan

rempa

h-rempah

juga

menjadi

komoditas

yang

sangat

laris

di

Eropa.

Akan

tetapi

sejak

awal

abad

Masehi

jalur

itu

dialihkan

melalui

laut

karena

situasi

jalan

darat

di

Asia

T

engah

sudah

tidak

aman.

Jalan

laut

yang

terdekat

dari

India

ke

Cina,

yaitu

melalui

Selat

Malaka.

Peralihan

rute

perdagangan

ini

telah

membawa

keuntungan

bagi

masyarakat

di

Indonesia.

Kepulauan

Indonesia

menjadi

daerah

transit

(pemberhentian)

bagi

pedagang-pedagang

Cina

dan

pedagang-pedagang

India.

Masyarakat

di

Indonesia

juga

ternyata

ikut

aktif

dalam

perdagangan

tersebut

sehingga

terjadilah

kontak

hubungan

di

antara

keduanya

(Indonesia-India

dan

Indonesia-

Cina).

Hubungan

dengan

kedua

bangsa

itu

menyebabka

n

pengaruh

Hindu-

Buddha

yang

berasal

dari

India

berkembang

di

Indonesia.

Namun

demikian,

tidak

diketahui

secara

pasti

mengenai

kapan

dan

bagaimana

proses

masuknya

kebudayaan

Hindu-Buddha

di

Indonesia.

Sampai

saat

ini

masih

ada

perbedaan

pendapat

mengenai

cara

dan

proses

masuknya

kebudayaan

Hindu-Buddha

ke

Kepulauan

Indonesia.

Berikut

ini

beberapa

pendapat

(teori)

mengenai

masuknya

kebudayaan

Hindu-Buddha

ke

Indonesia.

a.

T

eori Waisya

Teori

W

aisya

dikemukan

oleh

NJ.Krom.

Ia

menyeb

utkan

bahwa

proses

masuknya

kebudayaan

Hindu-Budha

dibawa

oleh

pedagang

India.

Para

pedagang

India

yang

berdagang

di

Indonesia

menyesuaikan

dengan

angin

musim.

Sambil

menunggu

perubahan

arah

angin,

mereka

dalam

waktu

tertentu

mene

tap

di

Indonesia.

Selama

para

pedagang

India

tersebut

menetap

di

Indonesia,

memungkinkan

terjadinya

perkawinan

dengan

perempuan-

perempuan

pribumi.

Menurut

NJ.

krom,

mulai

dari

sini

pengaruh

kebudayaan

India

menyebar

dan

menyerap

dalam

kehidupan

masyarakat

Indonesia.

b.

T

eori Ksatria

Ada

tiga

pendapat

mengen

ai

proses

penyebaran

kebudayaan

Hindu-Budha

yang

dilakukan

oleh

golongan

ksatria,

yaitu:

1). C.C.

Ber

g

menjelaskan

bahwa

golongan

ksatria

yang

turut

menyebarkan

kebudayaan

Hindu-Budha

di

Indonesia.

Para

ksatria

India

ini

ada

yang

terlibat

konflik

dalam

masalah

perebutan

kekuasaan

di

Indonesia.

Bantuan

225

Ilmu Pengetahuan Sosial

yang

diberikan

oleh

para

ksatria

ini

sedikit

banyak

membantu

kemenangan

bagi

salah

satu

kelompok

atau

suku

di

Indonesia

yang

bertikai.

Sebagai

hadiah

atas

kemenangan

itu,

ada

di

antara

mereka

yang

kemudian

dinikahkan

dengan

salah

satu

putri

dari

kepala

suku

atau

kelompok

yang

dibantunya.

Dari

perkawinannya

itu,

para

ksatria

dengan

mudah

menyebarkan

tradisi

Hindu-Budha

kepada

keluar

ga

yang

dinikahinya

tadi.

Selanjutnya

berkembanglah

tradisi

Hindu-Budha

dalam

kerajaan

di

Indonesia.

2). Sama

seperti

yang

diungkap

oleh

C.C.

Ber

g,

Mookerji

juga

mengatakan

bahwa

golongan

ksatria

dari

Indialah

yang

membawa

pengaruh

kebudayaan

Hindu-Budha

ke

Indonesia.

Para

Ksatria

ini

selanjutnya

membangun

koloni-koloni

yang

berkembang

menjadi

sebuah

kerajaan.

3). J.L.

Moens

mencoba

menghubungkan

proses

terbentuknya

kerajaan-

kerajaan

di

Indonesia

pada

awal

abad

ke-5

dengan

situasi

yang

terjadi

di

India

pada

abad

yang

sama.

T

ernyata

sekitar

abad

ke-5,

ada

di

antara

para

keluar

ga

kerajaan

di

India

Selatan

melarikan

diri

ke

Indonesia

sewaktu

kerajaannya

mengalami

kehancuran.

Mereka

itu

nantinya

mendirikan

kerajaan

di

Indonesia.

c.

T

eori Brahmana

Teori

ini

diungkap

oleh

Jc.V

an

Leur

.

Dia

mengatakan

bahwa

kebudayaan

Hindu-Budha

India

yang

menyebar

ke

Indonesia

dibawa

oleh

golongan

Brahmana.

Pendapatnya

itu

didasarkan

pada

pengam

atan

terhadap

sisa-sisa

peninggalan

kerajaan-kera

jaan

yang

bercorak

Hindu-Budha

di

Indonesia,

terutama

pada

prasasti-prasasti

yang

menggunakan

Bahasa

Sansekerta

dan

Huruf

Pallawa.

Karena

hanya

golongan

Brahmanalah

yang

menguasai

bahasa

dan

huruf

itu

maka

sangat

jelas

di

sini

adanya

peran

Brahmana.

d.

T

eori Arus Balik

Pendapat

ini

menjelaskan

peran

aktif

dari

orang-orang

Indonesia

yang

mengembangkan

kebudayaan

Hindu-Budha

di

Indonesia.

Pendapat

mengenai

keaktifan

orang-orang

Indonesia

ini

diungkap

oleh

F

.D.K

Bosch

yang

dikenal

dengan

T

eori

Arus

Balik.

T

eori

ini

menyebutkan

bahwa

banyak

pemuda

Indonesia

yang

belajar

agama

Hindu-Buddha

ke

India.

Setelah

memperoleh

ilmu

yang

banyak,

mereka

kembali

ke

Indonesia

untuk

menyebarkannya.

226

Kelas VII SMP/MTs

2.

Pengaruh Hindu–Buddha terhadap Masyarakat di Indonesia

Masuknyapengaruh

Hindu-Buddha

ke

Indonesia

telah

membawa

perubahandalam

berbagai

aspek

kehidupan

masyarakat

Indonesia.Perubahan-

perubahan

itu

antara

lain

tampak

dalam

bidang-bidang

berikut

ini.

a.

Bidang Pemerintahan

Sebelum

unsur

kebudayaan

dan

agama

Hindu-Buddha

masuk,

masyarakat

dipimpin

oleh

seorang

kepala

suku

yang

dipilih

oleh

anggota

masyarakatnya.

Seorang

kepala

suku

merupakan

orang

pilihan

yang

mengetahui

tentang

adat

istiadat

dan

upacara

pemujaan

roh

nenek

moyangnya

dengan

baik.Ia

juga

dianggap

sebagai

wakil

nenek

moyangnya.

Ia

harus

dapat

melindungi

keselamatan

dan

kesejah

teraan

rakyatnya.

Karena

itulah

larangan

dan

perintahnya

dipatuhi

oleh

warganya.

Setelah

masuknya

unsur

kebudayaan

dan

agama

Hindu-Buddha

terjadi

perubahan.Kedudukan

kepala

suku

digantikan

oleh

raja

seperti

halnya

di

India.Raja

memiliki

kekuasaan

yang

sangat

besar

.

Kedudukan

raja

tidak

lagi

dipilih

oleh

rakyatnya,

akan

tetapi

diturunkan

secara

turun

temurun.

Raja

dianggap

sebagai

keturuna

n

dewa

dan

dianggap

sebagai

puncak

dari

segala

haldalam

negara.

1. Bentuklah

kelompok

dengan

anggota

3-4

orang!

2. Amatilah

teori-teori

mengenai

masuknya

pengaruh

Hindu-Buddha

ke

Indonesia!

3. Diskusikan

dengan

temanmu,

teori

mana

yang

menurut

pendapatmu

paling

kuat

terkait

dengan

masuknya

pengaruh

Hindu-Buddha

ke

Indonesia?

Beri

penjelasannya

!

4. Tulis

hasil

diskusi

pada

kolom

yang

telah

disediakan!

5. Setelah

selesai,

presentasikan

hasil

diskusimu

di

depan

kelas!

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

.................................................................................

Aktivitas Kelompok

227

Ilmu Pengetahuan Sosial

b.

Bidang Sosial

Pengaruh

Hindu-Buddha

dalam

bidang

sosial

ditanda

i

dengan

munculnya

pembedaan

yang

tegas

antar

kelompok

masyarakat.Dalam

masyaakat

Hindu,

pembe

daan

ini

disebut

dengan

sistem

kasta.Sistem

ini

membedakan

masyarakat

berdasarkan

fungsinya.Golongan

Brahmana

(pendeta)

menduduki

golongan

pertama.Ksatria

(bangsawan,

prajurit)

menduduki

golongan

kedua.

W

aisya

(pedagang

dan

petani)

menduduki

golongan

ketiga,

sedangkan

Sudra

(rakyat

biasa)

menduduki

golongan

terendah

atau

golongan

keempat.Adanya

pembagian

masyarakat

berdasarkan

kasta

berdampak

pada

perbedaan

hak-hak

antara

golongan-golongan

kasta

yang

berlainan,

terutama

dalam

hal

pewarisan

harta,

pemberian

sanksi

dan

kedudukan

dalam

pemerintahan.

c.

Bidang Ekonomi

Sejak

terbentuknya

jalur

perdagangan

laut

yang

menghubungkan

India

dan

Cina,

kegiatan

perdagangan

di

Kepulauan

Indonesia

berkembang

pesat.Daerah

pantai

timur

Sumatra

menjadi

jalur

perdagangan

yang

ramai

dikunjungi

para

pedagang.Kapal-kapal

dagang

dari

India

dan

Cina

banyak

yang

singgah

untuk

menambah

persediaan

makanan

dan

minuman,

menjual

dan

membeli

barang

dagangan,

ata

u

menanti

waktu

yang

baik

untuk

berlayar

.Kemudian,

muncul

pusat-pusat

perdagangan

yang

berkembang

menjadi

pusat

kerajaan.

d.

Bidang Agama

Hubungan

antara

Indonesia

dan

pusat

Hindu-Buddha

di

Asia

berawal

dari

hubungan

dagang

antara

Indonesia,

India

dan

Cina.Hal

ini

menyebabkan

pusat-pusat

perdagangan

di

Indonesia

juga

menjadi

pusat-pusat

Hindu-

Buddha.Selanjutnya

pusat-pusat

ini

berkembang

menjadi

pusat

kerajaan

dan

pusat

penyebaran

Hindu-Buddha

ke

berbagai

wilayah

sesuai

dengan

cakupan

wilayah

kerajaan.Dengan

tersebarnya

agama

Hindu-Buddha,

banyak

masyarakat

di

Indonesia

yang

menganut

agama

Hindu

atau

Buddha.Meskipun

demikian,

sistem

kepercay

aan

terhadap

roh

halus

yang

sudah

berkembang

sejak

masa

praaksara

tidak

punah.

e.

Bidang Kebudayaan

Sebelum

masuknya

unsur

kebudayaan

dan

agama

Hindu-Buddha,

telah

berkembang

kebudayaan

asli

Indonesia.

Kemudian,

setelah

masuknya

unsur

kebudayaan

dan

agama

Hindu-Buddha

terjadilah

proses

perpaduan

antara

dua

kebudayaan

tersebut.

Pepaduan

itu

disebut

akulturasi.Hasilnya

adalah

228

Kelas VII SMP/MTs

kebudayaan

baru

yang

memiliki

ciri

khas

dari

masing-masing

kebudayaan.

Contoh

hasil

akulturasi

anta

ra

kebudayaan

Hindu-Buddha

dengan

kebudayaan

asli

Indonesia

antara

lain

sebagai

berikut.

1)

Seni Bangunan

Bentuk

bangunan

candi

di

Indonesia

pada

umumnya

merupakan

bentuk

akulturasi

antara

unsur

budaya

Hindu-Buddha

dengan

unsur

budaya

asli

Indonesia.Bangunan

yang

megah,

patung-patung

perwujudan

dewa

atau

Buddha,

serta

bagian-bagi

an

candi

dan

stupa

adalah

unsur

dari

India.

Bentuk

candi-

candi

di

Indonesia

pada

hakikatnya

adalah

punden

berundak

yang

merupakan

unsur

Indonesia

asli.

Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/

Gambar 4.26.

Ilustrasi punden berundak

Bangunan

punden

berundak

sebenarnya

sudah

berkembang

dari

masa

praaksara,

sebagai

penggambaran

dari

alam

semesta

yang

bertingkat-

tingkat.T

ingkat

paling

atas

adalah

tempat

persemayaman

nenek

moyang.

Punden

berundak

menjadi

sarana

khusus

untuk

pemujaan

terhadap

roh

nenek

moyang.

2) Seni

Rupa

dan

Seni

Ukir

Masuknya

pengaruh

Hindu-Buddha

membawa

perkembangan

dalam

bidang

seni

rupa,

seni

pahat

dan

seni

ukir

.Hal

ini

dapat

dilihat

pada

relief

atau

seni

ukir

yang

dipahatkan

pada

bagian

dinding

candi.Misalnya,

relief

yang

dipahatk

an

pada

dinding-dinding

pagar

langkan

di

Candi

Borubudur

yang

berupa

pahatan

riwayat

Sang

Buddha.

Di

sekitar

Sang

Buddha

terdapat

lingkungan

alam

Indonesia

seperti

rumah

panggung

dan

burung

merpati.

229

Ilmu Pengetahuan Sosial

3) Sastra

dan

Aksara

Berkembangnya

karya

sastra

terutama

yang

bersumber

dari

Mahabrata

dan

Ramayana,

melahirkan

seni

pertunjukan

wayang

kulit.Isi

dan

cerita

pertunjukan

wayang

banyak

mengandung

nilai-nilai

yang

bersifat

mendidik.Cerita

dalam

pertunjukan

wayang

berasal

dari

India,

tetapi

wayangnya

asli

dari

Indonesia.

Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/

Gambar 4.27.

Tokoh-tokoh Punakawan

Selain

itu

ada

pula

tokoh-tokoh

pewayangan

yang

khas

Indonesia.Misalnya

tokoh-tokoh

punakawan

seperti

Semar

,

Gareng,

Bagong

dan

Petruk.

T

okoh-

tokoh

ini

tidak

ditemukan

di

India.Perkembangan

sastra

ini

didukung

oleh

penggunaan

Bahasa

Sansekerta

dan

huruf-huruf

India

seperti

Pallawa,

Prenagari,

dan

Dewanagari.

230

Kelas VII SMP/MTs

3.

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Lahirnya

kerajaan-kerajaan

yang

bercorak

Hindu-Budha

merupakan

salah

satu

bukti

adanya

pengaruh

kebudayaan

Hindu-Budha

di

Indonesia.Pada

masa

pemerintahan

kerajaan-kerajaan

ini,

tradisi

agama

dan

kebudayaan

Hindu-Buddha

di

Kepulauan

Indonesia

berkemban

g

dengan

pesat

Kapan

kerajaan-kerajaan

itu

berdiri?

Kebudayaan

apa

yang

telah

dihasilkan

dari

perkembangan

kerajaan-kerajaan

itu?

Pertanyaan-pertanyaan

tersebut

dapat

kalian

jawab

dengan

menyimak

penjelasan

berikut

ini.

a.

Kerajaan Kutai

Sumber: https://puputrahadiani.

files.wordpress.com/2012/03/

image71.png

Gambar 4.28.

Lokasi kerajaan Kutai

Setelah

mempelajari

uraian

tentang

pengaruh

Hindu-Buddha

terhadap

masyarakat

di

Indonesia,

kerjakanlah

tugas

berikut!

1. Bentuklah

kelompok

dengan

anggota

3-4

orang!

2. Lakukanlah

pengamatan

di

daerah

sekitar

tempat

tinggalmu!

3. Temukanlah

pengaruh-pengaruh

budaya

Hindu-Buddha

yang

masih

dilakukan

hingga

saat

ini!

4. Tulis

hasil

pengamatan

yang

kamu

lakukan

dan

presentasikan

di

depan

kelas

5. Setelah

selesai,

kumpulkan

kepada

guru

untuk

penilaian!

Aktivitas Kelompok

231

Ilmu Pengetahuan Sosial

Kerajaan

Kutai

berdiri

sekitar

abad

ke-5.

Kerajaan

ini

terletak

di

Muara

Kaman,

Kalimantan

T

imur,

tepatnya

di

hulu

sungai

Mahakam.

Informasi

tentang

awal

mula

Kutai

diketahui

dari

Y

upa

.

Ada

tujuh

buah

Y

upa

yang

menjadi

sumber

utama

bagi

para

ahli

untuk

menge

tahui

sejarah

Kerajaan

Kutai.

Y

upa

adalah

tugu

batu

yang

berfungsi

sebagai

tugu

peringatan.

Sumber: https://ifanjayadi1980.files.wordpress.com

Gambar 4.29.

Yupa peninggalan kerajaan Kutai

Yupa

ini

dikeluarkan

pada

masa

pemerintahan

Raja

Mulawarman.Prasasti

Y

upa

ditulis

dengan

huruf

pallawa

dan

bahasa

sanskerta.Berdasarkan

salah

satu

isi

Prasasti

Y

upa,

kita

dapat

mengetahui

nama-

nama

raja

yang

pernah

memerintah

di

Kutai,

yaitu

Kundungga,

Aswawarman

dan

Mulawarman.

Nama

Kundungga

tidak

dikenal

dalam

bahasa

India,

dengan

demikian

dapat

disimpulkan

bahwa

nama

tersebut

merupakan

nama

asli

daerah

tersebut.

Kundungga

mempunyai

anak

bernama

Aswawarman

dan

cucu

yangbernama

Mulawarman.Dua

nama

terakhir

merupakan

nama

yang

mengandung

unsur

India.

Hal

ini

menunjukkan

bahwa

pengaruh

Hindu

pada

keluar

ga

kerajaan

itu

sudah

mulai

masuk

pada

masa

Kundungga

yang

dibuktikan

dengan

diberikannya

nama

Hindu

pada

anaknya.

Satu

di

antar

a

yupa

di

Kerajaan

Kutai

berisi

keterangan

bahwa

raja

Mulawarman

telah

memberi

sedekah

20.000

ekor

sapi

kepada

para

brahmana.

Hal

ini

menjelaskan

bahwa

kegiatan

ekonomi

yang

dilakukan

oleh

masyarakat

Kutai

adalah

usaha

petern

akan.

Disamping

peternakan,

masyarakat

Kutai

melakukan

pertanian.

Letak

kerajaan

Kutai

di

tepi

sungai,

sangat

mendukung

232

Kelas VII SMP/MTs

untuk

pertani

an.Selain

itu,

masyarakat

Kutai

juga

melakukan

perdagangan.

Diperkirakan

sudah

terjadi

hubungan

dagang

dengan

luar

.Jalur

perdagangan

internasionaldari

India

melewati

Selat

Makassar

,

terus

ke

Filipina

dan

sampaidi

Cina.Dalam

pelayarannya

dimungkinkan

para

pedaga

ng

itu

singgah

terlebih

dahulu

di

Kutai.

b.

Kerajaan T

arumanegara

Sumber:

https://upload.wikimedia.org/

Gambar 4.30.

Lokasi kerajaan Tarumanegara

Kerajaan

T

arumanegara

merupakan

kerajaan

tertua

di

Pulau

Jawa

yang

diperkirakan

berdiri

pada

abad

ke–5

Masehi.Berdasarkan

catatan

sejarah

dan

peninggalan

artefak

di

sekitar

lokasi

kerajaan,

terlihat

bahwa

kerajaan

T

arumanegaa

adalah

kerajaan

Hindu

beraliran

W

isnu.

Sumber

sejarah

mengenai

kerajaan

T

arumanagara

diketahui

dari

prasasti-

prasasti

yang

ditinggalkan

nya.

Prasasti

itu

menggunakan

huruf

Pallawa

dan

bahasa

Sansekerta.

Sampai

saat

ini

ada

ditemukan

7

buah

prasasti,

yaitu:

prasasti

Kebon

Kopi,

prasati

Ciaruteun,

prasasti

PasirA

wi,

Prasasti

Jambu,

prasati

Muara

Cianten,

dan

prasasti

T

ugu.

Selain

itu,

sumber

lain

tentang

kerajaan

T

arumanegara

diperoleh

dari

catatan

seorang

musafir

Cina

yang

bernama

Fa-Hien.

Dalam

perjalanan

ke

Indiaia

singgah

di

Y

e-Po-Ti

(Pulau

Jawa).

233

Ilmu Pengetahuan Sosial

Berdasarkan

sumber

-sumber

tersebut,

dapat

diperoleh

gambaran

mengenai

kehidupan

masyarakat

T

arumanegara.Mata

pencaharia

nnya

adalah

bertani

dan

berdagang.

Menurut

berita

yang

ditulis

Fa-Hien

barang

yang

diperdagangkan

adalah

cula

badak,

kulit

penyu

dan

perak.Fa-Hien

juga

menjelaskan

di

T

arumanegaa

terdapat

tiga

agama,

yakni

agama

Hindu,

agama

Buddha

dan

kepercayaan

animisme.Raja

memeluk

agama

Hindu.

Raja

yang

terkenal

dari

Kerajaan

T

arumanegara

adalah

Purnawarman.Ia

dikenal

sebagai

raja

yang

gagah

berani

dan

tegas.

Ia

juga

dekat

dengan

para

brahmana

dan

rakyatnya.

Ia

raja

yang

jujur

,

adil,

dan

arif

dalam

memerintah.

Untuk

memajukan

bidang

pertanian,

raja

memerintahkan

pembangunan

irigasi

dengan

cara

menggali

sebuah

saluran

sepanjang

61

12

tumbak

(±1

1

km).

Saluran

itu

disebut

dengan

Sungai

Gomati.Saluran

itu

selain

berfungsi

sebagai

irigasi

juga

untuk

mencegah

bahaya

banjir.

c.

Kerajaan Sriwijaya

Sumber:

https://upload.wikimedia.org/

Gambar 4.31.

Lokasi kerajaan Sriwijaya

234

Kelas VII SMP/MTs

Kerajaan

Sriwijaya

berdiri

sekitar

abad

ke-7

Masehi.

Kerajaan

Sriwijaya

merupakan

salah

satu

kerajaan

besar

yang

pernah

berdiri

di

Indonesia.

Kerajaan

ini

mampu

mengembangkan

diri

sebagai

negara

maritim

dengan

menguasai

lalu

lintas

pelayaran

dan

perdagangan

dari

Selat

Malaka,

Selat

Sunda,

hingga

Laut

Jawa.

Sumber

sejarah

kerajaan

Sriwijaya

diperoleh

dari

prasasti

yang

berasal

dari

dalam

negeri

dan

prasasti

dari

luar

negeri.

Prasasti

yang

berasal

dari

dalam

negeri

antara

lain:

prasasti

Kedukan

Bukit,

prasasti

T

alang

T

uwo,

prasasti

T

elaga

Batu,

prasasti

Kota

Kapur

,

prasasti

Karang

Berahi,

prasasti

Palas

Pasemah

dan

Amoghapasa.

Adapun

Prasasti

yang

berasal

dari

luar

negeri

antara

lain:

prasasti

Ligor

,

prasati

Nalanda,

prasasti

Canton,

prasasti

Grahi

dan

prasati

Chaiya.Sumber

sejarah

lain

tentang

kerajaan

Sriwijaya

diperoleh

dari

seorang

pendeta

Cina

yang

bernama

I-tsing.

Berdasarkan

sumber

-sumber

tersebut,

diperoleh

keterangan

mengenai

Kerajaan

Sriwijaya

sebagai

berikut.

1. Kerajaan

Sriwijaya

pernah

menjadi

pusat

kegiatan

ilmiah

agama

Buddha

di

Asia

T

enggara.

2. Pulau

Bangka

dan

Jambi

Hulu

telah

ditaklukkan

oleh

Kerajaan

Sriwijaya

pada

tahun

686

Masehi.

3. Pada

awal

abad

ke-1

1

Raja

Rajendracola

dari

Kerajaan

Colamandala

(India)

melakukan

penyerbuan

besar

-besaran

ke

wilayah

Sriwijaya.

Penyerbuan

Colamandala

dapat

dipukul

mundur

namun

berhasil

melemahkan

kerajaan

Sriwijaya.

Kerajaan

Sriwijaya

diperkirakan

terletak

di

Palemb

ang,

di

dekat

pantai

dan

di

tepi

Sungai

Musi.

Pada

mulanya

masyarakat

Sriwijaya

hidup

dengan

bertani.

Namun

karena

berdekatan

dengan

pantai,

maka

perdagangan

menjadi

cepat

berkembang.Kemudi

an

perdagangan

menjadi

mata

pencaharian

pokok

masyarakat

Sriwijaya.

Perkembangan

perdagangan

didukung

oleh

letak

Sriwijaya

yang

strategis.

Sriwijaya

terletak

di

persimpangan

jalur

perdagangan

internasional.

Para

pedagang

dari

India

ke

Cina

atau

dari

Cina

ke

India

singgah

dahulu

di

Sriwijaya,

begitu

juga

para

pedagang

yang

akan

ke

Cina.

Para

pedagang

melakukan

bongkar

muat

barang

dagangan

di

Sriwijaya

Dengan

demikian,

Sriwijaya

semakin

ramai

dan

berkembang

menjadi

pusat

perdagangan.

Untuk

memperkuat

kedudukannya

,

Sriwijaya

membentuk

armada

angkatan

laut

yang

kuat.

Melalui

armada

angkatan

laut

yang

kuat

Sriwijaya

mampu

menguasai

kawasan

perairan

Asia

T

enggara,

perairan

di

Laut

Natuna,

Selat

Malaka,

Selat

Sunda,

dan

Laut

Jawa.

235

Ilmu Pengetahuan Sosial

Selain

menjadi

pusat

perdagangan,

kerajaan

Sriwijaya

juga

berkembang

menjadi

pusat

agama

Buddha

Mahayana

di

Asia

T

enggara.Menurut

catatan

pendeta

I-T

sing,

bahwa

di

Sriwijaya

tinggal

ribuan

pendeta

dan

pelajar

agama

Buddha.Pada

tahun

671

M,

I-T

sing

pernah

berdiam

di

Sriwijaya

untuk

belajar

tata

bahasa

Sanskerta

sebagai

persiapan

kunjungannya

ke

India.

Seperi

halnya

I-tsing,

para

pendeta

Cina

lainnya

yang

akan

belajar

agama

Buddha

ke

India

dianjurkan

untuk

belajar

terlebih

dahulu

di

Sriwijaya

selama

satu

sampai

dua

tahun.

Disebutkan

juga

bahwa

para

pendeta

yang

belajar

agama

Buddha

itu

dibimbing

oleh

seorang

guru

yang

bernama

Sakyakirti.Berdasarkan

hal

ini,

dapat

disimpulkan